Download
slide1 n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Sosiologi Halaman 74 PowerPoint Presentation
Download Presentation
Sosiologi Halaman 74

Sosiologi Halaman 74

289 Views Download Presentation
Download Presentation

Sosiologi Halaman 74

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. SosiologiHalaman 74 • Teori dinamika kelompok • Safety valve • Konsiliasi • Mediasi • Arbitrasi • Integrasi sosial • Asimilasi • Akulturasi

  2. Teoridinamikakelompok Menurut teori ini, kekerasan timbul karena adanya deprivasi relatif (kehilangan rasa memiliki) yang terjadi dalam kelompok atau masyarakat. Artinya, perubahan-perubahan sosial yang terjadi demikian cepat dalam sebuah masyarakat tidak mampu ditanggap dengan seimbang oleh sistem sosial dan nilai masyarakatnya. Perkembangan pengaruh perubahan itu berlasngsung sangat cepat dan tidak seiring dengan perubahan atau perkembangan dalam masyarakat. Kilang minyak Freeport di Papua Contoh: • Masuknya perusahaan-perusahaan internasional ke wilayah pedalaman Papua.

  3. Safety valve Safety valve, ialah suatu mekanisme khusus yang dipakai untuk mempertahankan kelompok dari kemungkinan konflik. Pada umumnya, masyarakat memiliki sarana atau mekanisme untuk mengendalikan konflik di dalam tubuhnya. Tujuan utama safety valve ini adalah menetralkan ketegangan-ketegangan yang timbul dari situasi pertentangan. Contoh : •Badan perwakilan siswa atau dewan guru di sekolah.

  4. Konsiliasi Konsiliasi merupakan bentuk pengendalian konflik yang dilakukan melalui lembaga-lembaga tertentu yang memungkinkan diskusi dan pengambilan keputusan yang adil di antara pihak-pihak yang bertikai. Lembaga perwakilan rakyat Contoh : •Pengendalian konflik ini melalui lembaga perwakilan rakyat

  5. Mediasi Pengendalian konflik dangan cara mediasi dilakukan apabila kedua pihak yang berkonflik sepakat untuk menunjuk pihak ketiga sebagai mediator. Pihak ketiga akan memberikan pemikiran atau nasihat-nasihatnya tentang cara terbaik dalam menyelesaikan pertentangan mereka. Sekalipun pemikiran atau nasihat pihak ketiga tersebut tidak mengikat, cara pengendalian ini kadang-kadang menghasilkan penyelesaian yang cukup efektif. Pihak berkonflik Pihak berkonflik Pihak ketiga Dengan cara mediasi, ada kemungkinan pihak-pihak yang berkonflik akan menarik diri tanpa harus “kehilangan muka”.

  6. Arbitrasi Arbitrasi atau perwasitan umunya dilakukan apabila kedua belah pihak yang berkonflik sepakat untuk menerima atau terpaksa menerima hadirnya pihak ketiga yang akan memberikan keputusan-keputusan tertentu untuk menyelesaikan konflik. Dalam bentuk perwasitan, kedua belah pihak harus menerima keputusan-keputusan yang diambil pihak ketiga(wasit) Dengan kata lain, pihak ketiga tidak mengarahkan konflik untuk suatu tujuan tertentu yang memenangkan salah satu pihak.

  7. Integrasi Sosial Integrasi adalah pembauran sesuatu yang tertentu hingga menjadi kesatuan yang utuh dan bulat. Istilah pembauran mengandung arti masuk ke dalam, menyatu, atau melebur sehingga menjadi seperti satu. Integrasi sosial = Proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan. Unsur-unsur yang berbeda tersebut meliputi perbedaan kedudukan sosial, ras, etnik, agama, bahasa, kebiasaan, sistem nilai, dan norma. Integrasi sosial akan terbentuk apabila sebagian besar anggota masyarakat tersebut sepakat mengenai struktur kemasyarakatan yang dibangun termasuk nilai-nilai, norma-norma, dan pranata-pranata sosialnya.

  8. Asimilasi Asimilasi merupakan suatu proses sosial yang ditandai dengan adanya usaha-usaha untuk mengurangi perbedaan-perbedaan yang ada di antara individu atau kelompok dalam masyarakat. Dalam proses ini, setiap individu dalam masyarakat berusaha untuk mempertinggi kesatuan tindakan, sikap, dan proses-proses mental dengan memperhatikan kepentingan dan tujuan bersama. Saat itu, setiap anggota kelompok dan masyarakat tidak lagi membedakan dirinya dengan anggota lainnya. Asimilasi ditandai dengan pengembangan sikap-sikap yang sama, walau terkadang bersifat emosional, dengan tujuan mencapai integrasi(kesatuan).

  9. Akulturasi Akulturasi adalah proses sosial yang terjadi apabila kelompok sosial dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada kebudayaan asing yang berbeda, sehingga unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan itu tanpa mengakibatkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri. Kebudayaan asing akan relatif mudah diterima apabila: •Tidak ada hambatan geografis. •Kebudayaan yang datang memberikan manfaat yang lebih besar bila dibandingkan dengan yang lama. •Adanya kesamaan dengan unsur-unsur kebudayaan yang lama. •Adanya kesiapan pengetahuan dan keterampilan tertentu. •Kebudayaan itu bersifat kebendaan. Kebudayaan Barat dan Cina