1 / 14

KEMAJIRAN KARENA BAKTERI

KEMAJIRAN KARENA BAKTERI. BAKTERI NON SPESIFIK Sering menyebabkan “ Metritis “ Kelompok koliform : E. Coli, Proteus, Enterobacter. Kelompok insidental : Streptococcus, Staphylococcus, Bacillus, Pasteurella. Kelompok Coryne : Corynebacterium pyogenes.

tamar
Télécharger la présentation

KEMAJIRAN KARENA BAKTERI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. KEMAJIRAN KARENA BAKTERI BAKTERI NON SPESIFIK Sering menyebabkan “ Metritis “ Kelompok koliform : E. Coli, Proteus, Enterobacter. Kelompok insidental : Streptococcus, Staphylococcus, Bacillus, Pasteurella. Kelompok Coryne : Corynebacterium pyogenes. Kelompok gram negatip : anaerob Veillonella, fuso bakterium Kelompok gram positip : Clostridium Gejala klinis / - Tanpa tanda-tanda klinis - Metritis berat : gejala umum, abortus, anestrus, keluar kotoran dari alat kelamin.

  2. Berat ringan penularan ditentukan : - banyaknya bakteri - macamnya bakteri - kaganasan bakteri - umur induk - jenis kelamin - daya tahan tubuh • Bakteri pyogenes paling sering menimbulkan metritis--- pyometra • Metritris purpuralis

  3. R / penicilin, tetracyclin, chloramphenicol. Dengan antibiotik dapat menyebabkan resistensi  dikombinasi “ hormonal” - Oksitoksin, PGF 2 alfa, Estradiol 17 beta (merangsang kontraksi uterus). Desinfektan  yodium. Povidone iodine 2% • Agar diperoleh hasil maksimum dalam pengobatan antibiotik yang perlu diperhatikan :

  4. 1. Macam antibiotik harus tepat sasaran yg menginfeksi uterus. 2. Harus dihindari pengurangan dosis antibiotik 3. Infeksi ringan antibiotik intra uterin (cepat) infeksi berat  antibiotik parenteral 4. Pengeluaran cairan uterus mempercepat penyerapan obat.

  5. Infeksi uterus oleh bakteri spesifik • Campilobacteriosis vibriosis – Brucellosis, Lepstospirosis- Listeriosis • Metritis – endometritris- pyometra- metritis sclerosis • Camphilobacter var veneralis • Belum ada di Indonesia menyerang sapi perah, penurunan angka kebuntingan, infertilitas 2-6 bulan, kematian embrio dini 27 -52 hari, pejantan karier terdapat pada penis karena kawin alam pada praeputium • Kelompok A patogen serotipe B var intestinalis tidak patogen uji fluorense anti bodi untuk pejantan carier dan aglutinasi

  6. Brucellosis • Abortus sering bulan ke 5 kebuntingan atau segala umur • Dapat tidak abortus tetapi karier • Terjadi retensi secundinae, endometritis akut atau kronis • Pada jantan menyerang testis dan penis sering terjadi epididirmidis dan orchitis • Angka konsepsi yang rendah mudah tular

  7. Cara penularan brucellosis • Dapat lewat makanan minuman tercemar kuman brucella abortus bank, kotoran kelamin, selaput fetus, perkawinan alam, dan inseminasi buatan • Brucella bersifat zoonosis apat menular pada manusia • Diagnosa: Adanya Ab pada susu, serum darah, caiaran mukus, caiaran vagina dan cairan seminalis dengan RBT dan CFT susu dengan MRT milk ring test

  8. LEPTOSPIROSIS • Bersifat zoonosis • Abortus bulan 4 sampai akhir kebuntingan • Penularan lewat urine dan susu • Sp Lepstospira pomona pada bualan ke 6 kebuntingan, Sp Leptospira harjo abortus pada seluruh usia • Terjadi kematian embrio dini, retensi secundinae, endometritis dan infertilitas

  9. Gejala timbul dengan mortalitas tinggi ikterus , haemoglobine uria, anemia haemolitika, deman anorexia • Fase kronis abortus ada cairan keruh dari alat kelamin • Kekebalan terjadi pada serotipe yang sama idak untuk yang lain • Terjadi metritis, endometritis retensio dan infertilitas

  10. Penularan lewat luka, mukosa mulut hidung tercemar urine, kotoran alat kelamin plasenta • Kuman mudah hidup pada tempat yang lembab hidup lama diluar tubuh genangan air selokan. • Uji fluorensen antibodi untuk penyakit ini • Penularan 4 – 10 hari bakterimia rusak ginjal

  11. Pengobatan dengan dehidrostretomicin 25 mg perkilo berat badan, kemungkinan vaksinasi mencegah penularan • Penjagaan lingungan yang tercemar • Vaksinasi rutin setiap 6 bula pada daerah wabah • Pemeriksaan urine kemungkinan adanya bakteri

  12. Lesteriosis • Pada sapi ternak kambing domba yang menyerang SSP dengan encephalitis dan meningitis abortus retensi secundinae metritis bersifat sporadis • Terjadi pada akhir masa kebuntingan • Cara penularan lewat feses susu, fetus yang diabortuskan, penularan lewat mulut dan hidung menuju SSP • L monositogenes batang gram

  13. Isolasi bakteri dari vagina fetus, abomasum dan kotoran vagina • Jalan penyakit lewat pencernaan menuju ke otak terjadi meningitis, terjadi plasentitis, septikemia, dan endometritis • Pengobatan penicilin dehidrostrptomisin pencegahan lingkungan dan anti septic pada saat abortus

  14. MIKOSIS (Jamur) Gangguan reproduksi: abortus pada pertengahan s/d akhir masa kebuntingan Penyebab: - aspergilus fumigatus - absidia (21 %) - mucor & rizopus (6%) Gejala klinis/ - abortus pertengahan-akhir kebuntingan - kulit fetus  koloni jamur - tidak ada endometritis R/ - pengawasan & penanganan pakan ternak dalam penyimpanan. - sanitasi kandang - dianjurkan hewan dipotong.sulit diobati

More Related