Download
slide1 n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT PowerPoint Presentation
Download Presentation
PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

706 Vues Download Presentation
Télécharger la présentation

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. RANCANGAN AWALRENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH RKPDPROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2014 Disampaikan oleh: PROF. DR. Ir. DENY JUANDA PURADIMAJA, DEA Kepala BAPPEDA Provinsi Jawa Barat PraMusrenbangProvinsidiBKPP I Bogor Botani Square Bogor,26Maret 2013 PraMusrenbangProvinsidiBKPP III Cirebon Pusdiklatpri Cirebon, 27Maret2013 PraMusrenbangProvinsidiBKPP II Purwakarta Graha Vidya Jatiluhur, 27Maret2013 PraMusrenbangProvinsidi BKPP IV Priangan Timur Hotel Asri, Tasikmalaya, 28Maret2013 PraMusrenbangProvinsidi BKPP IV Priangan Barat Hotel Puri Khatulistiwa, Sumedang, 01 April 2013 PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

  2. PROSES DAN JADWAL MUSRENBANG 2013UNTUK PERENCANAAN 2014 RANGKAIAN MUSRENBANG PROVINSI 2 – 31 Januari2013 18-22 Maret2013 15 Mei 2013 9 - 10 April 2013 25 Maret – 1 April 2013 MUSRENBANG DESA/ KELURAHAN FORUM OPD PROVINSI MUSRENBANG PROVINSI PENETAPAN PERATURAN GUBERNUR TENTANG RKPD 2014 PRA MUSRENBANG KEWILAYAHAN (BKPP) 15 – 19, 24 April 2013 25 April 2013 MUSRENBANG KECAMATAN MUSRENBANG KABUPATEN/ KOTA PRA MUSRENBANG NASIONAL MUSRENBANG NASIONAL PASCA MUSRENBANG NASIONAL 1 – 28 Pebruari2013 1 – 20 Maret2013 Minggu ke-2 Mei 2013 INOVASI MUSRENBANG JABAR 1 RANGKAIAN MUSRENBANG NASIONAL

  3. Pel.Cirebon Metropolitan Cirebon Raya Pel. Cilamaya Bandara Int. Jabar Kertajati BIJB BIJB Tol Kanci-Pejagan PROVINSI JAWA TENGAH Tol Cikampek-Palimanan Pel. Tarumajaya Tol CISUMDAWU Metropolitan Bodebek Karpur Metropolitan Bodebek Karpur DKI JAKARTA Waduk Jatigede Metropolitan Bandung Raya SOSOK PEMBANGUNAN FISIK JAWA BARAT TAHUN 2025 Tol Ciranjang-Padalarang Pangandaran Tol SOROJA Tol Bogor Ringroad Bandara Nusawiru Laut Jawa Tol Sukabumi-Ciranjang Pel.Cirebon TPI Pangandaran Pel. Cilamaya Tol Ciawi-Sukabumi Tol Kanci-Pejagan Metropolitan Cirebon Raya Metropolitan Cirebon Raya BIJB BIJB Bandara Int. Jabar Kertajati PROVINSI JAWA TENGAH RANCABUAYA TolCikampek-Palimanan Tol CISUMDAWU Pel. Tarumajaya PROVINSI BANTEN DKI JAKARTA Waduk Jatigede SOSOK MASA DEPAN JAWA BARAT 2025 Metropolitan Bodebek Karpur Jalan Lintas Selatan Jabar Palabuhanratu SamuderaHindia Metropolitan Bandung Raya Metropolitan Bandung Raya Tol SOROJA PKNp Kawasan Wisata Pangandaran PKNp Kawasan Wisata Pangandaran Tol Ciranjang-Padalarang Samudera Hindia Bandara Nusawiru SOSOK INSAN JAWA BARATYANG AGAMIS DENGAN 7 (TUJUH) PENCIRI UTAMA: SEHAT, CERDAS DAN CERMAT PRODUKTIF DAN BERDAYA SAING TINGGI MANDIRI DAN PANDAI MENGATUR DIRI BERDAYA TAHAN TINGGI DALAM PERSAINGAN PANDAI MEMBANGUN JEJARING DAN PERSAHABATAN GLOBAL BERINTEGRITAS TINGGI BERMARTABAT Tol Sukabumi-Ciranjang Tol Bogor Ringroad Bandara Citarate TPI Pelabuhan Ratu TPI Pangandaran Tol Ciawi-Sukabumi PKW RANCABUAYA PKW RANCABUAYA PROVINSI BANTEN PKNp Kawasan Wisata Palabuhanratu PKNp Kawasan Wisata Palabuhanratu Jalan Lintas Selatan Jabar Bandara Citarate TPI Pelabuhan Ratu ILUSTRASI JAWA BARAT TAHUN 2025 JAWA BARAT GREEN PROVINCE 2

  4. KONSEP PENGELOLAAN PEMBANGUNAN JAWA BARAT MELALUI MODEL Hybrid : MEMADUKAN PENGELOLAAN PEMBANGUNAN BERBASIS daerah otonomdanMeTROPOLITAN PENGEMBANGAN METROPOLITAN DI JAWA BARAT RENCANA PEMBANGUNAN PELABUHANLAUT CILAMAYA Pengembangan metropolitan sebagaipenghelapercepatanpembangunanJawa Barat. PengembanganKoridorEkonomi Indonesia diJawa Barat bertumpupadapengembangan 3 Metropolitan : Bodebek Karpur, Bandung Raya, dan Cirebon Raya Metro Bodebekkarpur 3 Jakarta 5 6 PELABUHAN LAUT CIREBON Rencana Kawasan Industri Metro Cirebon Raya Sentul Cariu 1 2 Metro Bandung Raya Aerocity Kertajati Sk.makmur KEI JAWA 7 PKNpPelabuhan Ratu 4 Palabuhanratu KEI JAWA Prov. Jawa Tengah PELABUHAN LAUT PALABUHAN RATU Surade Tegalbuleud Rancabuaya Pangandaran PKNp Pangan-daran Cidaun Kelapagenep Jalan Tol Eksisting Jalan SNR 3 Jalan Alternatif Puncak RencanaJalanTol 10

  5. TIGA METROPOLITAN DAN DUA GROWTH CENTER DI PROVINSI JAWA BARAT METROPOLITAN BODEBEK KARPUR METROPOLITAN CIREBON RAYA METROPOLITAN BANDUNG RAYA KoridorEkonomi Indonesia MP3EI JAWA Growth Center PalabuhanRatu KoridorEkonomi Indonesia MP3EI JAWA Growth Center Pangandaran metropolitan.jabarprov.go.id 4

  6. RENCANA TATA RUANG KAWASAN JABAR SELATAN PKN Bodebek PKN Perkotaan Bandung Raya PKW Sukabumi PKNp Palabuhanratu Garut PKWp Banjar Pangalengan Tegalbuleud Sindangbarang PKW Tasikmalaya PKNp Pangandaran GREEN TEA Pamegatan PKWpRancabuaya CREATIVE CITY Pameungpeuk “GERBANG SELATAN INDONESIA” Cibalong CHRISTMAS ISLAND Kalapagenep BATAS JABSEL BLK MINAT KHUSUS/SURF HOT SPRING/ SPA BANDARA BLK KOTA WISATA PENYU ORGANIC TEA PLANTATION MONUMEN TSUNAMI JABAR PANAS BUMI KOTA WISATA/INDUSTRI ‘AGROMARINA’ PPI/TPI MINAPOLITAN TAMAN NASIONAL SANCANG PELABUHAN SAMUDERA 5 PETERNAKAN SAPI POTONG 12 EUROPEAN RETIREMENT TOWN MARINE INDUSTRY SOCIETY MINING INDUSTRY WADUK (SUKASARI) PUSAT TERUMBU KARANG GEO-EDU TOURISM

  7. METROPOLITAN BANDUNG RAYA 2025 wjpmdm@yahoo.com • 5 kabupaten/ kota • 71 kecamatan • 12,8 juta penduduk • total area 196.821 Ha • Kriteria Metropolitan : • Jumlah Penduduk (median 75.038) • Aktivitas Ekonomi (aglomerasi ekonomi) • Kawasan Terbangun (urban >25 %; suburban 15-24%) • Terdiri atas: • 30 kecamatan di Kota Bandung; 4.358.579 penduduk • 3 kecamatan di Kota Cimahi; 958.363 penduduk • 23 kecamatan di Kabupaten Bandung; 4.641.300 penduduk • 11 kecamatan di Kabupaten Bandung Barat; 2.277.184 penduduk • 4 kecamatan di Kabupaten Sumedang; 537.573 penduduk Sumber: AnalisisWJP-MDM 2011, SP 2010, GIS Bappeda Jabar2010 6

  8. Metropolitan Cekungan Bandung • 55 kecamatan di 5 kota/kabupaten • jumlah penduduk 7,9 juta (2010) • menjadi 9,9 juta (2015) &12,8 juta (2025). • PDRB (2010): 45.8 trilyun (ADHK 2000). KAB. SUMEDANG KAB. BANDUNG Urban 2010 Suburban 2010 Kaw. Lain 2010 7 Sumber: Analisis Tim WJP-MDM, 2011, Data: SP 2010, GIS Bappeda Jabar 2010.

  9. KONDISI TRANSPORTASI METROPOLITAN CEKUNGAN BANDUNG 8

  10. Konsep “Integrated Transport System” yang diterapkan di mcb Pergerakan di Pusat MCB diprioritaskan untuk angkutan umum dan kendaraan pribadi dibatasi. R1 Pergerakan penumpang dan barang dari Suburban ke Urban dan sebaliknya dilayani dengan prasarana berkapasitas besar R2 Pergerakan penumpang dan barang antar Suburbandilayani dengan Suburban Ring Road (R1) Pusat Urban Pergerakan penumpang dan barang eksternal ke eksternal pada jalur Timur-Barat atau Utara-Selatan diarahkan melalui Regional Ring Road (R2) Pusat Suburban Suburban Ringroad R1 Regional Ringroad R2 Angkutan Umum 9

  11. PENGEMBANGAN SISTEM RINGROAD MCB Pusat Urban Pusat Suburban Wilayah Lain Suburban Ring Road (R1) Regional Ring Road(R2) PURWAKARTA SUBANG Cipeundeuy Lembang CIREBON CIANJUR Padalarang-Ngamprah Jatinangor-Tanjungsari Bandung-Cimahi Cililin Rancaekek-Cicalengka GARUT/ TASIKMALAYA Soreang-Katapang Banjaran- Pameungpeuk- Cimaung Majalaya-Ciparay Ciwidey-Pasirjambu Pangalengan CIDAUN RANCABUAYA 10

  12. STUKTUR PENDUDUK JAWA BARAT MENURUT HASIL FINAL SP2010 Sumber : BPS Prov. Jabar ; olahan Pusdalisbang@2011 7,04%dari jumlah total penduduk Jabar berusia 60 tahun ke atas KelompokUsiaTua 63,69% dari jumlah total penduduk Jabar berusia 15 s.d 59 tahun KelompokUsiaProduktif 29,26% dari jumlah total penduduk Jabar berusia 0 s.d 14 tahun KelompokUsiaMuda BALITA (0-4 Tahun) di Jawa Barat sebesar 9,58% 11

  13. RPJPDPROVINSIJAWA BARAT Tahapan Pembangunan Jangka Panjang 2023-2025 MENCAPAI KEUNGGULAN MASYARAKAT JAWA BARAT DISEGALA BIDANG 2018-2023 MENCAPAI KEMANDIRIAN MASYARAKAT JAWA BARAT 2013-2018 MEMANTAPKAN PEMBANGUNAN SECARA MENYELURUH 2008-2013 TEMA PEMBANGUNAN JAWA BARAT 2014*: Pembangunan Jawa Barat yang LebihFokus, EfektifdanEfisien MelaluiSinkronisasidanSinergiBerderajatTinggi Berbasis Multi PihakdanMitraStrategis Global Untuk MewujudkanMasyarakatJawa Barat yang LebihMajudan Sejahtera * Rancangan Awal RKPD 2014 PENYIAPAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT JAWA BARAT 2005-2008 PENATAAN DAN PERSIAPAN PRANATA PENDUKUNG MELALUI KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA 12

  14. TRANSFORMASI PARADIGMA PEMBANGUNAN JAWA BARATMELALUI PENDEKATAN 4 PILAR UTAMA PEMBANGUNAN (ABGC) DAN 1 SIMPUL (LR)“JABAR MASAGI” Strengthening Local Actors G B B LR C A : Academician/akademisi B : Businessman/pelaku usaha G : Government/pemerintahan C : Community/komunitas dan Cyber LR = Laws and Regulations A G A Sumber : Deny Juanda P., 2011 13

  15. ALUR PROSESPENYUSUNAN DOKUMENRKPD 2014 KOMUNIKASI PUBLIK : MEDIA ELEKTRONIK, MEDIA CETAK SMS JABARMEMBANGUN TARGET-TARGET RPJMN RAKORBANGPUS KONSULTASI TRIWULANAN RANCANGAN AWAL RKP DOKUMEN RANCANGAN AWAL RKPD 2014 PRA MUSRENBANGNAS DAN MUSRENBANG NASIONAL RESES, PEMBAHASAN KOMISI DPRD RESES, PEMBAHASAN KOMISI DPRD DOKUMEN RANCANGAN RKPD 2014 RANCANGAN AKHIR RKPD 2014 RKPD 2014 MUSRENBANG PROVINSI • MUSRENBANG KAB/KOTA, • PRA MUSRENBANG WILAYAH • FORUM OPD/BIRO PERATURAN GUBERNUR RPJMD 2008-2013 KONSULTASI OPD/BIRO FGD MULTISTAKEHOLDERS DOKUMEN HASIL PEMBAHASAN PADA • MUSRENBANG KAB/KOTA • PRAMUSRENBANG WILAYAH • FORUM OPD/BIRO DOKUMEN HASIL PEMBAHASAN PADA MUSRENBANG PROVINSI VERIFIKASI PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS VERIFIKASI PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS HASIL KOMITE PERENCANA HASIL METROPOLITAN DEV. MANAGEMENT Proses Teknokratik Proses Partisipatif dan Bottom Up Proses Top Down Proses Politik 14

  16. PERENCANAANPUSAT DAN DAERAH SINERGI 1 TAHUN 5 TAHUN 20 TAHUN RPJMN RAPBN PEDOMAN DIJABARKAN RKP RPJPN PEDOMAN PEDOMAN DIACU DIACU DAN DISERASIKAN RENSTRA K/L DIACU PEDOMAN RENJA K/L DIPERHATIKAN PEDOMAN RAPBD PROV RKPD PROV RPJPDPROV RPJMD PROV PEDOMAN DIJABARKAN DIACU PEDOMAN DIACU DAN DISERASIKAN RENJA SKPD PROV RENSTRA SKPD PROV PEDOMAN DIPERHATIKAN DIACU PEDOMAN RAPBD K/K RKPD K/K DIJABARKAN RPJPDK/K RPJMD K/K PEDOMAN DIACU PEDOMAN RENJA SKPD K/K RENSTRA SKPD K/K PEDOMAN 15 Bappenas RI,2013

  17. RANCANGAN RKPD 2014 8 PEMANGKU KEPENTINGAN PEMBANGUNAN JAWA BARAT Reses DPRD KUNKER PIMPINAN Forum SKPD PRA-MUSRENBANG WKPP I-IV 25 Maret- 1 April 2013 MUSRENBANG PROVINSI 9-10 April Hal Baru • RANCANGAN AKHIR RKPD 2014 • EVALUASI KEMENDAGRI BERSAMA 12 K/L RKPD 2014 16

  18. PROSES TEKNOKRATIK DAN POLITIK DALAMPENGANGGARAN TAHUNAN Mrt Jan Okt Nov Sept Des Jun Mei Apr Feb Agt Juli PROSES TEKNOKRATIK DOMINAN PROSES POLITIK SEMAKIN DOMINAN RKP (PP 20/2004) Rancangan RKPD P/K/K KUA/PPAS RAPBD APBD RKPD P/K/K/Desa Rancangan Renja SKPD Renja SKPD RKA-SKPD Musrenbang NAS Rancangan Interim RKP (PP 40/2006) Musrenbang PROV Musrenbang RKPD K/K Pra Musrenbang Kewilayahan Forum SKPD KETERANGAN: Musrenbang Kecamatan Inovasi Jawa Barat berupa Pendekatan Kewilayahan Musrenbang Desa/kel 17 Sumber : Permendagri No 54 Tahun 2010

  19. JAWA BARAT DALAM KONSTELASI NASIONAL • POTENSI JAWA BARAT DALAM KONSTELASI NASIONAL : • JUMLAH PENDUDUK TERBANYAK44.286.519JIWA (2011), 44.548.431 Jiwa ( 2012) • PUSAT KEGIATAN INDUSTRI MANUFAKTUR DAN STRATEGIS NASIONAL • INSTALASI VITAL NASIONAL (PENDIDIKAN, LITBANG DAN HANKAM), DIANTARANYA BERKELAS DUNIA • BERBATASAN DENGAN IBUKOTA NEGARA • MEMILIKI TIGA PUSAT KEGIATAN NASIONAL (PKN) DAN 2 PKN-P • MEMILIKI KONDISI ALAM DENGAN STRUKTUR GEOLOGI YANG KOMPLEKS • MEMILIKI TAMAN NASIONAL, SUAKA MARGASATWA DAN CAGAR ALAM • KONTRIBUSI JAWA BARAT TERHADAP NASIONAL : • BERKONTRIBUSI THD PDB NASIONAL (14,33%) • KONTRIBUSI TERHADAP PDB SEKTOR INDUSTRI MANUFAKTUR (60%) • KONTRIBUSI PMA JAWA BARAT TERHADAP NASIONAL (34,46%) • MENYUMBANG PRODUKSI BERAS NASIONAL (17,76% ) • PROVINSI PRODUSEN KOMODITI EKSPOR NASIONAL • (AS 18,4%, Jepang 12,52%) • KONTRIBUSI JAWA BARAT TERHADAP REGIONAL JAWA BALI : • LINTASAN UTAMA ARUS REGIONAL BARANG DAN PENUMPANG SUMATERA-JAWA-BALI • PMDN TERTINGGI DI P. JAWA-BALI • PENYEDIA LISTRIK DENGAN KAPASITAS DAYA TERPASANG 4.654 MW : PLTA 1.941 MW, PLT GEOTERMAL 1.061 MW, LAINNYA 1.652 MW • LUAS KAWASAN HUTAN TERBESAR DI JAWA-BALI SEBESAR (1,04 JT HA) • MEMILIKI 40 DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) • MERUPAKAN TUJUAN WISATA • DEBIT AIR PERMUKAAN 81 MILYAR M3/TAHUN DAN AIR TANAH 150 JT M3/TAHUN • KONTRIBUSI JAWA BARAT TERHADAP IBUKOTA NEGARA : • PENYEDIA AIR BAKU UNTUK DKI • PENYEDIA BAHAN PANGAN UNTUK DKI • PENYEDIA LAHAN DAN INFRASTRUKTUR PENDUKUNG AKTIVITAS DKI Luas Jawa Barat : 3.709.528,44 Ha 18

  20. PROVINSI JAWA BARAT (2012) Perkembangan Jumlah Penduduk Kabupaten/Kota : 26 Luas: 3.709.528,44Ha Kecamatan: 627 Kelurahan: 638 Desa: 5.316 Penduduk2012 Indonesia : 244.215.984 Jiwa Jabar: 44.548.431 Jiwa PendudukMiskin: 9,89% PDRB (2012) :364,41 Trilyun Inflasi (2012) : 3,86% LPE (2012) : 6,21% IPM (2012) : 73,19* RLS (2012) : 8,15 th AKI (2011) : 217 per 100.000 KelHidup (rev) AKB (2012) : 30 per 1.000 KelHidup (rev) APK SD : 96,97 Rangking10 (2011/2012) APK SMP : 94,55 Rangking23 (2011/2012) APK SMA : 67,78 Rangking 26 (2011/2012) APK PT : 15,19 (2012) 19

  21. ENVIRONMENT RANKING AND SCORE FOR TOP 10 INDONESIA PROVINCES YEAR 2010 MACROECONOMIC STABILITY (MS) GOVERNMENT & INSTITUTIONAL SETTING (GIS) Sumber : Lee Kuan Yew School of Public Policy 20

  22. ENVIRONMENT RANKING AND SCORE FOR TOP 10 INDONESIA PROVINCES YEAR 2010 FINANCIAL, BUSINESSES & MANPOWER CONDITIONS (FBMC) QUALITY OF LIFE & INFRASTRUCTURE DEVELOPMENT (QLID) Sumber : Lee Kuan Yew School of Public Policy 21

  23. PETA WILAYAH SUNGAI DI JAWA BARAT KEWENANGAN PUSAT KEWENANGAN PROVINSI WS. CILIWUNG-CISADANE WS. CITARUM WS. CIMANUK-CISANGGARUNG WS. CISADEA-CIBARENO WS. CITANDUY WS. CIWULAN-CILAKI 22 BERDASARKAN KEPPRES NO. 12 TAHUN 2012 TENTANG PENETAPAN WILAYAH SUNGAI

  24. PROFIL DAS PRIORITAS JAWA BARAT • DAS CITARUM • Luas DAS 675.433 Ha • Meliputi 13 Kab/Kota(1.269 Desa) • Penduduk ±12.010.143 Jiwa • Sawah 214.958 Ha • Hutan 127.026 Ha • DAS CILIWUNG • Luas DAS 56.439 Ha • Meliputi 4 Kab/Kota (222 Desa) • Penduduk ±4.528.752 Jiwa • Sawah 3.918 Ha • Hutan 4.977 Ha • DAS CIMANUK • Luas DAS 370.528 Ha • Meliputi 4 Kab./Kota (979 Desa) • Penduduk ±4.554.111 Jiwa • Sawah 125.141 Ha • Hutan 50.204 Ha • DAS CITANDUY • Luas DAS 270.029 Ha • Meliputi 5 Kab/Kota (542 Desa) • Penduduk ±2.744.677 Jiwa • Sawah 73.251 Ha • Hutan 35.782 Ha Sumber: Analisis SIG berdasarkan data Potensi Desa SP 2010 dan Peta Tutupan Lahan 2010 23

  25. RUMAH TANGGA SASARAN HASIL PPLS 2011 PROVINSI JAWA BARAT • PANTURA JABAR: • 1.263.941 RTS (29%) • Kab. Bekasi : 154.881 RTS • Kota Bekasi : 106.204 RTS • Kab. Karawang : 242.466 RTS • Kab. Subang : 196.950 RTS • Kab. Indramayu : 248.095 RTS • Kab. Cirebon : 288.088 RTS • Kota Cirebon : 27.257 RTS • TENGAH JABAR: • 1.699.795 RTS (40%) • Kab. Bogor : 315.000 RTS • Kota Bandung : 309.991 RTS • Kab. Bandung Barat : 159.141 RTS • Kab. Kuningan : 138.305 RTS • Kab. Majalengka : 151.947 RTS • Kab. Sumedang : 127.440 RTS • Kab. Purwakarta : 82.704 RTS • Kota Bogor : 64.989 RTS • Kota Sukabumi : 23.720 RTS • Kota Bandung : 128. 852 RTS • Kota Depok : 80.285 RTS • Kota Cimahi : 35.278 RTS • Kota Tasikmalaya : 66.228 RTS • Kota Banjar : 15.915 RTS PPLS : PENDATAAN PROGRAM PERLINDUNGAN SOSIAL KETERANGAN: (1) (2) Rumah Tangga Sasaran yang di SurveyHasil PPLS: 4.311.524 (40% dari Total Rumah Tangga Jawa Barat) Klasifikasi RTS Dengan Status Sosial Ekonomi 40% Terendah adalah : K1 (0-10%) : 990.009 RTS K2 (10-20%) : 1.164.607 RTS K3 (20-30%) : 1.164.587 RTS 4. K4 (30-40%) : 992.321 RTS • PANSELA JABAR: • 1.347.788 RTS (31%) • Kab. Sukabumi : 347.980 RTS • Kab. Cianjur : 305.082 RTS • Kab. Garut : 302.328 RTS • Kab. Tasikmalaya : 205.894 RTS • Kab. Ciamis : 186.498 RTS 22 Sumber : TNP2K 2012

  26. ISU STRATEGIS WILAYAH BKPP IV (PRIANGAN BARAT) PROVINSI JAWA BARAT BIDANG FISIK : PerbaikanJalan Kabupaten/KotabersamaDunia Usaha, Persampahan, RUTILAHU dan Air Bersih BantuanPendidikan LALIN dan SIM untukAngkutanUmum JalanmenujuSentraIndustri, SentraWisatadanSentraPertanian PengembanganTransportasiMassalPerkotaandan Terminal ElektrifikasiRumahTangga ValuasidanPengelelolaan SDA danHayati PenguranganLahanKritispadaKawasanLindung, Pemenuhan RTH Kab/Kota danPengendalianalihfungsilahanpertanian Perwujudan Tahap Awal Metropolitan Bandung Raya yang Modern dan Mengglobal Implementasi Perda Nomor 1 Tahun 2008 tentang KBU, khususnya untuk Pengendalian dan Penertiban Bandung Utara Peningkatan Peran Kawasan Jatinangor sebagai Kawasan Pendidikan dan Riset. Kota Cepat Tumbuh: Kota Raya Walini, Jatinangor dan Pangalengan SPAM Bandung Pelibatan Komunitas Berpengalaman dalam Kegiatan Sungai Bersih Perencanaan Awal Tahap II Kota Raya Walini Kab. Bandung Barat Pembebasan Lahan Exit Tol Kawasan Kota Raya Walini Pembanguan Jalan Lintas Cepat mengatasi Kemacetan di Dago, Pasteur dan Buah-batu Kota Bandung Pembebasan TOL BIUTR, Cisumdawu dan Soreang-Pasirkoja Pembangunan TolCileunyi – Tasikmalaya Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Fly Over Buahbatu, Mohamad Toha dan Padalarang. Perencanaan Awal Tahap II Tol Cileunyi - Tasikmalaya Pembangunan JalanLintasCepat (Short Cut Kemacetan): Jatinangor - Parakan Muncang – Rancaekek; Pasar Banjaran; Pasar Soreang KemacetandiKAHATEX, Banjaran, Majalaya, Lembang PenyelesaianLimbahIndustriRancaeek dan sekitarnya serta LimbahIndustriCimahi dan Sekitarnya Pembangunan Sampah Regional Legok Nangka Revitalisasi TPPAS Sarimukti Penertiban Lahan Reaktivasi KA Rancaekek-Jatinangor-Tanjung Sari. Penyelesaian Bersama Pemerintah pusat Dampak Sosial dan Lingkugan Pembangunan Waduk Jatigede Dukungan Revitalisasi dan Konservasi Situ Panunjang - Cileunca JasaLingkunganPemanfaatan Air Citarum Pembangunan JembatanGantungPedesaanuntukmendukungPendidikan, KesehatandanPerekonomian Memperbesar Jumlah Permukiman Vertikal untuk Pengendalian RTH PenangananPencemaranLimbahIndustriBatuAlamCitatah BIDANG SOSIAL BUDAYA : Pelayanan Akses Pendidikan Gratis SD/MI-SLTA/MA, RKB Negeri/Swasta, Asrama/Kobong, Kesejahteraan Guru, PendidikanMisiKhusus (SMP dan SMK IPM), TransportasiAnakSekolahsertaPendidikanInklusif BeasiswadanBantuanTugasAkhiruntukMahasiswadanKerjasamaRiset PelayananKesehatan antara Kota dan Kabupaten, Pembangunan GedungRawat GAKIN di RS Kab/Kota, Gedung UGD diKecamatandanRevitalisasiPosyandu Penanganan PengangguransertaLapanganKerja PemugaranKeraton, PengelolaanCagarBudayadanPelestarianBudayaLokal Penanganan terpaduuntukBalitadanLansia PenangananKemiskinan dan PMKS Pembangunan StadionOlahraga SaranauntukGelarKaryadanEkspresiPemuda, Seniman dan Budayawan diKab/Kota Perpustakaan Daerah E-Library danPengembanganPerpustakaanPerpustakaanDesa PengembanganPerpustakaanSekolahdanPerguruanTinggi Pelibatan Komunitas Berpengalaman utuk Penguranga Kemiskinan berbasis Kompetisi Rendahnya RLS danDayaBeli Bandung Raya Sebagai Pusat Industri Kreatif Media dan Broadcasting Peningkatan Peran Mahasiswa dan Pemuda dalam Pembangunan Peningkatan Peran Seniman dan Budayawan dalam Pembangunan Adaptasi MasyarakatSiagaBencana dan Relokasi Penduduk/ Sekolah/Kesehatan/Sarana Permukinan dan Peribadatan Pembangunan RumahSakitJalurLintas Selatan Dukungan Lahan untuk Pembangunan Kampus Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Pembagunan Sarana Perpustakaan, Asrama dan Laboratorium di Perguruan Tinggi PerlindunganTenagaKerjadanBantuanHukumdi LuarNegeri Kesejahteraan Guru danTenagaMedisantarProvinsi PerluasanPenyelenggaraanPendidikan SMK danPoliteknikOrientasiIndustri Kreatif dan Agro Industri PencegahanPenyakitMenular (TBC, Hepatitis C dan HIV-AIDS) PengendaliandanPencegahanBahayaNarkoba PelibatanKomunitasMudadalam Pembangunan KelestarianKomunikasiKulturalantarPermukimansepanjangJalan TOL 25

  27. ISU STRATEGIS WILAYAH BKPP IV (PRIANGAN BARAT) PROVINSI JAWA BARAT BIDANG EKONOMI : KawasanIndustridenganPelayananTerintegrasi (Perumahan, Pendidikan, KesehatandanTransportasi) untukSolusiKesejahteraan PeningkatanDayaBeli Rawan Pangan dan Pemanfaatan Lahan yang Kurang Produktif KomoditiUnggulan PelabuhanPerikan BantuanProsesIjin Usaha serta Modal Usaha bagi KUMKM melalui KCR InvestasiLebihKondusif Integrasi Usaha Peternakan dan Industri Sapi Perah untuk Peningkatan Gizi Siswa dan Balita LumbungPadiNasionaldan Surplus 10 Jt Ton BerasTahun 2014 Moderenisasi ALSINTAN Mandiri RegenerasidanPencitraanPetani Produksidan Usaha PerikananTawar PeningkatanProduksidanDistribusiPerunggasansertaTernakSapidanDomba PengembanganSentraIndustri Kreatif dan Industri Fashion KewirausahaanKaumPemudaPengembanganIndustriKerajinanBerbasisKomunitasPesantrendanKomunitasUmum Wisata Volcano, WisataAlamdanWisataKelautan PengendalianLahanSawahBerkelanjutan PenetapanKawasanDestinasiWisataDuniadanPencetakanPemanduWisata BIDANG PEMERINTAHAN : PelaksanaanReformasiBirokrasi yang Fokus BantuanPendidikanAparatur Sinergi Pembangunan perbatasanProvinsidanKab/Kota serta Batas AntarKab/Kota danProvinsi InfrastrukturPerdesaandanPemerintahanDesasertaFasilitasKerjaKecamatan PelibatanCommunity Outreach dalam Pembangunan EfektivitasPemanfaatanPeran TJSL Revitalisasi Peningkatan Fungsi UPTD dan Instalasi Pemerintahan Kerjasama dengan Perguruan Tinggi untuk Peningkatan Hasil Penelitian dan Telaah Ilmiah UPTD dan Instalasi. Etalase Terpadu Bina Lingkungan Sekitar Gedung Pemerintah Provinsi Jawa Barat Kerjasama Riset untuk Penanganan Kendala IPTEK Pembangunan Jawa Barat (Kebutuhan Segera dan Kebutuhan Jangka Panjang) berbasis Kompetisi Sinergi Pembangunan Daerah bersama BUMN dan Perusahaan Asing PengendalianKeamanandan TANTRIBUM Tata KelolaPengembanganMetropolitan Bandung Raya Penyelesaian Status LahanKabupatendan Kota untukPercepatan Pembangunan SinergiPerwujudan Program TematikKewilayahan KeamanandanKetertibanMetropolitan Bandung Raya (KriminalitasdanNarkoba) PerlindungandanPengamananInstalasiStrategisNasional 26

  28. PRIORITAS PEMBANGUNAN BERBASIS TEMATIK KEWILAYAHAN 2013 : PERKUATAN KEWILAYAHAN WKPP IV (priangan) PengembanganKawasanPendidikandanRisetTerpadudiJatinangor Integrasi pengembangan agribisnis jagung dan ternak unggas, budidayaikan air tawardi Kab. Ciamis dan Tasikmalaya serta ternak sapi perah di Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat, Sumedang dan Garut, domba Garut di Garut dan jejaringnya serta pengembangan sentra produksi pakan ternak di Kab. Garut Pengembangan produksi sayuran dan tanaman hias di Kab. Bandung dan Bandung Barat Pengembangan jasa perdagangan dan industri kreatif di Kota Bandung, Kota Cimahi, Kab. Bandung Barat dan Kota Tasikmalaya Pengembangan aktivitas ekonomi melalui destinasi wisata internasional, agribisnis dan bisnis kelautan dalam rangka perintisan PKN Pangandaran WILAYAH PRIANGAN TIMUR (KesepakatanBersamaantaraGubernurdenganBupati/WalikotaNomor 912/05/Bapp) 27

  29. PERKEMBANGAN 2011,2012 DAN TARGET INDIKATOR MAKRO PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2013 dan2014 Catatan:PDB per kapita:Rp.21.250.000,- (2012) 28

  30. KondisiPerekonomianJawa Barat Sumber pertumbuhan ekonomi Jawa Barat terutama didorong olehkonsumsirumahtanggadaninvestasi. Tingginya konsumsi didukung oleh daya beli yg relatif terjaga (karena inflasi yang rendah), keyakinan konsumen yang tinggi, peningkatan kelas berpendapatan menengah. Investasi yang tinggi dikarenakan konsumsi yang tinggi, stabilitas ekonomi yang terjaga, iklim investasi yang membaik, perbaikan sovereign rating, belanja modal pemerintah yang meningkat. 29

  31. INDUSTRI BESAR SEDANG DALAM KORIDOR EKONOMI "Sentra Produksidan Pengolahan Hasil Bumi dan Lumbung Energi Nasional" ''Pusat Produksi dan Pengolahan Hasil Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan Nasional'' "Pusat Produksi dan Pengolahan Hasil Tambang & Lumbung Energi Nasional" Koridor Sumatera Koridor Sulawesi Koridor Kalimantan Koridor Papua Koridor Jawa Koridor Bali Nusa Tenggara "Pendorong Industri dan Jasa Nasional" "Pengolahan Sumber Daya Alam yang Melimpah dan SDM yang Sejahtera" ''Pintu Gerbang Pariwisata Nasional dan Pendukung Pangan Nasional'' 30

  32. Pertumbuhan PDB Nasional& Industri 31

  33. Jawa Barat sebagai Produsen Padi Terbesar di Indonesia Produksi Tanaman Pangan Unggulan 2009 – 2011(Ton) Nilai Tukar Petani (NTP): 108,7 (2011) 110,3 (2012) INTENSITAS TANAM PADI (%) : 190 (2008) 198 (2011) Target Midterm (2011) : 194 - 198 32

  34. PETA SENTRA KOMODITI TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA JAWA BARAT BKPP WIL. CIREBON 1. Padi 2. Jagung 3. Kedelai 4. Kacang Tanah 5. KacangHijau 6. Durian 7. Jeruk 8. Mangga BKPP WIL.PURWAKARTA 1. Padi 2. Kacang Tanah 3. KacangHijau 4. Manggis Kab. Bekasi Kota Bekasi Kab. Karawang Kota Depok Kab. Subang Kab. Indramayu Kab.Bogor Kab. Cirebon BKPP WIL.B O G O R 1. Jagung 2. Kedelai 3. Kacang Tanah 4. Durian 5. Manggis 6. Pisang 7. Krisan KotaBogor Kab. Purwakarta Kota Cirebon Kota Cimahi Kab. Sumedang Kota Sukabumi Kab. Majalengka Kota Bandung Kab. Kuningan Kab. Bandung Kab. Sukabumi Kota Tasikmalaya Kab. Cianjur BKPP WILL.PRIANGAN 1.Jagung 2.Kedelai 3.Kacang Tanah 4.KacangHijau 5. Durian 6.Jeruk 7. Manggis 8. Pisang 9. Cabemerah 10. Krisan Kota Banjar Kab. Garut Kab. Tasikmalaya Kab. Ciamis 33

  35. BIDANG PERTANIAN Meningkatkanproduksi dan nilai tambah pertanian KEBIJAKAN PROGRAM • Program Peningkatan Kuantitas, Kualitas Sumber Daya Pelaku Tani • Program Pencetakan Sawah Baru Jawa Barat 100.000 Ha (Tahun 2017) • Program Peningkatan Produksi Pertanian Berbasis Hasil-hasil Produk Ilmu Pengetahuan danTeknologi • Program Perlindungan Kehidupan bagi Para Petani secara Terintegrasi • Mendorong Industrialisasi Alat Sistem Pertanian yang Modern • Peningkatan produksi dan produktivitas komoditas pertanian • Peningkatan kinerja sumber daya dan kelembagaan pertanian • Pengendalian hama dan penyakit tanaman • Pengembangan usaha dan sarana prasarana pengolahan serta pemasaran produk pertanian • Pencetakan sawah baru di wilayah Jawa Barat bagian Selatan STRATEGI 34

  36. POHON IRIGASI PROVINSI JAWA BARAT PROVINSI MEMANDU PENGELOLAAN SELURUH DAERAH IRIGASI DI JAWA BARAT DENGAN TARGET : INTENSITAS TANAM > 200% DAN KONDISI BAIK JARINGAN IRIGASI >70% 35

  37. JALAN DI PROVINSI JAWA BARAT PROVINSI MEMANDU PENGELOLAAN SELURUH JARINGAN JALAN DI JAWA BARAT DENGAN TARGET : KONDISI JALAN MANTAP NASIONAL DAN PROVINSI 95 % SERTA KAB./KOTA 75 % Total PanjangJalandi ProvinsiJawa Barat 36.174,07 Km Status JalanNasional 1.351,13 Km Status JalanKab/Kota 32.438,84Km Termasuk Jalan Strategis Provinsi Rencana (SPR) 336,54 Km Status JalanProvinsi 2.191,29 Km Termasuk Jalan Nasional Rencana (SNR) 235,63 Km Jalan Non Status 210,93 Km (SNRdi jalanHorizontal Jawa Barat Selatan ) • Sumber : • JalanNasionalBerdasarkanKepmenPU No. 567/KPTS/M/2010 • JalanProvinsiBerdasarkanKepGubJabar No. 620/Kep.1530-Admrek/2011 • JalanKabupaten/Kota berdasarkanKepGubJabar No. 620/Kep.1529-Admrek/2011 36

  38. JARINGAN JALAN YANG MENDUKUNG PERGERAKAN ORANG ,BARANG DAN JASA KE SENTRA INDUSTRI; SENTRA PERTANIAN DAN KAWASANWISATA • JALUR HORISONTAL TENGAH SELATAN – SELATAN PANTAI JAWA BARAT UNTUK AKSES JALAN KE WILAYAH PENGEMBANGAN DI KAWASAN JABAR SELATAN SKEMA JARINGAN JALAN DI PROVINSI JAWA BARAT Kawasan Wisata Industri dan Bisnis Bekasi - Karawang Kawasan Wisata Agro Purwakata - Subang PKN Metro Bodebek Kawasan Wisata Alam Pegunungan Puncak Kawasan Wisata Budaya Pesisir Cirebon PKN Metro Cirebon PKW Palabuhanratu PKN Metro Bandung Kawasan Ekowisata Palabuhanratu HORISONTAL TENGAH SELATAN-SELATAN PKL Sindangbarang Sentra Pertanian PKWpRancabuaya Kawasan Industri Kawasan Wisata Rekreasi Pantai Pangandaran Sentra Usaha Mikro Kawasan Wisata Minat Khusus Jabar Selatan Kawasan Wisata PKL Pameungpeuk Jalan Tol 37 PKW Pangandaran Jalan Nasional Jalan Provinsi

  39. Perhubungan(2012) RENCANA 2013 dan 2014: (1)REAKTIVASI KERETA API: 5 JALUR UTAMA DI JAWA BARAT (2)PEMBANGUNAN PELABUHAN LAUT CILAMAYA DI KARAWANG 38

  40. E n e r g i(2012) 39

  41. Roterdarm Answerpn Los Angels Long Beach Hongkong Shainghai Shangen Koeshang Pusan Tokyo Yokohama New york Dubai Singapura PortKlang Tj. Priok Sidney Melborne Aukland 40

  42. z AREA FOKUS PENGENDALIAN INDUSTRI BESAR YANG HARUS RAMAH LINGKUNGAN SumberEmisiPenghasil CO2: Kawasan Industri Persampahan Persawahan Transportasi DKI Jakarta Banten 41

  43. EXPOSURE PADA PASAR GLOBAL Brg. Konsumsi TPT Elektronik Otomotif 42

  44. POTENSI EKONOMI PERIKANAN LAUT DI JAWA BARAT BAGIAN SELATAN TAHUN 2012 Sumber : kabarbisnis.com TAHUN 2013 43 BLUE FIN TUNA / TUNA SIRIP BIRU Informasi dari Direktur Sumber Daya Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan: tahun 2011 pemanfaatan tuna sirip biru di Indonesia BARU MENCAPAI KISARAN 473 TON DARI KUOTA 651 TON (2011) dan KUOTA 750 TON (2012), jumlah itu bisa lebih, karena masih ada nelayan yang tidak terdaftar, di antaranya nelayan Pelabuhan Ratu dan Cilacap. Sumber: Kompas,11Oktober 2011, Hal.18 Sumber : jpnn.com - Jawa Pos

  45. Realisasi IPM 2011,2012 dan Target IPM 2013-2014 *) angkaperkiraan BPS Jabar,2012 44

  46. JUMLAH SEKOLAH DAN SISWA NEGERI DAN SWASTA DI JAWA BARATTAHUN PELAJARAN 2011/2012 Sumber : Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat 45

  47. Misi IKesehatan 1 Kematian Ibu dan Kematian Bayi AKB (2012) : 30 Orang/1.000 KH [ 39,38 (2007) ] AKI (2011) : 217 Orang/100.000 KH [228 (2007) ] AHH(2012) : 68,6 Tahun [67,6 Tahun (2007) ] 46

  48. DIAGRAM CLUSTER : IPM KAB/KOTA DI JAWA BARAT TAHUN 2011 (DATA 2010) CLUSTER 2 Tinggi C - 1 Sedang C - 2 Rendah C - 3 CLUSTER 3 CLUSTER 1 47 Diolah oleh : BAPPEDA Provinsi Jawa Barat

  49. ANALISIS POSISI RELATIF KAB/KOTA (BERDASARKAN IPM) TAHUN 2011 (DATA 2010) Kluster 1 Tidakadaprioritas IP (AMH), IK Komponen 1 (AMH, IK) Kota Banjar IP (RLS), IDB IP (RLS) Kab. Ciamis Kluster 2 Kluster 3 Diolah oleh : BAPPEDA Provinsi Jawa Barat 48 Komponen 2 (RLS, IDB) BKPP II Purwakarta BKPP IV Priangan Timur BKPP IV Bandung Raya BKPP I Bogor BKPP III Cirebon

  50. HUBUNGAN ANTARA LAJU PERTUMBUHAN EKONOMI DAN IPM JAWA BARAT (BPS Pusat, tahun 2011, data tahun 2010) 49 BKPP II Purwakarta BKPP IV Priangan Timur BKPP IV Bandung Raya BKPP I Bogor BKPP III Cirebon Hasil olahan : BAPPEDA Provinsi Jawa Barat