1 / 41

SORTASI DAN GRADING

SORTASI DAN GRADING. Andasuryani, STP,MSi. Sortasi dan grading merupakan proses yang penting setelah pembersihan . Sortasi ? Grading ?. ?. Sortasi : pemisahan produk yang sudah bersih menjadi bermacam-macam kualitas atas dasar sifat-sifat fisik.

keren
Télécharger la présentation

SORTASI DAN GRADING

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. SORTASI DAN GRADING Andasuryani, STP,MSi

  2. Sortasi dan grading merupakan proses yang penting setelah pembersihan. Sortasi ? Grading ? ?

  3. Sortasi : pemisahan produk yang sudah bersih menjadi bermacam-macam kualitas atas dasar sifat-sifat fisik. • Grading: sortasi produk menjadi bermacam-macam fraksi kualitas sesuai dengan standar klasifikasi yang telah diakui atas dasar nilai komersial dan kegunaannya. Grading bergantung pada banyak faktor selain sifat fisik.

  4. Grading adalah pemilahan berdasarkan kelas kualitas. • Biasanya dibagi dalam • kelas1, kelas 2, kelas 3 dan seterusnya, atau kelas A, kelas B, kelas C dan seterusnya. • Pada beberapa komoditas ada kelas super-nya.

  5. Pemilahan (kriteria ) dari masing-masing kualitas tergantung dari permintaan pasar. • Standarisasi merupakan ketentuan mengenai kualitas atau kondisi komoditas berikut kemasannya yang dibuat untuk kelancaran tataniaga/pemasaran. • Standarisasi pada dasarnya dibuat atas persetujuan antara konsumen dan produsen, dapat mencakup kelompok tertentu atau wilayah / negara / daerah pemasaran tertentu.

  6. Siapa yang menetapkan standar grading? • Pemerintah Di Indonesia : - Departemen perdagangan & perindustrian SII (mencakup defenisi, syarat-syarat mutu, cara pengambilan contoh dan pengujiannya) - Departemen pertanian Di Amerika Serikat: USDA b)Asosiasi/pengusaha

  7. Kadar air • Ukuran • Bentuk • Berat • Densitas • Tekstur • Warna • Benda-benda Asing • Kepadatan • dlll • Komponen Kimia • Ketengikan • Indeks Asam • Lemak Bebas • Bau • Cita rasa • Residu • dll • Perkecambahan • Pertunasan • Jenis dan jumlah • kerusakan oleh • cendawan, bakhteri • dll

  8. Tujuan sortasi dan grading? • Memperoleh kualitas yang lebih baik dan seragam (baik bahan mentah maupun produk akhir yang dihasilkan) • Memberikan standarisasi dan perbaikan-perbaikan cara pengolahannya • Menawarkan beberapa kualitas kepada konsumen dengan harga yang sesuai dengan kualitasnya.

  9. SORTASI BUAH-BUAHAN DAN SAYURAN Parameter sortasi: warna, kerusakan dan ukuran Warna dan kerusakan umumnya masih dilakukan secaramanual, tapi secara otomatis dg kamera telah mampu mendeteksi warna dan kerusakkan bahan. Sifat umum buah-buahan dan sayuran: Lunak dan mudah rusak karena geseran & tekanan  penanganan dengan baik dan hati-hati

  10. Cara-cara sortasi ? • a) Cara Manual • Pada umumnya dikerjakan dengan tenaga manusia: : memerlukan tenaga terampil dan terlatih : memerlukan jumlah tenaga kerja yang banyak • Produk dipisahkan berdasarkan sifat-sifat visual misal : produk baik dengan produk jelek : produk ukuran besar dengan ukuran kecil : produk matang dengan mentah - Kurang efisien dengan biaya lebih mahal

  11. b) Cara Mekanis -Menggunakan alat / mesin sortasi - Memerlukan tenaga kerja yang relatif sedikit - Biaya relatif lebih murah

  12. Alat-alat sortasi • 1) Saringan /Ayakan • 2) Ban berjalan yang mengembang • 3) Roller Sorter • 4) Weight Sorter • 5) Separator berat jenis • 6) Separator Dropper • 7) Separator elektronis

  13. 1. Saringan Bahan saringan dari tembaga, ss, atau bahan lain yg tidak bereaksi dengan produk Kontrol terhadap getaran penting untuk menghindari kerusakan buah-buahan

  14. 2. Sabuk Pembagi (diverging belt) Prinsip : menggunakan 2 sabuk dimana bahan dilewatkan diantaranya Makin lama jarak antara kedua sabuk makin membesar  buah berukuran kecil akan jatuh lebih dulu.

  15. 3. Pensortir berbentuk roller (Roller Sorters) Cepat, akurat dan tidak menyebabkan kerusakan pada produk Dibagian bawah tiap rol terdapat kotak penampung untuk masing-masing fraksi yang dipisahkan

  16. 4. Pemisah berdasarkan berat (Weight Sorter) Akurat dengan kecepatan sedang dan aman (tidak menimbulkan kerusakan bahan) Bahan yang disortasi bisa sangat bervariasi ukuran dan bentuknya

  17. PEMBERSIHAN & SORTASI BIJI-BIJIAN, KACANG-KACANGAN DAN BENIH Pembersihandansortasibiasanyaberdasarkanpada: 1. Ukuran 2. Bentuk 3. Berat/specific gravity 4. Sifatdankarakteristikpermukaanbahan 1-3 sangatpentingdanbanyakdigunakan

  18. (1) Saringan Paling banyak digunakan dalam praktek dan digabungkan dengan metoda”tiupan” akan sangat efektif untuk membersihkan biji-bijian

  19. (2) Pneumatic Separator Menggunakan prinsip pengipasan  berat biji-bijian Penentuan kecepatan aliran angin/udara penting Dimana: V = kecepatan udara, ft/sec M = massa partikel, lb p = berat jenis partikel, lb/ft  = berat jenis udara, lb/ft A = luas proyeksi bahan, ft2 c = koefisien gesekan aerodinamik partikel g = gravitasi (lb/ft2) Biasanya hrs dikombinasikan dg prosedur pembersihan yg lain

  20. (4) Separator berat jenis (Pemisahan berdasarkan berat jenis) Hampir sama dg pneumatic separator  berat

  21. (5) Separator Ulir

  22. (6) Pemisah berbentuk silinder

  23. (6) Pemisah berbentuk piringan Pemisah silinder terdiri dari silinder yg pd permukaanya terdapat “cekungan” yg akan menampung biji-bijian Pemisahan dg diputar Hal yg sama untuk pemisah piringan

  24. (8) Pemisahan dengan sentrifugal (pemusingan) Prinsip pemisahan berdasarkan berat partikel dg gaya sentrifugal Biasanya digunakan untuk pemisahan bahan cair (cream) Persamaan Stoke`s ……………1 Dimana: V = kecepatan, ft/sec r = jari-jari partikel, ft p = berat jenis partikel, lb/ft  = berat jenis udara, lb/ft a = percepatan, lb/sec2  = viskositas medium, lb/ft.sec

  25. Pers. Tsb bisa digunakan untuk r maks: ……………2 Bila a  maka kecepatan pemisahan  Untuk gaya sentrifugal maka: n = RPM alat R = jarak partikel dari pusat, ft Dari pers. diatas maka: ……………3 ……………4

  26. Separator Alat yang digunakanuntukpemisahanpartikelbahanolahan

  27. Separator Prinsippemisahandalamsilinder separator

  28. PemisahanKrim (Cream) darisusu • Diameter krim: 4 – 8 mikron, berat 54 lb/ft2 • Beratsusu: 64.4 lb/ft2 • = 0.001 mm = 0.00003937” Dengan pers. 1: = 79 * 10-7 ft/sec = 0.028 ft/jam Dimana: V = kecepatan, ft/sec r = jari-jaripartikel, ft p = beratjenispartikel, lb/ft  = beratjenisudara, lb/ft a = percepatan, lb/sec2  = viskositas medium, lb/ft.sec

  29. Jikaukuranbukaan (botol) adalah 6”, makadibutuhkanwaktu 16 jam untukmemisahkannya. Dalamkenyataannya, kecepatanbiasanyalebihbesar. Kalautempatberdiameter 6” yang dioperasikanpada 8600 rpm, menggunakanpersamaan 4, maka: = 0.032 ft/sec = 0.38 in/sec Kec. Yang di dapat lebih besar dari teori

  30. (9) Pemisahan dengan siklon Prinsip menggunakan gaya berat dari bahan dg gaya hembus udara Biasanya digunakan pada pemisahan akhir produk serta pemisahan kotoran

  31. Aplikasipembersihan, sortasidanpemutuandalampengalengan

  32. Fruit and Fish Canning

  33. Aplikasi Pembersihan, Sortasi dan Pemutuan pada RPC Drying & Storage Part Intake Hopper Moisture Measurement Hopper Scale Continuous Dryer Platform Scale Square Bin Drying & Storage Silo Grain Cooler Pre-Cleaner Process Part Polishing Machine Immature Separator Brown Rice Conditioner Paddy Separator Closed Circuit Chaff Blower Husker Auto Weigher De-Stoner Weighing &Packing Part Rotary Shifter Cleaning Machine Color Sorter Vibration Separator Length Grader Packing Machine Quality Inspection Device Quality Securing Machines

  34. Indeks kematangan buah manggis

  35. Contoh Grading Buah Manggis berdasarkan Standar Nasional Indonesia SNI 0-13211-1992

More Related