1 / 18

Tes Psikologi

Tes Psikologi. Tes Psikologi. Fungsi tes-tes psikologis adalah untuk mengukur perbedaan- perbedaan antara individu atau perbedaan reaksi individu yang sama terhadap berbagai situasi yang berbeda.

makani
Télécharger la présentation

Tes Psikologi

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Tes Psikologi

  2. Tes Psikologi Fungsi tes-tes psikologis adalah untuk mengukur perbedaan- perbedaan antara individu atau perbedaan reaksi individu yang sama terhadap berbagai situasi yang berbeda. Tes Psikologi pada dasarnya adalah alat ukur yang objektif dan dibakukan atas sampel prilaku tertentu.

  3. Psikodiagnostik Diagnosis; prediksi, ramal melalui indikator/ ciri prilaku, sikap, kemampuan dan aspek-aspek psikologis lainnya yang ditunjukkan. Contoh: mendiagnosis apakah seseorang dapat berhasil dalam pekerjaannya, dengan melihat apakah aspek psikologis yang dimilikinya (dilihat dari responnya terhadap suatu/ serangkaian tes psikologi sebagai sampel perilaku atau kemampuan bekerja) sesuai dengan yang dibutuhkan suatu pekerjaan.

  4. Standardisasi • Tes psikologi digambarkan sebagai alat ukur yang dibakukan. • Standardisasi menyiratkan keseragaman cara penyelenggaraan dan penskoran tes; • Kondisi tes harus sama bagi semua orang • Skor yang diperoleh dapat dibandingkan • Untuk itu diperlukan petunjuk-petunjuk yang rinci bagi penyelenggaraan setiap tes yang baru dikembangkan.

  5. Cont… • Keseragaman tersebut meliputi: • Jumlah tempat materi yang digunakan • Batas waktu • Instruksi-instruksi lisan (isi intruksi dan cara penyampaian; perubahan suara, jeda, ekspresi wajah) • Demonstrasi awal • Cara-cara menjawab pertanyaan dari peserta tes • Dan rician lain

  6. Norma • Selain cara penyampaian tes, pengerjaan tes dan penskoran, hal penting dari standarisasi adalah penetapan norma-norma. Skor tes perorangan diinterpretasikan dengan cara membandingkan dengan skor-skor yang didapatkan oleh orang lain pada tes yang sama • Norma adalah kinerja normal atau rata-rata.

  7. Tes Psikologi sebagai Alat pengukuran yang Objektif • Sebenarnya, tes yang baik adalah ketika hasilnya tidak tergantung pada siapa yang memberikan dan yang menginterpretasikan, oleh sebab itu harus ada standar pengetesan dan penilaian yang objektif. • Penentuan tingkat kesulitan sebuah butir soal atau seluruh tes didasarkan pada prosedur-prosedur empiris yang objektif

  8. Pengukuran kesulitan yang objektif • Cara utama yang bisa dilakukan untuk mendapatkan pengukuran kesulitan yang empiris adalah dengan mengujicobakan alat tersebut. Aitem yang dapat diselesaikan dengan benar oleh semua/ sebagian besar subjek merupakan aitem yang mudah dan sebaliknya, barulah aitem disusun berdasarkan tingkat kesulitannya.

  9. Keandalan & validitas Sebelum alat tes dikeluarkan untuk digunakan secara umum, pemeriksaan yang mendalam secara objektif tentang keandalan dan kevalidannya perlu dijalankan.

  10. Mengapa Penggunaan Tes-tes Psikologi Perlu Dikendalikan? • Untuk memastikan bahwa tes itu diberikan oleh penguji yang memenuhi syarat dan skor digunakan dengan sepantasnya • Untuk mencegah keakraban orang dengan isi tes, yang akan membuat tes itu tidak valid lagi • Hasil pengetesan tidak menimbulkan permasalahan ketika hasilnya tidak samapai dengan benar pada orang yang benar

  11. Penguji yang memenuhi Syarat • Tiga aspek utama situasi tes: • Seleksi tes • Andministrasi dan penskoran • Interpretasi skor

  12. Pengguna tes (user) Pengguna tes adalah siapapun yang menggunakan hasil pengetesan sebagai salah satu sumber informasi dalam usahanya mencapai keputusan-keputusan praktis. Misalnya; dokter, manager HRD, guru, orang tua, subjek tes sendiri, dll

  13. Pengamanan Isi tes dan pengkomunikasian Tes • Memastikan amannya isi tes tertentu harus dilakukan oleh segenap orang psikologi, agar tes tetap valid dan tidak ada yang merasa dirugikan • Hasil tes yang diberikan kepada user adalah berupa laporan, bukan data mentah • Faktor kedekatan merupakan hal yang paling sering merusak keduanya.

  14. Persiapan bagi para penguji • Agar keseragaman prosedur dapat terjamin, setiap pengetesan harus dilakukan dengan persiapan. • Adapun yang perlu dipersiapkan; • Tester menguasai alat dan memahami pemberian instruksi (sebisa mungkin dihafalkan) • Materi tes, siapkan alat-alat yang akan digunakan, cek jumlah dan kelayakannya, letakkan ditempat yang mudah diraih saat tes namun tidak menarik perhatian testee • Keakraban dengan prosedur tes tertentu

  15. Kondisi Pengetesan • Pengetesan diusahakan untuk memenuhi kondisi pengetesan yang layak; • Ruangan yang tenang, bebas dari intervensi apapun • Pencahayaan yang baik • Sirkulasi udara baik • Tempat duduk dan meja yang nyaman • Agar bebas dari intrupsi, perlu dituliskan diluar ruangan untuk tenang dan tidak mengganggu

  16. Rapor • Sebelum tes dimulai, tester harus melakukan rapor terlebih dahulu, gunanya; • Membangkitkan minat peserta pada tes • Mendorong seseorang untuk menunjukkan kinerja terbaiknya • Membuat peserta percaya pada tester • Membuat peserta mau mendengarkan instruksi yang diberikan dengan baik • Membuat peserta dapat menyingkirkan kecemasan-kecemasannya.

  17. Pengaruh Penguji • Biasanya pada anak-anak faktor penguji sangat berpengaruh, dibandingkan pada orang dewasa • Kinerja beberapa pengetesan individual terutama tes proyektif, usia, jenis kelamin, etnik, status profesional bisa terpengaruhi • Apa yang terjadi pada tester sebelum dan saat pengetesan dapat mempengaruhi pengetesan • Harapan-harapan tester juga dapat mengarahkan hasil tes. Jika tidak hati-hati, tester dapat melakukan leading.

  18. Situasi yang mempengaruhi pengetesan • Waktu pengetesan • Gejolak emosional • Keletihan • Pengalaman mengenai tes • Efek belajar • dll

More Related