1 / 13

Jenis dan Konsep Pembayaran E-Business

Jenis dan Konsep Pembayaran E-Business. Materi Pertemuan 6. Pokok Bahasan. Internet banking: credit card, debit saldo Direct selling, 3rd party selling Macam-macam biaya: buying fee, shipping fee, tax fee, dll. Sistem kerja kartu kredit (verifikasi, autorisasi dan payment capture) .

maja
Télécharger la présentation

Jenis dan Konsep Pembayaran E-Business

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Jenis dan Konsep Pembayaran E-Business Materi Pertemuan 6

  2. Pokok Bahasan • Internet banking: credit card, debit saldo • Direct selling, 3rd party selling • Macam-macam biaya: buying fee, shipping fee, tax fee, dll. • Sistem kerja kartu kredit (verifikasi, autorisasi dan payment capture)

  3. Klasifikasi Mekanisme Pembayaran di Internet • Transaksi model ATM • Pembayaran dua pihak tanpa perantara • Pembayaran dengan perantara pihak ketiga • Micropayment • Anonymous digital cash

  4. Kebutuhan Umum Transaksi • Kerahasiaan (confidentiality) • Keutuhan (integrity) • Keabsahan (authenticity) • Dapat dijadikan bukti yang tak dapat disangkal pada saat terjadi perselisihan

  5. Klasifikasi Sistem Perdagangan • Berdasarkan kesiapan pembayarannya, sistem pembayaran e-commerce dapat dikategorikan sbb: • Sistem debit • Sistem kredit • Sistem prepaid

  6. Sistem Kerja Kartu Kredit

  7. Sistem kerja Kartu Kredit • Sehari-hari • Pemegang kartu (card holder) • Penerbit kartu kredit: issuer (bank) • Pedagang (merchant) • Bank tempat pedagang membuka account untuk menampung uang kartu (acquirer) • Saat transaksi • Merchant mengkalkulasi jumlah harga pembelian dan menggesek kartu kredit pada terminal POS elektronik • Informasi dari pita magnetik kartu akan dikirim ke acquirer untuk diautorisasi

  8. Acquirer melakukan autorisasi ke issuer, melalui jaringan kartu kredit • Setelah pemeriksaan validitas informasi, issuer akan mengirimkan kode autorisasi kembali ke acquirer • Acquirer mengembalikan kode autorisasi kepada merchant, yang akan mengesahkan transaksi tsb • Merchant juga meminta pemegang kartu menandatangani slip (salesdraft) yang tercetak

  9. Proses Payment Capture • Pada malam hari, merchant mengirimkan seluruh transaksi kartu kredit yang sudah diautorisasi pada hari itu kepada acquirer, agar accountnya dikredit • Acquirer melakukan interchange dan permintaan transfer dana dengan issuer • Penagihan • Setiap bulannya issuer mengadakan penagihan transaksi yang dilakukan pemegang kartu

  10. E-Commerce • Sistem transaksi MOTO (Mail Order/ Telephone Order) • Memasukkan nomor kartu kredit yang disediakan pada website merchant • Kelemahan: • Merchant mendapatkan informasi kartu kredit pemegang kartu • Protokol HTTP bukanlah protokol yg aman

  11. Socket Secure Layer (SSL) • SSL dipergunakan bersama-sama protokol HTTP • Membuat pipa antara browser pemegang kartu dengan website merchant, sehingga penyerang tidak dapat menyadap informasi apapun yang mengalir pada pipa tersebut • SSL memanfaatkan teknologi kunci publik (RSA), namun bila kunci ini jatuh ke tangan penyadap, ia berkuasa penuh pada saluran SSL tsb • Alamat pada browser pemegang kartu tidak menampilkan http:// melainkan https://

  12. Secure Electronic Transaction • Pihak-pihak yang bertransaksi via internet menggunakan sertifikat digital yang dibuat oleh certificate authority (CA) • CA akan mengecek ke issuer, misalnya, apakah sama nama, nomor kartu kredit, expiry date, dan alamat pemegang kartu yang memohon dibuatkan sertifikat digital itu sah (authentic) • CA kemudian membuatkan sertifikat digital yang berisi informasi jati diri dan kunci publik pemegang kartu (seolah-olah memiliki KTP digital yang tidak dapat disalahgunakan)

  13. END OF SLIDE

More Related