Download
diskusi topik 2 modul praktik klinik psikiatri kelompok e n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Diskusi Topik 2 Modul Praktik Klinik Psikiatri Kelompok E PowerPoint Presentation
Download Presentation
Diskusi Topik 2 Modul Praktik Klinik Psikiatri Kelompok E

Diskusi Topik 2 Modul Praktik Klinik Psikiatri Kelompok E

159 Views Download Presentation
Download Presentation

Diskusi Topik 2 Modul Praktik Klinik Psikiatri Kelompok E

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. Diskusi Topik 2Modul Praktik Klinik PsikiatriKelompok E Christopher Rico A Deriyan Sukma W Farah Asyuri

  2. Identitas • Nama : Ny. V • Usia : 48 tahun

  3. Keluhan Utama • Pasien tidak tidur dan tidak merasa ngantuk sejak 3 hari yang lalu

  4. Riwayat Gangguan Sekarang • Sejak 1 minggu yang lalu pasien tidak mau minum obat karena sudah merasa sehat, dan sejak itu mulai terlihat perubahan perilaku seperti, bicara dan tertawa banyak yang sulit dimengerti, keluar masuk kelas anaknya sambil merokok. • Selain itu pasien memiliki ketakutan bahwa suami ingin menculik anaknya dan berbuat jahat kepadanya. Pasien yakin suami akan menceraikan dan mencari istri baru • Sejak 3 hari yang lalu, pasien tidak tidur dan tidak merasa ngantuk. Pasien hanya merokok, menyanyi keras, dan berbicara sendiri

  5. Riwayat Gangguan Dahulu • Dulu pasien pernah bekerja sebagai PNS dan berhenti karena merasa yakin bahwa temannya kantornya merasa iri pada dirinya yang pintar, cantik, dan dipercaya atasan. • Pasien sakit sejak usia 22 tahun • Pasien telah mengalami perawatan di RSCM sebanyak 8 kali • Pasien pulang setelah mengalami perawatan terakhir 3 minggu yang lalu

  6. Tanda dan Gejala • Mood dan Afek: • Mood: hipertim (perlu dieksplorasi) • Afek: menyempit • Pembicaraan: • Logorrhea • Persepsi: • Perlu dieksplorasi lebih lanjut (ada kemungkinan halusinasi) • Pikiran: • Proses dan bentuk pikir: asosiasi longgar • Isi pikir: waham kejar • Tilikan: 1

  7. Masalah Biopsikososial • Pasien sudah menikah tetapi tidak tinggal bersama suami, tetapi tinggal bersama ibunya yang berumur 68 tahun dan anak perempuannya yang berumur 16 tahun • Biaya pengobatan ditanggung suami

  8. Diagnosis Multiaksial • Aksis I : Diagnosis kerja: schizoafektif tipe manik (F25.0) Diagnosis banding: Schizophrenia paranoid (F20.0) • Aksis II : belum ditemukan • Aksis III : belum ditemukan • Aksis IV : terpisahnya tempat tinggal dengan suami • Aksis V : GAF: 35 (masih perlu dieksplorasi lebih lanjut)

  9. Peran Keluarga • Suami ikut membantu dalam penyembuhan gangguan jiwa pasien • Anak dan ibu diberikan edukasi tentang keadaan pasien sehingga dapat turut membantu pasien

  10. Tatalaksana • Psikofarmaka: antipsikosis generasi I Haloperidol Decanoas 50mg/cc IM • Psikoterapi suportif: mendukung fungsi pasien yang masih baik, mengeksplorasi potensi pasien untuk mengatasi wahamnya dan meningkatkan mekanisme defensif pasien • Rehabilitasi: rawat inap

  11. Sesi Tanya Jawab • Hanifah setuju dengan axis 1. tidak tidur, manik, tapi juga ada gejala skizofrenia. Afek belum bisa ditentukan apakah menyempit (karena bisa saja luas). Untuk proses pikirnya mungkin saja inkoheren. • Dwi Wicaksono. Afeknya terbatas (belum tau apakah luas atau tidak). Ini kan sebenernya udah dari umur 22 tahun. Apakah dia ini sudah mengonsumsi obat rutin dari dulu apa nggak? Karena penggunaan obat2an kronik kan bisa ngasih efek ke ginjal dan hati.

  12. Sesi Tanya Jawab • Herliani Dwi Putri Halim: apakah perlu dimasukkan ketidakpatuhan untuk minum obat ke dalam axis 4? Sepertinya diperlukan untuk dimasukkan jika memang hal tersebut memengaruhi prognosis dari pasien tersebut • Benzodiazepin ga boleh jangka panjang (1-3 bulan pasti terjadi toleransi)  apalagi yang short acting (alprazolam, dll). Kalo antidepressan, haloperidol nggak bikin toleransi. • Kalo gangguan psikotik, biasanya gangguan psikotiknya lebih dahulu muncul daripada gangguan moodnya. Kalo gangguan mood, biasanya gangguan mood lebih dahulu daripada gangguan psikotik. • Kalo gangguan manik udah lebih dari 1 kali, udah bisa dikatakan bipolar, meskipun depresinya belum muncul. Tapi gak berlaku buat depresi.