1 / 86

PERMENDIKNAS NO. 16 TAHUN 2007

BAGIAN 1. KOMPETENSI INTI GURU. PERMENDIKNAS NO. 16 TAHUN 2007. menu. GURU & KOMPETENSINYA. GURU PROFESIONAL SEJATI. TUGAS POKOK GURU. GURU & KOMPETENSINYA. “ Guru merupakan sentral dari upaya peningkatan mutu pendidikan ”. GURU.

eloise
Télécharger la présentation

PERMENDIKNAS NO. 16 TAHUN 2007

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. BAGIAN 1 KOMPETENSI INTI GURU PERMENDIKNAS NO. 16 TAHUN 2007

  2. menu GURU & KOMPETENSINYA GURU PROFESIONAL SEJATI TUGAS POKOK GURU

  3. GURU & KOMPETENSINYA

  4. “Guru merupakan sentral dari upaya peningkatan mutu pendidikan”

  5. GURU • adalah pendidik profesionaldengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. • (Pasal 1 UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru & Dosen )

  6. Profesional • adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. • (Pasal 1 UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru & Dosen )

  7. FUNGSI GURU PASAL 4 Kedudukan guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.

  8. Guru sebagai Tenaga Profesional • Mengerjakan Tugas secara Optimal • Meningkatkan Kompetensi agar Kinerja Terjaga dan Bermutu • Bersikap Profesional

  9. Peran Guru sebagai Agen Pembelajaran • Mentor (Mitra Belajar) • Ahli Mata Pelajaran • Konselor • Psikolog Sosial Neal Shambaugh & Susan G. Magliaro (2006) Instructional Design, A Systematic Approach for Reflective Practice, Boston, Pearson Education Inc.

  10. PERSYARATAN GURU (UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru & Dosen ) Pasal 8 • Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik,sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pasal 9 • KUALIFIKASI AKADEMIK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat.

  11. PERSYARATAN GURU (UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru & Dosen ) Pasal 10 • KOMPETENSI GURU sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Lihat PP No. 19 Tahun 2005 Pasal 28 & Penjelasannya

  12. STANDAR KOMPETENSIGURU KELAS SD/MIPermendiknas No. 16 Tahun 2007 KOMPETENSI PEDAGOGIK KOMPETENSI KEPRIBADIAN KOMPETENSI SOSIAL KOMPETENSI PROFESIONAL

  13. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, dan intelektual. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik. KOMPETENSI INTI PEDAGOGIK 13

  14. 5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran. Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. KOMPETENSI INTI PEDAGOGIK 14

  15. Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa. Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru. KOMPETENSI INTI KEPRIBADIAN 15

  16. 16. Bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi. 17. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat. 18. Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya 19. Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain. KOMPETENSI INTI SOSIAL 16

  17. 20. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. 21. Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/ bidang pengembangan yang diampu. Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif. Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri. KOMPETENSI INTI PROFESIONAL 17

  18. INGAT! GURU HARUS MEMILIKI (1) KUALIFIKASI AKADEMIK (S1 ATAU D-IV) (2) KOMPETENSI (PEDAGOGIK – KEPRIBADIAN – SOSIAL – PROFESIONAL) (3) SERTIFIKAT PENDIDIK (Pasal 11 – 13 UU No. 14 Tahun 2005) KALAU MAU MENDAPATKAN HAK-HAKNYA SECARA PENUH/LENGKAP & HIDUP SEJAHTERA

  19. GURU PROFESIONAL SEJATI

  20. MASA KINI GURU ADALAH MASA DEPAN PENDIDIKAN

  21. Mendidik adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada masa anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Ki Hajar Dewantara

  22. Guru memiliki tugas mulia: Mendidik Generasi Muda berarti melestarikan dan memperkokoh eksistensi bangsa

  23. Pertanyaan Guru yang bagaimana yang mampu melaksanakan tugas mulia mendidik untuk mencapai tujuan pendidikan nasional?

  24. Jawaban Guru yang memilikiprofesionalisme sejati

  25. Profesionalisme Sejati Guru Kualitas & perilaku konsisten guru sesuai dengan tuntutan tugas profesionalnya berdasarkan UU dan peraturan yang berlaku dalam konteks perkembangan zaman dengan segala perubahannya.

  26. GURU PROFESIONAL SEJATI = guru yang berdaya karena memiliki kompetensi yang mantap dan selalu belajar karena tuntutan perubahan zaman: reflektif, dinamis untuk selalu lebih baik dari masa sebelumnya dan belajar sepanjang hayat. HARI INI LEBIH BAIK DARIPADA KEMARIN, DAN HARI ESOK LEBIH BAIK DARIPADA HARI INI

  27. GURU PROFESIONAL SEJATI : menghayati hakikat tugasnya dan mengaitkannya dengan tujuan atau orientasi hidupnya

  28. RP ORIENTASI HIDUP GURU PROFESIONAL (1) D C A K H I R A T B D U N I A A

  29. RP ORIENTASI HIDUP GURU PROFESIONAL (2) A K H I R A T D C B D U N I A A

  30. Tiga Watak Kerja Profesional 1. Kerja seorang profesional itu beritikad untuk merealisasi-kan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi yang digeluti, dan oleh karenanya tidak terlalu mementingkan atau mengharapkan imbalan upah materiil.

  31. Tiga Watak Kerja Profesional 2. Kerja seorang profesional itu harus dilandasi oleh kemahiran teknis yang berkualitas tinggi yang dicapai melalui proses pendidikan dan/atau pelatihan yang panjang, eksklusif dan berat.

  32. Tiga Watak Kerja Profesional 3. Kerja seorang profesional --diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral -- harus menundukkan diri pada sebuah mekanisme kontrol berupa kode etik yang dikembangkan dan disepakati bersama di dalam sebuah organisasi profesi.

  33. Kode Etik Guru Indonesia • guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya, untuk membentuk manusia pembangunan yang ber-Pancasila • guru memiliki kejujuran profesional dalam menerapkan kurikulum sesuai kebutuhan anak didik masing-masing • guru mengadakan komunikasi, terutama dalam memperoleh informasi, anak didik, tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan. • guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik

  34. Kode Etik Guru Indonesia 5. guru memelihara hubungan baik dengan masyarakat di sekitar sekolah maupun masyarakat luas untuk kepentingan pendidikan. 6. guru secara sendiri dan/atau bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya. 7. guru menciptakan dan memelihara hubungan antarsesama guru baik berdasarkan lingkungan kerja maupun di dalam hubungan keseluruhan. 8. guru secara bersama-sama memelihara, membina, dan meningkatkan mutu organisasi guru profesional sebagai sarana pengabdiannya 9. guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan.

  35. Ancaman Profesionalisme Guru • Waktu guru habis di ruang kelas • Sifat kerja guru non-kolaboratif • Terbatasnya kontak akademis guru dengan sejawat • Kontak antarguru cenderung non-akademis • Kurang mendapatkan balikan

  36. TUGAS POKOK GURU

  37. TUGAS POKOK GURU(PP NO. 74 TAHUN 2008) • MERENCANAKAN PEMBELAJARAN • MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN • MENILAI HASIL PEMBELAJARAN • MEMBIMBING DAN MELATIH PESERTA DIDIK • MELAKSANAKAN TUGAS TAMBAHAN LAIN (PEMBINA PRAMUKA, KIR, PIKET)

  38. MERENCANAKAN PEMBELAJARAN • MENYUSUN SILABUS DAN RPP SESUAI STANDAR PROSES (PERMENDIKNAS NO. 41 TAHUN 2007) • MENYERAHKAN SILABUS & RPP PADA SETIAP AWAL SEMESTER • MELAKUKAN PENYEMPURNAAN/ REVISI SILABUS & RPP SETIAP TAHUN

  39. MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN • MENGAJAR SESUAI STANDAR PROSES. DALAM KEGIATAN INTI MENGANDUNG PROSES EKSPLORASI – ELABORASI – KONFIRMASI • MENGAJAR MINIMAL 24 JTM SESUAI DENGAN BIDANG KEAHLIAN/ SERTIFIKAT PENDIDIK • BEKERJA MINIMAL 37,5 PER MINGGU

  40. MENILAI HASIL BELAJAR • MELAKSANAKAN PENILAIAN SESUAI DENGAN STANDAR PENILAIAN (PERMENDIKNAS NO. 20 TAHUN 2007) • MEMBUAT SOAL TES / INSTRUMEN • MENILAI DAN MENGOLAH NILAI & MENGANALISIS HASIL • MEMBUAT LAPORAN HASIL PENILAIAN (TERMASUK KETERCAPAIAN KKM)

  41. MEMBIMBING DAN MELATIH SISWA • MEMANFAATKAN HASIL PENILAIAN UNTUK REMEDIAL DAN PENGAYAAN • MEMBIMBING SISWA DALAM KEGIATAN INTRA DAN KOKURIKULER • MELATIH SISWA DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

  42. TERIMA KASIH

  43. Oleh : Nanang Rijono BAGIAN 2 PENILAIAN PEMBELAJARAN MENURUT STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN (Permendiknas No. 20 Tahun 2007) Awal

  44. STANDAR PENILAIAN 1. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik 2. Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. 3. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik.

  45. STANDAR PENILAIAN 4. Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih. 5. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.

  46. STANDAR PENILAIAN 6. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut. 7. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester tersebut.

  47. STANDAR PENILAIAN 8. Ujian sekolah/madrasah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. Mata pelajaran yang diujikan adalah mata pelajaran kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan dalam ujian nasional dan aspek kognitif dan/atau psikomotorik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang akan diatur dalam POS Ujian Sekolah/Madrasah.

  48. STANDAR PENILAIAN 9. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan. 10. Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar (KKB) yang ditentukan oleh satuan pendidikan. KKM pada akhir jenjang satuan pendidikan untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan nilai batas ambang kompetensi. Awal

  49. PRINSIP PENILAIAN Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. Sahih, berarti Penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur. 2. Objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai. 3. Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.

  50. PRINSIP PENILAIAN 4. Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. 5. Terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. 6. Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik Penilaian yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik.

More Related