1 / 22

PENGANTAR

PENGANTAR. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN. Drs. Rasudyn Ginting , MSi Indra Efendi Rangkuti , S.Sos. back. RENCANA PEMBELAJARAN MK. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM KONTEKS PENDIDIKAN NASIONAL ( UU RI 20/2003). “PENDIDIKAN NASIONAL BERFUNGSI

elwyn
Télécharger la présentation

PENGANTAR

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Drs. RasudynGinting, MSi IndraEfendi Rangkuti, S.Sos back

  2. RENCANA PEMBELAJARANMK. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

  3. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM KONTEKS PENDIDIKAN NASIONAL( UU RI 20/2003) “PENDIDIKAN NASIONAL BERFUNGSI MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN DAN MEMBENTUK WATAK SERTA PERADABAN BANGSA YANG BERMARTABAT DALAM RANGKA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA”(Ps 3 UU RI No 20 tahun 2003) PENDIDIKAN NASIONAL BERTUJUAN : “…UNTUK BERKEMBANGNYA POTENSI PESERTA DIDIK AGAR MENJADI MANUSIA YANG BERIMAN BAN BERTAQWA KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA, SEHAT, BERILMU, CAKAP, KREATIF, MANDIRI, DAN MENJADI WARGANEGARA YANG DEMOKRATIS DAN BERTANGGUNG JAWAB”( Ps 3 UU RI No.20 Tahun 2003) Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan

  4. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM KONTEKS PENDIDIKAN NASIONAL ( UU RI No. 20/2003) “KURIKULUM PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH” WAJIB MEMUAT : • PENDIDIKAN AGAMA • PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN • BAHASA ( Ps 37 AYAT 1 UU No 20 tahun 2003 ) “KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI” WAJIB MEMUAT : • PENDIDIKAN AGAMA; • PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN; • BAHASA.” ( Ps 37 AYAT 2 UU No.20 tahun 2003) Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan

  5. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM KONTEKS PENDIDIKAN NASIONAL( UU No. 20/2003) “Penjelasan Pasal 37 Ayat (1) UU RI No.20 Tahun 2003: “Pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air” Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan

  6. SASARAN PEMBELAJARAN PKN DI PERGURUAN TINGGI SIKAP DAN TANGGUNG JAWAB DEMOKRATIS WAWASAN KEWARGA- NEGARAAN INDONESIA PERCAYA DIRI SBG BANGSA WARGA NEGARA YANG CERDAS DAN BAIK KOGNITIF AFEKTIF HOLISTIK (Komprehensif- integral ) KOMITMEN BELA NEGARA PARTISIPASI SOSPOL KETERAMPILAN KEWARGANEGARAAN PSIKOMOTOR

  7. VISIPENDIDIKAN KEWARGANEGARAANDI PERGURUAN TINGGI(Menurut SKep Dirjen Dikti No. 38/DIKTI/Kep./2002 ) ~ SUMBER NILAI DAN ~ PEDOMAN PENYELENGGARAAN PROGRAM STUDI DALAM MENGANTARKAN MAHASISWA, UNTUK ~ MENGEMBANGKAN KEPRIBADIANNYA SELAKU WARGANEGARA YANG BERPERAN AKTIF ~ MENEGAKKAN DEMOKRASI MENUJU MASYARAKAT MADANI Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan

  8. MISIPENDIDIKAN KEWARGANEGARAANDI PERGURUAN TINGGI( Menurut SKep Dirjen Dikti No. 38/DIKTI/Kep./2002 ) Membantu mahasiswa selaku warganegara, agar mampu : ~ mewujudkan nilai-nilai dasar perjuangan bangsa Indonesia, ~ mewujudkan kesadaran berbangsa dan bernegara, ~ menerapkan ilmunya secara bertanggung jawab terhadap kemanusiaan. Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan

  9. KOMPETENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAANDI PERGURUAN TINGGI(Menurut SKep Dirjen Dikti No. 38/DIKTI/Kep./2002 ) Mengantarkan mahasiswa selaku warganegara, memiliki : a. Wawasan kesadaran bernegara, untuk : - bela negara. - cinta tanah air. b. Wawasan kebangsaan, untuk : - kesadaran berbangsa - mempunyai ketahanan nasional. c. Pola pikir, sikap yang komprehensif- Integral pada seluruh aspek kehidupan nasional. BERTUJUAN UNTUK MENGUASAI : ~ Kemampuan berfikir, ~ Bersikap rasional, dan dinamis, ~ Berpandangan luas sebagai manusia intelektual. Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan

  10. TUJUAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAANDI PERGURUAN TINGGI ( Menurut SKep Dirjen Dikti No. 38/DIKTI/Kep./2002 ) • Agar mahasiswa : • Memiliki motivasi menguasai materi pendidikan kewarganegaraan, • Mampu mengkaitkan dan mengimplementasikan dalam peranan dan kedudukan serta kepentingannya, sebagai individu, anggota keluarga/masyarakat dan warganegara yang terdidik. • Memiliki tekad dan kesediaan dalam mewujudkan kaidah-kaidah nilai berbangsa dan bernegara untuk menciptakan masyarakat madani. Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan

  11. HISTORIS PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI INDONESIA SEJAK 1960-AN SAMPAI SAAT INI • CIVICS/KEWARGAAN NEGARA : SMA/SMP 62, SD 68, SMP 1969, SMA 1969 • PENDIDIKAN KEWARGAAN NEGARA (PKN) : SD 68, PPSP 73 • PENDIDIKAN MORAL PANCASILA (PMP) : SD, SMP,SMU 1975, 1984. • PENDIDIKAN PANCASILA : PT 1970-an - 2000-an • PENDIDIKAN KEWIRAAN : PT 1960-an - 2001 • PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN : PT 2002 - Sekarang • PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PPKn) : SD, SMP, SMU 1994-Sekarang • PENDIDIKAN KEWARGAAN : IAIN/STAIN 2002 - sekarang (rintisan) • PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn) : SD, SMP, SMU, PT (UU No.20 Thn 2003 ttg SISDIKNAS) Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan

  12. HISTORIS ….(LANJUTAN) CATATAN : PENDIDIKAN KEWIRAAN : PT 1960-an – 2000 - Walawa (Wajib Latih Mahasiswa) : ~ Ektra Kurikuler, tapi intra Universiter ~ Di beberapa PTN. ~ 1970-an ~ Resimen Mahasiswa berdasar teritorial (seperti : Yon Maha Jaya, Maha Surya, dsj). ~ sertifikatnya Tamtama Cadangan. - Pendidikan Perwira Cadangan : ~ SKep Bersama Mendikbud-Menhankam/Pangab untuk PTN : 0228/U/73 dan Kep.B.43/XII/73, 08-12-1973. ~ prinsipnya Wamil untuk Jurusan tertentu, - sarjana muda ( eqivalen 90 sks) - diberi pangkat Letnan Dua. Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan

  13. MUATAN KONSEPTUALPENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DOMAIN KURIKULER DOMAIN KAJIAN ILMIAH SMART & GOOD CITIZENSHIP DOMAIN SOSIAL-KULTURAL Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan

  14. WACANA KONSEPTUAL PENDIDIDKAN KEWARGANEGARAAN DI DUNIA • ISTILAH : • CIVICS, CIVIC EDUCATION (USA) • CITIZENSHIP EDUCATION (UK) • TA’LIMATUL MUWWATANAH, • TARBIYATUL AL WATONIYAH (TIMTENG) • EDUCACION CIVICAS (MEXICO) • SACHUNTERNICHT (JERMAN) • CIVICS, SOCIAL STUDIES (AUSTRALIA) • SOCIAL STUDIES (USA NEW ZEALAND) • LIFE ORIENTATION (AFSEL) • PEOPLE AND SOCIETY (HONGARIA) • CIVICS AND MORAL EDUCATION (SINGAPORE) • OBSCESVOVEDINIE (RUSIA) Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan

  15. PARADIGMA DASAR THIN MINIMUM 1. EDUCATION ABOUT CITIZENSHIP / DEMOCRACY KNOWING CITIZENSHIP DEMOCRACY MODERATE 2. EDUCATION THROUGH CITIZENSHIP/DEMOCRACY DOING CITIZENSHIP DEMOCRACY THICK MAXIMUM 3. EDUCATION FOR CITIZENSHIP / DEMOCRACY BUILDING CITIZENSHIP DEMOCRACY Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan

  16. ISI DAN MODUS PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN CONTINUM OF DEMOCRACY EDUCATION Education about Democracy Education in Democracy Education for Democracy THIN CITIZENSHIP EDUCATION MODERATE CITIZENSHIP EDUCATION THICK CITIZENSHIP EDUCATION (exclusive, elitist, formal, content-led, knowledge-based, didactic transmission, easier to achieve, civic education) (inclusive, activist, participative, process-led, value-based, interactive, more difficult to achieve, citizenship education) (Central, South & East Europe, Australia) (South East Asia : Indonesia) (North Europe, USA, New Zealand) Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan

  17. PARADIGMA KONSENTRIS PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN EDUCATION THROUGH DEMOCRACY EDUCATION FOR DEMOCRACY EDUCATION ABOUT DEMOCRACY PKN SD,SMP,SMA PKN DIKTI Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan

  18. KERANGKA SASARAN PEMBENTUKANDALAM PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN CIVIC CONFIDENCE CIVIC KNOWLEDGE CIVIC DISPOSITIONS SMART & GOOD CITIZENSHIP CIVIC COMPETENCE CIVIC COMMITTMENT CIVIC SKILLS Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan

  19. ATRIBUT MASYARAKAT MADANI INDONESIA • BER-KETUHANAN YANG MAHA ESA, • BERKEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB, • BERSATU DALAM NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA, • DEMOKRATIS-KONSTITUSIONAL, • BERKEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA, • BERBHINNEKA TUNGGAL IKA, • MENJUNJUNG TINGGI HAK DAN KEWAJIBAN AZASI MANUSIA, • MENCINTAI PERDAMAIAN DUNIA. Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan

  20. REFERENSI PENGANTARPENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN • Udin S. Winataputra, H., (2004). Pendidikan kewarganegaraan sebagai wahana psiko- pedagogis untuk mewujudkan masyarakat madani. MakalahBahan Sajian dan Diskusi Dalam Lokakarya • Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi. Jakarta : Dirjen Dikti-Depdiknas. 21-22 • September 2004. • 2. UU. No. 20. tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. • SKep. Dirjen DIKTI – Depdiknas, No. 38/DIKTI/Kep/2002. tentang Rambu-rambu pelaksanaan Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. • Sudargo Gautama. (1997). Warga Negara dan Orang Asing. Bandung : Alumni. • Sharp, Gene. (1997). Menuju Demokrasi tanpa Kekerasan. Terjemahan: Sugeng Bahagiyo. Jakarta : Pustaka Sinar Haraoan. • Bondan Gunawan S. (2000). Apa itu Demokrasi . Jakarta : Pustaka Sinar Harapan. • Beetham, David & Boyle, Kevin. (1995). Demokrasi . Terjemahan : Bern. Hidayat. Yogyakarta : Kanisius. • Saafroedin Bahar dan A.B. Tangdililing. (Penyunting). ( 1996). Intergrasi Nasional : Teori, Masalah dan Strategi. Jakarta : Ghalia Indonesia. • F. Isjwara. (1982). Ilmu Politik. Bandung : Angkasa. • Tim Dirjen Dikti-Dep Diknas. (2001). Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. • Tim Lemhannas. (1994). Kewiraan untuk Mahasiswa. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan

  21. LATIHAN PENGUASAAN KONSEP DAN PEMECAHAN MASALAH • Buat contoh kasus dan peristiwa yang selaras dan tidak selaras dengan visi, misi dan kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan dikaitkan dengan bidang studi. • Buat contoh upaya bela negara dalam berbagai bidang profesi kecuali militer dan polisi. • Jelaskan mengapa penambangan pasir di Kepulauan Riau yang dijual ke Singapura dapat mengancam eksistensi Wawasan Nusantara • Jelaskan apakah dengan adanya Internet dan penggunaannya dapat mengancam Ketahanan Nasional. Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan

  22. DISKUSIKAN • Mampukah Pendidikan Kewarganegaraan menjadi lokomotif yang tangguh untuk menarik “Nation’s Competitiveness” yang tertinggal dari negara lain back Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan

More Related