1 / 41

PROSEDUR OPERASI STANDAR (POS) UJIAN NASIONAL

PROSEDUR OPERASI STANDAR (POS) UJIAN NASIONAL. SMP NEGERI 2 KEBASEN TAHUN PELAJARAN 2009/2010. Ditulis Oleh : Rudy Kristanto, S.Pd. DASAR :. KEPUTUSAN BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN. Nomor : 0024/SK-Pos/BSNP/XII/2009. PENYELENGGARA UN TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN.

salome
Télécharger la présentation

PROSEDUR OPERASI STANDAR (POS) UJIAN NASIONAL

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PROSEDUR OPERASI STANDAR (POS)UJIAN NASIONAL SMP NEGERI 2 KEBASEN TAHUN PELAJARAN 2009/2010 Ditulis Oleh : Rudy Kristanto, S.Pd.

  2. DASAR : KEPUTUSAN BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Nomor : 0024/SK-Pos/BSNP/XII/2009

  3. PENYELENGGARA UN TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 1. Sekolah yang dapat menyeleng-garakan UN adalah : Sekolah yang memiliki minimal20 peserta didik

  4. 2. Penyelanggara UN Tingkat Satuan Pendidikan ditetapkan oleh : Dinas Pendidikan Kabupaten bersama dengan Kepala Sekolah.

  5. 3. Sekolah Penyelanggara UN mempunyai tugas dan tanggung-jawab sebagai berikut : • Merencanakan penyelenggaraan UN di sekolah; b. Memiliki/memahami Permendiknas UN dan POS UN serta melakukan sosialisasi kepada guru, peserta ujian dan orang tua peserta;

  6. Melakukan pelatihan peng- isian LJUN kepada calon peserta; d. Mengambil bahan UN di tempat yang sudah ditetap-kan oleh Penyelanggara UN tingkat Kabupaten;

  7. e. Memeriksa dan memastikan amplop bahan UN dalam keadaan tertutup; f. Menjaga kerahasiaan dan keamanan bahan UN; g. Melaksanakan UN sesuai dengan POS UN; h. Menjaga keamanan penye- lenggaraan UN;

  8. i. Memeriksa dan memastikan amplop LJUN dalam keadaan tertutup, disegel, dan telah ditandatangani oleh pengawas ruang UN, serta dibubuhi stempel sekolah penyelenggara UN;

  9. j. Mengumpulkan LJUN dan bahan pendukung lainnya serta mengirimkan ke penyelenggara UN tingkat Kabupaten;

  10. k. Menerima DKHUN (DaKol Hasil UN) dari penyelenggara UN tingkat Kabupaten; l. Menerbitkan, menandatangani, dan membagikan SKHUN kepada peserta UN;

  11. m. Menerbitkan, menandatangani, dan membagikan IJAZAH kepada peserta didik yang dinyata-kan lulus dari satuan pendidikan;

  12. II. PESERTA UJIAN NASIONAL A. Persyaratan CALON PESERTA Ujian Nasional 1. Peserta didik yang belajar pada tahun terakhir di SMP berhak mengikuti UN;

  13. 2. Peserta didik yang memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada satuan pendidikan sampai dengan semester I tahun terakhir;

  14. 3. Peserta UN yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti UN di satuan pendidikan yang bersangkutan, dapat mengikuti UN di satuan pendidikan lain pada jenjang dan jenis yang sama;

  15. B. Persyaratan Peserta UN Ulangan. Peserta UN yang tidak lulus UN UTAMA termasuk SUSULANnya pada tahun pelajaran 2009/2010, dapat mengikuti UN ULANGAN pada seluruh atau sebagian mata pelajaran dengan nilai di bawah 5,50 yang dipilih;

  16. Nilai yang digunakan adalah nilai tertinggi dari hasil ujian.

  17. C. Pendaftaran Calon Peserta UN 1. Sekolah melaksanakan pendaftaran calon peserta UN dengan menggunakan format pendaftaran dari pusat Pendidikan (Puspendik);

  18. 2.Peserta UN yang tidak lulus UN pada tahun pelajaran 2007/2008 dan/atau 2008/2009 berhak mengikuti UN 2009/2010, dengan mendaftar di sekolah asal atau sekolah lain yang ditetapkan sebagai penyelenggara UN dengan menyerahkan SKHUN yang telah disahkan oleh sekolah;

  19. 3. Sekolah mengirimkan daftar calon peserta ke tingkat Propinsi melalui Dinas Kabupaten paling lambat 2 (dua) bulan sebelum pelaksanaan UN;

  20. 4. Sekolah menerima Daftar Nominasi Sementara (DNS) peserta UN dari Dinas Provinsi melalui Dinas Kabupaten; 5. Sekolah melakukan verifikasi (DNS) dan mengirimkan hasil verifikasi ke Dinas Provinsi melalui Dinas Kabupaten;

  21. 6. Sekolah menerima Pendistribusian Daftar Nominasi Tetap (DNT), beserta Kartu Peserta UN dari Dinas Provinsi melalui Dinas Kabupaten, paling lambat satu bulan sebelum pelaksanaan UN;

  22. 7. Kepala Sekolah menandatangani dan membubuhkan stempel pada Kartu Peserta UN yang telah ditempel foto peserta;

  23. BAHAN UJIAN NASIONAL Bahan UN 2009/2010 merupakan irisan dari SKL setiap Mapel yang diujikan pada kurikulum 1994, 2004, d1n Standar Isi (SI) sesuai Permendiknas 22 tahun 2006

  24. JUMLAH BUTIR SOAL DAN ALOKASI WAKTU UN SMP

  25. PENGAMPLOPAN BAHAN UN 1. Pengamplopan bahan UN Utama dan UN Susulan dibuat secara terpisah, yang masing-masing diberi kode tersendiri.

  26. 2. Naskah soal UN terdiri dari : 10 eks paket A dan 10 eks paket B yang dimasukkan ke dalam amplop naskah soal per mata pelajaran per ruang ujian; 3. Setiap paket mapel diberi kode paket yang berbeda, yaitu Paket A dan Paket B;

  27. 4. LJUN sejumlah 20 eks, blangko dadir 3 lbr, dan Berita acara 3 lbr berada di dalam amplop LJUN per mapel, per ruang ujian;

  28. IV. PELAKSANAAN UN A. JADWAL UN • UN dilakukan dua kali, yaitu UN UTAMA dan UN ULANGAN; 2. UN ULANGAN diperuntukkan bagi peserta yang belum lulus UN Utama;

  29. 3. UN Susulan hanya berlaku bagi peserta didik yang sakit atau berhalangan dan dibuktikan dengan surat keterangan yang sah;

  30. JADWAL UN 2009/20101. UTAMA dan SUSULAN

  31. 2. UN ULANGAN

  32. B. Penetapan Waktu Pengumuman Hasil UN • Pengumuman hasil UN dilakukan ditempat sekolah penyelenggara; • Waktu pengumuman hasil UN SMP satu bulan setelah penyelenggaraan UN.

  33. C. Ruang UN Syarat Ruang UN : • Aman dan memadai untuk UN; • Setiap ruang ditempati paling banyak 20 peserta sesuai dengan denah ruang UN dan 1 meja untuk Pengawas UN; • Setiap meja diberi nomor dan foto peserta UN;

  34. 4. Setiap ruang UN disediakan denah ruang UN disediakan denah tempat duduk peserta UN; 5. Setiap ruang UN disediakan lak/segel; 6. Gambar atau alat peraga yang berkaitan dengan materi UN agar dikeluarkan dari ruang UN;

  35. 7. Tempat duduk peserta UN diatur sbb : • Satu bangku untuk satu orang peserta UN • Jarak antara meja yang satu dengan yang lainnya minimal 1meter; • Penempatan peserta sbb :

  36. 1 2 3 4 8 7 6 5 9 10 11 12 16 15 14 13 17 18 19 20 Ket. Nomor Ganjil soal paket A Nomor Genap soal paket B

  37. VI. KELULUSAN DARI SATUAN PENDIDIKAN Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditentukan oleh satuan pendidikan berdasarkan rapat Dewan Guru dengan menyesuaikan kriteria sbb: • Menyelesaikan seluruh program pembelajaran • Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir pada mapel Kwndan kepribadian, kelompok mapel estetika, kel mapel penjas OR Kes.

  38. 3. Lulus ujian sekolah untuk kelompok mapel Iptek dan 4. Lulus Ujian Nasional.

  39. VI. KELULUSAN UJIAN NASIONAL (UN) • Peserta UN dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN sbb.: - memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mapel dan minimal 4,25 untuk mapel lainnya. • Kabupaten/Kota dan atau satuan pendidikan dapat menentukan standar kelulusan UN lebih tinggi dari kriteria butir 1 diatas.

More Related