Download
bagian pertama teori behaviorisme n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
KURNALI BAGIAN PERTAMA TEORI BEHAVIORISME PowerPoint Presentation
Download Presentation
KURNALI BAGIAN PERTAMA TEORI BEHAVIORISME

KURNALI BAGIAN PERTAMA TEORI BEHAVIORISME

722 Views Download Presentation
Download Presentation

KURNALI BAGIAN PERTAMA TEORI BEHAVIORISME

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. السلام عليكم و.وBAGIAN PERTAMA TEORI BEHAVIORISME DR. H. KURNALI SOBANDI, M.M.

  2. TEORI BELAJAR/ PEMBELAJARAN DISAMPAIKAN OLEH: DR. H. KURNALI SOBANDI, M.M. PADA PERKULIAHAN PROGRAM PASCASARJANA MANAJEMEN PENDIDIKAN UNIVERSITAS ISLAM AT-THAHIRIYAH JAKARTA 2014/2015

  3. KONSEP DASAR BELAJAR A. Transfer of knowledge: 1. Teacher centred 2. Student is object 3. Place, and time 4. Goal is mastering materials B. MengaturLingkungan : 1. Student centered 2. Student is subject 3. Where ever 4. Changing behavior

  4. PARADIGMA BELAJAR DAN MENGAJAR PerlunyaPerubahanParadigmaMengajar, ada 3: 1. Siswabukanmanusiadewasabertubuh mini, tetapi organisme yang sedangberkembang, membutuhkan bimbingan, arahan dan pendidikan. 2. Ledakanilmupengetahuan (kotak-kotak kecil dari dunia ilmu) 3. Penemuanbarudibidangpsikologi (perubahan psikologi manusia)

  5. MAKNA BELAJAR MaknaMengajar 1. ProsesBerfikir. La Costa (1985), mengklasifikasikan mengajar berpikir ke dalam 3, yaitu: a. Teaching of thinking, b. Teaching for thinking, dan c. Teaching about thingking.

  6. Lanjutan Makna Belajar 2. Memanfaatkanpotensiotak. A. Menurut De Porter (1992). Otak manusia terdiri dari 2, yaitu: 1. Otak kiri, carakerjanya bersifat logis, skuensial, linier, dan rasional. 2. Otak kanan, cara kerjanya acak, tidak teratur, intuitif, dan holistik. B. Sedangkan Dave Meier(2002: 83) bahwa teori otak dengan triune berarti three in one, yaitu: Otak Reptil, Otak Sistem Limbik, Otak Neokorteks).

  7. ILUSTRASI TRIUNE TEORI OTAK DAVE MEIER

  8. Penjelasan Triune 1. Otak Reptil adalah: a. Otak paling sederhana, tugasnya paling sederhana, yaitu mempertahankan diri. b.Otak ini menguasai fungsi otomatis seperti detak jantung, dan sister peredaran darah. Disinilah pusat perilaku naluriah yang cenderung meniru contoh secara membuta. Diyakini Otak hewan, berfungsi mengejar kekuasaan. 2. Otak Sistem Limbik adalah: a. Otak tengah b. Memainkan peran hubungan manusia, dan emosinya c. Fungsi sosial dan emosional d. Sarana mengingat jangka panjang. 3. Otak Neokorteks adalah otak paling tinggi tingkatannya, misalnya pengembangan kemampuan berbahasa, berpikir abstrak, problem solving, planning, dan berkreasi.

  9. Lanjutan Makna Belajar 3. BelajarsepanjangHayat Hal ini didasarkan pada beberapa alasan, di antaranya: a. Hadits, اطلب العلم من المهد الي اللحد b. UNESCO (1996), belajar adalah: 1) Learn to learn, 2) learn to do, 3) learn to be, dan 4) learn tolive together.

  10. TEORI BELAJAR Pengertian Belajar: 1. Belajar dianggap sebagai proses perubahan tingkah laku sebagai akibat dari pengalaman dan latihan. • Belajar bukanlah mengumpulkan pengetahuan. • Belajar adalah proses mental yang tidak dapat dilihat. Sehingga ada 2 pemandangan dalam belajar, yaitu: a. Murid menganggukkan kepala tetapi tidak paham (tidak belajar) b. Murid terkesan tidak memperhatikan, tetapi paham (belajar)

  11. PANGKAL TEORI TENTANG PERUBAHAN TINGKAH LAKU Walaupun banyak teori tentang perubahan tingkah laku manusia, namun demikian setiap teori berpangkal pada pandangan tentang hakikat manusia.Pangkalteori perubahan tingkah lakuadalah pada 2tokoh: 1. John Locke. Manusia itu merupakan organisme yang pasif. Dengan teoriTabularasa menganggapmanusiaadalahbagaikankertasputih, makalingkungan yang akan mewarnainya.Halinisesuai pula dengankonsep agama Islam, كل مولود يولد علي الفطرة, dan perjanjian Allah denganmanusiaketikadizamanazali (alam arwah), Allahmenanyakankepadakitaالست بربكم؟. Semua manusia pada waktu itu menjawab قالوا بلي. Dari pandangan ini muncul teori behavioristik- elementaristik. 2. Leibnitz Manusia adalah organisme yang aktif. yang memandangmanusiasebagai pribadi yang aktif, sumber daripada semua kegiatan. Dari pandangan ini memunculkan teori Kognitif-Holistik

  12. PERBEDAAN ALIRAN BEHAVIORISTIK DAN KOGNITIF BEHAVIORISTIK KOGNIF • Mementingkan pengaruh lingkungan • Mementingkan bagian-bagian • Mengutamakan peranan reaksi • Hasil belajar terbentuk secara mekanis • Dipengaruhi pengalaman masa lalu • Mementingkan pembentukan kebiasaan • Problem Solving berdasar trial and error • Mementingkan yang ada dalam diri • Mementingkan keseluruhan • Mengutamakan fungsi kognitif • Terjadi keseimbangan dalam diri • Dipengaruhi kondisi saat ini • Mementingkan pembentukan struktur kognitif • Problem Solving berdasar insight

  13. TEORI BELAJAR YANG TERGOLONG MASUK PADA RUMPUN BEHAVIORISTIK DAN KOGNITIF BEHAVIORISTIK KOGNITIF • Koneksionisme (Thorndike) • Classical Conditioning (Pavlop) • Operant Conditioning (Skinner) • Systematic Behavior (Hull) • Contiguous Conditioning (Guthrie) • Teori Gestalt (Kofka, Kohler, Wertheimer) • Teori Medan (Field Teory) (Lewin) • Teori Organismik (Wheeler) • Teori Humanistik (Maslow dan Roger) • Teori Konstruktivistik (Jean Piaget)

  14. BEBERAPA TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK • Tokoh Edward LeeThorndike (1874-1949) • Tahun pengembangan teori 1913 • Pendapatnyabahwaprosesbelajarpadahewandanmanusiaberlangsungprinsip-prinsip yang sama. • Belajarkarenaadahubungan (bond, connection) antarakesaninferadankecenderunganbertindak. • Belajarsepertiinidisifatkan “learning by selection” ataupopulerdengan “trial and error” 1. TEORI BELAJAR KONEKSIONISME

  15. Lanjutan……………………………. 6. Inti teori adalah bahwa belajar pembentukan asosiasi antara kesan yang ditangkap panca indra dengan kecenderungan untuk bertindakatau hubungan antara Stimulus dan Respons (S-R). Ilustrasi: “Ketika seeorang melirik setangkai bunga Melati yang indah dan harum di taman, dapat terjadi sebuah stimulus yang dapat mengakibatkan munculnya respons untuk memetik.” • Menurutnyabelajaradalahprosespenguatandanpelemahanterhadapsituasidanbagaimanareaksinya. Secaraprinsipdisebutkansebagai”Law of effect”. Tingkahlakuterutamadipengaruhiolehefek, yaknitindakan yang membawakesenanganbertambahdan yang menggangguberkurang. • Teoriinimengakibatkancarabelajardenganmelimpahkanberbagaipelatihansoalberjawab yang tidakterbantahkan

  16. HUKUM – HUKUM BELAJAR THORNDIKE 1. Hukum kesiapan (Law of readiness), menurutnya hubungan S-R akan mudah terbentuk manakala ada kesiapan. Ada 3 hukum ini, yaitu: a. Jika ada kesiapan merespons, maka akan memberi kepuasan, maka akibatnya tidak melakukan tindakan lain. b. Jika memiliki kesiapan, tetapitidakdilakukan, maka akibatnya ketidakpuasan, tindakannya akan mengakibatkan tindakan lain. c. Jika tidak ada kesiapan untuk merespons, maka respons yang diberikan akan mengakibatkan ketidakpuasan. “Implikasidarihukuminiadalahbahwakeberhasilanbelajarseseorangtergantungpadaadaatautidaknyakesiapan.” HUKUM BELAJAR THORNDIKE DIBAGI 2, YAITU: A. HUKUM MAYOR

  17. LanjutanHukumBelajar………. 2. HukumLatihan (Law Exercise) Hukuminimenjelaskankuattidaknya S-R. Hubunganataukoneksiantara S (perangsang) dengan R (tindakan) akanmenjadilebihkuatkarenalatihan (law of use), dansebaliknyaakanlemahapabilalemahnyalatihan (law disuse). 3. HukumAkibat (Law Effect) Hukuminimenunjukpadakuatlemahnyahubungan S-Rtergantungpadaakibat yang ditimbulkannya. Apabilamendatangkankesenanganmakaresponsakandipertahankan, dansebaliknyajikamendatangkan yang tidakmengenakkan, makaakandihentikanatautidakdiulangi

  18. LANJUTAN HUKUM BELAJAR THORNDIKE Hukum minor terscbut adalah ; multiple respon atau reaksi yang berbeda- beda ; set atau sikap, partial activity, assimilation atau analogy serta assosiative shifting. 1. Hukum multiple respons atau varied reaction. Hukum ini menyebutkan bahwa dalam situasi yang baru pada umurnnya tindakkan subyek menunjukkan respon yang banyak atau reaksi yang bermacam-macam. Hal ini berarti bahwa dalam perbuatan belajar terdapat kemungkinan dari masing-masing respon yang dapat merupakan sesuatu yang dipelajari dan dapat mendatangkan kepuasan (bergantung pada kondisi yang berlaku), sehingga memungkinkan satu keseragaman dari hubungan dapat diperkuat di dalam situasi ini. B. HUKUM MINOR

  19. LanjutanHukum Minor 2. Hukum set atau attitude. Hukum set atau attitude berpendapat bahwa organisme akan melakukan aksi dalam satu situasi yang diberikan, sesuai dengan keadaan dansikapnya untuk membuat respon tertentu. 3. Hukum partial activity. Hukum ini mengatakan balnva bagian dari situasi itu mungkin mempunyai pengaruh yang kuat pada semua atau sebagian tingkah laku subyek, sehingga beberapa respon mungkin secara praktis terikat pada semua rangsangan yang tcrjadi pada situasi tcrsebut. 4. Hukum assimilation atau analogy. Hukum ini mengatakan bahwa bila organisme berhadapan dengan situasi yang baru, organisme itu akan beraksi sebagaimana ia bereaksi pada situasi lain yang pernah dihadapinya. 5. Hukum assosiative shifting. Hukum ini mengatakan bahwa sesuatu respon yang dapat dilakukan dapat dipelajari dengan cara diasosiasikan dengan suatu situasi yang dihayatinya. Oleh karcna itu perubahan terjadi secara bertahap dan merespon secara spontan terhadap pengaruh rangsangan yang terdahulu dan kemudian ia membangun hubungan dengan masing-masing rangsangan yang baru disajikan.

  20. KonsepPentingLainnya Thorndike Selainhukum-hukumbelajartersebut, ada konseppenting Thorndike dariteori koneksionisme, yaitu “Transfer of learning”, yang dimaksudkanteoriiniadalahapa yang dipelajarisekarangadalahbergunauntukhal lain dimasa yang akandatang. Transfer of learning dibagi 2, yaitu: • Transfer of learning positif (membantubidang lain) • Transfer of learning negatif (menghambatbidang lain)

  21. KonsepTerjadinya Transfer of Learning Di antarabeberapakonseptersebutadalah: • Menurutilmujiwadaya, transfer dengansendirinyaterjadisetelahsuatudayaterlatih. • Menurutjiwaasosiasi (Thorndike), transfer akanterjadisetelah/biladalamsituasibaruterdapatunsur-unsur yang bersamaan (identical element). • Menurutteorigeneralisasi (Judd), transfer terjadibilaseseorangdapatmenggunakanprinsip-prinsipumumdalamsituasibaru.

  22. Implikasinya dalam Pendidikan dan Pembelajaran Menurut Thorndike • Praktek pendidikan harusdipelajari secara ilmiah. • Praktek pendidikan harusdihubungkan dengan proses belajar. • Bagaimanamengajar dengan baik ? a. Mengajar bukanlahmengharapkan murid tahu apa yang telah diajarkan. Memberi tahu bukanlahmengajar. b. Mengajar yangbaik adalahtahu apa yang hendak diajarkan, artinya tahu materi apa yang akan diberikan, respons apa yang akan diharapkan, dan kapan harus memberi ”hadiah”, serta pentingnya tujuan pendidikan.

  23. Aturan Thorndike BerkenaandenganPembelajaran Ada beberapa aturan yang dibuat oleh Thorndike berkenaan dengan pembelajaran : (1) Perhatikansituasimurid. (2) Perhatikanresponsapa yang diharapkandansituasitersebut. (3) Ciptakanhubunganrespontersebutdengansengaja, janganmengharapkanhubunganterjadidengansendirinya. (4) Situasi-situasi lain yang samajangandiindahkansekiranyadapatmemutuskanhubungantersebut. (5) Bilahendakmenciptakanhubungantertentujanganmembuat hubungan-hubungan lain yang sejenis. (6) Buathubungantersebutsedemikianrupasehinggadapatperbuatan nyata. (7) Ciptakansuasanabelajarsedemikianrupasehinggadapatdigunakandalamkehidupansehari-hari.

  24. Hal yang harusdiperhatikandalamProsesBelajarMengajardiSekolah Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses pendidikan di sekolah, antara lain: (1) Sesuai dengan teorinya, sekolah harus mempunyai tujuan-tujuan pendidikan yang dirumuskan dengan jelas. (2) Tujuan pendidikan harus sesuai dengan kemampuan siswa. (3) Bahan pembelajaran harus terbagi-bagi menurut. unit-unit, sehingga guru dapat memanipulasi menurut bermacam-macam situasi. Misalnya situasi menyenangkan, tidak menyenangkan dan lain-lain. (4) Proses belajar harus bertahap, dimulai dari yang sederhana sampai kepada yang kompleks. (5) Motivasi tidak perlu ditimbulkan kecuali dalam hubungan menentukan ’apa yang menyenangkan bagisiswa’, oleh karena ” tingkah laku ditentukan oleh ”ekternal reward” dan bukan oleh ”intrinsic motivation”.

  25. Lanjutaneuy………. (6) Tekanan pendidikan adalah perhatian pada pelaksanaan respon-respon yang benar terhadap stimulus. (7) Respon-respon yang salah harus segera diperbaiki agar tidak diperkuat melalui pengulangan. (8) Ujian-ujian yang teratur perlu dilakukan karena dapat merupakan umpan balik bagi guru apakah proses belajar sesuai dengan tujuan. (9) Bila siswa belajar baik, segera diberi hadiah, bila siswa berbuat salah harus segera ditegur/diperbaiki. (10) Buat situasi belajar mirip dengan kehidupan nyata sebanyak mungkin, sehingga dapat terjadi transfer dari kelas ke lingkungan kehidupannyata. (11) Memberi masalah yang sulit kepada siswa tidak akan meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah. (12) Pendidikan yang baik adalah memberikan pelajaran di sekolah yang dapat digunakan di luar sekolah dan dalam kehidupan sehari-hari.

  26. IVAN PAVLOP

  27. TEORI BELAJARCLASSICAL CONDITIONING 1. Tokoh : Ivan PetrovichPavlop (1849-1936). a. NamaLengkap: Ivan PetrovichPavloplahir 14 September 1849, di Ryazan Rusia b. Nama Ayah: Ayahnya Peter Dmitrievich Pavlov seorangpendeta. c. Pendidikan : - Sekolahgereja - SeminariTeologi. - Sarjanakedokterandenganbidangdasarfisiologi. d. Pekerjaan: - Tahun1884 direkturdepartemenfisiologidi institute of Experimental Medicine - Penelitimengenaifisiologipencernaan. e. Penghargaannobelpadabidang Physiology or Medicine tahun 1904. f. Karyanyamengenaipengkondisiansangatmempengaruhipsikology behavioristikdiAmerika. Karyatulisnyaadalah Work of Digestive Glands(1902) dan Conditioned Reflexes(1927). g. Meninggaldi Leningrad padatanggal 27 Februari 1936

  28. APLIKASI TEORI PAVLOP DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Adapuncontohaplikasiteoribelajarbehaviorismemenurut Pavlov adalah : 1. Padaawaltatapmukaantara guru danmuriddalamkegiatanbelajarmengajar, seorang guru menunjukkan sikap yang ramahdanmemberipujianterhadapmurid-muridnya, sehinggaparamuridmerasaterkesan dengansikap yang ditunjukkangurunya. 2. Padaawalmasukkelas, guru memberikankenyamananpadasiswasehinggasiswamerasaamanuntukmelanjutkanpembelajaran. - Bertanyakepadasiswatetangkabarmereka,  keluarga, hewanpeliharaan/halpribadidalamhidupmereka - Apakahsiswasudahsiapuntukbelajar. - memberikanmotivasi, untukmemberikan stimulus sepertirewadbagi yang dapatmenjawabpertanyaan Dengandemikianbila stimulus initerjaditerus- menerusakanmenjadikansiswamenjadiaktifdalampembelajaran. 3. Dalampembelajaran guru hendaknyamenjadikanlingkunganbelajar yang nyamandanhangat, misalnya, padadiskusikelas guru merangsangsiswauntukberpendapat, bertanyadanmenjawabpertanyaan. Pada pembelajarandalamtanyajawab, guru berusahamembuatsiswaberadadalamsituasi yang nyaman denganmemberikanhasil (positf outcome – masukanpositif). Misalnya, jikasiswadiam/tidakaktif, maka guru bisamemulaidenganpertanyaan ”apapendapatmutentangmasalahini”, ataubagaimanakamu membandingkanduacontohini”. Namunjikadengancarainipunsiswatidaksanggup/ seganuntuk merespon, makatugas guru untukmembimbing/ memacusampaisiswamemberijawaban yang dapat diterima.

  29. J.B. WatsonTokoh Lain Classical Conditioning AliranBehaviorisme Classical conditioning iniberkembangpadamulanyadi RusiakemudiandiikutiperkembangannyadiAmerikaoleh JB. Watson (1878- 1958). 1. Nama : John Broadus Watson (1878-1958) 2. Karyanyadiawalidenganartikelnya psychology as the behaviorist views it padatahun 1913. Di dalamartikelnyatersebut Watson mengemukakan pandanganbehavioristiknya yang membantahpandanganstrukturalismedan fungsionalismetentangkesadaran. Menurut Watson (behaviorist view) yang dipelajariadalahperilaku yang dapatdiamati, bukankesadaran, karena kesadaranadalahsesuatu yang dubios. 3. Metode-metodeobyektif Watson lebihbanyakmenyukaistudimengenai binatangdananak-anak, sepertisebuahstudi yang ialakukandalam pengkondisian rasa takutpadaanak-anak.

  30. LanjutanEuy……………………. 4. Padatahun 1919, pakarpsikologiberkebangsaan AS, J.B. Watson dalambukunya Psychology from the Standpoint of a Behaviorist mengkritisimetodeintrospektifdalampakarpsikologiyaitumetode yang hanyamemusatkanperhatianpadaperilaku yang adaatauberasaldarinilai-nilaidalamdiripakarpsikologiitusendiri. 5. Watson berprinsiphanyamenggunakaneksperimensebagaimetodeuntukmempelajarikesadaran. Watson mempelajaripenyesuaianorganismeterhadaplingkungannya, khususnya stimuli khusus yang menyebabkanorganismetersebutmemberikanrespons. Kebanyakandarikarya-karya Watson adalahkomparatifyaitumembandingkanperilakuberbagaibinatang. Karya-karyanyasangatdipengaruhikarya Ivan Pavlov. Namunpendekatan Watson lebihmenekankanpadaperan stimuli dalammenghasilkanresponskarenapengkondisian, mengasimilasikansebagianbesaratauseluruhfungsidarirefleks. Karenaitulah, Watson dijulukisebagaipakarpsikologi S - R (stimulus-response).

  31. PercobaanPavlop Adapunjalaneksperimententangrefleksberkondisi yang dilakukan Pavlov adalahsebagaiberikut: 1. Pavlov menggunakanseekoranjingsebagaibinatangpercobaan. 2. Anjingitudiikatdandioperasipadabagianrahangnyasedemikianrupa, sehinggatiap-tiap air liur yang keluardapatditampungdandiukurjumlahnya. Pavlov kemudianmenekansebuahtomboldankeluarlah semangkukmakanandihadapananjingpercobaan. Sebagaireaksiatasmunculnyamakanan, anjingitu mengeluarkan air liur yang dapatterlihatjelaspadaalatpengukur. Makanan yang keluardisebutsebagai perangsangtakberkondisi (unconditioned stimulus) dan air lliur yang keluarsetelahanjiingmelihat makanandisebutreflekstakberkondisi (unconditioned reflex), karenasetiapanjingakanmelakukanrefleks yang sama (mengeluarkan air liur) kalaumelihatrangsang yang sama pula (makanan). 3. Kemudiandalampercobaanselanjutnya Pavlov membunyikanbelsetiap kali iahendakmengeluarkan makanan. Dengandemikiananjingakanmendengarbeldahulusebelumiamelihatmakananmunculdi depanny. Percobaaninidilakukanberkali-kali danselamaitukeluarnya air liurdiamatiterus. Mula-mula air liurhanyakeluarsetelahanjingmelihatmakanan (reflekstakberkondisi), tetapi lama-kelamaan air liur sudahkeluarpadawaktuanjingbarumendengarbel. Keluarnya air liursetelahanjingmendengarbel disebutsebagairefleksberkondisi (conditioned reflects, karenarefleksitumerupakanhasillatihan yang terus-menerusdanhanyaanjing yang sudahmendapatlatihanitusaja yang dapatmelakukannya. Bunyibel jadinyarangsangberkondisi (conditioned reflects). Kalaulatihanituditeruskan, makapadasuatuwaktu keluarnya air liursetelahanjingmendengarbunyibelakantetapterjadiwalaupuntidakadalagimakanan yang mengikutibunyibelitu.

  32. BF. SKINNER

  33. TEORI BELAJAR OPERANT CONDITIONING SKINNER BURRHUS FREDERIC SKINNER (1904-1990) 1. B.F Skinner adalahseorangahlipsikologiAmerika Syarikat, pelopordalambidangkajianpelazimanoperan, dan 2. Mendapatijazahkedoktorannya (Ph.D) dalambidangpsikologidariUniversiti Harvard. 3. Padatahun 1938, beliaumenerbitkanbukuberjudulBehaviour of Organism yang terkandunghuraianprinsip-prinsiputamapelazimanoperan, berdasarkankajian-kajianbeliau yang telahdijalankandalamtahun 1930-an.  4. BeliauterkenalkeranakajianbeliaukeatastikusdenganmenggunakanKotak Skinner. Walaupuntikusjauhberbedadenganmanusia, namun Skinner telahmengandaikanbahawasegalakonsepberkaitandengantingkahlakutikusbolehdiaplikasikeatasmanusia. Justeru, tidakmengherankanapabila Skinner berencanauntukmembesarkananaknyadidalamKotak Skinner.

  34. EKSPERIMEN SKINNER Perbuatanmenekanbutanguntukmemperolehmakanandisebutpelazimanoperan. Pembelajaranmelaluicarainidisebutpembelajaranmelaluipelaziman. Eksperimeninimenunjukkanbahawasatugerakbalashanyaakanberulangjikawujudganjaran. Contohnya, biji-bijimakanandalameksperimentersebutsebagaiganjaran. Sekiranyaganjarandihentikan, gerakbalasituakanterhapusjuga.

  35. SKINNER BOX

  36. Lanjutan…….. Teori Operant Conditioning adalah pengembangandari Respondent/ S-R (Stimulus- Respon). Operant Conditioning terbagikedalam 2 (dua) bagian, yaitu: • Respondent response (Reflexi response). • Operant response (Instrumental response)

  37. Respondent response (Reflexi response). Adalahrespon yang timbulolehperangsang Tertentu. Misalnyaperangsangberupa makananterhadap air liur. Bersifattetap, berartiperangsang mendahuluirespon yang ditimbukannya.

  38. Operant response (Instrumental response) Adalahrespon yang ditimbulkandiikuti perangsang-perangsangtertentu. Perangsangtertentudisebutreinforcer, karenamemperkuatrespon yang telah dilakukanorganisme. Contohbelajarmendapathadiahakan meningkatkansemangatuntuk meningkatkanbelajar

  39. Lanjutan Menurut Skinner dalammembentuktingkah lakuperlumengurutkandanmemecah beberapabagian. Contoh, membentuktingkahlakugemar membaca, makaurutannyadapatdilakukan sebagaiberikut: • Anak-anakmelihat-lihatbukudisediakan • Membukabuku-buku • Memerhatikangambara-gambar yang adadalambuku • Membacaisibuku.

  40. PENGARUH OPERANT CONDITIONING Teoriinisangatbesarpengaruhnyaterutama dalambidangteknologipengajaran, khususnyadinegaraAmerika. Munculnya berbagaipendekatanbarudalampengajaran Seperti: 1. Pengajaranberprograma (programmed instruction), 2. Pengajarandenganbantuankomputer (computer assested instruction). 3. Pengajarandenganmenggunakanmesin (teaching machine)

  41. PertanyaandanTanggapan: • EntisSutisna: Teori B.F. Skinner melengkapiteorisebelumnya, apakah yang maksudtahapanpembelajaran S1, R1 dst? • Ni’matullah: Bagaimanaaplikasipendidikansaatini? • AsepAppendi: Teoriakanberhasiltergantungkondisianak, tujuan, tekad yang kuat, rasa ingintahu. • DidinJaenuddin: Apa yang harusdilakukanjikasemuateoritidakberhasil, rewad and punnishmenberupamateritidakedukatif, tuntutankonsistensipendidik. • Agus: kenapaada yang tidakrespons? Responssebuahkeniscayaan, namunkondisisetiapindividuakanberbeda. • Ai Saefuddin: Kesimpulankepadadiripendidikdengan PTK yang akanmelihatsemuaunsur-unsur PBM,

  42. Clark Lenoard Hull Clark Leonard Hull

  43. TEORI BELAJAR SYSTEMATIC BEHAVIOR (HULL) A. Biografi Clark Leonard Hull 1. NamaLengkap: Clark Leonard Hull 2. TempatTanggalLahir: Akron, New York pada 24 Mei 1884. 3. RiwayatKehidupannya - Dibesarkandi Michigan, - Mempunyaimasalahkesehatandimata, danMenderita polio. - Orangtua yang miskin,

  44. Biografi Clark Leonard Hull 4. RiwayatPendidikan - Terputus-putuskarenafaktorkesehatandankeuangan - Setelah lulus danmemenuhisyaratsebagai guru dan menghabiskanbanyakwaktunyauntukmengajardisekolah yang kecil (Cherry, 2011). - Setelahmemperoleh Bachelor dangelar master di Universitas Michigan, iaberalihkepsikologi, danmenerima Ph.D. psikologiditahun 1918 dari University of Wisconsin, - Penelitiandoktornyapada "Aspekkuantitatifdari Evolution of Concepts" telahditerbitkandalam Psychological Monographs (Cherry, 2011). 

  45. TeoriBehavioristikMenurut Hull Hull mengembangkanidediberbagaibidang psikologi, terutama: 1. Psikologibelajar, 2. Hipnotis, 3. Tekniksugesti. 4. Metode yang paling seringdigunakanadalaheksperimentallaboratorium.