1 / 79

INTERAKSI MIKROBA DAN MANUSIA SEBAGAI SEL INANG Dasar Immunology, Ernawati A. Giri-Rachman

INTERAKSI MIKROBA DAN MANUSIA SEBAGAI SEL INANG Dasar Immunology, Ernawati A. Giri-Rachman 15 Februari 08. Tubuh manusia secara konstan terekspose oleh mikroorganisme Melalui aktivitas sehari-hari, kita terekspos pada mikroorganisme yang tidak terhitung jumlahnya di lingkungan kita.

drew
Télécharger la présentation

INTERAKSI MIKROBA DAN MANUSIA SEBAGAI SEL INANG Dasar Immunology, Ernawati A. Giri-Rachman

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. INTERAKSI MIKROBA DAN MANUSIA SEBAGAI SEL INANG Dasar Immunology, Ernawati A. Giri-Rachman 15 Februari 08

  2. Tubuh manusia secara konstan terekspose oleh mikroorganisme Melalui aktivitas sehari-hari, kita terekspos pada mikroorganisme yang tidak terhitung jumlahnya di lingkungan kita

  3. Tubuh beraksi sebagai inang dan menyediakan lingkungan yang ‘favorable’ untuk perkembangan banyak mikroorganisme. Kaya dengan nutrien organik dan faktor pertumbuhan Menyediakan pH yang terkontrol Tekanan osmosis yang terkontrol Temperatur

  4. Tipe ‘hubungan’ interaksi mikroba-sel inang * Mutualism. * Commensalism. * Parasitism. * Pathogenic & An Opportunistic Pathogen

  5. Tipe ‘hubungan’ interaksi mikroba-sel inang Mutualism. In a mutualist relationship, both the host and the microbe benefit from the relationship. The best example if this is E.coli. This organism lives in the intestines, where it receives nourishment, and in turn produces Vitamin K, which the human body requires for the process of blood clotting.

  6. Tipe ‘hubungan’ interaksi mikroba-sel inang Commensalism. A commensalist relationship is where one partner of the relationship benefits, and the other partner is neither benefitted nor harmed. Nontypable H. influenzae (NTHI) is a common commensal of the upper respiratory tract residing in the pharynx

  7. Stanley Falkow, cell, 2006 :

  8. Tipe ‘hubungan’ interaksi mikroba-sel inang Parasitism. A parasitic relationship is where one organism benefits at the expense of the host. The cost to the host can vary from slight to fatal.

  9. Tipe ‘hubungan’ interaksi mikroba-sel inang Pathogenic. A pathogenic relationship is where an organism causes damage to the host during infection. An Opportunistic Pathogen causes disease in a host that is physically impaired or debilitated. Normally the opportunist organism is harmless, but it takes advantage when the hosts defences are impaired, for example when the normal flora have been destroyed by antibiotics, or when the immune system has been suppressed by drug treatment or by other illnesses.

  10. Tubuh manusia : Memiliki populasi mikroorganisme yang tersebar Tentang Flora normal…

  11. Mikroorganisme flora normal

  12. Jumlah bakteri yang berkolonisasi pada bagian tubuh manusia yang berbeda. Jumlah adalah per gram jaringan yang homogen/ cairan atau per sentimeter persegi luas permukaan kulit

  13. Kulit Membran mukosa pada mulut, usus, saluran pembuangan dan sistem reproduksi Flora normal pada tubuh manusia tersebar di permukaan….

  14. Tentang membran mukosa….. Membran mukosa:terdiri dari single atau multiple layers of epithelial cells, yang terdiri dari sel yang tersusun secara ketat dan berhubungan langsung dengan lingkungan luar.

  15. Membran mukosa sering tertutupi dengan lapisan pelindung berupa glikoprotein yang soluble dan viscous yang disebut dengan mucous. Tentang membran mukosa…..

  16. MEMBRAN MUKOSA : DITEMUKAN DI HAMPIR SELURUH BAGIAN TUBUH

  17. SETIAP DAERAH DI ORGAN YANG BERBEDA MEMILIKI SPESIFISITAS, BERBEDA SECARA KIMIA DAN FISIK

  18. Tubuh bukan ‘uniform microbial environment’. Setiap region atau organ berbeda secara kimia dan fisika dari satu dengan yang lain, sehingga menyediakan lingkungan yang selektif dimana setiap mikroorganisme itu memiliki favoritnya.

  19. GASTROINTESTINAL TRACT

  20. Rongga mulut? Respiratory tract? Urogenital tract? Kulit? Tugas Baca : Brock, Biology of Microorganism, 703-710 Message : Rajin mandi, bersihkan seluruh tubuh, sikat gigi, cuci tangan

  21. Streptococcus pneumoniae. Direct fluorescent antibody stain. CDC. S. aureus. Gram stain. Streptococcus mutans. Gram stain. CDC E. coli. Scanning E.M. Shirley Owens. Center for Electron Optics. Michigan State University. Helicobacter pylori. ASM Contoh-contoh flora normal

  22. Ketika flora normal menjadi bersifat patogen…..

  23. Adakah bagian tubuh manakah yang bebas mikroorganisme?????

  24. Flora normal : Menguntungkan/ merugikan?

  25. Flora normal (Madigan&Martinko, Brock,Biology of Microorganisms, 2006) : Normal microbial flora : Microorganisms that are usually found associated with healthy body tissue Most, but not all, microorganism are benign (tidak berbahaya) and a few contribute directly to our health Tentang flora normal…..

  26. Yang menguntungkan dari flora normal….. * Menambah kemampuan inang : Produksi vitamin, seperti vitamin B dan K * Membantu pencernaan * Melindungi dari organisme patogen : 1. Flora normal mengisi ruang yang tersedia untuk bakteri, sehingga patogen tidak mendapat tempat 2. Berkompetisi dengan patogen dalam ketersediaan makanan, sehingga patogen yang menjadi penginvasi tidak dapat bermultiplikasi 3. Beberapa flora normal mengeluarkan zat antibakteri (bacteriocins), sebagai efek samping metabolisme, sehingga memberikan efek antibiotik

  27. Why do the normal flora not induce an immune response from the host? The short answer to this question is that they do. Antibodies to the normal flora exist in our bodies, but at lower concentrations than would exist for pathogenic bacteria. They provide a "sparring partner" for our bodies that keeps our immune systems in tune.The precise role that our immune systems take in regulating the populations of the normal flora is not known.

  28. Ternyata, flora normal tak selamanya menguntungkan…… the presence of microbes is not without a cost. Their metabolism allows them to attack a broad variety of compounds in our diets, some of which they can convert to compounds that are harmful to us. They can be opportunistic pathogens whenever luck or injury allows them into regions of the bodies where they are not wanted.

  29. Kelompok mikroorganisme menggunakan sumber langsung atau tidak langsung dari tubuh untuk berkolonisasi, menginvasi atau merusak tubuh manusia, sehingga menyebabkan penyakit infeksi. Yang patogen…..

  30. Mikroorganisme jenis, ini, disebut dengan patogen, memakai beberapa strategi untuk meningkatkan akses nutrien di dalam inang. Strategi ini meliputi produksi struktur perlekatan yang spesial, faktor pertumbuhan yang unik, dan beberapa menghasilkan potent biological toxin

  31. Patogenesitas berbeda-beda dan bervariasi untuk setiap patogen. Ukuran kuantitatif dari patogenesitas disebut dengan virulensi

  32. Virulensi diekspresikan sebagai jumlah sel inang yang terkena dampak akibat respons patogen di dalam inang dalam suatu periode waktu tertentu.

  33. * Tubuh kita telah mengembangkan sistem pertahanan yang efektif untuk menekan atau menghancurkan mikroba yang masuk. * membuat penyakit infeksi oleh mikroba relatif jarang terjadi.

  34. Kemampuan parasit untuk menyebabkan kerusakan inang sifatnya bervariasi, seperti resistensi atau susceptibility dari inang pada parasit.

  35. Tidak satupun virulensi patogen atau resistensi relatif inang merupakan faktor konstan. Host-parasite interaction merupakan hubungan yang sangat dinamik, antara dua organisme, dan dipengaruhi perubahan kondisi baik patogennya maupun inangnya.

  36. SETIAP DAERAH DI ORGAN YANG BERBEDA MEMILIKI SPESIFISITAS, BERBEDA SECARA KIMIA DAN FISIK

  37. TUBUH MEMILIKI LINGKUNGAN YANG DAPAT MENYELEKSI MIKROORGANISME TERTENTU, SEHINGGA SATU ORGANISME BISA LEBIH SENANG HIDUP DALAM SATU KONDISI DIBANDING MIKROORGANISME LAINNYA

  38. Reseptor INTERAKSI ANTARA FAKTOR VIRULENSI DENGAN RESEPTOR PADA SEL INANG ADALAH SPESIFIK

  39. Koch postulat : apabila seseorang terekspos pada mikroba penyebab penyakit, maka orang tersebut definitely akan terserang penyakit Ternyata…… Tidak semua manusia itu memiliki response yang sama terhadap mikroba (perbedaan susceptibility) Tidak semua galur (strain) mikroba tertentu menyebabkan penyakit

  40. Contoh : Vibrio cholerae, terbagi atas banyak serogroup dan serotipe, juga biotipe, tapi yang menyebabkan penyakit? Beberapa saja….. Hepatitis B Virus, ada genotipe A-G, tapi tiap negara/area memiliki tipe yang spesifik Salmonella typhi, ada satu strain yang hanya hidup di Indonesia dan tidak ada di tempat lain….

  41. Infeksi dan penyakit Infeksi : segala situasi dimana mikroorganisme ada dan berkembang (berkolonisasi) di dalam inang, apakah inang dirusak atau tidak

  42. Infeksi yang menghasilkan gejala disebut dengan penyakit Penyakit adalah kerusakan atau luka pada inang yang merusak fungsi pada inang.

  43. Infeksi tidak sama dengan penyakit, sebab pertumbuhan mikroorganisme di dalam inang tidak selalu menyeabkan kerusakan inang.

  44. Anggota normal flora mungkin memproduksi infeksi, tetapi tidak menyebabkan penyakit. Meskipun demikian, mikroorganisme yang flora normal kadang menyebabkan penyakit apabila resistensi inang berkurang, seperti aids

  45. Asymptomatic carrier : Orang yang diinfeksi tetapi tidak terdeteksi adanya gejala Symptom : gejala

  46. Virulensi/patogenesitas : kemampuan mikroorganisme untuk menghasilkan penyakit Faktor virulensi : produk/strategi yang digunakan mikroorganisme agar berkontribusi terhadap virulensi/patogenesitasnya.

  47. Kuntasisasi virulensi : LD50

  48. Dua pengukuran yang paling umum untuk menyatakan virulensi adalah dengan menggunakan model binatang yaitu LD50. LD50 adalah jumlah bakteri yang diperlukan untuk membunuh sekitar 50% binatang

More Related