1 / 19

BUAH

BUAH. Hery Purnobasuki. Asal-usul Kompartemen Buah (Coombe, 1976):. Mangga. Aril. Anggur. Perikarp. Jeruk. Endodermal dan interlocular tissue. Tomat. Septum, placental & interlocular tissue. Persik. Mesocarp. Apel. Accessory tissue. Nanas. Peduncle & accessory tissue. Ara.

kali
Télécharger la présentation

BUAH

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. BUAH Hery Purnobasuki

  2. Asal-usul Kompartemen Buah (Coombe, 1976): Mangga Aril Anggur Perikarp Jeruk Endodermal dan interlocular tissue Tomat Septum, placental & interlocular tissue Persik Mesocarp Apel Accessory tissue Nanas Peduncle & accessory tissue Ara Peduncle Strawberry Receptacle Jambu Mede Peduncle

  3. Buah dapat berkembang tanpa pembuahan dan tanpa perkembangan biji partenokarpi (pada tumbuhan berbiji banyak) Partenokarpi dapat terjadi tanpa polinasi (jeruk, labu, tomat) Partenokarpi dengan polinasi (anggrek) Buah dan biji mengembangkan mekanisme untuk menyebarkan embrio  hubungan fungsional dan morfologi amat beragam Buah berkembangan dari bakal buah dengan berbagai modifikasi jaringan tambahan  buah semu

  4. Buah sebagai turunan dari ginesium dan jaringan di luar karpel yang turut serta dan bersatu dalam buah Jaringan tambahan yang berkembang: Reseptakulum: sirsak (Annona muricata), arbei (Fragaria) Periant: nangka (Artocarpus heterophyllus), murbei (Morus alba) Tangkai bunga: kacang mede (Anacardium occidentale) Sisik bunga: nanas (Ananas comosus) Bunga epigen: jambu Buah inferus: mentimun

  5. Klasifikasi Buah Didasarkan nama jenis bunga dan jenis ginesium yang mengembangkannya dengan memperhatikan hubungan antara karpel dengan bagian bunga lainnya Tunggal hasil dari satu ginesium, satu atau beberapa karpel (buah polongan, tomat) Berganda dari ginesium apokarp (Arbei, Fragaria) Buah Majemuk hasil perbungaan, kumpulan ginesium dari sejumlah bunga (nanas)

  6. Macam-macam bentuk buah

  7. Klasifikasi morfologis mempunyai kelemahan modifikasi fungsional yang terabaikan Winkler (1939) klasifikasi buah menggunakan 4 sifat: (1) Buah berganda, bila karpel bunga tidak saling bersatu (2) Buah satuan, bila karpel bersatu (3) Buah bebas, bila berasal dari bakal buah superus (4) Buah piala, bila berasal dari bakal buah inferus yang tertanam dalam jaringan non-karpel yang berbentuk piala (cangkir) atau dari bakal buah superus yang berasosiasi dengan hipentium (reseptakulum datar atau cekung)

  8. Dinding buah - Berasal dari dinding bakal buah (perikarp) - Perikarp dapat dibedakan dari jaringan tambahan atau bersatu dengan jaringan tersebut Perikarp Eksokarp / epikarp Mesokarp Endokarp

  9. BUAH KERING (A) Buah yang berkembang dari daun buah tunggal (i) Folikel (buah bumbung), seperti polong dan membuka di sisi ventral (Delphinium, Brachychiton) (ii) Legum (buah polong), membuka menjadi dua katup melalui alur ventral dan dorsal (Leguminosae) (B) Buah sinkarpus, berkembang dari bakal buah dengan 2 karpel / lebih (i) Silikua (lobak/polong palsu), seperti polong, dua karpel membentuk rusuk tebal, dan mempunyai sekat semu (Cruciferae) (ii) Kapsula (buah kotak), dari dua karpel / lebih dan merekah dalam berbagai cara dan mempunyai arti penting dalam taksonomi lokusidal Membuka dari ujung distal (Iris, Epilobium) septisidal Membuka diantara karpel (Hypericum) septifragal Sekat tetap menempel pada sumbu berpori Melalui pori kecil (Papaver, Campunala) sirkumsisi Belahan melintang dan membentuk kelopak (Anagalis, Hyascyamus) berkatup Dengan bantuan geligi

  10. Buah kering

  11. Struktur lapisan kulit buah

  12. Buah kering yang tak membuka (a) Akenium (buah longkah), berbiji satu yang terbentuk oleh satu daun buah (Ranunculus, Asteraceae) (b) Sipsela, berbiji satu dari bakal buah inferior (Compositae) (c) Nuks (buah geluk), berbiji satu dari satu bakal buah yang terdegenerasi dengan satu bakal biji (Valerianella, Tilia) (d) Kariopsis (buah padi), berbiji satu dengan dinding biji melekat pada perikarp (Graminae) (e) Samara, berbiji satu dan bersayap (Ulmus, Fraxinus)

  13. BUAH BERDAGING (a) Buni / Baka, perikarp tebal dan berair dan dibedakan tiga lapisan: eksokarp (mengandung zat warna putih), mesokarp (cukup tebal), dan endokarp (berupa selaput). e.g: anggur, tomat, kopi, mentimun, jeruk, pisang (b) Batu, endokarpnya tebal dan keras. e.g.: mangga, kelapa, Prunus, Pistacia, Juglans) (c) Agregat / Ganda, ginosium apokarp menjadi masak secara individu (Rubus) Struktur anatomi terdiri dari perikarp dan jaringan tambahan. Bisa berdaging atau sukulen (tebal berair). Dari segi evolusi, sifat berdaging dianggap baru. Menjadi penyimpan cadangan makanan yang menarik hewan penyebar biji

  14. Buah dengan kulit yang jelas Berdaging terbatas pada bagian dalam Jeruk, pisang, mentimum Pada jeruk jaringan eksokarp dan flavedo (warna kuning) berisi kelenjar minyak atsiri dan sel berkristal Mesokarp (albedo) terdiri dari ruang antar sel Endokarp terdiri dari epi-dermis dalam dan beberapa lapis parenkim rapat. Terdapat banyak kantung berair yang memenuhi lokulus

  15. Buah tanpa kulit jelas Pada Lycopersicon escelentum Jumlah karpel pada tomat adalah dua atau lebih Perikarp Bagian berdaging mencakup perikarp, sekat dan plasenta yang besar Plasenta aksilar, jaringan pembuluh tersebar di plasenta dan perikarp Plasenta terdegradasi dan berlendir saat buah masak Perubahan warna karena transformasi kloroplas menjadi kromoplas

  16. Absisi buah Terjadi saat biji masih melekat atau sesudah biji dibebaskan Pada perkembangan buah, ada 3 periode puncak jatuhnya buah: 1. Segera setelah polinasi (post blossom) 2. Segera setelah pertumbuhan buah muda (June drop) 3. Selama pematangan (pre-harvest drop) Pada beberapa spesies, periode jatuhnya buah berkaitan dengan perkembangan biji dan periode rendahnya kandungan auksin dalam buah

More Related