Download
sistem informasi geografi teori dan aplikasi n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
SISTEM INFORMASI GEOGRAFI TEORI DAN APLIKASI PowerPoint Presentation
Download Presentation
SISTEM INFORMASI GEOGRAFI TEORI DAN APLIKASI

SISTEM INFORMASI GEOGRAFI TEORI DAN APLIKASI

415 Vues Download Presentation
Télécharger la présentation

SISTEM INFORMASI GEOGRAFI TEORI DAN APLIKASI

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. SISTEM INFORMASI GEOGRAFITEORI DAN APLIKASI Oleh : Dr. Hartono DEA, DESS Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada 2005

  2. Phil Parent (1988) The key features of GIS is to produce new information by analysing the database. • Star and Estes (1991) the management of earth surface is easier by using GIS through 4M (measurement, mapping, monitoring, modeling).

  3. ISI MATERI KULIAH • Pendahuluan : isue nasional dan internasional perkembangan dan pentingnya SIG (informasi merujuk lokasi, unik, khas) • Data dan Informasi Spasial • Basisdata (Database : grafis : titik, garis, poligon/area, atribut : A, B, C) • Pemodelan Aplikasi SIG untuk Pengembangan Wilayah (lokasi sesuai permukiman, ecotourism, industri, dsb.. dan Kajian Bencana, longsor…banjir..garam….kering… • Membangun institusi SIG • Industri SIG : nilai tambah…

  4. BUKU DAN MAJALAH • Antenucci, John C, 1991, Geographic Information System, New York : van Nostrand Reinhold • Aronoff Stan, 1989, Geographic Information System : A Management Perspective, Ottawa : WDL Publications • Burrough, P.A, 1986, Principle of GIS for Land Resources Assessment,…100 pages • De Mers, Michael, 2000, Foundamental of Geographic Information System, 2nd ed, New York : Jons Wiley and Sons. • Geographic Information Science • GIS ASIA/GIS Development: www.GISdevelopment.net • ESRI Publication, free • CEGIS (Center of Excellence GIS) • ITC Jurnal • The Indonesian Jurnal of Geography, GMU • Geoinfo, ITS • LAPAN : Warta Lapan, SimbaLapan. • Geomatika : Bakosurtanal. • IEEE, informatika/Fisika/Elektro • PERS (Photogrammetric Engineering and Remote Sensing)

  5. PROGRAM PENGEMBANGAN & PENINGKATAN AKSES INFORMASI SDA & LH (UU No. 25 2000 BAB X) • Inventarisasi dan Evaluasi Potensi Sumberdaya Alam & Lingkungan : Darat, Laut, Udara • Valuasi Potensi sumberdaya hutan, air, laut, udara dan mineral, harkat/value, UU 4/1982 • Pengkajian neraca sumberdaya alam • Penyusunan Produk Domestik Bruto Hijau secara bertahap • Pendataan kawasan ekosistem yang rentan terhadap kerusakan, termasuk wilayah kepulauan • Pendataan batas kawasan hutan, pengkajian IPTEK bidang Sistem Informasi Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup • Peningkatan akses informasi (SDA & L) kepada Masyarakat, stake holders.

  6. INSTITUSI GIS • 1. DATA PRODUCER : instansi sektoral yang kompeten dengan sda dan lh. membangun institusi gis, agar dapat memberikan informasi sebaik-baiknya (BAKOSURTANAL, LAPAN, BPN, PUSLITTANAK, BMG, BPS, DEPTHUT, DEPT.PU, DIRJEN GEOLOGI, JANTOP) • 2. DATA USER : PEMDA, LEMBAGA DUNIA, SWASTA, LSM, PRIBADI

  7. GISINSTITUTIONAL DEVELOPMENT • INTERNAL PARAMETERS 1. OBJECTIVE (SPECIFIES AND SCALE) 2. HUMAN RESOURCES (OPERATORS) • TECHNICIAN, SKILL, INPUT-OUTPUT, • ANALYST,MODEL : BINARY, INDEX, REGRESSION, EVALUATION, PREDICTION • MANAGER 3. FUNDING (PRIVATE, GOVERNMENT), 1X, BEP • EXTERNAL PARAMETERS 4. VENDOR(HARDWARE & SOFTWARE SUPPLIES) 5. GIS EXPERT ANALYST 6. GIS APPLICATION SPECIALIST

  8. PENDAHULUAN • REFORMASI, HAM, GLOBALISASI INFORMASI, UU22/1999 (UU32/2004), UU25/1999, KELESTARIAN SDA&L perlu. • PENGELOLAAN WILAYAH : management plan, action plan OTDA : kabupaten, kota, informasi rinci : 1.25.000 – 1:100.000 • PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH AIRBORNE(Small Format Photography - Gantole, IKONOS 1m-4m, Quick Bird 0,64m, OrbView, 041m, Razaqsat, Theos). • KEBUTUHAN DATA UNTUK PEMANTAUAN LINGKUNGAN LUAS (NOAA, MODIS, LANDSAT ETM+, SPOT 5, IRS, RADARSAT, CASI, THE MAP, ERS-1, MOS) • PP 10/2000 : SPESIFIKASI PETA TEMATIK UNTUK PENYUSUNNAN TATARUANG, aturan tertinggi, Gus Dur. • SUSTAINABLE DEVELOPMENT : ecologis aman, ekonomis meningkat, sosial tidak bergejolak, sesuai UU.

  9. PENDAHULUAN… 7. OTDA berdasarkan administratif. SDA&LH mengikuti unit ekologis, keduanya tidak selalu berimpit. 8. UU 25/2000 kebutuhan informasi SDA&L dan akses masyarakat. 9. Basisdata data dasar (Top, RBI), data tematik dasar (A,B,C), data tematik derivasi Tataruang, (D0, D1, D2, D3), 10. Monitoring, pemodelan, mitigasi, peramalan dini), 11. Penghasil data, pengguna data (data users) saling akses ->internet. 12. ISO 90100 dan 90113 tentang GEOGRAPHIC INFORMATION 13. INFRASTUKTUR DATA SPASIAL NASIONAL (IDSN) 14. Forum SISTEM INFORMASI GEOGRAFI Nasional (SIGNAS)

  10. CONTOH derivasi • 1. Peta Penduduk : distribusi pddk/desa • 2. Peta DEM/lereng : ledok, cembung • 3. Curah hujan : deras, ringan • 4. Peta Rawan Bencana Banjir

  11. ? Sistem Informasi Geografi(Geographic Information System) Menurut Wolfgang Kainz (1995) SIG adalah Sistem yang berbasis komputer yang digunakan untuk Input, menyimpan, analisis/manipulasi dan display data spasial, untuk pemecahan problema terkait kebumian. De Mers (1998) : alat untuk memproses data hingga menghasilkan rumusan guna pengelolaan muka bumi Menurut Phil Parent (1988) : Kunci GIS adalah analisis data untuk menghasilkan informasi baru

  12. TAKSONOMI INFORMASI INFORMASI SPASIAL NON - SPASIAL Non- Geographic GIS Land Information System (LIS) CAD/CAM Other GIS MANAGEMENT SYSTEM Non-Parcel Parcel Based Socioeconomic Census

  13. TAXONOMI DATA SPASIAL DALAM SIG (Suharyadi dan Projo Danoedoro, 2004) • DATA VEKTOR 1.1 NON TOPOLOGIS 1.2 TOPOLOGIS 1.2.1 SEDERHANA 1.2.2 TINGKAT TINGGI (TIN, region, segmentasi dinamis) • DATA RASTER 2.1 RASTER PENUH (BSQ, BIL, BIP) 2.2 RASTER TERKOMPRESI 2.2.1 LOSSY : JPG, MrSID 2.2.2 LOSLESS : quadtree, run-length encoding

  14. SISTEM INFORMASI USER NEEDS Kebutuhan Pengguna USER ACTION Tindakan Pengguna OUTPUT PRODUCT Hasil DATA COLECTION Pengumpulan Data DATA STORAGE Penyimpanan Data MANIPULATION & ANALYSIS Manipulasi dan Analisis PLANNING Perencanaan

  15. SUBSISTEM SIG KEMAMPUAN PENGOLAHAN DATA GEOGRAFIS : 1. MASUKAN DATA (INPUT) 2. MANAJEMEN DATA (PENYIMPANAN DAN PEMANGGILAN) 3. ANALISIS DAN MANIPULASI DATA 4. KELUARAN (OUTPUT)

  16. SUBSISTEM SIG • INPUT Peta, Tabel, Laporan, Pengukuran Lapangan, Foto Udara, Citra Satelit, Pustaka, dll • MANAJEMEN DATA Pengorganisasian Data (Spasial & Atribut) dalam sebuah basisdata. DATA BASE, MODEL BASE, formula2 standart • MANIPULASI DATA dan ANALISIS Manipulasi & Pemodelan untuk menghasilkan informasi baru : transformasi (konturDTM/lereng, titik/grs/poligon -buffering); modeling ---formula erosi; PQLI; pertumbuhan ppdk; kemiskinan. Processing • OUTPUT Menampilkan seluruh/sebagian dari basisdata baik hardcopy atau softcopy yang berupa : peta, tabel, grafik dll. Visualisasi….multimedia, dinamik/audiovisual. E-atlas ……

  17. DATA • 1. Currentness = mutakhir, baru, up to date • 2. Coverage = cakupannya sesuai • 3. Correctness = isi benar sesuai yg diperlukan, 127 peta tematik. • 4. Communicative = mudah dipahami • 5. quality = sumber data, data asli/turunan…. • 6. Consistent = sesuai aturan, SNI, 7. Completeness = LENGKAP

  18. KOMPONEN SIG • PERANGKAT KERAS

  19. KOMPONEN SIG • PERANGKAT LUNAK

  20. KOMPONEN SIG SUMBERDAYA MANUSIA : • TEKNISI (D3 PJ dan SIG) • ANALIS (S1 Kebumian) • MANAJER (S1 Manajemen, S2/S3)

  21. KOMPONEN SIG TERSEDIANYA BASIS DATA • DATA GRAFIS : TOPOGRAFI, RUPABUMI INDONESIA, LINGKUNGAN PANTAI INDONESIA, LINGKUNGAN LAUT NASIONAL, BENUA MARITIM (UNCLOS) 2. DATA ATRIBUT (TEMATIK) : A. SUMBERDAYA ALAM LAHAN, AIR, HUTAN, MINERAL/BATUAN, LAUT B. LINGKUNGAN ALAM : ABIOTIK : TANAH, GEOLOGI, IKLIM BIOTIK : FLORA, FAUNA CULTURAL: PENDUDUK, ADMINISTRASI, SOSEKBUDPOL

  22. BENTUK DATA GEOGRAFIS • DATA SPASIAL/GRAFIS a. Titik b. Garis c. Bidang 2. TOPOLOGI a. Vektor b. Raster 3. TEMPORAL/WAKTU a. Hari b. Bulan c. Tahun

  23. Overlay sebagai bentuk analisis & Manipulasi dalam SIG TOPOGRAPHIC MAP AEROPHOTOGRAPH GEOMORPHOLOGY MAP DEM - SLOPE IKONOS IMAGE

  24. RASTER dan VEKTOR GIS • GRID : Bumi dibagi dalam unit-unit pemetaan artificial • Koordinat : Posisi titik , garis, bidang ditentukan oleh koordinat (Lintang dan Bujur) • Unit Administrasi : Sebagai batas pemetaan menurut pengelolaan wilayah (Kelurahan, kecamatan, kabupaten, propinsi, negara)

  25. RASTER dan VEKTOR GIS • GRID

  26. RASTER dan VEKTOR GIS • Koordinat

  27. RASTER dan VEKTOR GIS • Unit Administrasi

  28. Bagaimana SIG Bekerja ? • SIG menyimpan informasi tentang bumi sebagai sebuah koleksi layer-layer peta tematik yang mana kesemuanya dapat dihubungkan secara bersamaan melalui geografi • SIG secara otomatis menghubungkan data atribut dengan peta. Melalui peta ini maka dapat diketahui informasi alamat pelanggan sebagai sebuah peta titik

  29. INPUT GIS • CITRA PENGINDERAAN JAUH : FU,Sat,Radar • PETA (PETA DASAR & PETA TEMATIK) • DATA STATISTIK • HASIL SURVEY • DATA TERESTRIS HASIL PEKERJAAN LAPANGAN

  30. TINGKAT KETELITIAN PETA RENCANA TATA RUANG WILAYAH PP 10/2000 • Peta RTRW Nasional minimal 1 : 1.000.000, 100m, MSS Landsat 80m Isi : Garis Pantai, Hidrografi lebar minimal 125m, Kota, transportasi, batas administrasi nama-nama geografis/toponimi • Peta RTRW Daerah Propinsi, minimal 1 : 250.000, 15 US $/km2, 150.000,-, 25m, TM or SPOT XS 20m Isi : Idem, Hidrografi minimal 35m, + kontur 125m, propinsi Sempit : 1 : 50.000-1:100.000 • Peta RTRW Daerah Kabupaten, minimal 1 : 100.000, 10m, Isi : Idem, Hidrografi minimal 15m, + kontur 50m, Kabupaten Sempit : 1 : 50.000-1:25.000 • Peta RTRW Daerah Kota, minimal 1 : 50.000, 5m Isi : Idem, Hidrografi minimal 7m, + kontur 25m, Kota Sempit : 1 : 25.000-1:10.000 Isi (1 : 25.000): Idem, Hidrografi minimal 5m, kontur 12,5m Isi (1 : 10.000): Idem, Hidrografi minimal 1,5m, kontur 5m - Skala Teknis 1:5000, 40.000 US$/km2=400 juta, 0,5m, QB, OV

  31. BASIS DATA DALAM SIG 1. BASIC DATA Topographic Hydrographic Environmental Toponimic Graphic Data (point, line, area)

  32. BASIS DATA DALAM SIG 2. ATTRIBUTE DATA: Abiotic • Surface and Groundwater, sea • Rocks and mineral • Soil • Climate

  33. BASIS DATA DALAM SIG 3. ATTRIBUTE DATA : Biotic • Flora/Vegetation/Forest • Fauna

  34. BASIS DATA DALAM SIG • . 4. ATTRIBUT DATA : Cultural • Population • Socio-Economic Aspect • Politic Aspect • Cultural Aspect • Legal Aspect

  35. LAND USE • AKTIVITAS MANUSIA ATAS LAHAN UTK MENCUKUPI HIDUPNYA. SBGAN MUKA BUMI DAN ATASNYA : LITHOSFER - HIDROSFER, ATMOSFER. • ABIOTIK pertanian • Land Use BIOTIK • BUDAYA industri (aksesibilitas)

  36. DATA DLM BASIS DATA • BASIS DATA (DATA BASE) 1.1 DATA SPASIAL/GRAFIS 1.2 DATA NON SPASIAL/ATRIBUT 2. BASIS MODEL (MODEL BASE) 2.1 DASAR (aritmatik) 2.2 Model tertentu : USLE, CIA,

  37. Tugas 2 • 1. Peta Dasar (Topografi, Rupabumi Indonesia, Lingkungan Pantai Ind, Lingkungan Laut Nasional, Benua Maritim) • 2. Peta Tematik (SDA, LH): Peta vegetasi, Penggunaan Tanah, Iklim, Tanah, Geologi, Hidrogeologi, Geomorfologi, Lereng, Pola Aliran, Jalan. • Peta Tematik Dasar (L, A, H, M/B, L; Abiotik; Biotik; Cultural) • Peta Tematik Analitik (peta liputan lahan/land cover + landform/bentuk lahan - peta ekosistem; lereng+penduduk+curah hujan -rawan bencana banjir • Peta Tematik Sintetik : peta tataruang

  38. PEMROSESAN DAN ANALIS DATA DLM SIG(Suharyadi dan Projo Danoedoro, 2004) 1. PEMROSESAN DATA ATRIBUT 1.1 Query 1.2 Kalkulasi 2. PEMROSESAN DATA GRAFIS 2.1 Mengubah skala 2.2 Mengubah Sistem Proyeksi 2.3 Rotasi dan Translasi 2.4 Pengkondisian (Spasial Querying) 2.5 Tumpangsusun (Overlay) 2.6 Re-klasifikasi 2.7 Jarak dan Buffer 2.8 Model Elevasi/Medan Digital 2.9 Pemodelan Spasial dan Kalkulasi Data Grafis 3. TERPADU ANTARA DATA GRAFIS DAN ATRIBUT Pengkaitan atribut ke grafis dengan simbol area, warna, angka, diagram

  39. SIG * Mapping - Monitoring - Modeling - Early Warning System - Decision Support System * • . * Remote Sensing - Map - Terestrial Survey - Overlay - Soft and Hard Copy * Database Management System DATA BASE A, B, C * Input - Proses - Output * USER INTERFACE (Goverment, World Institution, Private)

  40. GIGO = • GARBAGE IN • GARBAGE OUT • Data collection :jenis, dimana, cara apa, rinci/reliability, accuracy, muthakir, • Data analysis : statistic, comparative, ecologis, historis, • Data presentation : peta, bar, pie, deskripsi, softcopy, ….

  41. INPUT data • 1. Digitasi manual, Digitizer, manual, lama, tidak teliti, (1 peta 200.000,-/300.000,-), 700.000/peta/5 layers digital • Selektif : 5 layer (hidrografi, topografi, ekologis, nama2, transportasi) • 2. Scanning : peta-scanner-komputer. Apa adanya. Peta Vegetasi JAFTA, 1/250.000 • 3. GPS : ke lapangan, life, bikin peta, laptop, peta tematik • 4. Citrapcdpeta (rastervektor)

  42. BASIS DATA & APLIKASI SIG Measurement Pengukuran :luas, panjang,volume, what, where, how much Mapping Pemetaan Monitoring Pantauan Basis Data : Modeling Pemodelan: DSS, EWS, AI Harga Lahan Penggunaan Lahan Status Lahan Informasi Baru: Peta lokasi yang sesuai utk permukiman Iklim: air Aksesibilitas Kerawanan Bencana:banjir, longsor, gempa, tsunami, subsidence

  43. KETERSEDIAAN DATA SPASIAL • BAKOSURTANAL : RUPABUMI, LPI, LLN, DATA DASAR, GEOMORFOLOGI (benua maritim) • JAWATAN TOPOGRAFI –AD : TOPOGRAFI • PUSLITTANAK(pusat pnlt tanah dan agroklimat) : TANAH : JENIS/FAMILI/SERI, KEMAMPUAN LAHAN, KESESUAIAN LAHAN • BMG : CURAH HUJAN, TEMP, etc • KIMPRASWIL : SUNGAI, DANAU, RAWA, JALAN (digital, Pusdata-PU, Jl. Pattimura 20 Jkt Selatan, pu.net.id) Dr.Dimyati, Sri Sarwoasih) • DEPT. KELAUTAN DAN PERIKANAN : LAUT dan Pulau2 Kecil, depan Gambir, 8 lt. 17508 pulau, 8000 bernama, 9000 belum punya nama • DIRJEN GEOLOGI : BATUAN DAN MINERAL, RAWAN BENCANA ALAM, Jl.Diponegoro 57 Bandung. • LON-LIPI :LAUT • PUSLITBANG GEOTEK – LIPI : GEOLOGI • LAPAN, CITRA SATELIT, 30jt/scene; 500.000,- • BPN, Jl.Wahid Hasyim, belakang Sarinah, 700.000/5 layer, Ir. Bambang Priyambodo, M.Sc • Badan Planologi Kahtanan, Gd. Manggala Wanabhakti, I/lt7, Senayan. Luluk, Lely, Armunanto, Agus, • BADAN STATISTIK NASIONAL, Jl. Pasar Baru Jkt. Pusat • LEMIGAS, PERTAMINA

  44. BAPEDAL, BAPEDALDA,…. • PUSAT DATA ELEKTRONIK, SETIAP PROPINSI TERKAIT MREP • DINAS DATA DAN STATISTIK (DAERAH DALAM ANGKA) • BIOTROP (VEGETASI), INT. KEMENTRIAN PENDIDIKAN ASEAN • LBN (LEMBAGA BIOLOGI NASIONAL) • PUSAT ARSIP NASIONAL, (PETA) • DINAS BANTUAN DESA, IDT,….32 PARAMETER… • ICRAF,…. • FWI….. • CIFOR…. • SWASTA : PT EXSA, WAINDO SPEC TERRA, INDHIKA DHAMA GEOJAYA, CITRA DATA, INTERNUSA, SUN, ….,

  45. MANFAAT PJ/SIG untuk pembangunan • PJ/SIG untuk Pembangunan Basisdata Nasional • Peningkatan Inventarisasi data SDA dan LH Nasional • Pembangunan Basisdata pada setiap Data Provider dan Data User • Pembangunan Standarisasi Data Spasial Nasional (SNI oleh BSN) • Pengembangan SIGNAS, (SIGI 2010) • Pertukaran DataAntar Instansi • Diseminasi & Sosialisasi Data

  46. MANFAAT PJ/SIG… • PJ/SIG untuk Pengembangan Wilayah • Zoning Wilayah Potensial SDA & LH • Zoning Kawasan Budidaya (Industri, Pariwisata, Pertanian) • Zoning Kawasan Lindung • Zoning Tata Ruang • Decision Support System untuk Pengembangan wilayah

  47. MANFAAT PJ/SIG… • PJ/SIG untuk Kajian Bencana Alam dan Dampak Lingkungan • Pemetaan Daerah Bahaya Bencana Alam (Gunung Api, Banjir, Longsor, Gempa) • Mitigasi Bencana Alam (Zoning Evakuasi, Penanganan Korban Bencana) • Studi Perubahan Global Lingkungan (Efek Rumah Kaca, Kebakaran Hutan, Polusi Tumpahan Minyak di Laut, Kenaikan muka laut) • Penyusunan Sistem Kewaspadaan Dini (Early Warning System) Bencana • Rekontruksi wilayah bekas bencana (Aceh)

  48. MANFAAT PJ/SIG… • PJ/SIG untuk Pendidikan • Peraga obyek sungai, kota, desa, hutan, gunung utk Pemahaman Bumi bagi siswa • Program komputer Interaktif tentang SDA & LH bagi anak didik • Penyusunan model data kebumian : fakta, proses, dinamika (Freeport, Perkembangan pantai, perluasan kota, desa tertinggal)

  49. MANFAAT PJ/SIG DI ERA GLOBAL DAN OTONOMI DAERAH • PJ/SIG untuk Kesehatan • Inventarisasi Data Lingkungan (A,B,C) terkait Penyakit • Penyusunan Basisdata Spasial Wilayah • Pemetaan Lingkungan • Pemantauan Lingkungan • Kajian Dinamika Penyakit Malaria, Demam Berdarah, • Sistem Kewaspadaan Dini (Early warning System)

  50. MANFAAT PJ/SIG… • PJ/SIG untuk Pajak Bumi dan Bangunan • Pemetaan SDA PBB : penggunaan lahan desa, Kota, Perkebunan, Mineral Batuan, Hutan • Evaluasi Pelaporan oleh instansi terkait • Penetapan Nilai Jual Objek Pajak lahan, SDA