Download
penanganan pasca panen buah buahan n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
PENANGANAN PASCA PANEN BUAH-BUAHAN PowerPoint Presentation
Download Presentation
PENANGANAN PASCA PANEN BUAH-BUAHAN

PENANGANAN PASCA PANEN BUAH-BUAHAN

1138 Views Download Presentation
Download Presentation

PENANGANAN PASCA PANEN BUAH-BUAHAN

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. PENANGANAN PASCA PANEN BUAH-BUAHAN Kalimantan Selatan kaya dengan berbagai jenis buah-buahan: masing-masing mempunyai kekhasan warna, rasa dan aroma, contohnya : pisang, langsat, rambutan, jeruk, semangka, durian, papakin, kasturi Buah-buahan ini ada yang bersifat musiman ataupun tidak musiman.

  2. periode pasca panen buah menunjukkan penurunan kualitas secara bertahap sejalan dengan berlangsungnya transpirasi, respirasi dan sejumlah perubahan biokimiawi dan fisiologis lainnya, dan diakhiri dengan pembusukan oleh mikroorganisme • Hal ini menyebabkan hasil panen banyak yang terbuang atau terjadi kemerosotan mutu, yang pada akhirnya akan mengakibatkan pendapatan (keuntungan) akan menurun.

  3. Penurunan mutu buah-buahan pasca panen disebabkan oleh beberapa hal, yaitu : • proses-proses biologis • Kegiatan mikroorganisme • Berkembangnya hama gudang • Kerusakan fisik/mekanis Kerusakan yang terjadi pada hasil buah-buahan dapat mengakibatkan kehilangan bobot, mutu, harga, keamanan, pasar dan kepercayaan, Kehilangan pasca panen buah-buahan segar diperkirakan berkisar antara 25-80 %,

  4. Pengananan Pasca Panen Buah-Buahan • Penanganan pasca panen dimulai sejak komoditi itu dipanen sampai dengan pengolahan • Tujuan penanganan pasca panen secara umum adalah untuk melindungi hasil panen yang sifatnya mudah rusak dengan memperkecil kehilangan dan kerusakan • Tujuan penanganan pasca panen secara khusus adalah agar hasil panen tetap segar dan baik mutunya, sifat-sifat hasil panen lebih menarik (warna, rasa dan aroma), memenuhi standar perdagangan baik konsumen individu atau industri, mutu selalu terjamin untuk bahan baku industri, dapat diawetkan dengan mutu yang tetap.

  5. Kegiatan pada saat panen • Pemanenan adalah mengambil sebagian atau seluruh bagian tanaman. • Penentuan waktu panen. Ditentukan berdasarkan beberapa pertimbangan, yaitu : tingkat kemasakan (kemasakan fisiologis atau kemasakan komersial), jarak antara produsen dan konsumen, sifat-sifat buah dan bentuk buah tersebut dikonsumsi. • Cara panen harus dapat mencegah terjadinya kerusakan atau luka. Cara panen dapat dilakukan dengan memotong, memetik dan lain-lain. • Alat panen Bisa dilakukan oleh manusia dengan alat bantu seperti gunting, pisau, keranjang dan galah. Pemanenan bisa juga dilakukan dengan mesin.

  6. Kegiatan pasca panen • Sortasi Tujuan sortasi adalah memisahkan buah yang baik dengan buah yang jelek yaitu buah-buahan yang telah mengalami pembusukan atau kerusakan fisik akibat penguapan atau serangan hama dan penyakit. Dalam kegiatan ini bisa dilakukan pencucian buah, sebelum atau sesudah sortasi. Pencucian bertujuan untuk mengurangi kotoran dan mikroba yang menempel pada buah. • Grading (pengkelasan) Grading digunakan sebagai cara untuk melihat mutu produk yang pada akhirnya akan berkaitan dengan harga jual. Grading dilakukan berdasarkan umur, ukuran, warna dan lain-lain.

  7. Pengemasan Pengemasan dimaksudkan untuk melindungi produk dari kerusakan (fisik) dan memudahkan dalam pengangkutan dan distribusi. Pengemasan sudah dimulai sejak pemanenan sampai dengan produk olahnya. Beberapa persyaratan alat kemas untuk buah-buahan segar adalah dapat melindungi dari kerusakan fisik, memperkecil kehilangan air, dapat mengatur suhu (ventilasi), mudah beradaptasi dan harus sesuai dengan sistem dan jenis komoditi. • Bahan untuk alat kemas bisa karton, kayu, bambu, serat, platik dan lain-lain.

  8. Penyimpanan Penyimpanan bentujuan untuk memperpanjang daya simpan dengan cara memperlambat aktivitas fisiologis, menghambat perkembangan mikrobia perusak dan memperkecil penguapan. kondisi penyimpanan perlu diperhatikan yang meliputi suhu, kelembaban, komposisi udara dan tekanan. Untuk buah segar penyimpanan sebaiknya menggunakan suhu rendah dan kelembaban tinggi untuk mengurangi terjadinya transpirasi. Dapatditambahkan bahan-bahan yang dapat menghambat atau memacu proses pematangan. • Pengangkutan . Alat angkut bisa apa saja, tetapi harus bisa bergerak cepat dan tidak menyebabkan kerusakan fisik.

  9. Pengolahan Pengolahan adalah proses perubahan bentuk dari bahan mentah menjadi bahan pangan, perubahan yang terjadi bisa fisik, kimia atau biokimia . Tujuan pengolahan adalah mengawetkan bahan pangan sedemikian rupa sehingga bahan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama. Dengan pengolahan buah-buahan yang melimpah atau tidak memenuhi standar mutu dapat diolah menjadi produk yang lebih awet dan nilai ekonomis yang lebih tinggi.

  10. Mutu Buah-buahan • Buah-buahan umumnya dikonsumsi dalam bentuk segar yang mutunya dinilai oleh konsumen secara visual, yaitu dengan alat indera. • Mutu hasil buah-buahan ditentukan oleh :penampilan/kenampakan (bentuk dan ukuran, warna dan tingkat kesegaran), kondisi dan tidak adanya cacat, tekstur, citarasa dan nilai gizi (secara visual nilai gizi tidak bisa dinilai). Penutup • Pengananan pasca panen buah-buahan memang harus dilakukan untuk mengurangi kehilangan pasca panen yang cukup besar dan kerugian yang ditimbulkan akibat rusak/busuknya hasil panen buah-buahan