1 / 45

PENYEBAB PENYAKIT (PATOGEN)

PENYEBAB PENYAKIT (PATOGEN). KULIAH DASAR-DASAR ILMU PENYAKIT TUMBUHAN Tanggal 28 Maret 2012. PENYEBAB PENYAKIT (PATOGEN). PENYAKIT BIOTIK Jamur Prokariot (Bakteri dan Molicutes) Virus dan Viroid Nematoda Tumbuhan Tinggi Parasitik PENYAKIT ABIOTIK Difisiensi dll. Keracunan Fe

belle
Télécharger la présentation

PENYEBAB PENYAKIT (PATOGEN)

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENYEBAB PENYAKIT(PATOGEN) KULIAH DASAR-DASAR ILMU PENYAKIT TUMBUHAN Tanggal 28 Maret 2012 DIPT 2012

  2. DIPT-05

  3. PENYEBAB PENYAKIT (PATOGEN) • PENYAKIT BIOTIK • Jamur • Prokariot (Bakteri dan Molicutes) • Virus dan Viroid • Nematoda • Tumbuhan Tinggi Parasitik PENYAKIT ABIOTIK • Difisiensi dll. • Keracunan Fe • Embun upas KULIAH DASAR-DASAR ILMU PENYAKIT TUMBUHAN KLAS D TANGGAL 16 MARET 2011 BAMBANG HADISUTRISNO DIPT 2012

  4. JENIS PATOGEN • Patogen biotik • Jamur, bakteri, fitoplasma, protozoa, nematoda, virus, viroid • Patogen abiotik • Faktor edafik (tanah): kahat hara, keracunan hara • Pencemar udara: gas, partikel • Agens fisika: suhu, lengas, cahaya DIPT 2012 4

  5. JAMUR • Jasad sel tunggal atau bentuk benang (hife) • Heterotrof (tidak berklorofil) • Parasit atau saprofit • Reproduksi aseksual dan/atau seksual • Fragmentasi hife • Spora DIPT-05 5

  6. KLASIFIKASI JAMUR • Kelas • Plasmodiophoromycetes • Hypochytridiomycetes • Chytridiomycetes • Oomycets • Zygomycetes • Ascomycetes • Basidiomycetes • Deuteromycetes (= Fungi Imperfecti) DIPT-05 6

  7. PLASMODIOPHOROMYCETES • Jamur lendir endoparasit • Thallus berupa plasmodium • Contoh • Plasmodiophora brassicae penyebab penyakit akar gada pada marga Brassica (kobisan) • Pertumbuhan • Bila ada inang • Membentuk zoospora yg setelah masuk ke dlm sel akar akan berbentuk plasmodium • Plasmodium mengkoloni sel-sel • Bila tak ada inang • Zoospora membentuk dinding sel tebal (tahan) • Zoospora akan tumbuh lagi bila ada eksudat akar Brassica DIPT-05 7

  8. HYPHOCHYTRIDIOMYCETES • Jamur akuatik (dalam air) • Hife tidak bersekat • Membentuk zoospora berflagel tunggal pd bagian apikal • Beberapa anggota parasit pada ganggang atau jamur akuatik lain • Anisolpidium ectocarpi - ganggang coklat • Rhizidiomyces parasiticus - jamur Rhizophlyctis sp. DIPT-05 8

  9. PLASMODIOPHORA BRASSICAE Akar gada Zoospora DIPT-05 9

  10. CHYTRIDIOMYCETES • Jamur akuatik & terestrial • Thallus sederhana, hife tidak bersekat, membentuk • Zoospora berflagel satu yg panjang & dpt berperan sbg gamet (sel kelamin) • Contoh • Olpidium brassicae - damping-off kobis • Synchytrium endobioticum - bisul pd. Kentang • Physoderma alfalfae - bisul mahkota pd lucerne DIPT-05 10

  11. OOMYCETES • Hife tidak bersekat • Reproduksi seksual dgn membentuk oospora • Reproduksi aseksual dgn membentuk sporangium (kantong spora) • Banyak anggota merupakan parasit penting • Saprolegnia monoica - ikan • Phytophthora infestans - kentang (hawar) • Perenosclerospora maydis - jagung (bulai) • Plasmopara viticola - anggur (tepung palsu) • Pythium spp. - damping-off DIPT-05 11

  12. ZYGOMYCETES • Hife tidak bersekat • Reproduksi seksual dgn membentuk zigospora • Reproduksi aseksual dgn membentuk sporangium • Hidup sbg saprofit • Rhizopus oligosporus - jamur tempe • R. nigricans - jamur pd. roti • Pilobolus sp. - pd kotoran hewan • Hidup sbg parasit • Entomophthora muscae - parasit lalat DIPT-05 12

  13. ASCOMYCETES • Hife bersekat • Reproduksi seksual dgn membentuk askospora di dlm askus • Askus tersebar - apotesium • Askus dlm ‘wadah’ - peritesium (spt botol), kleistotesium (bola tertutup) DIPT-05 13

  14. ASCOMYCETES • Parasit & patogen tumbuhan • Ceratocystis fimbriata - kelapa (cairan merah) • Venturia inaequalis - hawar api (fireblight) apel • Claviceps purpurea - ergot gandum rye • Sclerotinia sclerotiorum - busuk buah • Xylaria spp. - busuk akar & pangkal btg • Endothia parasitica - hawar kastanye • Saprofit • Aleuria aurantia - jamur kuping • Morchella esculenta - jamur morel (edibel) • Helvella crispa - jamur morel palsu (beracun) • Tuber aestivum - jamur trufel (edibel) DIPT-05 14

  15. BASIDIOMYCETES • Hife bersekat dolipore, membentuk hubungan jepit (clamp connection) • Reproduksi seksual dgn membentuk basidiospora DIPT-05 15

  16. BASIDIOMYCETES • Parasit tumbuhan • Exobasidium vexans - cacar daun teh • Fomes lignosus - jamur akar putih • Ganoderma spp. - jamur akar coklat/merah • Hemileia vastatrix - jamur karat kopi • Puccinia graminis - jamur karat gandum • Ustilago maydis - jamur gosong bengkak • Saprofit • Phallus impudicus - jamur bangkai • Cyathus striatus - jamur sarang burung • Lycoperdon sp. - jamur ‘emposan’ DIPT-05 16

  17. BASIDIOMYCETES • Jamur mikoriza: simbiosis dgn akar tumbuhan • Amanita spp. • Boletus spp. • Pisolithus tinctorius • Jamur edibel • Agaricus campestris, A. bisporus • Auricularia auricula • Pleurotus ostreatus • Volvariella volvacea DIPT-05 17

  18. DEUTEROMYCETES(FUNGI IMPERFECTI) • Hife bersekat • Kelompok yg belum ditemukan reproduksi seksualnya • Kelompok sementara • Reproduksi aseksual dgn fragmentasi hife atau pembentukan konidium DIPT-05 18

  19. PEMBENTUKAN KONIDIUM • Tidak dlm ‘wadah’ (tersebar bebas) • Ordo Moniliales • Dalam ‘wadah’ • Ordo Melanconiales - pd. apotesium • Ordo Sphaeropsidales - dlm. piknidium DIPT-05 19

  20. MONILIALES • Parasit tumbuhan dan perusak pasca panen • Aspergillus spp. - Penicillium spp. • Fusarium spp. - Cercospora spp. • Verticillium spp. MELANCONIALES • Parasit tumbuhan • Colletotricum spp. • Goeosporium spp. DIPT-05 20

  21. SPHAEROPSIDALES • Parasit tumbuhan • Diplodia spp. • Botryodiplodia spp. • Phoma spp. DIPT-05 21

  22. PROKARIOT • Terdiri dari Bakteri dan Mollicutes • Mikroorganisme bersel tunggal • Bahan genetik (DNA) tidak diikat/diselimuti oleh suatu membran (tidak mempunyai dinding inti) • Sel-sel terdiri dari DNA dan ribosom kecil (70S) DIPT-05 22

  23. BAKTERI • Lebih dari 1600 spesies telah diketahui • Sebagian besar bersifat saprofit • Ada yang bermanfaat bagi manusia • Patogen tanaman lebih dari 100 spesies • Sebagian besar bakteri patogen tumbuhan bersifat saprofit fakultatif dan dapat ditumbuhkan pada media buatan DIPT-05 23

  24. MORFOLOGI (411 agrios,ivth) • MORFOLOGI • BENTUK : LENGKUNG, BATANG, SPIRAL COCCI, BACILLI, SPIRILLUM • UKURAN : 1,0-5,0 ---------- 0,5 – 1,0 mm TERGANTUNG: SUHU INKUBASI, MEDIUM, UMUR BIAKAN, METODA PENGECATAN • BERGERAK DENGAN FLAGELA • ADA YANG MEMBENTUK SPORA • BERKEMBANG BIAK DENGAN PEMBELAHAN BINER 1---2---4---16---32---64---128---256---1024 DIPT-05 24

  25. SEL BAKTERI GRAM NEGATIF DINDING SEL MEMBRAN SEL MEMBRAN LUAR GRAM POSITIF DINDING SEL MEMBRAN SEL DIPT-05 25

  26. DIPT-05 26

  27. EKOLOGI DAN PENYEBARAN • SEBAGIAN BESAR BAKTERI BERKEMBANG DI DALAM TANAMAN INANG SEBAGAI PARASIT • PADA PERMUKAAN TANAMAN TERUTAMA PADA TUNAS SEBAGAI EPIFIT • SEBAGIAN PADA SISA-SISA TANAMAN DAN DI DALAM TANAH SEBAGAI SAPROFIT • SOIL INHABITANTS: Agrobacterium tumefaciens, Ralstonia solanacearum, Streptomyces scabies • SOIL INVADERS: Erwinia amylovora, Xanthomonas campestris • Bertahan di dalam tanah dalam jaringan tanaman, beberapa hidup bebas secara saprofit, ada yang bertahan dengan membentuk bacterial ooze DIPT-05 27

  28. DIPT-05 28

  29. Massa bakteri DIPT-05 29

  30. PENYEBARAN BAKTERI • SECARA PASIF • AIR, SERANGGA, HEWAN LAIN(KELINCI, SAPI, BURUNG) • MANUSIA (CARA BERCOCOK TANAM, TRANSPORTASI BAHAN TANAMAN) • SECARA AKTIF • FLAGELA, KEMOTAKSIS DIPT-05 30

  31. GENERA BAKTERI PATOGEN TUMBUHAN • GRAM NEGATIF • PSEUDOMONAS (P.syringae ) • XANTHOMONAS (X. campestris ) • XYLOPHILUS (Xylophilus ampelinus) • ACIDOVORAX (Acidovorax sp.) • ERWINIA (E. carotovora) • PANTOEA (P. stewartii) • BURKHOLDERIA (B. cepacia) • RALSTONIA (R. solanacearum) DIPT-05 31

  32. GENERA BAKTERI PATOGEN TUMBUHAN • GRAM POSITIF • CORYNEFORM (Clavibacter xily subsp xily) • STREPTOMYCES (S. scabies) • CLOSTRIDIUM • BACILLUS DIPT-05 32

  33. VIRUS DAN VIROID • Bukan jasad hidup: tidak tersusun dari sel • Ukuran sub-mikroskopik • Tidak tampak di bawah mikroskop cahaya biasa • Tampak hanya dgn mikroskop elektron • Virus • Asam nukleat dengan selubung protein • Viroid • Asam nukleat yang infeksius (dapat menular) • Tanpa selubung protein DIPT-05 33

  34. Virus • Harus dengan mikroskop elektron DIPT-05 34

  35. VIRUS • INFEKSI VIRUS • Masuk ke dalam sel tanaman melalui luka mekanis atau lewat serangga vektor • Melalui infeksi butir benangsari • TRANSLOKASI DAN DISTRIBUSI VIRUS • Bergerak dari sel yang satu ke sel yang lain dan multiplikasi di dalam sel tersebut dengan memanfaatkan replikasi DNA inang • Pergerakan dari sel ke sel melalui plasmodesmata DIPT-05 35

  36. GEJALA KARENA VIRUS • GEJALA SISTEMIK (MOSAIK, RING SPOTS) • LOKAL • KERDIL ATAU PENGHAMBATAN PERTUMBUHAN • MEMPERPENDEK UMUR TANAMAN • SECARA UMUM GEJALA PADA DAUN (menguning, enasi) • GEJALA YANG MUNCUL PADA BUAH, BATANG DAN AKAR KADANG-2 TIDAK MENIMBULKAN GEJALA PADA DAUN DIPT-05 36

  37. PENYEBARAN VIRUS • BIJI • BENANGSARI • SERANGGA • TUNGAU • NEMATODA • JAMUR • TALIPUTRI DIPT-05 37

  38. PENYAKIT KARENA VIRUS • MOSAIK TEMBAKAU (TMV) • MOSAIK MENTIMUN (CMV) • MOSAIK KENTANG (PVY) • MOSAIK KENTANG (PVX) • TUNGRO (RICE TUNGRO SPHERICAL VIRUS) • POTATO LEAFROLL (POTATO LEAFROLL VIRUS, PLRV) DIPT-05 38

  39. KARAKTERISTIK NEMATODA • Panjang 300 – 1000 mm, ada yang sampai 4000 mikrometer (4 mm) • Lebar 15 – 35 mm • Berbentuk seperti belut, tubuh tidak bersegmen tanpa kaki atau alat lainnya • Jenis betina ketika dewasa menjadi membengkak DIPT-05 39

  40. NEMATODA Ukuran mikroskopik DIPT-05 40

  41. EKOLOGI DAN PENYEBARAN • SEBAGIAN HIDUPNYA ADA DI DALAM TANAH • HIDUP BEBAS DI DALAM TANAH MEMAKAN AKAR DAN BAGIAN BAWAH TANAMAN LAINNYA • ADA YANG HIDUP DALAM BENTUK MASA TELUR, FASE JUVENIL • BANYAK DIJUMPAI PADA KEDALAMAN 15 – 30 CM DIPT-05 41

  42. EKOLOGI DAN PENYEBARAN (2) • BERGERAK LAMBAT DI DALAM TANAH • MENYEBAR MELALUI ALAT PERTANIAN, AIR IRIGASI, KAKI BINATANG, BURUNG DAN DEBU TOPAN • MENYEBAR DALAM JARAK YANG JAUH LEWAT HASIL PERTANIAN DIPT-05 42

  43. CONTOH NEMATODA PARASIT TUMBUHAN • Meloidogyne javanica, M. incognita • Pratylenchus • Rotylenchulus • Globodera (nematoda kista kuning, golden cyst nemathode pada kentang) DIPT-05 43

  44. TANAMAN TINGGI PARASITIK • LEBIH DARI 2500 SPESIES TANAMAN TINGGI YANG HIDUP PARASITIK PADA TANAMAN LAIN • KETERGANTUNGAN: • PENUH • TIDAK PUNYA KLOROFIL DAN AKAR SEJATI • Cuscuta sp. • SEBAGIAN • PUNYA KLOROFIL TETAPI TIDAK PUNYA AKAR • Arceuthobium sp. DIPT-05 44

  45. 4. Tumbuhan Parasit Tali puteri (Cuscuta sp) Benalu (Loranthus sp.) DIPT-05 45

More Related