1 / 21

MENULIS B E R I T A TELEVISI

MENULIS B E R I T A TELEVISI. B E R I T A. Lalu, apa itu berita? Berita ( news ) adalah laporan mengenai suatu peristiwa atau kejadian yang terbaru (aktual); laporan mengenai fakta-fakta yang aktual, menarik perhatian, dinilai penting, atau luar biasa.

langer
Télécharger la présentation

MENULIS B E R I T A TELEVISI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. MENULIS B E R I T ATELEVISI

  2. B E R I T A Lalu, apa itu berita? Berita (news) adalah laporan mengenai suatu peristiwa atau kejadian yang terbaru (aktual); laporan mengenai fakta-fakta yang aktual, menarik perhatian, dinilai penting, atau luar biasa. “When a dog bites a man that is not news, but when a man bites a dog that is news.”

  3. Rumus 5W + 1H What : Peristiwa apa yang terjadi? Who : Siapa yang terlibat dalam peristiwa itu? Where : Di mana terjadi peristiwa itu? When : Kapan terjadi peristiwa? Why: Mengapa terjadi demikian? How : Bagaimana terjadinya?

  4. NILAI BERITA 1.Aktualitas (timeliness)‏ Ada kedekatan jarak waktu antara terjadinya peristiwa dengan waktu diberitakannya 2. Conflict  Semakin banyak yang terlibat konflik, semakin bernilai berita  Semakin besar akibat konflik itu, juga makin besar nilai beritanya

  5. NILAI BERITA 3. Dampak (impact)‏  Sebuah kejadian yang memiliki dampak pada masyarakat punya nilai berita yang tinggi. Kian besar dampak tersebut bagi masyarakat, semakin tinggi pula nilai beritanya 4. Competition  Peristiwa itu mengandung kompetisi/persaingan. Misalnya pertandingan olah raga, persaingan bisnis, dan perebutan kursi jabatan.

  6. NILAI BERITA 5. Kedekatan (proximity)‏  dekat secara fisik  dekat secara emosional 6. Progress  Peristiwa itu menggambarkan adanya kemajuan yang cukup menarik. Semakin luar biasa kemajuan itu, maka semakin menarik diberitakan. Misalnya, kemajuan bidang pembangunan dan iptek

  7. NILAI BERITA 7. Sex  Peristiwa yang menyangkut skandal-skandal seks 8. Suspense/Dramatic  Peristiwa itu menegangkan, tentang saat-saat yang kritis. Misalnya: ketegangan menunggu hukuman mati, saat-saat terakhir di dalam kapal yang tenggelam

  8. NILAI BERITA 9. Fear  Peristiwa/situasi yang mengisyaratkan adanya ketakutan. Misalnya karyawan takut kalau gaji tidak naik, padahal BBM dan listrik naik, takut teror bom, dsb. 10. Ketenaran (prominence)‏ ”Name makes news” Bintang film, sinetron, penyanyi, politisi ternama seringkali muncul di koran dan juga televisi

  9. NILAI BERITA 11. Sympathy  Peristiwa yang mengandung suatu sikap simpatik. Misalnya: walikota turun ke tengah penggusuran untuk menenangkan rakyat 12. Oddity Peristiwa ganjil dan aneh Misal : kambing berkaki tujuh, Manusia hanya setinggi 20 cm, manusia kawat

  10. NILAI BERITA 13. Human Interest  Punya nilai kemanusiaan tinggi, mengharukan, membanggakan. Hal-hal yang mampu Membangkitkan rasa kemanusiaan

  11. PRODUKSI BERITA TV REPORTASE DI LAPANGAN 1. PELIPUTAN TERENCANA : membuat berita - Reportase menyangkut hal-hal yang telah ditentukan sebelumnya, seperti : acara undangan, press conference, liputan tematis (feature), dll. - Fakta, peristiwa, dan data bisa didapat lebih lengkap dan akurat. (analisis reporter, latar belakang peristiwa, dll.)‏ - Bisa berkembang menjadi beberapa bentuk siaran news : live report, talk show, debat publik, feature, investigasi.

  12. PRODUKSI BERITA TV 2. PELIPUTAN TIDAK TERENCANA : mengkreasikan (menciptakan) berita - Reportase menyangkut hal-hal yang tak terduga atau belum direncanakan lebih dulu, seperti kecelakaan lalu lintas, bencana alam, dan kejadian tak terduga lainnya. - Mengandalkan fakta dan peristiwa, narasumber diperoleh mendadak di lapangan - Bisa berupa penugasan mendadak korlip.

  13. MENULIS BERITA TELEVISI Tak seperti media cetak dan radio, audience media televisi harus bergulat dengan gambar yang bergerak cepat dan suara sebagai tambahan bagi informasi faktual. Jadi penting untuk menghindari bahasa yang rumit atau voice over yang terlalu banyak. Aturan menulis : “Buat sesederhana dan semanusiawi mungkin, dan ditujukan untuk rakyat kecil, bukan untuk para profesor.” Menceritakan, bukan menuliskan.

  14. TIPS MENULIS 1. Gunakan kata-kata sederhana 2. Hindari penggunaan kalimat rumit dengan anak kalimat. 3. Hindari komplikasi yang tak perlu. -> “undang-undang penyiaran” lebih baik daripada “pasal 22 ayat 1 dalam undang-undang penyiaran”. 4. Gunakan bahasa percakapan (menceritakan, bukan menulis). 5. Hindari kata sifat. Gambar menjelaskan

  15. TIPS MENULIS 6. Hindari opini. 7. Hanya fakta-fakta penting. 8. Hindari bahasa teknik atau ilmiah. 9. Hindari bahasa resmi. 10. Hindari kata-kata klise. 11. Satu atau dua pokok pikiran saja per kalimat. 12. Sederhanakan fakta dan angka. 13. Hindari penggunaan singkatan, tanpa penjelasan.

  16. TIPS MENULIS 14. Hindari kalimat terbalik. -> “Akibat kerusuhan dalam demonstrasi memprotes kegagalan polisi menangkap koruptor, pasukan tambahan polisi diturunkan” lebih baik dari “Tambahan polisi diturunkan untuk meredam demonstrasi kerusuhan. Para demonstran kesal karena kegagalan menangkap koruptor”. 15. Hindari referensi waktu yang rumit. “Kecelakaan hampir dua tahun lalu” lebih baik daripada “Kecelakaan yang terjadi pada tanggal 2 mei 2007”.

  17. BARIS TERATAS Kalimat pertama dalam intro. Biasanya memberi infomasi pertama dari sebuah berita, atau angle dari berita tersebut. Dalam baris teratas kita harus merebut perhatian pemirsa dengan memberikan informasi yang paling dramatis. ->“Lebih dari 20 orang meninggal dunia dalam kecelakaan tabrakan kereta api di perlintasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan”.

  18. BARIS TERATAS Bila merupakan berita running/ follow up, memberi informasi terakhir dari peristiwa sebelumnya. -> “Faktor human error merupakan penyebab tabrakan kereta api di perlintasan kereta api Tanjung Barat Jakarta Selatan, ang mengakibatkan lebih dari 20 orang tewas”.

  19. BARIS TERATAS Memberitahukan pemirsa mengenai dampak peristiwa tersebut terhadap mereka. Baris teratas harus serunut mungkin. Hindari referensi tempat dan waktu dan jabatan yang rumit. Jangan menyebut nama kecuali nama orang terkenal. Bila tidak sangat penting, hindari pengakuan di baris pertama.

  20. MENULIS NASKAH VOICE OVER “Dalam voice over, memberi kita memberikan fakta, tanpa memberikan opini atau sikap. Bila menginginkan ada opini, gunakan melalui ‘pemain’ dalam berita tersebut.” Jangan mengulangi informasi dari intro. Jangan mengulangi apa yang tampak jelas di gambar dengan kata-kata.

  21. Menulis voice over Tulislah seringan mungkin, agar kalimat terbaca dengan singkat dan mudah. Jangan menyampaikan informasi rumit. Jangan menulis hal yang berlawanan dengan gambar. Jangan terlalu detil, menggambarkan adegan demi adegan dalam gambar. Hindari daftar. Gunakan kata seperti “beragam”, atau “olahraga seperti…”

More Related