1 / 26

SIKLUS SEL

SIKLUS SEL. Sebuah pergerakan dari satu pembelahan sel ke pembelahan sel berikutnya Periode diantara dua pembelahan sel yang berurutan. Pada saat siklus sel, sel harus melakukan replikasi seluruh isinya, kemudian mengorganisasi distribusi komponen-komponennya secara sama ke kedua anakannya

bin
Télécharger la présentation

SIKLUS SEL

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. SIKLUS SEL • Sebuah pergerakan dari satu pembelahan sel ke pembelahan sel berikutnya • Periode diantara dua pembelahan sel yang berurutan BIOSEL 2010

  2. Pada saat siklus sel, sel harus melakukan replikasi seluruh isinya, kemudian mengorganisasi distribusi komponen-komponennya secara sama ke kedua anakannya • Fase-fase: G1 (gap1), S (sinthesis, dimana replikasi DNA dilakukan secara sempurna), G2 dan M (mitosis) BIOSEL 2010

  3. G2 M CELL CYCLE S G1 SIKLUS SEL Interfase BIOSEL 2010

  4. SISTEM KONTROL PEMBELAHAN SEL 1. Sistem kontrol siklus sel: yaitu fungsi untuk mengatur tahap-tahap dalam siklus sel (G1, S, G2, M). 2. Sistem kontrol pertumbuhan: yang mengatur transisi-transisi populasi sel untuk “masuk” atau “keluar” tahap proliferasi BIOSEL 2010

  5. Mitosis G 2 M CELL CYCLE S DNA Synthesis G 1 Developmental signals Growth factor G 0 Terminal Differentiation BIOSEL 2010

  6. SISTEM KONTROL SIKLUS SEL 1. Sel tidak boleh memasuksi fase mitosis, sampai dengan DNA nukleus bereplikasi “sekali”. 2. Sitokinesis tidak boleh berlangsung jika terjadi malfungsi benang spindel yang menghambat segregasi kromosom secara sempurna selama mitosis. BIOSEL 2010

  7. Karena kebanyakan sel yang terdifferensiasi berhenti dari siklus sel selama fase G1, maka harus ada sistem kontrol yang memonitor dan merespon sinyal dan kondisi lingkungan sehingga keputusan untuk membelah atau berdeferensiasi merupakan keputusan yang sahih. BIOSEL 2010

  8. Replikasi kromosom tidak boleh dimulai jika mitosis dari siklus sebelumnya belum selesai. • 5. Harus ada signal atau cek untuk meyakinkan perbanyakan organel-organel dan struktur sitoplasma ternasuk dalam framework pengaturan mitosis BIOSEL 2010

  9. Mitosis G2 M CELL CYCLE S DNA Synthesis G1 BIOSEL 2010

  10. G1 • Apakah kondisi nutrisi mencukupi? • Apakah ukuran sel sudah cukup besar? • Apakah mitosis sebelumnya sudah selesai? BIOSEL 2010

  11. G1 • dikontrol oleh SPF (S-phase Promoting Factor) BIOSEL 2010

  12. CycD3/ inactive Cdk CycD3/ inactive G1 Cdk CycD3/active CAK PO4 BIOSEL 2010

  13. G2 • Apakah replikasi DNA sudah selesai? • Apakah kerusakan DNA sudah diperbaiki? BIOSEL 2010

  14. G2 • Dikontrol oleh MPF (Maturation/M-phase Promoting Factor) • MPF : terdiri atas p34 (protein kinase/cdc/ cdk) dan cyclin. • Cdk : ensim yang berfungsi untuk menambahkan fosfat ke substrat. • Cyclins: protein yang mengatur kinase BIOSEL 2010

  15. CyclinB CyclinB CyclinB cdc2 cdc2 cdc2 cdc2 PO4 PO4 PO4 CAK active inactive inactive G2 inactive BIOSEL 2010

  16. Mitosis M • Profase • kromosom menjadi nyata • terbentuk kromatids • membran nukleus mulai hancur BIOSEL 2010

  17. Mitosis M • Metafase • membran nukleus dan nukleus hilang • kromatids mulai menempatkan diri di equator BIOSEL 2010

  18. Mitosis M • Anafase • centromer terbelah, sehingga kromatids • terpisah • Kromatid tertarik oleh spindel ke arah • kutub sel BIOSEL 2010

  19. Mitosis M • Telofase • terbentuk dua set khromosom yang terpisah • di masing-masing kutub sel • kromosom mulai tampak tidak nyata • terbentuk membran inti • diikuti oleh sitokinesis BIOSEL 2010

  20. BIOSEL 2010

  21. MEIOSIS • Pada sel/organ reproduktif • Terjadi reduksi jumlah kromosom 2n (diploid) menjadi 1n (haploid) • Dari 1 sel induk (2n) menghasilkan 4 sel anakan yang haploid BIOSEL 2010

  22. BIOSEL 2010

  23. BIOSEL 2010

  24. BIOSEL 2010

  25. BIOSEL 2010

  26. BIOSEL 2010

More Related