pertumbuhan ekonomi perubahan struktur ekonomi dan krisis ekonomi n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Pertumbuhan Ekonomi, Perubahan Struktur Ekonomi dan Krisis Ekonomi PowerPoint Presentation
Download Presentation
Pertumbuhan Ekonomi, Perubahan Struktur Ekonomi dan Krisis Ekonomi

play fullscreen
1 / 44

Pertumbuhan Ekonomi, Perubahan Struktur Ekonomi dan Krisis Ekonomi

1495 Views Download Presentation
Download Presentation

Pertumbuhan Ekonomi, Perubahan Struktur Ekonomi dan Krisis Ekonomi

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. Pertumbuhan Ekonomi, Perubahan Struktur Ekonomi dan Krisis Ekonomi PERTEMUAN 4

  2. ProyeksiEkonomi Indonesia 2012 INSTITUTE FOR DEVELOPMENT OF ECONOMICS AND FINANCE (INDEF)

  3. PEREKONOMIAN INDONESIA 2011 Pertumbuhan Ekonomi Sumber: Badan Pusat Statistik, 2011 * Struktur PDB atas dasar harga berlaku, tidak memperhitungkan perubahan inventori dan diskrepansi statistik • Sampaidengantriwulan III 2011, penyumbangtersebesarpertumbuhanadalahpengeluarankonsumsi, sebesar 63,3%. INSTITUTE FOR DEVELOPMENT OF ECONOMICS AND FINANCE (INDEF)

  4. Sumber: Badan Pusat Statistik, 2011 • Dari sisi lapangan usaha, sektor non-tradeable mengalami pertumbuhan lebih tinggi dibanding sektor tradeable. • Sektor non-tradeable, seperti sektor pengangkutan dan komunikasi selama Q1-Q3 2011, tumbuh sebesar 11,2% (yoy). • Sektor non tradable relatif padat modal dengan penciptaan nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja relatif rendah. INSTITUTE FOR DEVELOPMENT OF ECONOMICS AND FINANCE (INDEF)

  5. Perdagangan Sumber: BPS, 2011 Seiring dengan penurunan harga komoditi pertanian di pasar global, nilai Ekspor Indonesia bulan September turun 4,45 persen, bila penurunan ini berlanjut sampai akhir tahun, maka besar kemungkinan akan mengganggu target ekspor 2011 sebesar US$200 miliar. INSTITUTE FOR DEVELOPMENT OF ECONOMICS AND FINANCE (INDEF)

  6. Kinerja Pasar Modal • Secara umum IHSG memiliki tren yang meningkat sejak Januari 2011, walaupun sempat mengalami koreksi akibat berita buruk mengenai perlambatan ekonomi dunia pada 22 September 2011. Sumber: IDX Quarterly Statistics, 3rd Quarter 2011 INSTITUTE FOR DEVELOPMENT OF ECONOMICS AND FINANCE (INDEF)

  7. Neraca Perdagangan Indonesia (Juta US$) Sumber: Badan Pusat Statistik, diolah Kementerian Perdagangan INSTITUTE FOR DEVELOPMENT OF ECONOMICS AND FINANCE (INDEF)

  8. Neraca Perdagangan Indonesia dengan China (Juta US) INSTITUTE FOR DEVELOPMENT OF ECONOMICS AND FINANCE (INDEF)

  9. UpayaMeningkatkanRealisasiInvestasiTidakDiikutiDenganPerbaikanIklimInvestasiUpayaMeningkatkanRealisasiInvestasiTidakDiikutiDenganPerbaikanIklimInvestasi • Masalahdayasaing Indonesia masihberkutatpadamasalahmikrosepertikorupsidaninefisiensibirokrasipemerintah. • Dalam level makro, Indonesia bermasalahdalampenyediaaninfrastruktursehinggamendorongterciptanyahigh cost economy. MasalahDayaSaingdi Indonesia 2011-2012 Sumber: World Economic Forum, 2011 INSTITUTE FOR DEVELOPMENT OF ECONOMICS AND FINANCE (INDEF)

  10. Konsep Pendapatan Nasional (PN) Adaduapengertian PN: • Dalamartisempit, PN adalah PN (Net Income) • Dalamartiluas, PN dapatmerujukke PDB (ProdukDomestikBruto) atau PNB (ProdukNasionalBruto), atau PNN (ProdukNasionalNetto). Persamaansederhanadalamperhitunganpendapatannasional : PNB = PDB + F PNN = PNB – D PN = PNN – Ttl Dimana : F = pendapatannettoatasfaktorluarnegeriataupendapatan yang diterimadaripendapatan yang dibayarkankeluarnegeriatasfaktorproduksi. Misal, gaji TKI yang bekerjadiluarnegeridandividendariinvestasiasingataugajikonsultanasingdi Indonesia.

  11. D = depresiasi atau penyusutan Ttl = pajak tidak langsung netto (selisih antara pajak tak langsung dan subsidi). Sehingga, PDB = PN + Ttl + D – F Atau, PN = PDB + F – D – Ttl Pendekatan Perhitungan PDB: 1. Pendekatan Produksi. Menurut pendekatan ini, PDB adalah jumlah nilai output (NO) dari semua sektor ekonomi atau lapangan usaha. Sektor perekonomian Indonesia berdasarkan klasifikasi BPS ada 9 sektor. Sehingga, PDB = Σ Noi dimana, i = 1,2,…9.

  12. Pendekatan pendapatan, PDB adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi di masing-masing sektor. Pendapatan faktor produski berupa : upah/gaji untuk tenaga kerja, bunga hasil investasi untuk pemilik modal, hasil jual atau sewa tanah untuk pemilik tanah, dan keuntungan bisnis atau perusahan bagi pengusaha. Atau dalam pendekatan ini PDB merupakan penjumlahan dari nilai tambah bruto (NTB) dari sembilan sektor tersebut. PDB = NTB1 + NTB2 + …NTB9 • Pendekatan pengeluaran, PDB adalah jumlah dari semua komponen dari permintaan akhir (C, I, G, dan X-M) Sehingga, PDB = C + I + G + (X - M)

  13. Sumber-sumberPertumbuhanEkonomi • Pertumbuhansisipermintaanagregat (AD). Jikaterjadipertumbuhan, makakurva AD bergeserkekanan. Sisi AD terdiridari : C, I, G danekspornetto (X - M). Atau Y = C + I + G + X-M,jika Y meningkatmakapermintaanagregatakansemakinbesar. • Pertumbuhandarisisipenawaranagregat (AS). Pertumbuhaninidipengaruhiolehpeningkatan volume darifaktor-faktorproduksi yang digunakan. Pertumbuhanjugadidorongolehpeningkatanproduktivitasdarifaktor-faktortersebut.

  14. b). Agg Demand Y = C + I + G + ( X – M ) C = a + b y I = I a – i r G = G a X = X a M = Ma + my Y = PDB (GDP)

  15. P Agg S 1 P Agg S Agg S 2 P1 P2 P2 P1 Agg D 2 Agg D Agg D 1 Q Q Q1 Q2 Q1 Q2 Agg Demand naik -> Q naik Agg Supply naik -> Q naik

  16. Pertumbuhan dari sisi penawaran agregat (AS). Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh peningkatan volume dari faktor-faktor produksi yang digunakan. Pertumbuhan juga didorong oleh peningkatan produktivitas dari faktor-faktor tersebut. Jadi, hubungan antara output dengan faktor produksi adalah : Q = f (X1, X2, X3, ….Xn) dimana, Q = volume output, dan X1, X2,…Xn = volume faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan output.

  17. Faktor-faktor yang memengaruhiPertumbuhanEkonomi Indonesia: 1. Faktor internal: • Faktor Internal ekonomi : kondisi fundamental ekonomisepertiperkembanganinflasi, jumlahcadangandevisa, kondisisektorperbankan, realisasi RAPBN, kebijakanekonomipemerintahdibidangfiskaldanmonetersertaperkembanganekspornasional. • Faktor internal nonekonomi : kondisipolitikdansosial, keamanan, danhukum (berkaitandengankepastianhukumdibidangkegiatanbisnisdanpelaksanaanotonomidaerah) 2. Faktoreksternal :ProspekperekonomiandanperdaganganduniaKondisipolitik global PertumbuhanEkonomi

  18. Perubahan Struktur Ekonomi

  19. Perubahan Struktur Ekonomi Pembangunan ekonomijangkapanjangdenganpertumbuhan PDB atau PN akanmembawasuatuperubahanmendasardalamstrukturekonomi: • ekonomitradisionaldenganpertaniansebagaisektorutamakeekonomi modern yang didominasiolehsektor-sektornonprimer, khususnyaindustrimanufakturdenganincreasing return to scale (relasipositifantarapertumbuhan output danpertumbuhanproduktivitas ) yang dinamissebagai motor utamapenggerakpertumbuhanekonomi (Weiss, 1988). • Adakecendrungan (dapatdilihatsebagaisuatuhipotesis) bahwasemakintinggilajupertumbuhanekonomi yang membuatsemakintinggipendapatanmasyarakat per kapita, semakincepatperubahanstrukturekonomidenganasumsifaktor-faktorpenentu lain mendukungprosestersebut, sepertitenagakerja, bahanbaku, danteknologitersedia.

  20. Menurut Kuznets, perubahanstrukturekonomiumumnyadisebuttransformasistruktural. Didefinisikansebagaisuaturangkaianperubahan yang salingterkaitsatudenganlainnyadalamkomposisi • Aggregate Demand (AD), perdaganganluarnegeri (eksporimpor), • Aggregate Supply (AS) atauproduksidanpenggunaanfaktor-faktorproduksi yang diperlukangunamendukungprosespembangunandanpertumbuhanekonomi yang berkelanjutan (Chenery, 1979).

  21. Transformasi struktural dapat dilihat pada perubahan pangsa Nilai Output (NO) atau Nilai Tambah Bruto (NTB) dari setiap sektor di dalam pembentukan PDB atau PNB atau PN. • Berdasarkan hasil studi Chenery dan Syrquin, perubahan pangsa dalam periode jangka panjang menunjukkan suatu pola dimana kontribusi sektor primer semakin turun dan sektor sekunder dan tersier semakin meningkat.

  22. Kontribusi output dari pertanian (sektor primer) terhadap pembentukan PDB mengecil, sedangkan pangsa PDB dari industri manufaktur dan jasa (sektor sekunder dan tersier) mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan PDB atau PN per kapita. Pangsa output sektoral thd PDB Tersier Sekunder Primer Waktu Perubahan Struktur Ekonomi

  23. Indikator lain yang digunakan dalam studi-studi empiris untuk mengukur pola perubahan struktur ekonomi adalah : • distribusi kesempatan kerja menurut sektor. Pada tingkat pendapatan rendah (tahap awal pembangunan ekonomi), sektor-sektor primer merupakan kontributor terbesar dalam penyerapan tenaga kerja. • Pada tingkat pendapatan per kapita yang tinggi (tahap akhir) sektor-sektor sekunder terutama industri menjadi sangat penting dalam penyediaan kesempatan kerja. Di dalam kelompok negara-negara sedang berkembang (Low Developing Countries (LDC’s), banyak negara yang juga mengalami transisi ekonomi yang pesat dalam 30 tahun terakhir, meskipun pola dan prosesnya berbeda antar negara.

  24. Variasitersebutdisebabkanoleh : • Kondisidanstrukturawalekonomidalamnegeri (basis ekonomi). Jikasuatunegaraawalnyasudahmemiliki basis industridasar (mesin, baja) yang relatifkuat, makaakanmengalamiprosesindutrialisasi yang lebihpesat/cepatdibandingkannegara yang hanyamemilikiindustriringan (tekstil, pakaian, alas kaki) • Besarnyapangsadalamnegeri (kombinasijumlahpopulasidantingkatpendapatanriil per kapita). • Poladistribusipendapatan. Jikapendapatan per kapitameningkatpesatnamuntidakdiiringidengandistribusi yang relatifmerata, makakenaikanpendapatantersebuttidakterlaluberartibagipertumbuhanindustri-industri.

  25. Karakteristikdariindustrialisasi. • Misalnyacarapelaksanaanataustrategipengembanganindustri yang diterapkan, jenisindustri yang diunggulkan, polapembangunanindustri, daninsentif yang diberikanbagipelakudibidangindustri. • Keberadaan SDA. Adakecenderunganbahwanegara yang kaya SDA justrumengalamipertumbuhanekonomilebihrendahatauterlambatmelakukanindustrlalisasiatautidakberhasilmelakukandiversifikasiekonomi (perubahanstruktur) daripadanegaramiskin SDA. • Kebijakanperdaganganluarnegeri. Negara yang menerapkankebijakanekonomitertutup (inward looking), memilikipoladanhasilindustrilaisasi yang berbedadibandingkannegara yang menerapkankebijakanterbuka (outward looking). Banyaknegaraberkembangseperti Indonesia yang menerapaknkebijakanprotektifterhadapsektorindustrinya (kebijakanindustrisubstitusiimpor/ISI).

  26. Namun, hasilnya adalah sektor industrinya berkembang tidak efisien dan memiliki tingkat diversifikasi rendah, khususnya lemah dalam kelompok industri tengah (hollow midle industry). Sehingga lebih tepat dikatakan menerapkan sistem produksi assembling. • Kasus Perubahan Struktur Ekonomi Indonesia. Orde Baru hingga sekarang dapat dikatakan terjadi perubahan struktur ekonomi cukup pesat. Data BPS : 1970 : NTB sektor pertanian : 45% thd PDB, tahun 1990 tinggal 16 – 20% thd PDB. Ini menunjukkan penurunan pangsa pertanian dalam pembentukan PDB.

  27. PDRB Indonesia 2005 - 2011

  28. Tabel 4.7 Kontribusi Sektoral dalam Penyerapan Tenaga Kerja,pada Tahun 1992(Berdasarkan Data Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas yang Bekerja)

  29. Teori dan Model Pertumbuhan • Teori Klasik. • Teori Pertumbuhan David Ricardo. • Teori Pertumbuhan Thomas Robert Malthus. • Teori Marx. • Teori Neo Keynes. • Teori Neo Klasik. • Model Pertumbuhan A. Lewis. • Model Pertumbuhan Paul A. Baran. • Teori Ketergantungan Neokolonial. • Model Pertumbuhan WW. Rostow. • Model Pertumbuhan Solow. • Teori Modern.

  30. Pertumbuhan PDB dan Pendapatan Perkapita Indonesia 1970 - 1995

  31. Perubahan Struktur Ekonomi Indonesia (% dari PDB)

  32. Komposisi dari Ekspor Indonesia, 1965-1999

  33. Pangsa Ekspor Manufaktur dari Total Ekspor di Indonesia dan Sejumlah NSB lainnya, 1965-1994 (%).

  34. TEORI PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI Proses pembangunan -> pertumbuhan ekonomi (yang cukup lama dan tinggi) mengakibatkan terjadinya perubahan struktur ekonomi. Perubahan struktur ekonomi sebagai akibat 1). Agg Demand 2). Agg Supply 3). Agg Demand dan Agg Supply pada waktu yang bersamaan Ad 1 Agg Demand Kenaikan pendapatan perkapita menyebabkan perubahan selera dan komposisi dan diversifikasi konsumsi -> meningkatkan efektif Demand –> perluasan pasar -> supply barang meningkat. Sektor industri berkembang. Ad 2 Agg Supply - Perkembangan teknologi - SDA dan Raw Material yang baru - Relokasi dana investasi

  35. STRUKTUR EKONOMI INDONESIA Struktur Ekonomi suatu negara dapat dilihat dari berbagai sudut tinjauan. Ada 4 macam tinjauan : 1. Tinjauan makro-sektoral 2. Tinjauan keruangan 3. Tinjauan penyelenggaraan kenegaraan 4. Tinjauan birokrasi pengambilan keputusan Ad 1 Makro Sektoral Tergantung dari sektor mana yang menjadi tulang punggung (dominan) Berstruktur agraris Industrial Perdagangan dan lain-lain Ad 2 Tinjauan Keruangan (spasial) Berstruktur kedesaan / teknologi tradisional Berstruktur perkotaan / teknologi modern Ad 3 Tinjauan penyelenggaraan kenegaraan Berstruktur etatis, egaliter atau borjuis Tergantung pada siapa atau kalangan mana yang menjadi pemeran utama dalam perekonomian. Apakah pemerintah, rakyat atau kalangan modal dan usahawan (kapitalisan) Ad 4 Birokrasi Pengambilan Keputusan Berstruktur ekonomi yang sentralistis dan yang desentralistis

  36. Tabel 4.6 PDB Indonesia Menurut Persentase Kontribusi Sektoral, pada Tahun 1969-1993

  37. Tabel 4.7 Kontribusi Sektoral dalam Penyerapan Tenaga Kerja,pada Tahun 1992(Berdasarkan Data Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas yang Bekerja)

  38. Daya Saing Indonesia 2007 - 2010 RPJMN 2010-2014

  39. Aspek Daya Saing Daerah yang Terendah RPJMN 2010-2014

  40. Kesenjangan Wilayah dalam RPJMN 2010-2014 • Intensitas kegiatan ekonomi yang masih terpusat di Jawa dan Bali • Kontribusi provinsi-provinsi di Pulau Jawa dan Bali terhadap total perekonomian nasional (termasuk migas), adalah 64,78 persen, sedangkan wilayah Sumatera 20,44 persen, Sulawesi 6 persen, Kalimantan 6 persen, dan Papua, Kepulauan Maluku serta Kepulauan Nusa Tenggara masing-masing kurang dari 2 persen • Kesenjangan ekonomi juga terjadi antarkabupaten/kota

  41. Kesenjangan Wilayah dalam RPJMN 2010-2014 • Kesenjangan antarwilayah juga terlihat dari aspek sosial • Dari nilai indeks pembangunan manusia (IPM), IPM tertinggi dijumpai di provinsi-provinsi di Pulau Jawa-Bali, yaitu tertinggi Provinsi DKI Jakarta yang mencapai 76.3, sedangkan terendah ditemukan di provinsi-provinsi di luar Pulau Jawa, yaitu di Provinsi Papua dengan IPM sebesar 62,8 • masyarakat di luar Pulau Jawa, terutama wilayah Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Kalimantan masih menghadapi permasalahan dalam pemenuhan hak-hak dasar rakyat terutama pangan dan gizi, perbaikan layanan kesehatan dan pendidikan, engurangan pengangguran dan kemiskinan, pengurangan kasus pembalakan hutan dan pencurian ikan, serta pencegahan kerusakan lingkungan

  42. Distribusi IPM Kabupaten Daerah Tertinggal 2008