1 / 70

Peta Topografi

Peta Topografi. PETA TOPOGRAFI. Sebuah peta yang memperlihatkan, bentuk, penyebaran roman muka bumi dan dimensinya. ROMAN MUKA BUMI. Relief yang meliputi gunung , bukit , lembah , dataran , tebing dan sejenisnya

norm
Télécharger la présentation

Peta Topografi

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PetaTopografi

  2. PETA TOPOGRAFI • Sebuah peta yang memperlihatkan, bentuk, penyebaran roman muka bumi dan dimensinya

  3. ROMAN MUKA BUMI • Relief yang meliputigunung, bukit, lembah, dataran, tebingdansejenisnya • Drainase (polaaliran air), termasukdidalamnyalaut, sungai, danau, rawa, terusan • Culture ( hasilrekayasamanusia ) yang meliputikota, jalanantarkota, jalanantardesa, jalansetapak, relkeretaapi, lapanganterbang, pelabuhanlaut, batasdaerahdannamatempatsertasejenisnya

  4. Peta topografi • Gambaran vertikal (proyeksi orthogonal) dari penggambaran angka-angka hasil pengukuran geodetik di lapangan. • Teknik penggambaran peta topografi di mulai secara manual, berkembang sesuai dengan kemajuan teknologi yang ditindaklanjuti dengan aplikai digitasi yang memanfaatkan program komputer.

  5. Digital Elevation Model (DEM) surface

  6. Peta topografi yang lengkap selaludisertaihal-halsebagaiberikut: (1). Skalapeta, (2). Nomorlembarpetadannamageografinya, (3). Deklinasi, (4). Kedudukanlembarpetaterhadaplembarpeta yang lain (bladwijzer = index to ajoining sheets), (5). Gariskontur, (6). Relief, drainasedanculture, (7). Legendaatauketerangan.

  7. (1). Skala Peta • Padaumumnyaskalapetadituliskandibagianbawahgarisbatasgambarpeta. Cara menuliskanskalapetadapatdengan: • Sistemequivalent: 1 inch = 1 mile • Sistemgrafis: 0------====1 km • Sistem RF (Representative Fraction), yaituditunjukkandalamperbandingandenganangkamisal: 1: 25.000, artinyajarak 1 cm dipeta = 25.000 cm dilapangan = 250 meter (secara horizontal)

  8. Perlu dicatat: • Besarannilaiskalasuatupetatopografiinihanyaberlakuuntukmemperhitungkanukuranpanjangsuatusatuanjarakantartempatataulokasidalamtatacarateknikpenggambaranpadaselembarkertas. • Besarannilaiskala, tidakberlakudalammelukiskantebalsuatugarisdansejenisnya. Misaltebalgarisuntukjalan, lebarrelkeretaapi, lebarsungaitidakmungkindilukiskanpadaselembarkertasdenganmengikutikaidahpengertiandanmaknadariskala. Teknikpenggambaranjalan, lebarrelkeretaapi, lebarsungaidansejenisnyatersebutlebihditekankanpadaestetikaataukerapiandalamteknikpenampilansebuahpeta.

  9. Peta topografi terbitan P3G • Peta topografi yang diterbitkan oleh P3G (Pusat Pengembangan dan Penelitian Geologi) untuk skala peta 1:25.000, ukuran panjang dan lebar (merupakan bentuk bujur sangkar, ukuran panjang = ukuran lebar) peta adalah 5’ (5 menit) yang identik dengan 9 km. • Dengan demikian maka 1o = 60/5 x 9 km = 108 km.

  10. Peta terbitan Bakosurtanal • Untukpeta yang diterbikanolehBakosurtanalmempunyaibentukempatpersegipanjang (bukanbentukbujursangkar). • Petatopografi yang diterbitkanolehBakosurtanal (kemudiandisebutsebagaiPetaRupaBumi = PRB), misaluntukskala 1: 250.000, ukuranpanjangtelahditentukan 1o30’ danukuranlebar 1o. • DengandemikianpembagianpetaterbitanBakosurtanaluntukskala 1:250.000, ukuranpanjang (arahtimur-barat) adalah 1o30’ danukuranlebar (arahutara-selatan) adalah 1o, mempunyaibentukempatpersegipanjang (bukanbentukbujursangkar)

  11. Tata Cara Pemberian Nomor Peta(Mengikuti Kesepakatan pada Bladwijzer)

  12. (2). Deklinasi • Jarum kompas adalah jarum magnet, dan arah utara yang ditunjukkan oleh jarum kompas adalah arah utara magnetic. • Arah utara magnetic ini tidak berimpit dengan arah utara sebenarnya (arah utara geografis). • Keduanya membentuk sudut yang besarannya berbeda-beda dari satu lokasi geografis yang satu dengan lokasi geografis lainnya, dan kadang-kadang berubah dari satu waktu ke lain waktu meskipun lokasinya sama. • Sudut yang dibentuk antara arah utara magnetic dengan arah utara geografis (sebenarnya) disebut dengan istilah deklinasi.

  13. Arah utara magnetic

  14. Deklinasi  Sudut yang dibentuk antara arah utara magnetic dengan arah utara geografis (sebenarnya)

  15. Penulisan pada lembar peta • Padalembarpeta, deklinasidituliskandenganmagnetic declination. Nilaimagnetic declination inipentingdiperhatikandalampenyesuaiankompasgeologi yang akandipakaidipetalembaritu. Petunjukbesarnyadeklinasipadapetatopografiumumnyadituliskanpadabagianbawahlembarpetadisebelahkiri. • Padapetaseringdituliskansebagaiberikut: Approximate mean declination 1943 for center of sheet: Annual magnetic change 3” increase.

  16. Keterangan • GN-Grid North; MN-Magnetic North; • Sudut yang dibentuk antara GN dan MN adalah besarnya deklinasi. • Supaya jarum kompas menunjukkan arah yang sesuai dengan arah utara geografis maka harus dilakukan koreksi deklinasi, dengan cara memutar piringan deklinasi.

  17. (3). Kedudukan lembar peta terhadap peta yang laindalamBladwijzer (Index to adjoining sheets) • Hal inipentingdiperhatikandalammencarihubungannomorlembarpetadaridaerah yang bersangkutandengandaerah yang bersebelahanatausekeliling • Lembarpeta yang bersangkutanumumnyadiberiwarna yang lebihtampak, ataudiarsir. Tulisanindex`to adjoining sheets selaludijumpaipadapetatopografi yang lengkap, padabagianbawahlembarpetasisikanan. • Apabilatidakadaketerangan yang lain, makagarispinggirpeta yang kedudukannyavertikal (tegak) selalusejajardenganarahutara (true north ), yang seringdituliskansebagaiGrid North. <KodeRBI_Bakosurtanal)

  18. (4). Ekspresi Relief • Garis kontur (contour lines) adalah garis yang merupakan tempat kedudukan titik-titik dipermukaan bumi yang berdekatan dan mempunyai nilai ketinggian yang sama terhadap bidang referensi. • Sudah merupakan kesepakatan, bahwa bidang referensi ini dipergunakan permukaan laut sebagai titik nol. Namun demikian untuk kepentingan tertentu yang sifatnya khusus, bidang referensi tidak harus terhadap permukaan laut.

  19. Penggambaran Peta • Dalam sistem bladwijzer, peta suatu daerah pasti akan berdampingan dengan peta daerah yang berdekatan, oleh sebab itu, secara umum bidang referensi (datum plane) diambil dari ketinggian permukaan laut, dan dianggap sebagai titik 0 (nol). • Untuk mengetahui tingkat ketelitian dalam penggambaran peta topografi, perhatikan garis-garis kontur di masing-masing lembar peta yang berdekatan. • Penggambaran peta dengan tingkat ketelitian tinggi ditandai dengan garis kontur yang mempunyai nilai ketinggian sama, ditunjukkan bila peta topografi yang posisinya berdampingan disinggungkan pinggirnya, garis kontur yang mempunyai “nilai ketinggian sama” pasti bersambung. • Dengan demikian, pola penggambaran garis-garis kontur dapat diartikan bahwa garis-garis kontur pada peta topografi akan menunjukkan tinggi dan rendahnya suatu daerah.

  20. TEKNIK PENGGAMBARAN RELIEF Teknikpenggambaran relief padapeta-peta yang dimanfaatkanolehparapemerhatiilmukebumian, makadisuguhkandenganberbagai model yaitudengan: (a). Garis-gariskontur (b). Garis-garistinting (c). Bayangan (shading) (d). Garishachures

  21. (a). Garis-garis kontur • Peta dengan garis kontur umum dipergunakan sebagai peta dasar dalam membuat peta geologi karena diyakini lebih praktis. • Nilai ketinggian suatu tempat dapat diketahui dengan pasti dan cepat, • Warna yang dipergunakan untuk menggambar peta topografi dapat dan dibenarkan hanya satu yaitu warna hitam di atas kertas yang berwarna putih. • Disamping itu notasi-notasi geologi yang lain baik itu merupakan symbol struktur geologi, symbol lithologi dan symbol lainnya, misalkan jalan, sungai tidak “tenggelam” dalam peta topografi dengan model garis kontur. Anda juga dipermudah dalam membaca peta geologi.

  22. (a). Garis-garis kontur… • Dengan adanya nilai absolute besaran ketinggian garis kontur pada peta topografi, anda juga menjadi dipermudah dalam membuat garis profil (profile line) topografi pada sayatan geomorfologi atau pada sayatan atau penampang geologi. • Garis kontur merupakan suatu garis sifatnya harus tertutup (bersambung) baik dalam dimensi lokal ataupun dimensi regional. Itulah sebabnya mengapa dalam teknik penggambaran peta topografi, garis-garis kontur dilukiskan hingga pada pinggir peta. Namun demikian, hal ini tidak berlaku apabila dalam satu lembar peta terdapat daratan yang berbatasan dengan laut.

  23. Perhatikan cara menuliskan angka nilai ketinggian garis kontur

  24. Peta Dasar Pemetaan Geologi • Mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, peta topografi dengan garis kontur ini-lah yang disarankan untuk dipergunakan sebagai peta dasar untuk membuat peta geologi. Dengan demikian peta geologi yang dihasilkan akan mudah dibaca, sehingga tujuan membuat peta agar mempermudah pemakai peta dapat tercapai.

  25. (b). Garis-garis tinting • Menunjukkan ketinggian suatu tempat dengan garis-garis lengkung (yang cara penggambarannya mirip dengan garis kontur) yaitu merupakan garis-garis lengkung yang melingkar tertutup dan memusat. Garis-garis lengkung tersebut tidak ada besaran nilai ketinggian (seperti yang tampak pada garis kontur) • Pada peta yang dicetak asli (bukan hasil foto copy-hitam putih) garis-garis tersebut digambarkan dengan warna coklat, makin kearah tempat dengan topografi yang lebih tinggi garis-garisnya menjadi semakin tebal dan semakin rapat sehingga tampak sebagai warna yang tampak gelap karena demikian rapatnya garis-garis lengkung itu, Sedangkan makin ke arah daerah dengan angka ketinggian makin kecil dipakai warna yang bertendesi kuning tua. • Garis-garis lengkung ini (pada peta dengan garis-garis tinting sebagai petunjuk nilai ketinggian) tampak indah dan menarik untuk dilihat. Namun, apabila peta dengan model ini dipergunakan sebagai peta dasar untuk menggambar peta geologi akan dapat menimbulkan kerancuan dengan notasi yang dipergunakan sebagai symbol lithologi

  26. (b). Garis-garis tinting… • Garis-garis yang menunjukkan batas satuan batuan atau batas formasi batuan, tanda-tanda strike dan dip, gari-garis patahan, tanda-tanda struktur geologi antara lain garis symbol antiklin dan sinklin akan dapat “tenggelam” sehingga peta geologi yang dihasilkan akan sulit untuk dibaca • Penggambaran garis profil (profil line) topografi tidak akan dapat dilakukan dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Dengan demikian, garis profil sayatan geologi atau pada sayatan geomorfologi lebih memanfaatkan pada konsep pendekatan. • Menunjukkan ketinggian banyak tempat dengan garis-garis tinting, pada umumnya dipergunakan pada peta topografi dengan skala kecil, misalnya skala 1:50.000.000.

  27. (b). Garis-garis tinting… Peta topografi dengan garis-garis tinting dapat dilihat pada: • School Atlas Der Gehele Aarde Herzien Door P.Eibergen, diterbitkan Bij J.B Wolters’ Uitgeversmaatchapaij N.V.-Groningen-Batavia (1947), misalnya pada hal.18, DeAlpen, schaal 1:250.000; hal.29, Azie, schaal 1:30.000.000; hal. 32, De Grote Ocean,schaal 1:60.000.000. • Atlas Indonesia dan Dunia disusun oleh Chamzawi dan Wibisono, diterbitkan oleh CV.Pradika (1983); hal.26, Sulawesi, skala 1:4.500.000; hal.37, Irian Jaya, skala 1:4.820.000; hal. 42. Asia,skala 1:50.000.000.

  28. (b). Garis-garis tinting… • Hal yang perlu diperhatikan bila akan menunjukkan besaran nilai ketinggian suatu tempat dengan mempergunakan garis-garis tinting antara lain: • Pemakai peta akan mengalami kesulitan dalam membacanya. • Pada peta dengan model ini anda akan mengalami kesulitan pada saat akan menentukan besaran nilai ketinggian suatu tempat. • Peta dengan model tinting terbatas dipergunakan pada daerah yang berbukit-bukit atau pada daerah gunung api. • Pada puncak gunung api garis-garis tersebut seolah-olah saling merapat dan akhirnya menyatu dan menghasilkan warna yang relatif gelap.

  29. (b). Garis-garis tinting… • Peta topografi dengan model ini, tidak pernah dipergunakan sebagai peta dasar untuk melukiskan peta geologi, karena akan dapat “menenggelamkan” warna symbol lithologi dan notasi-notasi geologi lainnya. • Bila penggambaran peta geologi mempergunakan peta dengan model ini sebagai peta dasar, salah satu tujuan peta geologi agar memberikan informasi dan kemudahan untuk dibaca menjadi tidak tercapai.

  30. (c). Bayangan (shading) • Sering disebut dengan nama Digital Elevation Model (DEM) • Keberadaan shading yang digambarkan dengan variasi warna biru (biru pucat, biru muda, biru tua) akan tampak rancu dengan simbol-simbol lithologi. • Sebagai contoh: pada peta yang besaran nilai ketinggian tempat ditunjukkan dengan shading pada berbagai variasi warna biru, akan rancu dengan simbol lithologi batugamping yang juga digambarkan dengan warna biru pada peta geologi.

  31. Digital Elevation Model (DEM) surface

  32. Topografi diperlihatkan dalam bentuk peta Bayangan (shading)

  33. (c). Bayangan (shading)… • Dengan peta model ini anda akan mengalami kesulitan pada saat menentukan nilai ketinggian suatu tempat. • Penggambaran garis profil (profil line) topografi tidak akan dapat dilakukan dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Dengan demikian, garis profil topografi pada sayatan geologi atau garis profil topografi pada sayatan geomorfologi digambar lebih dengan model konsep pendekatan. • Menunjukkan ketinggian banyak tempat dengan garis-garis shading, pada umumnya dipergunakan pada peta topografi dengan skala kecil, misalnya skala 1:50.000.000.

  34. (c). Bayangan (shading)… • Peta topografi dengan model shading tidak pernah dipergunakan sebagai peta dasar untuk membuat peta geologi. • Bila penggambaran peta geologi mempergunakan peta dengan model ini sebagai peta dasar, salah satu tujuan peta geologi agar memberikan informasi dan kemudahan untuk dibaca menjadi tidak tercapai.

  35. (c). Bayangan (shading)… • Peta yang menunjukkan ketinggian dengan shading dapat anda jumpai pada: • ATLAS Indonesia dan Dunia, yang disusun oleh Chamzawi dan Wibisono, diterbitkan oleh CV.Pradika, Jakarta tahun 1983, misal peta Jawa Barat, skala 1:1.474.000; atau • Peta Azie, Schaal 1: 30.000.000, (hal 29), yang dimuat dalam Scholl Atlas Der Gehele Aarde, Herzien Door P.Eibergen, diterbitkan Bij J.B. Wolters Uitgeversmaatschappij NV- Groningen, Batavia, tahun 1947.

  36. (c). Bayangan (shading)… • Apabila diperhatikan lebih lanjut menunjukkan besaran nilai ketinggian tempat dengan tinting dan dengan shading dilakukan secara kombinasi. • Hal ini dapat ditemukan pada peta-peta yang digambarkan pada Atlas Indonesia dan Dunia (1983) dan School Atlas Der Gehele Aarde (1947).

  37. (d). Garis hachures • Menunjukkan ketinggian suatu tempat dengan garis lurus setrip-setrip yang memusat. Garis-garis inilah yang disebut sebagai garis hachures. • Pada peta yang asli garis-garis tersebut digambarkan dengan warna coklat, makin ke arah tempat yang secara topografis menjadi lebih tinggi garisnya menjadi semakin tebal dan semakin rapat. Apabila peta tersebut difoto copy garis-garis tersebut akan tampak dengan warna hitam di atas lembaran kertas sebagai dasar berwarna putih. • Garis-garis ini akan tampak rancu dengan notasi yang dipergunakan sebagai symbol lithologi pada peta geologi. Pemakai peta geologi akan mengalami kesulitan dalam membacanya.

  38. (d). Garis hachures… • Pada peta dengan model ini anda akan mengalami kesulitan pada saat anda menentukan besaran nilai ketinggian suatu tempat. • Peta dengan model hanchurs terbatas dipergunakan pada daerah yang berbukit-bukit dan gunung api. • Menunjukkan ketinggian banyak tempat dengan garis-garis tinting, pada umumnya dipergunakan pada peta topografi dengan skala kecil, misalnya skala 1:50.000.000.

  39. Penggunaan hachures • Saat ini peta topografi dengan model garis hachures tidak pernah diterbitkan lagi. • Peta dengan model ini, tidak dipergunakan sebagai peta dasar untuk menggambar peta geologi, karena akan dapat “menenggelamkan” warna yang dipergunakan untuk symbol lithologi dan notasi geologi yang lain. • Bila penggambaran peta geologi mempergunakan peta dengan model ini sebagai peta dasar, salah satu tujuan peta geologi agar memberikan informasi dan kemudahan untuk dibaca menjadi tidak tercapai.

  40. Peta model hachures

  41. (6). Kultur Kulturdalambahasaaslinya (yaitubahasaInggris) disebutdengankataculturedimaksudkansuatubentukanfisiksebagaihasilbudayaataukinerjamanusia. Yang termasukkulturdalamkontekspetatopografiantara lain: • Keberadaandesa, jalanantarkota, jalanantardesa, relkeretaapi, lapanganterbang, pelabuhan, tempat-tempatbersejarah, bendungan, makam, tempatpenambangan, tempatsumurminyakbumidansejenisnya, yang selalumenyertaidalampenggambaransebuahpetatopografi. • Kulturtersebuttidakmempunyaiperan yang signifikanpadapetageologi yang dihasilkan. • Olehsebabitutanda-tandaataugambarataulegendaatauketerangan yang berkaitandengankulturdisarankantidakperludituliskembalipadauraianatauketeranganlebihlanjutpadapenyuguhanpetageologi, denganasumsiseoranggeologistsudahharusdanwajibmengetahuisemuaartidanmaknadarigambar-gambarkulturtersebut. Saran inidipertimbangkan agar petageologi yang dihasilkanmenjadiringkasnamuntetapinformatif.

More Related