190 likes | 318 Vues
This document provides a comprehensive overview of electrical failures in compressors, focusing on the primary causes such as overheating, voltage unbalance, current unbalance, single-phasing, supply voltage issues, and short cycling. Each factor is examined in detail, with specific examples and measurements that highlight how these issues can lead to compressor damage. The importance of proper electrical connections and component selection is emphasized to prevent failures. This resource is essential for students and professionals involved in refrigeration and air conditioning systems.
E N D
COMPRESSOR ELECTRICAL FAILURE By Drs. J A Y A MOH. ARIS AS’ARI, S.Pd • REFRIGERATION AND AIR CONDITIONING TECHNICAL SKILL PROGRAM • SMKN 1 CIREBON • Visit us on : ptu.smkn1-cirebon.sch.id
MOTOR 1 PHASE & 3 PHASE u v w S C R x y z
L • CONTOH KELISTRIKAN 1 PHASE
L1 L2 L3 N • CONTOH KELISTRIKAN 3 PHASE
Compressor Electrical Failure • Overheating • Start/Run Winding Burn • Spot Burn
1. Overheating Penyebab overheating padakompresoradabeberapasebab, diantaranyaadalah: • Voltage Unbalance (Tegangantidakstabil) • Current Unbalance (Arustidakstabil) • Single-Phasing • Supply Voltage • Short Cycling
a) Voltage Unbalance • Salah satupenyebabtidakimbangnyaaruspada motor induksiadalahakibatdari voltage yang tidakseimbang. Akan cepatterjadiperbedaanarusdengansedikitsajaperbedaan voltage. Beda maksimum voltage dari winding ke winding adalah 2%. Untukmengukur voltage, yang paling akuratadapada terminal kompresor. • Contohsetelahhasilpengukuran, diketahui L1 ke L2 = 220 V, L2 ke L3 = 231 V, dan L3 ke L1 = 235 V, makahasil rata-rata adalah 229 V. Makajika 2% dari 229 V adalah 4.5 V, makakitates L1 ke L2 = 229 V -220 V di dapat 9 V. Maka : . Dari hasilperhitungan, makaangka 3.49 lebihbesardari yang 2% yang ditoleransikandanbedainiberbahayauntukkompressor.
b) Current Unbalance • Haruskitapahamibahwa voltage yang tidaksamaakanmengakibatkanarustidaksamajugatiap winding, namunarus yang tidaksamabukanberartibahwa voltage nyajugatidaksamapadamasing-masing winding. • Kita ambilcontohpadasituasijaringan 3 phase, salahsatu phase longgarataupunkotorpadakoneksinyaakibatkarbonataupunkorosi. Kita asumsikan L1 yang mempunyaimasalahtersebut, sedangkan L2 dan L3 normal. • Akibatbanyaknyakarbondankorosi, maka L1 ketikadiukur resistance nyaakanlebihbesardibanding yang lainnyasehinggaarus yang mengalirtidakakansama. Arus yang tinggiakanmenghasilkanpanaspada winding. Beda maksimumarusdari winding ke winding adalahsamadenganvoltase, yaitu 2%.
c) Single-Phasing • Single-Phasingterjadijikasalahsatuphasadarike-tigaphasahilang, yang mengakibatkan motor akan overheating. Ketikasuatu motor 3 phasasedangberoperasi, dankehilangansatuphasa, maka 2 phasa yang lainnyaakanmencobamembawatambahanbebandariphasa yang hilangtersebutsekitar ½ kali tambahanbebandaribeban normal. Jikakompresorsedangbekerjadengankondisi yang berat, maka overload protection akanbekerjaakibat overload current. Sedangkanjikakompresorbekerjadalamkondisiringan, makaarustidakakanterlalutinggidan overload protection tidakakanbekerja. Namunakibatnya, winding akansemakinpanasdanakhirnya ‘trip’ motor protection bekerja. • Sekali motor mati, makabiasanyatidakakanbisa restart/dihidupkanlagiakibattripingpada overload protector. Gambardibawahmerupakansalahsatucontohakibat single-phasing, satuphasamasihcerahdan 2 phasa yang lainnyaterbakar.
Single-Phasing Phasa yang over current akibat single-phasing, winding terbakar. Phasa yang hilang, winding masihcerah.
d) Supply Voltage • Overheating jugadapatterjadiakibatsupplay voltage terlalutinggiatauterlalurendahdaribatas yang telahditetapkanolehprodusenkompresor. Untukkompresor single 230 Volt, makabatasvoltase yang diizinkanadalah +/- 10% dari 230 Volt atausekitar 207 sampai 253 V. Untuk dual-rated voltage atau spread voltage unit, seperti 208/230 padasistem 3 phasa, makabatasminimalnya 10% dibawah 208 danbatasmaksimal 10% di atas 230 V dari voltage di name plate unit atausekitar 187 sampai 253 V. • Pada motor single phasa, penyebabdari overheating bisajugadisebabkanolehkesalahandalammemilih start components seperti run capacitor ataupun contactor-relay yang dihubungkandengan start winding. Jikatidaktepatdalammemilihsesuai voltage dan microfarad-nya, akanmembuatkompresorberoperasitidaksesuaidengantoleransi yang di desainpabrikdanbisajugamembuatkompresortidakbisa start. Jika motor tidakbisa start, makaakanmenyebabkan locked rotor yang berimbas overheating dannaiknya ampere.
e) Short Cycling • Short Cycling adalahjarakantarasistem start/stop (on/off;mati/hidup) yang terlaluberdekatanakibatkomponen control ataupunkomponen safety motor tidaktepatsehinggamengakibatkan short motor winding. Padasaatkompresor running, makabutuhbeberapamenituntukmembuangpanas yang terjadipadasaat start akibat Lock Rotor Ampere (LRA). • Jikafrekuensi start terlaubanyak, dikarenakan short cycle, makaakanmengakibatkanpanasakibat Lock Rotor Current tidakterbuangdanakansemakinbertambahtiap kali kompresor start. Hal iniakanmenyebabkan lama-kelamankompresor overheating. Selainitu, akibatseringnyakompresor start, akanmengakibatkankenaikan ampere dantemperaturpada winding danmenyebakaninsulasipadakawatter-erosi yang berimbas short pada winding.
Short Cycling Short Motor Winding
2. Start/Run Winding Burn • Start/Run winding terbakarbisadiakibatkanolehrangkaiankelistrikan yang salah. • Sebablainnyaadalahsebagaiberikut : • Kapasitasdanrusaknya capacitor • Terminal renggangdanberkarat • Compressor short-cycling • Salah pemilihan overload motor • Voltage terlalutinggi/rendahmelebihitoleransi yang ditetapkan • Compressor macet
3. Spot Burn • Spot burn disebabkanolehkejutan/ketidakstabilanarusdan voltage listrik yang mengakibatkanarusdan voltage melebihitoleransi yang ditetapkan. • Biasanyainibukanakibatkesalahanteknisi, melainkanmasalahpadasuplaylistrik. • Gangguanpada voltage ataupunarusdapatmenimbulkanpercikanpada winding padabagian yang insulasinyalemah. Spot burn dapatterjadipadalokal winding saja, antar winding ataupun winding dengan ground
3. Spot Burn Spot burn Pada Winding Kompresor