Teori Bahasa dan Otomata 2 sks - PowerPoint PPT Presentation

teori bahasa dan otomata 2 sks n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Teori Bahasa dan Otomata 2 sks PowerPoint Presentation
Download Presentation
Teori Bahasa dan Otomata 2 sks

play fullscreen
1 / 11
Teori Bahasa dan Otomata 2 sks
183 Views
Download Presentation
dena
Download Presentation

Teori Bahasa dan Otomata 2 sks

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. Teori Bahasa dan Otomata2 sks PohonPenurunandanpenyederhanaan CFG Versi 1 Rifki Indra Perwira, S.Kom rifkiindra@gmail.com

  2. Cakupan Bahasan • Aturan bahasa bebas konteks (CFG) • Pohon penurunan • Reguler vs bebas konteks • Penyederhanaan CFG

  3. Aturan bahasa bebas konteks (CFG) • CFG menjadi dasar pembentukan suatu parser (kompilator) • RG terbatas pada ruas kanan/produksinya • Hampir mirip dengan RG, Cuma ruas kanan tak hingga produksinya ( > 1 simbol Non terminal) • Aturan yang menunjukkan bagaimana menghasilkan untai-untai dalam sebuah bahasa

  4. Statement !! • Pada kasus bahasa reguler, hampir semua dapat diturunkan menjadi simbol terminal • Pada (CFG) saat menurunkan string, simbol-simbol variabel akan mewakili bagian yang blm terturunkan. (αβ) • Namun tidak semua bisa diturunkan hingga final, sehingga terjadi kasus looping atau statement yang berulang-ulang dalam mencari sebuah kondisi final • Solusinya adalah pohon penurunan

  5. Pohon penurunan • Konsep hampir sama dengan cara konvensional (ingat bab 3 grammar) • Salah satu cara lain untuk menurunkan simbol Non terminal(variable) menjadi terminal • Diharapkan bisa menghasilkan kondisi terminate untuk seluruh kombinasi yang berpotensi masih muncul

  6. Jika punya CFG sbb: S XY X  xX | x Y  yY | y Maka bisa dicari string-string terminate : Sxy; Sxxyy; S xyy; dst

  7. Tetapi jika menggunakan pohon penurunan S XY X  xX | x Y  yY | y S X Y y x X Y x y

  8. Proses penurunan • Penurunan terkiri : Simbol variabel terkiri di perluas dahulu • Penurunan terkanan: Simbol variabel terkanan di perluas dahulu

  9. Gambaran S aAS | a A SbA | ba • Mencari ‘aabbaa’ dengan penurunan kiri didapat : S aAS S aSbAS S aabbaS S aabbaa • Mencari ‘aabbaa’ dengan penurunan kanan : S aAS S aAa S aSbAa S aabbaa

  10. Dengan pohon penurunan S S aAS | a A SbA | ba S a A a S A b a b a