SlideServe
Menu
Préférences
© SlideServe · v2026

Kelompok 3

gizela avatar
6 diapositives · 351 Views · Sep 07, 2014

Kelompok 3. Aqil Qolby Wahyu Setyo Utomo Yana Prasetya Nugroho. Link-state routing protocol.

Kelompok 3 - slide 1
01 / 6Kelompok 3
1 / 17

Télécharger la présentation

Kelompok 3
Une image / un lien ci-dessous est fourni (tel quel) pour télécharger la présentation

Politique de téléchargement : le contenu du site vous est fourni TEL QUEL pour votre information et votre usage personnel ; il ne peut être vendu, concédé sous licence ni partagé sur d’autres sites sans l’accord de son auteur.Le contenu vous est fourni TEL QUEL, pour votre information et votre usage personnel uniquement. Téléchargez la présentation en cliquant sur ce lien. Lors du téléchargement, si vous ne parvenez pas à télécharger une présentation, l’éditeur a peut-être supprimé le fichier de son serveur.Pendant le téléchargement, si vous ne parvenez pas à obtenir une présentation, le fichier a peut-être été supprimé par l’éditeur.

F I N

Plus de contenu associé

Transcription de la présentation
  1. Kelompok 3 • Aqil Qolby • Wahyu Setyo Utomo • Yana Prasetya Nugroho

  2. Link-state routing protocol link-state routing protocol adalah salah satu dari dua kelas utama protokol routing packet switching yang digunakan dalam jaringan untuk komunikasi komputer. Konsep dasar dari link-state routing adalah setiap node membangun sebuah peta konektivitas ke jaringan, dalam bentuk grafik, yang menunjukkan node yang terhubung ke node yang lain. Dalam link-state protocol informasi hanya melewati antar node yang saling terkait.

  3. Contoh protokol link state • Intermediate System Untuk Intermediate System (IS-IS), adalah protokol yang digunakan oleh perangkat jaringan (router) untuk menentukan rute terbaik melalui jaringan packet-switched. IS-IS adalah link-state routing protocol, artinya dia dpat beroperasi dengan andal di seluruh jaringan router. Setiap router kemudian secara mandiri membangun sebuah database topologi jaringan. Paket kemudian diteruskan berdasarkan jalur topologi terbaik melalui jaringan hingga sampai ke tujuan. • OSPF merupakan sebuah routing protokol berjenis IGP yang hanya dapat bekerja dalam jaringan internal suatu ogranisasi atau perusahaan. Jaringan internal maksudnya adalah jaringan di mana Anda masih memiliki hak untuk menggunakan, mengatur, dan memodifikasinya. Atau dengan kata lain, Anda masih memiliki hak administrasi terhadap jaringan tersebut. Jika Anda sudah tidak memiliki hak untuk menggunakan dan mengaturnya, maka jaringan tersebut dapat dikategorikan sebagai jaringan eksternal. Selain itu, OSPF juga merupakan routing protokol yang berstandar terbuka. Maksudnya adalah routing protokol ini bukan ciptaan dari vendor manapun. Dengan demikian, siapapun dapat menggunakannya, perangkat manapun dapat kompatibel dengannya, dan di manapun routing protokol ini dapat diimplementasikan.

  4. Perbedaan link state dan distance vector

  5. Keuntungan menggunakan link state • Waktu convergence lebih cepat karena update diforward segera • Tidak rentan terhadap routing loops • Tidak rentan terhadap informasi yang salah karena hanya informasi tangan pertama saja yang di broadcast

  6. Kerugian menggunakan link state • Algoritma Link State memerlukan power CPU dan memory yang tinggi untuk melakukan kalkulasi topology jaringan dan memilih route • Menaikkan traffic jika terjadi perubahan topology