SlideServe
Menu
Préférences
© SlideServe · v2026

KEBIJAKAN FISKAL DAN KEBIJAKAN MONETER

edward-velez avatar
15 diapositives · 12.3K Views · Nov 06, 2014

KEBIJAKAN FISKAL DAN KEBIJAKAN MONETER. KEBIJAKAN FISKAL. Adalah suatu k ebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah . Lebih menekankan pada pengaturan pendapatan dan belanja pemerintah .

KEBIJAKAN FISKAL DAN KEBIJAKAN MONETER - slide 1
01 / 15KEBIJAKAN FISKAL DAN KEBIJAKAN MONETER
1 / 17

Télécharger la présentation

KEBIJAKAN FISKAL DAN KEBIJAKAN MONETER
Une image / un lien ci-dessous est fourni (tel quel) pour télécharger la présentation

Politique de téléchargement : le contenu du site vous est fourni TEL QUEL pour votre information et votre usage personnel ; il ne peut être vendu, concédé sous licence ni partagé sur d’autres sites sans l’accord de son auteur.Le contenu vous est fourni TEL QUEL, pour votre information et votre usage personnel uniquement. Téléchargez la présentation en cliquant sur ce lien. Lors du téléchargement, si vous ne parvenez pas à télécharger une présentation, l’éditeur a peut-être supprimé le fichier de son serveur.Pendant le téléchargement, si vous ne parvenez pas à obtenir une présentation, le fichier a peut-être été supprimé par l’éditeur.

F I N

Plus de contenu associé

Transcription de la présentation
  1. KEBIJAKAN FISKAL DAN KEBIJAKAN MONETER

  2. KEBIJAKAN FISKAL • Adalahsuatukebijakanekonomidalamrangkamengarahkankondisiperekonomianuntukmenjadilebihbaikdenganjalanmengubahpenerimaandanpengeluaranpemerintah. • Lebihmenekankanpadapengaturanpendapatandanbelanjapemerintah. • Instrumenkebijakanfiskaladalahpenerimaandanpengeluaranpemerintah yang berhubungandengan yang berhubunganeratdenganpajak.

  3. Jikamengubahtarifpajak yang berlakuakanberpengaruhpadaekonomi. Jikatarifpajakditurunkanmakakemampuandayabelimasyarakatakanmeningkatdanindustriakandapatmeningkatkanoutputnya. Dan sebalinya…..

  4. Kebijakananggaran / politikanggaran • AnggaranDefisit (defisit budget) / KebijakanFiskalEkspansif. • Anggaran Surplus (Surplus Budget) / Kebijakan Budget Kontraktif. • AnggaranBerimbang (Balanced Budget).

  5. AnggaranDefisit (defisit budget) / KebijakanFiskalEkspansifadalahkebijakanpemerintahuntukmembuatpengeluaranlebihbesardaripadapemasukannegaragunamemberi stimulus padaperekonomian. Umumnyasangatbaikdigunakanjikakeadaanekonomisedangresesif.

  6. Anggaran Surplus (Surplus Budget) / Kebijakan Budget Kontraktifadalahkebijakandalammembuatpemasukanlebihbesardaripadapengeluarnya.Baiknyapolitikanggaran surplus dilaksankanketikaperekonomianpadakondisi yang ekpansif yang mulaimemanasuntukmenurunkantekananpemerintah.

  7. AnggaranBerimbang (Balanced Budget) terjadiketikapemerintahmenetapkanpengeluransamabesardenganpemasukan.Tujuanpolitikanggaranberimbangyakniterjadinyakepastiananggaransertameningkatkandisiplin.

  8. KEBIJAKAN MONETER • adalahprosesmengaturpersediaanuangsebuahnegarauntukmencapaitujuantertentu; sepertimenahaninflasi, mencapaipekerjapenuhataulebihsejahtera. • dapatmelibatkanmengesetstandarbungapinjaman, "margin requirement", kapitalisasiuntukbankataubahkanbertindaksebagaipeminjamusahaterakhirataumelaluipersetujuanmelaluinegosiasidenganpemerintah lain. • padadasarnyamerupakansuatukebijakan yang bertujuanuntukmencapaikeseimbangan internal (pertumbuhanekonomi yang tinggi, stabilitasharga, pemerataanpembangunan) dankeseimbanganeksternal (keseimbanganneracapembayaran) sertatercapainyatujuanekonomimakro, yaknimenjagastabilisasiekonomi yang dapatdiukurdengankesempatankerja, kestabilanhargasertaneracapembayaraninternasional yang seimbang.

  9. KEBIJAKAN MONETER, lanjutan… • adalahupayauntukmencapaitingkatpertumbuhanekonomi yang tinggisecaraberkelanjutandengantetapmempertahankankestabilanharga. • Untukmencapaitujuantersebut Bank SentralatauOtoritasMoneterberusahamengaturkeseimbanganantarapersediaanuangdenganpersediaanbarang agar inflasidapatterkendali, tercapaikesempatankerjapenuhdankelancarandalampasokan/distribusibarang. • Kebijakanmoneterdilakukanantara lain dengansalahsatunamuntidakterbataspadainstrumensebagaiberikutyaitusukubunga, girowajib minimum, intervensidipasarvalutaasingdansebagaitempatterakhirbagi bank-bank untukmeminjamuangapabilamengalamikesulitanlikuiditas.

  10. Kebijakanmoneterdapatdigolongkanmenjadidua, yaitu : • KebijakanMoneterEkspansif / Monetary Expansive Policy Adalahsuatukebijakandalamrangkamenambahjumlahuang yang edar • KebijakanMoneterKontraktif / Monetary Contractive Policy Adalahsuatukebijakandalamrangkamengurangijumlahuang yang edar. Disebutjugadengankebijakanuangketat (tight money policy)

  11. Instrumenkebijakanmoneter, yaituantara lain : • OperasiPasar Terbuka (Open Market Operation) Operasipasarterbukaadalahcaramengendalikanuang yang beredardenganmenjualataumembelisuratberhargapemerintah (government securities). Jikainginmenambahjumlahuangberedar, pemerintahakanmembelisuratberhargapemerintah. Namun, bilainginjumlahuang yang beredarberkurang, makapemerintahakanmenjualsuratberhargapemerintahkepadamasyarakat. Suratberhargapemerintahantara lain diantaranyaadalah SBI atausingkatandariSertifikat Bank Indonesia dan SBPU atausingkatanatasSuratBerhargaPasarUang. • FasilitasDiskonto (Discount Rate) Fasilitasdiskontoadalahpengaturanjumlahduit yang beredardenganmemainkantingkatbunga bank sentralpada bank umum. Bank umumkadang-kadangmengalamikekuranganuangsehinggaharusmeminjamke bank sentral. Untukmembuatjumlahuangbertambah, pemerintahmenurunkantingkatbunga bank sentral, sertasebaliknyamenaikkantingkatbungademimembuatuang yang beredarberkurang. • RasioCadanganWajib (Reserve Requirement Ratio) Rasiocadanganwajibadalahmengaturjumlahuang yang beredardenganmemainkanjumlahdanacadanganperbankan yang harusdisimpanpadapemerintah. Untukmenambahjumlahuang, pemerintahmenurunkanrasiocadanganwajib. Untukmenurunkanjumlahuangberedar, pemerintahmenaikkanrasio. • Himbauan Moral (Moral Persuasion) Himbauan moral adalahkebijakanmoneteruntukmengaturjumlahuangberedardenganjalanmemberiimbauankepadapelakuekonomi. Contohnyasepertimenghimbauperbankanpemberikredituntukberhati-hatidalammengeluarkankredituntukmengurangijumlahuangberedardanmenghimbau agar bank meminjamuanglebihke bank sentraluntukmemperbanyakjumlahuangberedarpadaperekonomian.

  12. Bank Indonesiamemilikitujuanuntukmencapaidanmemeliharakestabilannilai rupiah. Tujuaninisebagaimanatercantumdalam UU No. 3 tahun 2004 pasal 7 tentang Bank Indonesia.

  13. Hal yang dimaksuddengankestabilannilai rupiah antara lain adalahkestabilanterhadapharga-hargabarangdanjasa yang tercerminpadainflasi. Untukmencapaitujuantersebut, sejaktahun 2005 Bank Indonesia menerapkankerangkakebijakanmoneterdenganinflasisebagaisasaranutamakebijakanmoneter (Inflation Targeting Framework) denganmenganutsistemnilaitukar yang mengambang (free floating).

  14. Dalampelaksanaannya, Bank Indonesia memilikikewenanganuntukmelakukankebijakanmonetermelaluipenetapansasaran-sasaranmoneter (sepertiuangberedaratausukubunga) dengantujuanutamamenjagasasaranlajuinflasi yang ditetapkanolehPemerintah.

  15. Secaraoperasional, pengendaliansasaran-sasaranmonetertersebutmenggunakaninstrumen-instrumen, antara lain operasipasarterbukadipasaruangbaik rupiah maupunvalutaasing, penetapantingkatdiskonto, penetapancadanganwajib minimum, danpengaturankreditataupembiayaan.