E N D
Namakelompok : 1. Muhammad FizaMaulana 11 0404 015 2. Siti Tamara Harahap 11 0404 013 3. NurhamimahDaulay 11 0404 017 4. MahlidaWennyHarahap 11 0404 021 5. RahmatHidayat 11 0404 033 Bendungcipunagara Ir. Teruna Jaya, M.Sc. / Riza Inanda Siregar, ST, MT. Bangunan Tenaga Air (Kode: RTS 42) Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara
1.1. Pengertian Bendungadalahsuatubangunan air dengankelengkapannya yang dibangunmelintangsungaidibuatuntukmeninggikantarafmuka air. Sementarawadukhanyabersifatmenampung air. Bab 1 Pendahuluan
TipeBendungterdiridari : Bendungtetapadalahbendung yang terdiridariambangtetap, sehinggamuka air banjirtidakdapatdiaturelevasinya. Bendunggerakadalahbendung yang terdiridariambangtetapdilengkapipintubendung yang dapatdigerakkanuntukmengaturmuka air diudiknya. Bendungkombinasiadalahtipebendungantarakombinasibendungtetapdenganbendunggerak.
1.2 PemilihanLokasiBendung. Syarat – syaratpemilihanlokasiBendungantara lain ditetukanoleh : • Elevasidankeadaantopografidanrencanadaerahirigasi yang akanmendapat air daribendung. • Keadaantopografirencana trace saluraninduk. • Keadaantopografilokasibendung. • Keadaanhidrolissungaidilokasibendung. • Keadaantanahpondasidilokasibendung. • Biayapembangunan.
LokasiBendungterletakdi Sungai CIPUNAGARA. PemilihanTipeBendungyaituTipeBendungTetap yang merupakanbendung single purpose.
1.3. Langkah – langkahperencanaanBendung. Langkah – langkah yang dilakukanuntukperencanaanbendungyaitu : Perhitungan debit rencanadalamperiodeulang yang diperlukan. Menentukanelevasidarimercubendung. Penentuanlebarbendungdanlebarefektif. Perhitungantinggimuka air banjirdiatasmercubendungdanlengkung debit sesudahadabendung. Pengaruhtinggipengempangandiudikbendung. Bentukdanukuranhidrolikbendungdenganperedamenersinya. Menentukanpanjanglantaiudikdengancaragradienthydraulic. Teballantaiperedamenersiterhadapkondisitanahdanbeban-bebanlainnya. Menentukandimensibangunanpengambilan. Menentukanpemeriksaanbangunanbilas. Perhitunganstabilitas. Penggambaran.
1.4 TujuandanMaksud Tujuan : • Agar desainbendungdapatdilaksanakandenganbaik, amandandapatberfungsisebagaimanamestinya, sesuaidengankelembagaandanpengaturan yang terkaitdenganmempertimbangkanfaktor-faktorteknikperencanaanataudesain.
1.5 Cara Memperoleh Data • Dalammerencanakanpembuatanbendungini, kamidapatkan data topografidangeologidarikantorMetrologi Bandung, sedangkan data hidrologinyakamiperolehdariPluslitbangPengairan (DPMA) Bandung yang berkitandengan Daerah Aliran Sungai yang bersangkutan.
Perhitungan Debit Maksimun. Keperluanpembuatanbendungdi Sungai Cipunagaraterdapat data-data sebagaiberikut : Data Sungai Luas DAS : 678,30 Km^2 Panjang Sungai (L) : 67,50 km Sumbupanjangellips (b) : 40,50 km Elevasiditempatbendung : + 21 m Elevasidihulu (9/10 L ) : + 600 m Bab 2PerhitunganPerencanaanBendungCipunagara
b) Data CurahHujan Terdapatenambuah pos hujandalampengamatan 10 tahunsepertidaftar yang tertera. • Poligonthiessendidapatluas yang dipengaruhiolehmasing – masing pos sepertidibawahini :
c) NilaikoefisienPengaliran = 0,8 Hitungan :besaran debit maksimumuntukperiodeulangadalah 100 tahun ( ) DihitungdenganMetodekombinasi Melchior danGumbel. 1. Metode Melchior • Sumbupanjangellips b = 40,50 km • Sumbupendekellips a = 2/3 b = 27 km • Luasellips : • Kemiringansungai rata – rata : Panjangsungai (L) = 67,50 km Kemiringansungai (i) = H/L = 579/60750 = 0,0095 H = (+600) – (+21) = 579 m Jadimenurutmetodemelchiordidapat :
Xa = = 1243 / 10 = 124,3 • Jadi, menurutmetodegumbeldidapatRn =171,17mm • Perhitungan debit maksimumdenganmenggunakanmetodekombinasi Melchior danGumbel Qn = α x F x q x Rn/200 Q100 = 0,80 x 678,30 x 2,124 x 171,17/200 = 986 m3/det
MenentukanElevasiMercuBendung Untukmenentukanelevasimercubendungsebagaidasardiambilpeilsawah yang tertinggiialah : + 19,50 m, ditambahdenganberbagaikehilangantekanan air dibangunanpengambilan, kemiringansaluran, pintuukurdan lain-lain. Perinciadalahsebagaiberikut : Elevasisawahtertinggi = 20,00 m Tinggi air disawah = 0,10 m Kehilangantekananpada tempatpemasukandiseluruhsaluran = 0,50 m Kehilangantekanandisepanjangsaluran = 0,15 m Kehilangantekananpadabangunan –bangunan Silangdanalatukur = 0,65 m Persediaanuntukexploitasi = 0,10 m Jumlah = 21,50 m jadipeilmercubendung = + 21,50 m.
Lebarbendung (B) = 6/5 x 40 m = 48 m • Sehinggalebarpintupengurasbisadiambilsebesaratauhargaterbesarantara ½ lebarPintu intake atau1/10 lebar bendung. Maka diambil lebar pintu penguras sebesar : 1/10 x 48 m = 4,8 m • Pintupengurasdapatdioperasikandenganbaik, makapintupengurasdibuat 2 buah yang masing-masinglebarnyaadalah 4,8 : 2 = 2,4 m
Perhitungantinggi Air diatasMercuBendung Data – data : Besarnya debit maksimum (Qmax)=986 m^3/det Lebarefektifbendung = 43,04 m Perhitunganpintupengurasdanpintupengambilan (intake) Lebarpintupenguras (b) = 2 x 2,4 m Kecepatanpengurassetinggiundersluice = 4,32 m/det Kecepatanpenguraspadasaatpintudibukapenuhsebesar 3,265 m/det. Kesimpulan: daunpintupengurascukupkuatdanamandipakai.
Pintupengambilan (intake) Tinggipintu 1,85 m Penentuan type bendungdanruangolakansertalantaimuka. Ruangolakandipakai type Vlugter. Panjanglantaimuka (Lm) = 11,12 m Stabilitasbendung. Dalampeninjauanstabilitas yang diperhitungkanantara lain: Gaya beratsendiritubuhbendung Gaya gempa Gaya hydrostatis Gaya akibattekananlumpur Gaya Uplift Pressure
Rekapitulasidariperhitungandankontrolstabilitasbendung. Setelahdiperhitungkankontrolstabilitasbendungamanuntukdigunakan
Kesimpulan PembuatanbendungCipunagarasebagaisalahsatuupayauntukmemanfaatkansumber air danternyatamampumeningkatkanproduktivitastanamanpangan, sehinggadapatmeningkatkantarafhidupdankesejahteraanmasyarakat. Saran Agar semuatujuandapattercapaidisampingpemakaiannyaperludiadakanpenyuluhanuntukmengembangkandinamikadanpartisipasiparapetugasdanmasyarakatsetempatbaikdalampembangunanfisiksertapemeliharaannyadarisaranajaringanirigasi.
Daftarpustaka: Adiwinoto, Santjojo. PerencanaanJaringan – JaringanIrigasi, Bandung, 1989. DepartemenPekerjaanUmum. Standar Tata Cara PerencanaanUmumBendung, Jakarta, YayasanPenerbitPekerjaanUmum, 1990. Djennoedin, Soelastri. Hidrolika- I Bandung, 1982 Sosrodarsomo, Suyono. AplikasiHydrologi, Jakarta, DepartemenPekerjaanUmum, 1984.