Download
menerapkan teknik pengambilan gambar produksi n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi PowerPoint Presentation
Download Presentation
Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi

Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi

1036 Vues Download Presentation
Télécharger la présentation

Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi Mendeskripsikan tentang multimedia

  2. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi Film merupakan hasil karya seni yang berasal dari perpaduan banyak unsur, seperti suara, gambar, dan gerak, dll.

  3. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi Pemerintah sendiri mendefinisikan film sebagai berikut : ”Film adalah karya cipta seni budaya yang merupakan media komunikasi massa pandang dengar yang dibuat berdasarkan sinematografi dengan direkam pada pita selluloid, pita video, piringan video,

  4. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi atau bahan hasil penemuan teknologi lainnya dalam bentuk, jenis, ukuran melalui kimiawi, proses elektronik atau proses lainnya atau tanpa suara yang dapt dipertunjukkan dan atau ditayangkan dengan sistem proyek mekanik, elektronik dan atau lainnya (UU Perfilman th. 1992, Bab I, Pasal 1).”

  5. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi * Film merupakan rangkaian banyak frame (bingkai) gambar yang diputar dengan kecepatan tertentu. * Video merupakan rangkaian banyak frame (bingkai) gambar yang di dalamnya berisi tahapa demi tahap dari suatu gerakan / skuen yang diputar dengan kecepatan tertentu.

  6. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi DEFINISI KAMERA Kamera merupakan salah satu aspek penting dalam suatu pembuatan film, fungsi kamera yaitu mengambil/merekam adegan-adegan yang diarahkan oleh sang sutradara kemudian divisualisasikan oleh pemain-pemain yang melakukan adegan-adegan.

  7. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi # Kamera dioperasikan oleh kru film yang biasa disebut kameramen. # Kameramen mengoperasikan kamera sesuai dengan arahan sutradara.

  8. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan perangkat kamera. Sebelum melakukan shooting ada baiknya jika seorang juru kamera persiapan-persiapan sebagai berikut: * Penguasaan terhadap perangkat kamera yang akan digunakan. Sebaiknya mengikuti aturan penggunaan yang tertulis pada manual book. Pahami kelebihan dan kekurangannya.

  9. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi * Setelah paham dengan seluk beluk kamera, pahami juga adegan apa dan teknik yang bagaimana yang diinginkan. * Membuat breakdown peralatan yang akan digunakan seperti baterai, mikrofon, kabel extension, dll. * Pastikan baterai dalam kondisi prima dan penuh, dan semua fasilitas di kamera berjalan dengan baik.

  10. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi Dalam kegiatan produksi video/ film, terdapat banyak jenis kamera yang digunakan. Pembagian jenis kamera video/ film dibedakan atas media yang digunakan untuk menyimpan data (gambar & suara) yang telah diambil.Seperti halnya pada fotografi, gambar yang telah diambil disimpan pada gulungan film. Namun pada kamera jenis ini, disamping gulungan film juga terdapat pita magnetik untuk menyimpan data suara.

  11. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi Dalam 1 detik pengambilan gambar, dibutuhkan sekitar 30 frame film. Adapun jenis film yang digunakan adalah film positif (slide), dimana untuk melihat isinya harus dicuci terlebih dulu di laboratorium film dan diproyeksikan dengan menggunakan proyektor khusus.

  12. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi JENIS – JENIS KAMERA # Secara umum terdapat 2 jenis kamera : 1. Analog (AV) Data yang disimpan sebagai pancaran berbagai kuat sinyal (gelombang) pada pita kamera perekam. Macam kamera jenis ini antara lain VHS, S – VHS, 8mm, dan Hi – 8.

  13. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi 2. Digital (DV) Kamera perekam video digital menyimpan data dalam format kode biner bit per bit yang terdiri atas rangkaian 1 (on) dan 0 (off). Jenis kamera ini antara lain mini DV, dan Digital 8.

  14. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi MACAM – MACAM VIDEO • Video Analog : 1. Biasanya menggunakan kaset ( tape ) 2. Berbahan dasar pita magnetik 3. Memerlukan kompresi ke digital agar bisa ditransfer ke komputer. 4. Kelebihan warna yang colorfull 5. Kelemahan akan mengalami kehausan seiring berjalannya waktu.

  15. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi • # Jenis – jenis Video Analog : 1. U Matic 2. Betamax 3. VHS 4. S- VHS

  16. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi • Video Digital : 1. Dapat merekam suara dan gambar dalam waktu yang bersamaan. 2. CCD ( Charge Couple Device ) 3. Tidak ada penurunan gambar dalam proses kompresi

  17. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi *Jenis-jenis Video Digital : 1. Mini DV 2. DV Cam 3. DVC Pro

  18. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi BAGIAN – BAGIAN KAMERA VIDEO

  19. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi Secara umum bagian-bagian kamera video terdiri atas : 1. Baterai untuk catu daya 2. Tempat kaset 3. Tombol Zoom 4. Tombol Recorder 5. Port Output video / audio (bisa berupa analog ataupun digital)

  20. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi 6. Cincin Fokus 7. Jendela preview (View Fender) 8. Mikrofon 9. Tombol kontrol cahaya 10. Tombol Player (untuk memainkan kembali video). 11. Terminal DC Input.

  21. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi JENIS –JENIS KAMERA Jenis kamera yang digunakan dalam film sangat beragam jenisnya, namun secara garis besar kamera terbagi tiga yaitu :

  22. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi 1. Kamera foto (still photography) Kamera foto menghasilkan gambar-gambar yang tidak bergerak (still single picture). Bahan baku penyimpanan gambar berasal dari pita selluloid, sehingga setelah melakukan perekaman harus diproses lagi dengan pemrosesan secara kimiawi.

  23. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi Contoh : kamera analog, kamera digital.

  24. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi 2. Kamera film (cinema photography) Kamera film memiliki bahan yang sama dengan kamera foto namun hasil yang didapat berbeda, kamera film menghasilkan gambar yang bergerak atau biasa disebut still motion.

  25. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi Contoh : kamera 8 mm kamera 16 mm kamera 35 mm

  26. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi 3. Kamera video (video photography) Untuk kamera vide sendiri memiliki persamaan dengan kamera film karena menghasilkan gambar bergerak (still motion), namun yang membedakan yaitu bahan bakunya yang berupa kaset video yang setelah pengambilan gambar hasilnya dapat langsung dilihat karena terjadinya gambar secara optis dan elektronis.

  27. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi Contoh : kamera Betacam MiniDV HDCam

  28. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi Mengoperasikan Kamera Video @. Langkah-langkah pengoperasian kamera video :

  29. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi 1. Lepas penutup lensa 2. Pindahkan posisi tombol power dari off ke camera dengan menekan dan tahan tombol kunci, kemudian dorong ke bawah 3. Buka layar LCD, dengan menekan kunci layar LCD, kemudian dibuka searah tanda panah. Secara otomatis viewfinder akan mati 4. Tekan tombol start/stop untuk memulai merekam. Tekan tombol start/stop kembali untuk berhenti merekam

  30. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi @. Langkah-langkah memasang kaset pada handy kamera adalah : 1. Tekan tombol pembuka searah dengan tanda panah dan buka penutupnya

  31. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi 2. Masukkan kaset dengan posisi jendela kaca kaset terlihat dari atas dan tekan bagian tengah belakang kaset

  32. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi 3. Setelah penahan kaset secara otomatis turun kebawah kemudian tekan penutup kaset.

  33. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi Cara Kerja Kamera Digital

  34. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi Apabila kita mengetahui proses gambar di dalam kamera, maka pada saat melakukan pemotretan kita bisa memperhitungkan dan membayangkan akan seperti apa tampilan atau keluaran dari objek yang akan kita abadikan didalam kamera.

  35. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi Pada saat kita menekan tombol shutter, maka di dalam kamera terjadi tahapan-tahapan untuk memproses gambar. Meskipun hanya merasakan sekilas saja, namun tahapan yang dilakukan di dalam kamera digital cukup panjang. Hanya saja, proses tersebut dilakukan dengan sangat cepat. Berikut adalah gambaran tentang proses tersebut :

  36. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi • Lensa menangkap gambar, lalu diteruskan ke bagian panel penangkap gambar. Penangkap gambar atau biasa disebut sensor CCD -yang juga berfungsi sebagai view finder- mengirimkan gambar ke LCD. Sementara pada kamera DSLR, gambar juga dilewatkan ke cermin pantulan yang merefleksikan gambar ke jendela intip (eye finder).

  37. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi • Gambar yang ditangkap oleh lensa, dilewatkan pada filter warna yang kemudian akan ditangkap oleh CCD atau sensor gambar. Jarak antara lensa dan sensor ini dikenal dengan istilah focal length. Jarak ini pula yang akan menjadi faktor pengali pada lensa.

  38. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi • Tugas CCD adalah merubah sinyal analog (gambar yang ditangkap oleh lensa) menjadi sinyal listrik. Pada CCD ini terdapat jutaan titik sensor yang dikenal dengan pixel. Jadi istilah pixel atau megapixel pada kamera digital sebenarnya mengacu pada jumlah titik pada sensor ini. Semakin kecil sensor dan semakin banyak titik sensornya, maka akan semakin halus dan semakin tinggi resolusi gambar yang dihasilkan.

  39. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi • Gambar yang ditangkap oleh sensor CCD diteruskan ke bagian pemroses gambar yang tugasnya memproses semua data dari sensor CCD menjadi data digital berupa file format gambar, serta melakukan proses kompresi sesuai format gambar yang dipilih (RAW, JPEG, dan sebagainya). Di bagian ini selain chipset yang berperan, software (firmware) dari kamera yang bersangkutan juga menentukan hasil akhir gambar.

  40. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi Kedua bagian inilah yang akan menentukan karakter dari kamera digital tersebut. Itulah sebabnya, setiap mereka kamera memiliki software dan chipset sendiri-sendiri pada kamera mereka. • Proses yang terakhir adalah mengirimkan hasil file gambar dalam format yang dipilih ke bagian penyimpanan (storage) atau memory card. Biasanya, memory card berupa SD, CF dan sebagainya.

  41. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi Tahapan selanjutnya adalah proses yang dilakukan di luar kamera. Namun pada kamera digital modern, masih menyediakan opsi pencetakan langsung yang disebut PictBridge, ExifPrint dan sebagainya.

  42. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi Demikianlah proses gambar pada sebuah kamera digital. Namun tahapan tersebut hanyalah basic atau dasar dari hampir semua kamera digital. Pada beberapa merek kamera digital, biasanya masih menambahkan beberapa proses untuk memperbaiki kualitas gambar,termasuk penambahan fitur pada tingkap aplikasi atau software.

  43. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi • Fitur tambahanFitur tambahan berupa fungsi pada tingkat software lebih sering kita jumpai, misalnya penambahan frame foto, efek foto seperti sephia, black and white dll. Meskipun efek-efek ini sifatnya hanya sebagai tambahan, namun kadang sangat membantu mengurangi proses gambar pada saat di cetak.

  44. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi Beberapa fitur tambahan yang sangat berguna adalah backlight, yaitu memotret objek yang membelakangi sinar, white balance, pengenalan wajah untuk pemotretan model serta anti goyangan yang pada setiap kamera memiliki istilah yang berbeda-beda seperti anti shake, Mega OIS, VR (Vibration Reduction), Super steady shot, dan sebagainya.

  45. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi BELAJAR MENGOPERASIKAN KAMERA VIDEO

  46. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi Basic Camera Operation Camera video ada berbagai macam merk, bentuk, dan varian. Begitu juga media penyimpanan gambar juga bermacam-macam. Contoh-contoh merk terkenal antara lain: Sony, Panasonic, Phillip, Ikegami, JVC, dan lain-lain. Dari berbagai merk tersebut masing-masing mempunyai beragam varian dan bentuk. Mulai kamera amatir, semi profesional, dan kamera profesional. Media penyimpanan gambar antara lain: Betacam, Dvcam, Dvc-pro, MiniDV, maupun berbentuk card (kartu memori).

  47. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi Bagi pengguna pemula/amatir biasanya dengan mode auto sudah cukup untuk mendapatkan gambar standar. Tatapi dalam kondisi tertentu, mode auto tidak bisa kita pakai untuk mendapatkan gambar sesuai dengan kemauan kita. Itulah sebabnya kenapa para Cameraman profesional sering menggunakan mode manual dalam mengoperasikan kamera.

  48. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi The Main ControlAda enam control dasar pada kamera: 1. Exposure: * Aperture * Shutter Speed * (ND Filter) * (Gain) 2. Filter Colour 3. White Balance 4. Zoom 5. Focus 6. Audio Levels

  49. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi Aperture, Shutter speed, ND Filter, dan Gain merupakan bagian dari exposure. -Exposure : Eksposure secara sederhana dapat saya artikan sebagai pencahayaan kamera. Untuk mendapatkan gambar yang normal, tidak gelap (under exposure) dan tidak sangat terang (over exposure) harus diperhatikan:

  50. Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi ·Aperture (diafragma) Di kamera televisi disebut juga Iris, yaitu sejumlah lembaran metal tipis yang disusun sedemikian rupa sehingga bisa dibuka dan ditutup untuk mengatur banyaknya sinar yang masuk ke lensa kamera. Iris seperti pupil mata kita yang bisa membesar dan mengecil sesuai cahaya yang masuk.