1 / 27

TRAUMA KIMIA PADA MATA

TRAUMA KIMIA PADA MATA . Dr. ANDRINI ARIESTI SpM BAGIAN ILMU KESEHATAN MATA FK UNAND/RS.DR.M.DJAMIL PADANG . DEFINISI. Trauma mata adalah tindakan sengaja maupun tidak yang menimbulkan perlukaan mata . merupakan kasus gawat darurat mata .

bowie
Télécharger la présentation

TRAUMA KIMIA PADA MATA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. TRAUMA KIMIA PADA MATA Dr. ANDRINI ARIESTI SpM BAGIAN ILMU KESEHATAN MATA FK UNAND/RS.DR.M.DJAMIL PADANG

  2. DEFINISI Trauma mataadalahtindakansengajamaupuntidak yang menimbulkanperlukaanmata. • merupakankasusgawatdaruratmata. Trauma kimiapadamatamerupakan trauma yang mengenai bola mataakibatterpaparbahankimiabaik yang bersifatasamataubasa yang dapatmerusakstruktur bola matatersebut.

  3. JENIS JENIS TRAUMA KIMIA • TRAUMA ASAM • TRAUMA BASA

  4. TRAUMA ASAM • Trauma asammerupakansalahsatujenis trauma kimiamata yang disebabkanzatkimiabersifatasamdengan pH < 7.

  5. Kurangberbahaya • Kerusakanjaringanterlokalisir • pH<2,5  proteksikornea  kerusakankecil • Kecuali :- Asamhidroflorida - Asamberisi metal berat

  6. EtiologiBahankimiaasam • asam sulfur • asamhidroklorida(HCl) • asamnitrat • asamasetat (CH3COOH) • asamkromat(Cr2O3) • asamhidroflorida.

  7. Bateraimobil . MengandungasamsulfatH2SO4 • AsamHidrofloridadapatditemukandirumahpadacairanpenghilang karat, pengkilap aluminum, dancairanpembersih yang kuat . • PadaIndustri (pembersihdinding, glass etching (pengukiranpadakacadengancairankimia), electro polishing, danpenyamakankulit., fermentasipadapengolahanbir).

  8. Patofisiologi Bahankimiaasam • Asamcenderungberikatandengan protein Menyebabkankoagulasi protein plasma. • Koagulasi protein ini, sebagai barrier yang membatasipenetrasidankerusakanlebihlanjut. • Luka hanyaterbataspadapermukaanluarsaja. • Pengecualianterjadipadaasamhidroflorida. Bahaninimerupakansuatuasamlemah yang dengancepatmenembusmembransel .

  9. Penatalaksanaan • Periksa PH dengankertaslakmus . • Irigasijaringan yang terkenasecepat-cepatnya, selamamungkinuntukmenghilangkandanmelarutkanbahan yang mengakibatkantrauma.Irigasidapatdilakukandengangaramfisiologiatau air bersihlainnya paling sedikit 15-30 menit. • Bersihkansisazatkimiadifornikkonjungtivadengankapaslidi. • Anestesitopikal (blefarospasmeberat) • Antibiotik bilaperlu • Biasanya trauma akibatasamakan normal kembali,sehinggatajampenglihatantidakbanyakterganggu.

  10. TRAUMA BASA (ALKALI) • Trauma akibatbahankimiabasaakanmemberikanakibat yang sangatgawatpadamata. • Alkali akanmenembusdengancepatkornea, bilikmatadepan, dansampaipadajaringan retina.

  11. Trauma kimia alkali • Lebihdestruktif • Merusakkornea & lensa SAPONIFIKASI ( reaksipenyabunan ) • Beratkerusakantergantung : • - volume • - konsentrasi

  12. Etiologi • Semen • Soda kuat • Amonia • NaOH • CaOH • Cairanpembersihdalamrumahtangga

  13. Patofisiologi trauma basa • Bahankimia alkali  pecahataurusaknyaseljaringandanrxpersabunandisertaidisosiasiasamlemakmembransel  penetrasilebihlanjut Mukopolisakaridajaringanmenghilang & terjadipenggumpalanselkornea  Seratkolagenkorneaakanmembengkak & korneaakanmati Edema  terdapatserbukanselpolimorfonuklearkedalamstroma,cenderungdisertaimasuknyapemb.darah (Neovaskularisasi)  Dilepaskanplasminogenaktivator & kolagenase (merusakkolagenkorneaTerjadigangguanpenyembuhanepitel  Berkelanjutanmenjadiulkuskorneaatauperforasikelapisan yang lebihdalam

  14. Klasifikasi Hughes Derajat I • Prognosis baik. • Terdapaterosiepitelkornea • Tidakadaiskemiadannekrosiskornea. ataupunkonjungtiva

  15. Derajat II Prognosabaik Padakorneaterdapatkekeruhan yang ringan. Iskemia < 1/3 limbus

  16. Derajat III • Prognosis baik • Kekeruhankorneasehinggasulitmelihat iris & pupil secarajelas • Terdapatiskemia 1/3 sampai ½ limbus & nekrosisringankorneadankonjungtiva

  17. Derajat IV • Prognosis buruk • Kekeruhankornea pupil tidakdapatdilihat • Konjungtivadan sclera pucat. • Iskemia > ½ limbus

  18. Penatalaksanaan • 1. Pemeriksaankertaslakmus . • 2.Irigasi dengangaramfisiologikselamamungkin (2000 ml selama ±30menit) • 3.Bila penyebabCaOHdiberi EDTA (bereaksidenganbasapadajaringan) • 4.Antibiotik mencegahinfeksi. • 5.Siklopegi mengistirahatkan iris, mengatasiiritis. • 6.Anti glaukomamencegahglaukomasekunder

  19. 7.Steroid (7 haripertama) anti inflmasi. • 8.Kolagenase inhibitor (sistein, 1 minggu)menghilangiefekkolagenase. • 9.Vitamin C membentukjaringankolagen. • 10.Bebat (perban) padamata, lensakontaklembekdantetes air matabuatan. • 11.Operasi keratoplastibilakekeruhankorneasangatmengganggupenglihatan.

  20. Komplikasi • 1.Simblefaron, perlengketanantarakonjungtivapalpebradankornea. • 2.Kornea keruh, edema, neovaskuler • 3.Katarak traumatik,.Traumabasapadapermukaanmataseringmenyebabkankatarak, selainmenyebabkankerusakankornea,konjungtiva, dan iris • 4.Phtisis bulbi, bola matamengecil.

  21. PENATALAKSANAAN UMUM TRAUMA KIMIA PADA MATA • 4 tujuanutamadalammengatasi trauma padamata : • 1.Memperbaiki penglihatan. • 2.Mencegah terjadinyainfeksi. • 3.Mempertahankan arsitekturmata. • 4.Mencegah sekuelejangkapanjang.

  22. PROGNOSIS • Derajatiskemiakonjungtivadanpembuluhdarahdaerahlimbusadalahindikatortingkatkeparahancederadan prognosis penyembuhannya. • Makin besariskemiadarikonjungtivadanpembuluhdarahlimbus, luka yang terjadiakanmakinparah. • Trauma basaprognosisnyabiasanyalebihburukdari trauma asam.

  23. PENATALAKSANAAN UMUM TRAUMAKIMIA PADA MATA • 1.Irigasi (30 menit) & periksa PH dengankertaslakmus. • 2.Diberi pembilas : idealnyadenganlarutansterildenganosmolaritastinggisepertilarutanamphoter (Diphoterine) ataularutan buffer (BSS atau Ringer Laktat) . Larutangaramisotonis • 3.Irigasi sampai 30 menitatau PH normal. BilabahanmengandungCaOHberikan EDTA.

  24. 4.Pemeriksaan oftalmologimenyeluruh. • 5.Cederanya ringan, pasiendapatdipulangkandengandiberikanantibiotiktetesmata, analgesic oral, danperbanmata • 6. diberisiklopegi. • 7.Steroid topikaluntukmencegahinfiltrasiselradang. • 8.Vitamin C oral

  25. Patofisiologi • Bahankimia alkali  • PecahataurusaknyaseljaringandanPersabunandisertaidisosiasiasamlemakmembransel • penetrasilebihlanjut • Mukopolisakaridajaringanmenghilang & terjadipenggumpalanselkornea • Seratkolagenkorneaakanmembengkak & korneaakanmati Edema •  terdapatserbukanselpolimorfonuklearkedalamstroma,cenderungdisertaimasuknyapemb.darah (Neovaskularisasi)  • Dilepaskanplasminogenaktivator & kolagenase (merusakkolagenkornea)  • terjadigangguanpenyembuhanepitel berlanjutmenjadiulkuskorneaatauperforasikelapisan yang lebihdalam

  26. The most common alkalis causing injury are: • • ammonia (NH3; seringditemuipadaalatpembersihrumahtanggadandapatmenimbulkankerusakan yang serius . • • lye (NaOH; a common ingredient in drain cleaners and causing the most serious injury); • • potassium hydroxide (KOH); • • magnesium hydroxide (Mg[OH]2); and • • lime (Ca[OH]2; the most common cause, which fortunately does not inflict as much damage as rapidly penetrating alkalies do).

  27. The most common acids causing injury are: • • sulfuric (H2SO4; the most common cause: an ingredient in automobile batteries2); • • sulfurous (H2SO3); • • hydrofluoric (HF; rapidly penetrating and causing the most serious injuries2); • • acetic (CH3COOH); • • chromic (Cr2O3); and • • hydrochloric (HCl).

More Related