Download
daya power listrik n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
DAYA (POWER) LISTRIK PowerPoint Presentation
Download Presentation
DAYA (POWER) LISTRIK

DAYA (POWER) LISTRIK

306 Vues Download Presentation
Télécharger la présentation

DAYA (POWER) LISTRIK

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. DAYA (POWER) LISTRIK

  2. DAYA (POWER) LISTRIK Adalah jumlah kerja yang dapat dilakukan Dalam setiap detik, dalam satuan Watt atau Joule / detik atau Volt Ampere. P = E . I (Watt) E = I . R (Volt) 2 P = I . R 2 E E I = P = R R PT PLN (Persero) Udiklat Pandaan

  3. Daya Listrik yg dikeluarkan oleh Generator. • Daya Aktif, satuan watt, (KW). • Daya Semu, satuan VA, (KVA). • Daya Reaktif, satuan VAR, (KVAR). Faktor daya (Cos φ), adalah perbandingan antara Daya Aktif dan Daya Semu. Watt Cos φ = —— VA

  4. DAYA PADA ARUS BOLAK BALIK Tiga macam Daya : • Daya Aktif (P) • Daya Reaktif (Q) • Daya Semu (S) Segi tiga Daya : P j Cos = S Q S Q j Sin = S j Q j Tan = P P PT PLN (Persero) Udiklat Pandaan

  5. Pengukuran daya 3 phase Teorema Blondel pada pengukuran daya phase banyak. B’ A B WA Z A’ BEBAN Z Z C’ Wc C

  6. TEOREMA BLONDEL Daya dapat diukur dengan mengurangi satu elemen wattmeter dari sejumlah kawat dalam sistem poly phase  ( n – 1 ) wattmeter . dgn syarat: satu kawat hrs dibuat “common” terhadap semua rangkaian potensial. “daya jumlah” : Daya nyata total diperoleh dengan menjumlahkan pembacaan masing masing watt meter secara aljabar.

  7. V AC I A’A Beban Δ: seimbang, induktif, sudut phasa φ, I phasa lagging V phasa I AC V BC I AB φ I BC 30o + φ I CB φ 120o φ I B’B I BA V CB V BA

  8. Pada WA : vektor IA’A = IAC = IAB Pada Wc : vektor IB’B = IBA = IBC Kerana setimbang : VAC = VBC = VBA = V I AC = ICB = IBA = I WA = VAC IA’A cos(30o – φ) V I cos(30o – φ) WB = VBC IA’B cos(30o + φ) V I cos(30o + φ) ________________________________+WA + WB = VI {cos(30o–φ) + VI cos(30o+φ)}

  9. WA+WB = VI {Cos(30o– φ) + VI Cos(30o+ φ)} = {Cos(30o– φ) + Cos(30o+ φ)} V I = (Cos 30o Cosφ + Sin30o Sinφ + Cos30o Cosφ) - Sin30o Sinφ} VI = 2 Cos30o Cosφ V I WA + WB = 2 . ½ V¯3Cosφ V I

  10. R W1 R N W2 S 3 WATTMETER PADA 4 KAWAT S T W3 T N

  11. W2 + W1 = V¯3 V I Cos φ W2 – W1 = V I ( 2 Sin 30o Sinφ ) = V I Sin φ W2 – W1 VI Sin φ -------------- = ----------------------- = (1/V¯3) tg φ W2 + W1 V¯3 V I Cos φ tg φ = {1,73 (W2 – W1)} / (W2 + W1) Cos φ dapat ditemukan yaitu : PF = Cos φ = 1 / {V¯¯(1 + tg2φ)}

  12. Dengan metode 2 wattmeter pada pengukuran daya dalam sistem balanced : Jika : W2 = W1φ = 0 PF = 1 W2 = 2 W1φ = 30o PF = 0,866 W1 = 0 φ = 60o PF = 0,5 W1 = negatif φ > 60o PF = < 0,5