1 / 121

STRATEGI PREVENTIF DILAKUKAN DENGAN BEBERAPA CARA SECARA HIRARKI DENGAN :

shira
Télécharger la présentation

STRATEGI PREVENTIF DILAKUKAN DENGAN BEBERAPA CARA SECARA HIRARKI DENGAN :

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. MANAJEMEN RISIKO TERHADAP PELUANG DENGAN StrategipreventifSEBELUM RISIKO TERJADI HARUS ADA CARA-CARA PREVENTIF YANG DILAKUKAN SEDEMIKIAN RUPA SEHINGGA RISIKO TIDAK TERJADI. STRATEGI PREVENTIF DILAKUKAN APABILA PROBABILITAS RISIKO BESAR.STRATEGI PREVENTIF AKAN MEMBUAT SEDEMIKIAN RUPA SEHINGGA RISIKO-2 YANG BERADA PADA KUADRAN I BERGESER KE KUADRAN iiI DAN RISIKO-2 YANG BERADA DI KUADRAN II BERGESER KE KUADRAN IV

  2. STRATEGI PREVENTIF DILAKUKAN DENGAN BEBERAPA CARA SECARA HIRARKI DENGAN : 1. Melakukanrekayasateknik ( pendekatanteknik) 2. Membuat/ MemperbaikiSistemdanProsedurdanmengembangkan SDM lewatpendekatanadministrasi 3. Pemakaian APD

  3. MANAJEMEN RISIKO TERHADAP DAMPAKdengan STRATEGI MITIGASISTRATEGI MITIGASI ADALAH STRATEGI PENANGANAN RISIKO YANG DIMAKSUDKAN UNTUK MEMPERKECIL DAMPAK YANG DITIMBULKAN DARI RISIKOUpayaMemperkecil DAMPAK terjadinyadenganmenggunakanSTRATEGI MITIGASI, SEDEMIKIAN RUPA SEHINGGA RISIKO-2 YANG BERADA PADA KUADRAN iI BERGESER KE KUADRAN I DAN RISIKO-2 YANG BERADA DI KUADRAN IV BERGESER KE KUADRAN III

  4. STRATEGI MITIGASI DILAKUKAN DENGAN BEBERAPA CARA, DIANTARANYA : 1. Diversifikasi Strategi ini adalah dengan menempatkan asset di beberapa tempat sehingga jika salah satu tempat terkena musibah, tidak akan menghabiskan semua aset yang dimiliki.

  5. 2. Penggabungan ( Merger ) Contoh Merger beberapa bank saatreformasi yang colaps ( bangkrut ) bergabungmembentuk Bank Mandiri. Saatini Bank Mandirihampirsetaradengan BCA. 3. Pengalihanrisiko ( denganasuransi, outsourcing,dll) Asuransi: Denganmengasuransikanhartaperusahaan yang dampakrisikonyabesarberartisudahmengalihkan dampakrisikotersebutkepadapihakasuransi. Dengan asuransitidakakanmengurangiprobabilitasterjadinya risikotetapiakanmengurangidampakdaririsiko tersebut. Outsourcing : adalahcara lain untukmentransfer kerugiankepadapihak lain jikaterjadirisikoyaitu dengancara outsource, yaitucaradimanapekerjaan diberikankepadapihak lain untukmengerjakan sehinggakitatidakmenanggungkerugianseandainya pekerjaan yang dilakukangagal.

  6. CONTOH HUBUNGAN RISK ASSESSMENT DENGAN pengendalianrisikodi BEBERAPA perusahaan

  7. DITERAPKAN DI PT.SEMEN GRESIK (PERSERO), Tbk.)Tabel 2. petarisikodanpengendalian 5,0 4,5 PindahkanRisiko HindariRisiko 4,0 3,5 3,0 2,5 Konsekuensi 2,0 1,5 TerimaRisiko Tanganidenganpengendalian 1,0 0,5 0,0 0,5 1,0 1,5 2,0 2,5 3,0 3,5 4,0 4,5 5,0 Likelhood

  8. keterangan : konsekuensiSkore 1 : Tidakadacedera, kerugian material kecil (tidakcedera)Skore 2 : Cederaringan/P3K, kerugianmaterisedang (cederaringan)Skore 3 : Hilangharikerja, kerugiancukupbesar (hilangharikerja )Skore 4 : Cacat, kerugianmateribesar ( cacat ) Skore 5 : Kematian, kerugianmaterisangatbesar ( Kematian ) LIKELHOOD (PElUANG) 5 : Hampirpastiakanterjadi/ almost certain 4 : Cenderunguntukterjadi 3 : Mungkindapatterjadi 2 : Jarangkemungkinanterjadi/ unlikely 1 : Jarangterjadi ( rare )

  9. Penjelasan : 1. risk retention ( Terimarisiko )padarisiko yang tingkatnyarendah (tingkatkemungkinanrendahdantingkatkeparahankecil ), misalnyakerusakanpadaperalatan yang tidakmembahayakan. Risikodalamhaliniumumnyadapatdikelolaataudiatasiolehperusahaan.

  10. 2. risk transfer ( pindahkanrisiko )sebagaicontohterjadinyaperistiwapeledakanataubencana fatal lainnya yang meskipunjarangterjaditetapiberakibatsecaraserius (tingkatkemungkinanrendahdankeparahankecil). Dalamkeadaansepertiiniumumnyadilakukanpengalihanrisiko, misalnyamelaluiasuransui..

  11. 3. RISK REDUCTION (tanganidenganpengendalian) ATAU MENGURANGI RISIKO PADA KASUS YANG RELATIF SERING TERJADI TETAPI AKIBATNYA TIDAK MEMBAHAYAKAN ( TINGKAT KEMUNGKINA TINGGI, TINGKAT KEPARAHAN RENDAH ), MISALNYA KECELAKAAN KERJA YANG BERAKIBAT CEDERA RINGAN. PENERAPAN TEKNOLOGI PENGENDALIAN BIASANYA DILAKUKAN SEBAGAI UPAYA MENGURANGI RISIKO

  12. 4. RISK AVOIDANCE (hindaririsiko ) PADA KEMUNGKINAN DAN KEPARAHAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA YANG BERSIFAT FATAL, PENGGUNAAN BAHAN KIMIA YANG SANGAT BERACUN ( TINGKAT KEMUNGKINAN DAN TINGKAT KEPARAHAN TINGGI), PERLU MENGHINDARI ATAU MENGHILANGKAN PROSES PRODUKSI YANG BERBAHAYA ATAU MEMPERTIMBANGKAN MEMINDAHKAN RISIKO TERSEBUT BILA MEMUNGKINKAN.

  13. DITERAPKAN di PT. Indonesia Power Unit BisnisPembangkitan Perak Grati, 2009tabel 3. Panduanestimasitingkatrisiko

  14. Tingkat risikodantindakan yang dilakukan(PT. Indonesia Power Unit BisnisPembangkitan Perak Grati, 2009)tabel 4. Risk level dantindakandanskalawaktu RISK LEVEL TINDAKAN DAN SKALA WAKTU TRIVIAL Tidakmemerlukantindakanlebihlanjutdantidakmemerlukancatatanataudokumen TOLERABLE RISK Pengendaliantambahantidakdiperlukan. Hal yang perludiperhatikanadalahkepadajalankeluar yang lebihmenghematbiayaataupeningkatan yang tidakmemerlukanbiayatambahan yang besar. Pemantauandiperlukanuntukmemastikanbahwapengendaliandipeliharadanditerapkandenganbaikdanbenar MODERATE RISK Perlutindakanuntukmengurangirisiko, tetapibiayapencegahan yang diperlukanperludiperhitungkandengantelitidandibatasi. Pengukuranpenguranganrisikoperluditerapkanuntukjangkawaktutertentu SUBSTANSIAL RISK Pekerjaan tidak dilaksanakan sampai risiko telah direduksi. Perlu dipertimbangkan sumber daya yang akan dialokasikan untuk mereduksi risiko. Dimanarisikoadadalampelaksanaanpekerjaan, makatindakansegeradilakukan UNTOLERABLE RISK Pekerjaan tidak dilaksanakan atau dilanjutkan sampai risiko telah direduksi. Jika tidak memungkinkan untuk mereduksi risiko dengan sumber daya yang terbatas, maka pekerjaan tidak dapat dilaksanakan

  15. TINGKAT RISIKO DAN PELAKSANA/PEMILIKrisiko

  16. TINGKAT RISIKO DAN PELAKSANA/PEMILIK RISIKO Salah satu contoh Matriks Rangking Risiko Tentukan tingkat risiko bahaya secara kualitatif ( Low, Medium atau High ) di ruang kuliahmu saat ini dan di Lab K3 ? Impact Probability Ket : L = Low, M = Medium, S = Significant, H = High

  17. Perangkingan yang dilakukandiatashanyauntukkeperluanmenetapkanprioritaspenanganansertapembagianweWenangpelakusaja, misalkansbb :Risiko yang Low : akanditanganisecararutinolehpelaksana yang bersangkutanRisiko yang medium : Manajeryang bersangkutansudahharusturuntanganrisiko yang significant : general manager yang bersangkutansudahharusturuntanganrisiko yang high, top management sudahharusikutturuntangan

  18. PENERAPAN DI LAPANGANDi pt.semengresik, manajemenrisikoberadadibawahdireksi ( ESELON II )DI DEPARTEMEN KEUANGAN, SEBAGAI PELAKSANA RISIKO ATAU PEMILIK RISIKO ( PERMENKEU PASAL 2 AYAT 3) ADALAH UNIT ESELON Ii

  19. Contoh : Manajemen risiko pada struktur organisasi di PT.Semen Gresik ORGANISASI PENGELOLA RISIKO MILIK PT.SEMEN GRESIK (PERSERO) Tbk

  20. Denganmenelaahupaya-upayapengendalianrisikodiatas, selainpenurunanrisiko yang menjaditujuanutamapengendalianrisikoolehperusahaan, terkadangditemukanmasalahdarisetiapupayapengendalianrisikotersebut. Dengankata lain setiapaktivitaskegiatanterkadangmenimbulkanmasalahbaru. Olehkarenaitudiperlukanupayamanajemenrisiko yang didasariolehcirikhasdaridefinisimanajemenrisiko ( yaitumerupakanproses, sangatdinamisdandapatmemberikanumpanbalikatau feed back ) dalampengendalianrisikodanmasalah-masalah yang menyertainya

  21. PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DALAM strategipreventifdanmitigasi(sesuaicirikhasmanajemenrisiko )LEWAT PROSES SBB : 1. KomitmendanKebijakan 2. Perencanaan ( Plan ) 3. Penerapan ( Do ) 4. Pengukurandanevaluasi ( Check) 5. PeninjauanUlang ( Act ) PeningkatanBerkelanjutan

  22. Model PrinsipPenerapanManajemenRisiko (MR) Peningkatan Komitmen Berkelanjutan dan Kebijakan Peninjauan Peninjauan Ulang & Peningkatan Ulang & oleh manajemen Perencanaan ( Plan ) Peningkatan ( Act ) oleh manajemen Checking & Corrective Action Penerapan dan Operasi (Do) (Check)

  23. Prinsip 1 Komitmen dan Kebijakan “Sekarang, mari kita bicara pentingnya manajemen risiko di perusahaan” “Perusahaan perlumendefinisikankebijakanmanajemenrisikosertamenjaminkomitmennyaterhadappenerapanmanajemenrisiko ”

  24. Pengusaha & atau pengurus menunjukkan komitmennya melalui: • Membuat peraturan Penerapan Manajemen Risiko di Perusahaan • Diadakan unit Compliance Office For Risk Management yang bertugas • melaksanakan audit terhadap penerapan manajemen risiko • Diadakan unit Manajemen Risiko yang bertugas menerapkan dan • mengembangkan manajemen risiko di perusahaan Kepemimpinan dan komitmen

  25. Contoh : Manajemen risiko pada struktur organisasi di PT.Semen Gresik ORGANISASI PENGELOLA RISIKO MILIK PT.SEMEN GRESIK (PERSERO) Tbk

  26. Organisasi/Unit MR

  27. PenetapanKebijakanManajemenRisiko • Integrasidanrelevasi • Apakahkebijakanmencakupdansesuaidengan : • Pernyataanvisidanmisiperusahaan • Keseluruhansistemmanajemen • Kegiatan, produkdanjasa • Pertanggungjawaban • ApakahkebijakanMR menetapkantanggungjwbdlmhal ; • kemampuanutkmeninjauulangkomitmenkebijakan; • menyertakanpenanggungjawabMR • penetapantujuan & sasaranutkmenekankec. kerja • Mengalokasikansumberdayautkmemenuhitujuan & sasaran

  28. Konsultasi • Apakah kebijakan memberikan kesempatan konsultasi dg : • karyawan ; manajemen; kontraktor & subkontraktor; pemasok; klien; ahli independen • Pencegahan • apakah kebijkan mencakup kepatuhan terhadap : • Perundangan K3 yang relevan • Peraturan yg terkait • kriteria lain yang tidak selalu ,mempunyai pemenuhan terhadap hukum tetapi mempunyai aturan yang penting

  29. Contoh Visi & Misi Perusahaan PT. Semen Gresik yang mendukung program K3 VISI Menjadi perusahaan persemenan bertaraf internasional yang mampu memberikan nilai tambah bagi stakeholders dengan mengedepankan sinergi dan daya saing. MISI – Memproduksi, memperdagangkan semen dan produk terkait lainnya yang berorientasikan kepuasan konsumen dengan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan. – Mewujudkan manajemen perusahaan yang berstandar internasional dengan menjunjung tinggi etika bisnis, semangat kebersamaan, dan bertindak proaktif, efisien serta inovatif dalam berkarya. – Memiliki kemampuan bersaing dalam pasar semen domestik dan internasional. – Memberdayakan dan mensinergikan unit-unit usaha strategik untuk meningkatkan keuntungan secara berkesinambungan. – Memiliki komitmen terhadap peningkatan kesejahteraan stakeholders terutama pemegang saham, karyawan dan masyarakat sekitar.

  30. Contoh Kebijakan Perusahaan PT.Semen Gresik Kebijakan Perusahaan Semen Gresik : – Senantiasa memenuhi harapan dan kebutuhan konsumen serta mengutamakan mutu dan pengiriman tepat waktu. – Menekan upaya-upaya untuk meningkatkan efisiensi operasi, kapasitas dan utilisasi produksi, mengembangkan fasilitas distribusi & transportasi, mengamankan bahan baku dan energi untuk mengoptimalkan profit margin guna mempertahankan pertumbuhan usaha secara berkesinambungan. – Mengembangkan sinergi group melalui penyelarasan proses bisnis dan sumber daya dalam upaya peningkatan daya saing dan/atau dampak positif Perusahaan. – Mengelola dan mengendalikan seluruh kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi para pemangku kepentingan (stakeholders) dengan senantiasa menaati peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, melakukan pengelolaan lingkungan yang lebih baik, termasuk upaya pencegahan pencemaran, kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dengan selalu memperhatikan dampak penting, risiko dan praktek terbaik Good Corporate Governance (GCG) dalam mewujudkan perusahaan bertaraf Internasional.

  31. ContohKebijakan K3 PT. Macmahon

  32. KEBIJAKAN LINGKUNGANKESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (LK3)PT. KAYABA INDONESIA PT. Kayaba Indonesia adalah produsen Shock Absorber yang berlokasi di Kawasan Industri Pulogadung (Jakarta) dan Kawasan Industri MM 2100 (Bekasi). Kami bertekad untuk menjadi Perusahaan yang terbaik dalam hal Cost & Quality di Asia Pasific dan mengimplementasikan Sistem Manajemen LK3 untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan resiko K3 dari seluruh aktifitas kerja. Untuk mewujudkan misi tersebut, kami berkomitmen untuk : • Mencegah pencemaran lingkungan, kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, dan melakukan Continual Improvement. • Memenuhi peraturan perundangan LK3 dan persyaratan lainnya yang relevan. • Melakukan penghematan Sumber Daya Alam (SDA) dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Konsisteni pelaksanaan Kebijakan LK3 menjadi dasar seluruh aktifitas perusahaan serta menjadi tanggung jawab seluruh karyawan. Kebijakan LK3 ini akan direview secara berkala jika perubahan kondisi dan dampak dari kegiatan, produk dan jasa. Kebijakan LK3 ini terbuka untuk masyarakat umum. Jakarta, 14 November 2003 ttd/cap Ir. Janto Pangestu President Director ttd/cap K. Ichinose Vice President Director

  33. Prinsip2 : Perencanaan Yang perludiperhatikandalamPerencanaanadalahidentifikasisumberdaya,penilaian & pengendalianrisikosertatinjauanawalterhadap K3

  34. Perencanaanmeliputi : identifikasi bahaya, penilaian & pengendalian resiko dari kegiatan, produk Pemenuhan peraturan perundangan tujuan dan sasaran yg smart menggunakan indikator kinerja ukt penilaian kinerja K3 dan infromasi keberhasilan pencapaian SMK3 menetapkan sistem pertanggungjawaban dan sarana pencapaian kebijakan K3 perencanaan hasil yang terdefinisi dan terukur

  35. Perencanaan MANAJEMEN RISIKO • Identifikasisumber • bahaya • Penilaianrisiko • Pengendalianrisiko • PEMENUHAN • Perundangan K3 • Standar K3 • PedomanTeknis • K3 • Aturan K3 lainnya PROGRAM K3 SMART SpesificMeasureableAchieveableReasonableTime bond

  36. 1. Identifikasisumberbahayadanpenilaianrisiko/ Tingkat Risiko (berdasarkan risk assessment) Contoh : Kasusdi PT. Semen GresikLokasi : Produksi semenRisikoBahaya: KebakaranLikelhood : 3Konsekuensi : 4 Kesimpulan : KarakterisitkRisikoberadapadaposisiSignificant.

  37. 2. MengendalikanrisikoUpayapengendalianrisikodilaksanakanberdasarkanposisirisiko. ContohbilapadapenilaianrisikoskorLikelhood 3 danskorkonsekuensi 4 makakarakteristikrisikotermasuk significant. TerkaitdenganpengendalianrisikomakaRisikoberadapadaposisiHindaririsikoatau Risk Avoidance ( lihatTabel 2 ). MakaManajemenrisikodilakukandenganmenghindariataumenghilangkanprosesproduksi yang berbahayaataumempertimbangkanmemindahkanrisikotersebutbilamemungkinkan.

  38. Pengendalian risiko kebakaran berdasarkan analisa manajemen risiko sbb : O Melakukan pemeriksaan kondisi tanki CO2 dan sistem CO2 line secara berkala (L), o Investasi Pfiser feeder dengan menaikkan kapasitas dari 24 TPH menjadi 32 TPH (L), o Penggatian nozle di burner IDO (L).

  39. 3. PemenuhanPeraturanPerundang-undanganUpayapelaksanaanpengendalian yang dilakukanharusdidasariolehperaturanperundang-undangan yang berlaku. Peraturaninimulaidari UU, KeputusanPrsiden, PeraturanMenteri, KeputusanMenteri, PeraturanGubernur, KeputusanGubernur.

  40. Contoh-2 Peraturan yang berlakuterkaitpengendaliankebakaran • UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja • (Pasal-3: Syarat-syarat Keselamatan Kerja) • UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan • Pasal 86: Setiap pekerja berhak memperoleh perlindungan atas keelamatan dan kesehatan kerja • Permennaker 05/MEN/1996 tentang SMK3

  41. Kepmen No. 51/MEN/1999 tentang NAB faktorfisik • SE-Menaker No. SE-01/Men/1997 tentang NAB Faktor Kimia • Permenaker No. 4 Tahun 1980 TentangSyarat-syaratpemasangandanpemeliharaanapiringan • InstruksiMenaker RI No. 11 Tahun 1997 TentangPengawasanKhususPenanggulanganKebakaran

  42. APAR 4. STANDAR-2 DAN PEDOMAN TEKNIS YANG DIKELUARKAN OLEH INSTANSI TERTENTU CONTOH : STANDAR -2 UNTUK PENGENDLAIAN KEBAKARAN • ALAT PEMADAM API RINGAN • DAPAT DIOPERASIKAN SATU ORANG • UNTUK PEMADAMAN MULA KEBAKARAN • UKURAN API KECIL • HARUS SIAP PAKAI PADA WAKTUNYA • MUDAH DILIHAT DAN MUDAH DIAMBIL • KONDISI BAIK • SETIAP ORANG DAPAT MENGOPERASIKAN DENGAN BENAR, TIDAK MEMBAHAYAKAN DIRINYA.

  43. STANDAR APAR APAR Dirancang dengan tekanan > 14kg/cm2 dapat mendorong seluruh medianya (sisa mak 15%) dalam waktu min. 8 detik Syarat : - Angka keamanan min 4,13 x WP (65 oC) - Test pressure 1,5 x WP(65 oC) - Pengujian ulang tiap 5 tahun APAR Sebagai sarana K3 (Safety Equipment) Pengandung Potensi Bahaya

  44. No. Description Pihak Ke III (DPK, POLRI, MEDIS) Pj Lantai Koordinator unit/tim Balakar Ketua Penanggulangan Situasi Darurat DIREKSI Standard Operating Procedure • Pegawai menemukan asap/api kecil di ruangan terindikasi oleh alarm lapor ke Security menindak lanjuti dan melaporkan ke TBK, selanjutnya minta persetujuan ketua dan pembina. Mulai Tindaklanjut Minta Keputusan Alarm I KPSD/GH Minta persetujuan Evakuasi Ke Direksi • Team Balakar menghubungi ke DPK, POLRES Jaksel dan jajarannya, serta RS terdekat. Padam Ya Tidak • Security dan petugas lainnya menanggulangi kebakaran sampai DPK tiba. Setuju Alarm II &Paging • KPSD menginstruksikan jajarannya untuk bergerak sesuai tugas masing-masing dan beritahukan pada seluruh penghuni bahwa gedung dalam keadaan darurat dan Alarm II dibunyikan. Evakuasi • Setelah alarm II berbunyi sesuai persetujuan seluruh unit melaksana-kan evakuasi dan berkumpul tempat yang aman untuk absen. Berkumpul Absensi Laporan • Bila pada saat absen tidak lengkap, maka security segera mencari, apabila lengkap selesai. Ya Tidak Cari Selesai LENGKAP

  45. 5. Tujuandansasaran yang smartTujuandibuatharus SMART dansasaranadalaharahdaritujuan SpesificMeasureableAchieveableReasonableTime bond Contoh : Tujuan pengendalian kecelakaan kerja adalah menurunkan FR dan SR tahun 2010 menjadi 20% dari tahun sebelumnya. Sasaran pengendalian kecelakaan kerja adalah bagian produksi semen yang memiliki risiko tinggi terjadi kebakaran.

  46. 6. MenggunakanindikatorkinerjadalamevaluasiIndikatorkinerjadisebutkandalamkei performance indikator ( KPI ) bersamaindikator-indikatorlainnyadiperusahaan. Di perusahaanada yang menerapkan KPI yang dibuatdalamempatperpspektifberdasarkankonsepmanajemen Balanced ScorCardmeliputiperspektiffinansial, pelanggan, prosesproduksidanpertumbuhan-pembelajaran. KecelakaankerjatermasukdalamperspektifProsesproduksi. Dari KPI inilahbisadinilaikeberhasilansuatuperusahaanataukinerjaperusahaan.

  47. Contohindikatorkecelakaankerja PT. Semen Gresik terteradalam KPI PT. Semen Gresik dapatdilihatlengkappadahal 4 penerapan SMK3-OHSAS danmanajemenRisikoolehPT.Semen Gresik. KPI PT. Semen Gresik Tema strategis Tujuan strategis KPI Finansial Pelanggan Meningkatkan pembinaan masyarakat, lingkungan dan keselamatan kerja • Realisasi program kemitraan dan bina lingkungan • Kinerja lingkungan • Tingkat kecelakaan fatal Peraturan dan pembinaan masyarakat yang efektif Proses produksi Pembelajaran dan pertumbuhan

  48. 7. SistemPertanggungjawabanIndikator yang tertulisdalam KPI harusmenjaditanggungjawabsatu unit pemilikrisiko. Karenaindikatorkecelakaankerjatermasukdalamperspektifprosesproduksimakaindikatorinimenjaditangggungjawab unit produksitersebut yang dipimpinolehDirekturDistribusi. Unit inilah yang akanselaluberusahamenurunkanangkakecelakaankerjakarenaakanmenjadiukuranpenampilan ( performance ) ataukinerja unit tersebut. Setiaptahunakandinilaipencapaian target kinerja. Bilaberhasilmencapai target kinerjabiasanyadiperusahaanakandiberikan reward berupa bonus kinerja.

  49. 8. PerencanaanhasilHasil yang ingindicapaiatau target yang ingindicapaiharusdicantumkandalamindikatorkinerja. Denganperencanaanhasil yang ingindicapaiinimakaakanmengarahkanenergidanpikiranpersonildi unit tersebut, khususnyaparapenanggungjawabnyauntukberupayakerasmencapainya.Contoh : angkakecelakaankerjatahun 2009 berdasarkanperhitungan SF = 40 dan FR = 50, makadiharapkan target padatahun 2010 menurun 10% menjadi SF = 36 dan FR = 45

  50. Soal Diskusi Kelompok, 1 kelompok 4-5 mahasiswa • Identifikasi kasus kecelakaan KA di pelintasan Margorejo, dan tentukan : • Tingkat risikonya • Komitmen dan kebijakan PT KAI dan pengendalian risiko tersebut ( prinsif 1 ) ! • Bagaimana perencanaannya ( prinsif 2 )! • Keterangan : kasus di atas bisa diganti dengan kasus lain yang kepemilikan datanya lengkap. Bisa dicari lewat internet.

More Related