Download
slide1 n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Suku batak PowerPoint Presentation

Suku batak

4798 Vues Download Presentation
Télécharger la présentation

Suku batak

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته Suku batak

  2. APA SAJA SIH YANG AKAN KITA BAHAS ???? SEJARAH SUKU BATAK SUB-SUKU BATAK KONSEP KEPERCAYAAN KONSEP TOROMBO KONSEP MANUSIA MITOLOGI ALAM,DEWA RITUAL PENGARUH AGAMA PENDATANG KESENIAN BUDAYA SUKU BATAK BENDA KRAMAT

  3. BatakadalahnamasukubangsadiIndonesia. SukuinibermukimdiSumatra Utara. SukuBatakiniberdiasporakeberbagaipenjuru Indonesia Apakah suku batak itu??

  4. ASAL PENDUDUK SUKU BATAK Pantai barat pulau sumatra pantaiTimurpulau Sumatera

  5. Sejarah suku batak

  6. Sejarah suku batak Aceh timur Kerajaan haru PANTAI TIMUR SUMATRA Kerajaan Tamiang

  7. masyarakat proto batakadalahsekelompokmanusia yang telahmempunyaikebudayan yang telahdipengaruhi agama hindudan agama animisme yang relatipsulitdimasukiajaran agama islampadazamandahulu. padamulanyasukubatakadalahhidupnomade (manusia yang tingkatkebudayaannyahidupdarimemunguthasiltumbuhansecaraalamidanmenangkapikansertaberburubinatang/burungdantempattinggalberpindah-pindah), kemudianberkembangketingkatbudayapertanianberpindah-pindah, pertaniantradisionaldanhinggapertanian modern (sekarang). Asal-usul sub-sukubatak (proto batak)

  8. Sub suku batak PROTO BATAK SELATAN PROTO BATAK UTARA

  9. PAKPAK PROTO BATAK UTARA KARO ALAS/ GAYO

  10. TOBA ANKOLA MANDAILING SIMALUNGUN PROTO BATAK SELATAN

  11. AGAMA ASLI SUKU BATAK PELEBEGU PARMALIM SOMALAING

  12. Pembawa :guru somalaing pardede (seorang dukun, mantanpanglimaperang rajasisingamangaraja xii ajaran : menyembah debata (dewa) ritual : membakar dupa, memercikan asam ke tubuh untuk penyucian.Benda keramat: jimat sebagai penangkal roh-roh jahat yang dipakai sebagai kalungagama somailing mulai meredup saat guru somailing di tangkap oleh belanda dan dibuang ke sulawesi. AGAMA SOMALAING

  13. Terkadang mereka bernyanyi untuk memuji Debata, begini lagunya:Tole ale dongan, tole tapuji-puji, (Mari teman, kita memuji-muji)Tuan Jahowa Debata, na sanggap nabadia,(Tuhan Pencipta, yg Suci Mulia)Na sohalompoan i, Illuya.(Tuhan yg agung, Illuya/Halleluya).Tole ale dongan, tole tapuji-puji,(Mari teman, kita memuji-muji)Guru Somalaing, Na pinaranggi ni Tuan,(Guru Somalaing, tg diperadikan Tuan).

  14. : Agama Parmalim percaya kepada Tuhan yang Esa yang disebut "Debata Mulajadi Nabolon". Oppu Mula Jadi Nabolon dipercaya sebagai pencipta alam semesta yang tak berwujud. Dia mengutus manusia sebagai perantaranya, yaitu Raja Sisingamangaraja, yang juga dikenal dengan Raja Nasiak Bagi. Raja Nasiak Bagi adalah istilah untuk kesucian atau hamalimon serta jasa-jasa sang raja hingga akhir hayat yang tetap setia mengayomi Bangsa Batak. Ada 3 (tiga ) tokoh yang sangat berperan dalam Agama Parmalim yaitu:

  15. Sisingamangaraja XII Guru Somalaing Pardede Tiga tokoh agama parmalim Raja MuliaNaipospos

  16. IBADAH AGAMA PARMALIM Parmalim melaksanakan upacara (ritual) Patik Ni Ugamo Malim untuk mengetahui kesalahan dan dosa, serta memohon ampun dari Tuhan Yang Maha Esa yang diikuti dengan bergiat melaksanakan kebaikan dan penghayatan semua aturan Ugamo Malim. Sejak lahir hingga ajal tiba, seorang “Parmalim” wajib mengikuti 7 aturan Ugamo Malim dengan melakukan ritual (doa).

  17. 7 ATURAN UGAMO MALIM 1. Martutuaek (kelahiran) 2. Pasahat Tondi (kematian) 3. Mararisantu (peribadatan setiap hari sabtu) 4. Mardebata (peribadatan atas niat seseorang) 5. Mangan Mapaet (peribadatan memohon penghapusan dosa) 6. Sipaha Sade (peribadatan hari memperingati kelahiran Tuhan Simarimbulubosi) 7. Sipaha Lima (peribadatan hari persembahan / kurban)

  18. AJARAN ETIKA AGAMA PARMALIM menjunjung tinggi nilai – nilai kemanusiaan menghormati dan mencintai sesama manusia menyantuni fakir miskin tidak boleh berbohong tidak boleh memfitnah tidak boleh berzinah tidak boleh mencuri, dan lain sebagainya.

  19. Hal-hal Yang Diharamkan Seorang “Parmalim” juga diharamkan memakan: Daging babi Daging anjing Binatang liar Binatang yang berdarah

  20. Tempat ibadah Umat Parmalim disebut Bale Pasogit Jika melihat fisik bangunan rumah ibadah Parmalim, Bentuk bangunan Bale Pasogit menyerupai gereja pada umumnya. Namun, dilengkapi lapangan yang cukup luas yang digunakan umat Parmalim merayakan hari besar mereka. maka pada atap bangunan terdapat lambang tiga ekor ayam. Lambang Tiga ayam ini punya warna yang berbeda, yaitu hitam lambang kebenaran, putih lambang kesucian dan merah lambang kekuatan atau kekuasaan. merupakan lambang ”partondion” (keimanan). Konon, menurut ajaran Parmalim, ada tiga partondian yang pertama kali diturunkan Debata ke Tanah Batak, yaitu Batara Guru, Debata Sori dan Bala Bulan. Sementara ayam merupakan salah satu hewan persembahan (kurban) kepada Debata.

  21. Kesimpulantentang Agama Parmalim 1. Tuhan: Mulajadi Na Bolon (Yang Maha Besar tempat semua makhluk berasal) 2. Tempat Ibadah: Bale Parpitaan dan Bale Partonggoan 3. Kita Suci: Tumbaga Holing 4. Pembawa Agama/Tokoh Spiritual: Raja Uti 5. Pantangan: Riba, Makan Darah, Babi dan Anjing serta Monyet 6. Hari Suci: Sabtu 7. Pertama kali berdiri: 497 Masehi atau 1450 tahun Batak

  22. Sebelummasuknyapengaruh agama Hindu, Islam, dan Kristen ketanahBatak, orangBatakpadamulanyabelummengenalnamadanistilah ‘dewa-dewa.’ KONSEP KEPERCAYAAN Arwah leluhur Mereka percaya terhadap Benda-benda keramat Tempat-tempat sakral

  23. Kepercayaan pada leluhur orangbatakpercayakepadaarwahleluhur yang dapatmenyebabkanbeberapapenyakitataumalapetakakepadamanusia. penghormatandanpenyembahandilakukankepadaarwahleluhurakanmendatangkankeselamatan, kesejahteraanbagiorangtersebutmaupunpadaketurunan. kuasa-kuasainilah yang paling ditakutidalamkehidupanorangbatakdiduniainidan yang sangatdekatsekalidenganaktifitasmanusia.

  24. Ompu na bolon adalah (nenek/kakek yang maha besar)dan bukansalahsatudewaatautuhantetapidiaadalah yang telahdahuludilahirkansebagainenekmoyangorangbatak yang memilikikemampuanluarbiasadanjugamenciptakanadatbagimanusia. tetapisetelahmasuknyakepercayaandanistilahluarkhususnya agama hindu; ompunaboloninidijadikansebagaidewa yang dipujaorangbatakkunosebagainenek/kakek yang memilikikemampuanluarbiasa. Siapa sih Ompu Na Bolon itu????

  25. MENURUT SEGI WILAYAH KABUPATEN KARO KABUPATEN SIMALUNGUN MEREKA MENDIAMI KABUPATEN DAIRI KABUPATEN TAPANULI UTARA KABUPATEN ASAHAN

  26. MENURUT GARIS KETURUNAN (GENEALOGI) MARGA SIREGAR LUBIS HASIBUAN BATU BARA

  27. Masyarakat Batak memiliki falsafah, azas sekaligus sebagai struktur dan sistem dalam kemasyarakatan (kekerabatan)nya yakni Tungku nan Tiga atau dalam Bahasa Batak Toba disebut Dalihan na Tolu, yakni Hula-hula, Dongan Tubu dan Boru ditambah Sihal-sihal. FALSAFAH DAN SISTEM KEMASYARAKATAN

  28. A 1. Ajartambun 2. Akarbejadi3. Ambarita4. Angkat5. Aretha6. Aritonang7. Aruan B 8. Bako9. Banjarnahor10. Banuarea11. Barasa12. Bagariang13. Bakkara14. Bangun15. Barus16. Barutu17. Batubara18. Butarbutar19. Bukit20. Brahmana21. Bancin22. Boliala23. Buaton C24. Capah25. Cibro G32. Ginting33. Girsang34. Gultom35. Gurning36. Gurusinga37. Gajah Marga-marga yang ada pada seluruh suku batak D26. Dalimunthe27. Debataraja28. Daulay29. Doloksaribu30. Depari31. Damanik A

  29. Horas...Sombamarhula hula, Manatmardongantubu, Elekmarboru.. Asal Usul Marga-Marga Batak dari Si Raja Batak

  30. SI RAJA BATAK mempunyai 2 orang putra, yaitu : 1. GURU TATEA BULAN. 2. RAJA ISOMBAON.GURU TATEA BULAN Dari istrinya yang bernama SI BORU BASO BURNING, GURU TATEA BULAN memperoleh 5 orang putra dan 4 orang putri, yaitu :

  31. SI BORU BASO BURNING VS GURU TATEA BULAN - Putri- 1. SI BORU PAREME, kawin dengan TUAN SARIBURAJA. 2. SI BORU ANTING SABUNGAN, kawin dengan TUAN SORIMANGARAJA, putra RAJA ISOMBAON. 3. SI BORU BIDING LAUT, juga kawin dengan TUAN SORIMANGARAJA. 4. SI BORU NAN TINJO, tidak kawin (banci). -Putra- a. SI RAJA BIAK-BIAK, pergi ke daerah Aceh. b. TUAN SARIBURAJA. c. LIMBONG MULANA. d. SAGALA RAJA. e. MALAU RAJA.

  32. TATEA BULAN artinya "TERTAYANG BULAN" = "TERTATANG BULAN". RAJA ISOMBAON (RAJA ISUMBAON) RAJA ISOMBAON artinya RAJA YANG DISEMBAH. Isombaon kata dasarnya somba (sembah). Semua keturunan SI RAJA BATAK dapat dibagi atas 2 golongan besar : a. Golongan TATEA BULAN = Golongan Bulan = Golongan (Pemberi) Perempuan. Disebut juga GOLONGAN HULA-HULA = MARGA LONTUNG. b. Golongan ISOMBAON = Golongan Matahari = Golongan Laki-laki. Disebut juga GOLONGAN BORU = MARGA SUMBA.

  33. Kedua golongan tersebut dilambangkan dalam bendera Batak (bendera SI SINGAMANGARAJA), dengan gambar matahari dan bulan. Jadi, gambar matahari dan bulan dalam bendera tersebut melambangkan seluruh keturunan SI RAJA BATAK.

  34. Marga-marga yang ada pada seluruh suku batak H38. Harianja39. Harahap40. Hasibuan41. Hasugian42. Hotmatua43. Hutabarat44. Hutagaol45. Hutahaean46. Hutajulu47. Hutasoit48. Hutapea49. Hutasuhut50. Hutauruk51. Hutagalung K52. Kaban53. Kacaribu54. Kacinambun55. Karokaro56. Kasilan57. Keloko58. Kembaren59. Ketaren60. Kudadiri61. Karo62. Karosekali63. Kombara L64. Limbong65. Lingga66. Lubis67. Lumbanbatu68. Lumbangaol69. Lumbannahor70. Lumbanpea71. Lumbanraja72. Lumbansiantar73. Lumbantoruan74. Lumbantungkup M75. Malau76. Manalu77. Manik78. Manullang79. Manurung80. Marbun81. Marpaung82. Matondang83. Meliala84. Munthe85. Manihuruk

  35. Marga-marga yang ada pada seluruh suku batak N86. Nababan87. Nadapdap88. Nadeak89. Naibaho90. Naiborhu91. Nainggolan92. Naipospos93. Napitupulu94. Nasution95. Napitupulu P 97. Padang98. Pakpahan99. Pandia100. Pandiangan101. Pane102. Pangaribuan103. Panggabean104. Panjaitan105. Parapat106. Pardede107. Pardomuan108. Pardosi109. Pasaribu110. Perangin-angin111. Pinem112. Pohan113. Pulungan114. Purba R115. Rambe116. Rajagukguk117. Rangkuti118. Ritonga119. Rumahorbo120. Rumapea121. Rumasingap122. Rumasondi 129. Sarumpaet130. Sembiring131. Siadari132. Siagian133. Siahaan134. Siallagan135. Siambaton136. Sianipar137. Sianturi 138. Sibabiat139. Sibagariang140. Sibangebange141. Sibarani142. Sibayang143. Sibero144. Siboro145. Siburian146. Sibuea147. Sibutarbutar S123. Sagala124. Saing125. Samosir126. Saragi127. Saragih128. Saruksuk O96. Ompu Sunggu

  36. 148. Sidabalok149. Sidabutar150. Sidabungke151. Sidahapintu152. Sidauruk153. Sigalingging154. Sihaloho155. Sihite156. Sihombing157. Sihotang158. Sijabat159. Silaban160. Silaen161. Silalahi162. Silitonga163. SinaBang164. Simalango165. Simamora166. Simandalahi167. Simangunsong 168. Simanjorang169. Simanjuntak170. Simanungkalit171. Simaremare172. Simargolang173. Simarmata174. Simatupang175. Simbolon176. Simorangkir177. Sinabariba178. Sinaga179. Sinambela180. Singarimbun181. Sinuhaji182. Sinulingga183. Sinukaban184. Sinukapar185. Sinupayung186. Sinurat187. Sipahutar 188. Sipayung189. Sirait190. Siregar191. Siringo-ringo192. Sitanggang193. Sitepu194. Sitindaon195. Sitinjak196. Sitohang197. Sitompul198. Sitorus199. Situmeang200. Situmorang201. Situngkir202. Solia203. Solin204. Sormin205. Sukatendal206. Surbakti207. Sinuraya208. Silitonga Marga-marga yang ada pada seluruh suku batak

  37. T209. Tamba210. Tambun211. Tambunan212. Tampubolon213. Tanjung214. Tarigan215. Tarihoran216. Tinambunan217. Tinendung218. Tobing219. Togatorop220. Togar221. Torong222. Tumangger223. Tumanggor224. Turnip225. Turutan226. Tigalingga U227. Ujung Marga-marga yang ada pada seluruh suku batak

  38. 1. hula-hula: pihak keluarga dari isteri. hula-hula ini menempati posisi yang paling dihormati dalam pergaulan dan adat-istiadat batak(semuasub-sukubatak). 2. dongan tubu/kahanggi disebut juga dongan sabutuha : saudara laki-laki satu marga. arti harfiahnya lahir dari perut yang sama. mereka ini seperti batang pohon yang saling berdekatan, saling menopang, walaupun karena saking dekatnya terkadang saling gesek. namun pertikaian tidak membuat hubungan satu marga bisaterpisah. 3. boru/anak boru : pihak keluarga yang mengambil isteri dari suatu marga (keluarga lain). boru ini menempati posisi paling rendah sebagai 'parhobas' atau pelayan baik dalam pergaulan sehari-hari maupun (terutama) dalam setiap upacara adat. namun walaupun burfungsi sebagai pelayan bukan berarti bisa diperlakukan dengan semena-mena. melainkan pihak boru harus diambil hatinya, dibujuk, diistilahkan: elek marboru.

  39. HINDU:pengaruhhindujugameresapketanahbatak, denganditemukannyasekitar 300 kataygberasaldaribhs.sanskritygdipakaidalamistilahastrologi, magik, dankehidupansehari-harisepertikata: raja, marga, debata, dll. KRISTEN PROTESTAN : yang disiarkanolehmisionarisjerman, nomensenpadatahun1863. gereja yang pertamaberdiriadalahhkbp (huriakristenbatakprotestan) dihuta dame, tarutung. saatinigerejahkbptelahtersebardiseluruhindonesia. sebelumsukubatakmenganut agama kristenprotestan, merekamempunyaisistemkepercayaandanreligitentangmulajadinabolon yang memilikikekuasaandiataslangitdanpancarankekuasaan-nyaterwujuddalamdebatanatolu.ISLAM : untuk agama islam tidak terlalu jelas siapa yang membawa ke daerah sumatra utara. tetapi yang jelas orang batak lebih banyak menganut agama kristen. PENGARUH AGAMA PENDATANG

  40. Tondi : adalahjiwaataurohseseorang yang merupakankekuatan, olehkarenaitutondimemberinyawakepadamanusia.Sahala : adalahjiwaataurohkekuatan yang dimilikiseseorang. Semuaorangmemilikitondi, tetapitidaksemuaorangmemilikisahala. Sahalasamadengansumanta, tuahataukesaktian yang dimilikipara raja atau hula-hula.Begu : adalahtondiorangtelahmeninggal, yang tingkahlakunyasamadengantingkahlakumanusia, hanyamunculpadawaktumalam. TONDI SAHALA BEGU kONSEP JIWA DAN ROH

  41. UPACARA KEMATIAN mati tua (mate saur matua) adalah dambaan orang batak. Karena sudah dapat menikahkan anak dan mendapat cucu Mati dalam kandungan (mate di bortian) tidak dapat perlakuan adat akan tetapi langsung dikuburkan tanpa peti mati Yang dapat perlakuan adat pada kematian adalah: mati ketika masih bayi (mate poso-poso) mati saat anak-anak (mate dakdanak) mati saat remaja (mate bulung) mati saat sudah dewasa t api belum menikah (mate ponggol) Upacara semakin bersyarat Telah berumah tangga namun belum mempunyai anak (mate di paralang-alangan / mate punu) Telah berumah tangga dengan meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil (mate mangkar) Telah memiliki anak-anak yang sudah dewasa, bahkan sudah ada yang kawin, namun belum bercucu (mate hatungganeon) Telah memiliki cucu, namun masih ada anaknya yang belum menikah (mate sari matua) Telah bercucu tidak harus dari semua anak-anaknya (mate saur matua)

  42. Persiapan Ketika seseorang masyarakat Batak mati saur matua, maka sewajarnya pihak-pihak kerabat sesegera mungkin mengadakan musyawarah keluarga (martonggo raja), membahas persiapan pengadaan upacara saur matua. Pihak-pihak kerabat terdiri dari unsur-unsur dalihan natolu. Dalihan natolu adalah sistem hubungan sosial masyarakat Batak, terdiri dari tiga kelompok unsur kekerabatan, yaitu : pihak hula-hula (kelompok orang keluarga marga pihak istri), pihak dongan tubu (kelompok orang-orang yaitu : teman atau saudara semarga), dan pihak boru (kelompok orang-orang dari pihak marga suami dari masing-masing saudara perempuan kita, keluarga perempuan pihak ayah). Martonggo raja dilaksanakan oleh seluruh pihak di halaman luar rumah duka, pada sore hari sampai selesai. Pihak masyarakat setempat (dongan sahuta) turut hadir sebagai pendengar dalam rapat (biasanya akan turut membantu dalam penyelenggaraan upacara). Rapat membahas penentuan waktu pelaksanaan upacara, lokasi pemakaman, acara adat sesudah penguburan, dan keperluan teknis upacara dengan pembagian tugas masing-masing. Keperluan teknis menyangkut penyediaan peralatan upacara seperti: pengadaan peti mati, penyewaan alat musik beserta pemain musik, alat-alat makan beserta hidangan buat yang menghadiri upacara,

  43. Pelasanaan upacara Pelaksanaan upacara bergantung pada lamanya mayat disemayamkan. Idealnya diadakan ketika seluruh putra-putri orang yang mati saur matua dan pihak hula-hula telah hadir. upacara saur matua dilaksanakan pada siang hari, di ruangan terbuka yang cukup luas (idealnya dihalaman rumah duka). Jenazah yang telah dimasukkan kedalam peti mati diletakkan ditengah-tengah seluruh anak dan cucu posisi peti bagian kaki mengarah ke pintu keluar rumah. Disebelah kanan peti jenazah adalah anak-anak lelaki dengan para istri dan anaknya masing-masing, dan disebelah kiri adalah anak-anak perempuan dengan para suami dan anaknya masing-masing. Memberi jamuan berupa nasi dan lauk sapi atau babi Setelah jamuan makan, dilakukan ritual pembagian jambar (hak bagian atau hak perolehan dari milik bersama) Jambar terdiri dari empat jenis berupa : juhut (daging), hepeng (uang), tor-tor (tari), dan hata (Marbun&Hutapea) Secara universal, pembagian jambar juhut itu adalah: 1.Kepala (ulu) untuk raja adat (pada masa sekarang adalah pembawa acara selama upacara), 2.Leher (rungkung atau tanggalan) untuk pihak boru, 3.Paha dan kaki (soit) untuk dongan sabutuha, 4.Punggung dan rusuk (somba-somba) untuk hula-hula, 5.Bagian belakang (ihur-ihur) untuk hasuhuton.

  44. Pembagian juhut,hepeng,dan olus

  45. ritual pelaksanaan jambar hata masing-masing pihak memberikan kata penghiburan kepada anak-anak orang yang mati saur matua (pihak hasuhuton). Urutan kata dimulai dari hula-hula, dilanjutkan dengan dongan sahuta, kemudian boru / bere, dan terakhir dongan sabutuha. Setiap pergantian kata penghiburan, diselingi ritual jambar tor-tor, yaitu ritus manortor (menarikan tarian tor-tor). Tor-tor adalah tarian tradisional khas Batak. Tarian tor-tor biasanya diiringi musik dari gondang sabangunan (alat musik tradisional khas Batak). Gondang sabangunan adalah orkes musik tradisional Batak, terdiri dari seperangkat instrumen yakni : 4 ogung, 1 hesek , 5 taganing, 1 odap, 1 gondang, 1 sarune.

  46. Urutan musik gondang

  47. Jenazah didalam peti dikelilingi oleh para keturunannyasalah satu gerak tor-tor tengahpenguburan diserahkan kepihak geraja

  48. Kesenian suku batak • Seni Tari yaitu Tari Tor-tor (bersifat magis); Tari serampang dua belas (bersifat hiburan). • Alat Musik tradisional : Gong; Saga-saga. • Hasil kerajinan tenun dari suku batak adalah kain ulos. Kain ini selalu ditampilkan dalam upacara perkawinan, mendirikan rumah, upacara kematian, penyerahan harta warisan, menyambut tamu yang dihormati dan upacara menari Tor-tor. Kain adat sesuai dengan sistem keyakinan yang diwariskan nenek moyang .