Download
slide1 n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
VEGETATION AND NOISE ABATEMENT PowerPoint Presentation
Download Presentation
VEGETATION AND NOISE ABATEMENT

VEGETATION AND NOISE ABATEMENT

194 Views Download Presentation
Download Presentation

VEGETATION AND NOISE ABATEMENT

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. VEGETATION AND NOISE ABATEMENT Disarikanoleh: soemarno, pdklp-ppsub-2012

  2. BAKU TINGKAT KEBISINGAN 1. Kebisinganadalahbunyi yang tidakdiinginkandariusahaataukegiatan dalamtingkatdanwaktutertentu yang dapatmenimbulkangangguan kesehatanmanusiadankenyamananlingkungan; 2. Tingkat kebisinganadalahukuranenergibunyi yang dinyatakandalam satuanDesibeldisingkat dB; 3. Baku tingkatkebisinganadalahbatasmaksimaltingkatkebisingan yang diperbolehkandibuangkelingkungandariusahaataukegiatansehingga tidakmenimbulkangangguankesehatanmanusiadankenyamanan lingkungan; KeputusanMenteri Negara LingkunganHidup No. 48 Tahun 1996 Tentang : Baku Tingkat Kebisingan

  3. The Federal Highway Administration (FHWA) prescribes a three-part approach for addressing roadway noise including: 1) source controls and quiet vehicles, 2) reduction measures within highway construction, and 3) developing land adjacent to highways in a way that is compatible with highway noise. JalurhijausepanjangjalankampusUB Fotosmno-kampus.ub.-Mei 2012

  4. KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NO. 48 TAHUN 1996 TANGGAL 25 NOPEMBER 1996 BAKU TINGKAT KEBISINGAN

  5. KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NO. 48 TAHUN 1996 TANGGAL 25 NOPEMBER 1996 METODA PENGUKURAN, PERHITUNGAN DAN EVALUASI TINGKAT KEBISINGAN LINGKUNGAN 1. MetodaPengukuran Pengukurantingkatkebisingandapatdiiakukandenganduacara : 1) Cara Sederhana Dengansebuah sound level meter biasadiukurtingkattekananbunyi db (A) selama 10 (sepuluh) menituntuktiappengukuran. Pembacaandilakukan setiap 5 (lima) detik. 2) Cara Langsung Dengansebuah integrating sound level meter yang mempunyaifasilitas pengukuran LTMS, yaituLeqdenganwaktuukursetiap 5 detik, dilakukan pengukuranselama 10 (sepuluh) menit. Waktupengukurandilakukanselamaaktifitas 24 jam (LSM) dencancarapadasiang haritingkataktifitas yang paling tinggiselama 10 jam (LS) padaselangwaktu 06.00 - 22. 00 danaktifitasdalamhariselama 8 jam (LM) padaselang 22.00 - 06.00. Setiappengukuranharusdapatmewakiliselangwaktutertentudengan menetapkan paling sedikit 4 waktupengukuranpadasiangharidanpadamalam hari paling sedikit 3 waktupengukuran, sebagaicontoh : - L1 diambilpada jam 7.00 mewakli jam 06.00 - 09.00 - L2 diambilpada jam 10.00 mewakili jam 09.00 - 11.00 - L3 diambilpada jam 15.00 mewakili jam 14.00 - 17.00 - L4 diambilpada jam 20.00 mewakili jam 17.00.- 22.00 - L5 diambilpada jam 23.00 mewakili jam 22.00 - 24.00 - L6 diambilpada jam 01.00 mewakili jam 24.00 - 03.00 - L7 diambilpada jam 04.00 mewakili jam 03.00 - 06.00 • Keterangan : • - Leq : Equivalent Continuous Noise Level atau Tingkat KebisinganSinambung • Setaraialahnilaitertentukebisingandarikebisingan yang berubah-ubah • (fluktuatifselamawaktutertentu, yang setaradengantingkatkebisingandari • kebisingan yang ajeg (steady) padaselangwaktu yang sama. • Satuannyaadalah dB (A). • - LTMS = Leqdenganwaktu sampling tiap 5 detik • - LS = Leqselamasianghari • - LM = Leqselamamalamhari • LSM = Leqselamasiangdanmalamhari.

  6. 2. Metodeperhitungan: (daricontoh) LS dihitungsebagaiberikut : LS = 10 log 1/16 ( T1.10 01L5 +.... +T4.1001L5) dB (A) LM dihitungsebagaiberikut : LM = 10 log 1/8 ( T5.10 01L5 +.... +T7.1001L5) dB (A) Untukmengetahuiapakahtingkatkebisingansudahmelampauitingkatkebisingan makaperludicarinilai LSM daripengukuranlapangan. LSM dihitungdarirumus : LSM = 10 log 1/24 ( 16.10 01L5 +.... +8.1001L5) dB (A) 3. MetodeEvaluasi Nilai LSM yang dihitungdibandingkandengannilaibakutingkatkebisingan yang ditetapkandengantoleransi +3 dB(A) JalurhijausepanjangjalankebuntehWonosari Foto: smno-malang-sept 2010

  7. Kebisingan didefinisikan sebagai "suara yang tak dikehendaki, misalnya yang merintangi terdengarnya suara-suara, musik dsb, atau yang menyebabkan rasa sakit atau yang menghalangi gaya hidup. Diantara pencemaran lingkungan yang lain, pencemaran/polusi kebisingan dianggap istimewa dalam hal: [1] Penilaian pribadi dan penilaian subyektif sangat menentukan untuk mengenali suara sebagai pencemaran kebisingan atau tidak, dan [2] Kerusakannya setempat dan sporadis dibandingkan dengan pencemaran air dan pencemaran udara (Bising pesawat udara merupakan pengecualian). vancouver.ca/.../cclerk/970513/citynoisereport/

  8. Keluhan-keluhan tentang pencemaran di Jepang menurut jenisnya Keluhan-keluhan tentang endapan tanah dihilangkan dari Tabel karena sulit untuk menggambarkannya. Sumber: Komisi Koordinasi Sengketa Lingkungan

  9. Tiga Unsur dari Suara Apabila keyboard dari piano ditekan, seseorang menangkap "nyaringnya", "tingginya" dan "nada" suara yang dipancarkan. Ini adalah tolak ukur yang menyatakan mutu sensorial dari suara dan dikenal sebagai "tiga unsur dari suara". Sebagai ukuran fisik dari "kenyaringan", ada amplitude dan tingkat tekanan suara. Untuk "tingginya" suara adalah frekwensi. Tentang nada, ada sejumlah besar ukuran fisik, kecenderungan jaman sekarang adalah menggabungkan segala yang merupakan sifat dari suara, termasuk tingginya, nyaringnya dan distribusi spektral sebagai "nada". www.dosits.org/science/whatis/2.htm

  10. Frekwensi dan Panjang gelombang Udara terdiri atas partikel-partikel yang beragam dimensinya. Semakit rapat partikel-partikel ini , tekanan udara semakin bertambah; semakin jarang partikel-partikel , semakin rendah tekanan udara. Gejala yang muncul akibat perubahan tekanan ini disebut sebagai gelombang suara. Suatu gelombang suara memancar dengan kecepatan suara dengan gerakan seperti gelombang. Jarak antara dua titik geografis (yaitu dua titik di antara tekanan suara maksimum dan suara murni ) yang dipisahkan hanya oleh satu periode dan yang menunjukkan tekanan suara yang sama dinamakan "gelombang suara", yang dinyatakan sebagai (m). Apabila tekanan suara pada suatu titik berubah secara periodik, jumlah berapa kali naik-turunnya periodik ini berulang dalam satu detik dinamakan "frekwensi", yang dinyatakan sebagai f (Hz). Suara-suara ber-frekwensi tinggi adalah suara tinggi, sedangkan yang ber-frekwensi rendah adalah suara rendah. Hubungan antara kecepatan suara c (m/s), gelombang dan frekwensi f dinyatakan : c = f x Panjang gelombang dari suara yang dapat didengar adalah beberapa sentimeter dan sekitar 20 m. Mutu suara, yang dipengaruhi oleh kasarnya permukaan-permukaan yang memantulkan suara, tingginya pagar-pagar dan faktor-faktor lainnya, akan berbeda sebagai perbandingan dari panjang gelombang terhadap dimensi obyek, karena itu masalahnya menjadi lebih rumit.

  11. Gelombang sinusoidal How do you characterize sounds? If you had to describe a specific sound to a friend, what words would you use? If you can't think of any words, close your eyes and listen to the people around you talk. Are you able to tell who is talking without opening your eyes? How? What are the differences between the sounds that different people make? Perhaps you thought of describing a sound with the words loud or soft; high-pitched or low-pitched. These words describe, or characterize, how we perceive sounds. Scientists, on the other hand, describe sounds with characteristics that can be measured using instruments. We can relate characteristics that scientists measure to the words we use to describe the sounds we hear. When we talk about loud or soft, scientists talk about the intensity, or amplitude, of the sound. When we talk about the pitch of a sound, scientists use the word frequency. www.dosits.org/science/whatis/2.htm

  12. Garis bentuk Kenyaringan Intensity or Loudness Sound travels in a wave. The wave's amplitude is the change in pressure as the sound wave passes by. If you increase the amplitude of a sound, you are making it louder, just as you do when you turn up the volume on your radio. If you decrease the amplitude, you are making the sound softer (turning down the volume). Characteristics that scientists use to describe sound, such as amplitude, can be related to a picture of a wave. www.dosits.org/science/whatis/2.htm

  13. Garis bentuk Kenyaringan Dikatakan bahwa batas perbedaan suara yang bisa terdengar oleh rata-rata orang adalah 20 - 20,000 Hz, tetapi bisa terdengarnya tersebut tergantung pada frekwensi. Tes-tes (hearing) psikiatris menghasilkan Garis bentuk Kenyaringan . Kurva menggunakan 1000 Hz dan 40 dB sebagai referensi untuk suara murni dan mem-plot suara referensi ini dengan tingkat-tingkat yang bisa terdengar dari kenyaringan yang sama pada berbagai frekwensi. Kenyaringan suara yang diterima oleh telinga manusia bervariasi karena dua sifat-sifat fisik yaitu tingkat tekanan suara dan frekwensi. Bahkan dalam lingkup yang bisa terdengar, frekwensi-frekwensi rendah dan tinggi sulit untuk ditangkap. Dibutuhkan kepekaan tinggi pada lingkup 1 - 5 kHz. Apabila tingkat kenyaringan dari suatu suara dikurangi, pada suatu titik tertentu, suara tidak lagi terdengar. Tingkat ini juga berbeda sesuai dengan frekwensi. Tingkat ini diindikasikan sebagai tingkat minimum yang bisa terdengar (garis titik-titik) . Tingkat minimum yang bisa terdengar pada 20 dB atau lebih dipandang sebagai kesulitan pendengaran.

  14. Pengaruh / Akibat-akibat dari Kebisingan Apabila suatu suara mengganggu orang yang sedang membaca atau mendengarkan musik, maka suara itu adalah kebisingan bagi orang itu meskipun orang-orang lain mungkin tidak terganggu oleh suara tersebut. Meskipun pengaruh suara banyak kaitannya dengan faktor-faktor psikologis dan emosional, ada kasus-kasus di mana akibat-akibat serius seperti kehilangan pendengaran terjadi karena tingginya tingkat kenyaringan suara pada tingkat tekanan suara berbobot A atau karena lamanya telinga terpasang terhadap kebisingan tsb. Noise health effects are the health consequences of elevated sound levels. Elevated workplace or other noise can cause hearing impairment, hypertension, ischemic heart disease, annoyance, sleep disturbance, and decreased school performance.

  15. Jenis-jenis dari Akibat-akibat kebisingan

  16. Tipe-Tipe Kebisingan

  17. Suara adalah gejala di mana partikel-partikel di udara bergetar dan menyebabkan perubahan-perubahan dalam tekanan udara, karena itu intensitasnya dinyatakan sebagai tekanan suara. (Pascal adalah suatu unit [Pa]) dan energi yang diperlukan untuk getaran (juga dinamakan "tenaga suara dari sumber ", unit-unit watt [W]). Bila dinyatakan dalam Pascal, intensitas dari suara dinamakan "tekanan suara" dan menggunakan suatu unit referensi dari 20 Pa. Ini hampir sama dengan tekanan suara dari suara minimum yang ditangkap oleh telinga manusia. Tingkat tekanan suara didefinisikan sebagai 10x logaritma rasio dari tekanan suara efektif pangkat dua terhadap tekanan suara referensi efektif (20 Pa), dan dinyatakan dengan formula di bawah ini. Pendekatan ini diterima demi mudahnya anotasi, seperti - misalnya - suatu suara dengan 100 dB akan mempunyai tekanan suara sebesar 100.000 kali tekanan suara referensi dengan seterusnya menjadi terdiri dari banyak digit. Unit-unit itu adalah decibel (dB).

  18. www.co.san-juan.wa.us/.../scenicrdmanual.aspx When planting the roadside, it is important to relate the arrangement and location of plants to the natural patterns of existing vegetation. The following guides will be helpful to achieve compatible relationships:1. Plants should not be planted in geometric or uniform patterns, nor randomly scattered in a meaningless pattern.2. Plants should be informally grouped in masses and clumps, with attention given to combinations which will provide diversity and contrast.3. Space trees so when mature they will be proportional in size with surrounding vegetation.4. Arrange plants so their edge is uneven and closer to the roadside in some locations and further away in others.

  19. Demikian pula, intensitas suara didefinisikan secara kwantitatif sebagai tingkat kekuatan suara karena kekuatan suara dari unit-unit sumber (10 - 12 W). Seperti halnya dengan tingkat tekanan suara, unit-unit di sini menggunakan decibel. Dalam menilai kenyaringan suara, perlu mempertimbangkan perbedaan cara bagaimana suara ditangkap karena frekwensi, seperti dijelaskan dalam 1.4. Untuk itu, alat-alat ukur tingkat kebisingan menggunakan rangkaian penyesuaian frekwensi yang meng-asimilasikan kepekaan telinga manusia terhadap kenyaringan. Karakteristik penyesuaian frekwensi umumnya digunakan karakteristik A. Tingkat kenyaringan yang didapat sesudah penyesuaian frekwensi ini dinamakan "Tingkat tekanan suara berbobot A (tingkat kebisingan)".

  20. Karakteristik frekwensi dari alat-alat ukur tingkat Kebisingan

  21. Tingkat percentile (LAN, T) Kenyaringan kebisingan fluktuasi dengan waktu, karena itu perlu mempertimbangkan fluktuasi selama satu periode waktu ketika menilai tingkat tekanan suara berbobot A. Dua indeks populer adalah tingkat percentile dan tingkat tekanan suara berbobot A yang sepadan dan kontinyu. Tingkat kebisingan yang, untuk N% periode dari waktu yang diukur, sama atau lebih besar dari tingkat tertentu, dinamakan "Tingkat percentile N-persen". Variabel ini dinyatakan sebagai LAN dan suatu tingkat 50% (LA50) diambil sebagai titik tengah, 5% (LA5) sebagai batas atas dari lingkup 90% dan 95% (LA95) sebagai batas bawah dari lingkup 90% yang sama. Dalam pengukuran yang menggunakan faktor waktu aktual, praktek pada umumnya adalah mengambil contoh tingkat tekanan suara berbobot A pada interval waktu yang konstan, peroleh distribusi frekwensi kumulatifnya, kemudian mendapatkan tingkat percentile spesifik. Pada umumnya, dalam penilaian kebisingan lingkungan, sebaiknya mengambil 50 atau lebih contoh pada interval 5 detik atau kurang.

  22. Tingkat tekanan suara berbobot A yang sepadan dan kontinyu-(LAeq) Tingkat tekanan suara berbobot A yang sepadan dan kontinyu banyak dipakai di seputar dunia sebagai indeks untuk kebisingan. Itu didefinisikan sebagai "tingkat tekanan suara berbobot A dari kebisingan yang fluktuasi selama suatu periode waktu T, yang dinyatakan sebagai jumlah energi rata-rata". Itu dinyatakan dengan formula di bawah ini P0: Tekanan suara referensi (20 Pa) PA: Tekanan suara berbobot A (untuk waktu A) dari kebisingan target (Pa) Periode waktu adalah dari waktu t1 sampai waktu t2, sedangkan jumlah contoh-contoh tingkat tekanan suara berbobot A adalah n.

  23. Tingkat tekanan suara berbobot A yang sepadan dan kontinyu

  24. Tingkat Ekspos Terhadap Suara (LAE) Tingkat ekspos terhadap suara digunakan untuk menyatakan kebisingan satu kali atau kebisingan sebentar-sebentar dalam jangka waktu pendek dan kontinyu. Variabel mengubah jumlah energi dari kebisingan satu kali menjadi tingkat tekanan suara berbobot A dari kebisingan tetap 1-detik yang kontinyu dari energi sepadan.Karena kebisingan kereta api dapat dianggap sebentar-sebentar, "kebijakan untuk mengatasi kebisingan dalam penambahan atau penyempurnaan jalur kereta api dalam skala besar (Jawatan Lingkungan Jepang, Des. 1995)" adalah dengan mengukur tingkat ekspos terhadap suara dari setiap kereta api yang lewat dan mendapatkan tingkat tekanan suara berbobot A yang sepadan dan kontinyu . T0: Waktu referensi (1 detik) t1 - t2: Waktu yang diperlukan untuk lewatnya satu kereta api

  25. Tingkat Ekspos Terhadap Suara

  26. Formula untuk mendapatkan tingkat tekanan suara berbobot A yang sepadan dan kontinyu - dari tingkat peng-eksposan suara dari setiap kereta api yang lewat adalah sbb: T: Waktu (detik) yang ditargetkan untuk LAeq. Dari jam 07:00 sampai dengan 22:00 adalah 54,000 detik. Dari jam 22:00 sampai dengan 07:00 adalah 32,400 detik. Tingkat kekuatan sepadan juga dapat dicapai dengan menggunakan kekuatan rata-rata dari suatu tingkat ekspos terhadap suara (LAE) dan jumlah n kereta api sebagai berikut:

  27. Tingkat Kebisingan Terbobot yang Diterima secara Sepadan dan Kontinyu (WECPNL, Jepang) Tingkat Kebisingan Terbobot yang Diterima secara Sepadan dan Kontinyu (WECPNL) adalah suatu ukuran yang diusulkan oleh organisasi penerbangan sipil Internasional (ICAO)untuk menilai ekspos yang kontinyu terhadap kebisingan jangka panjang dari berbagai pesawat terbang. Perhitungannya rumit, tetapi WECPNL yang digunakan untuk peraturan lingkungan hidup di Jepang didefinisikan dengan formula yang disederhanakan sbb: LA: Kekuatan rata-rata dari tingkat-tingkat tinggi kebisingan pesawat 10 dB atau jauh lebih besar dari kebisingan latar belakang.N: Jumlah pesawat yang berangkat tiap jam.N1: 24:00 - 07:00, N2: 07:00 - 19:00, N3: 19:00 - 22:00, N4: 22:00 - 24:00

  28. Propagasi Suara (Rambatan Suara) Kekuatan suara dari sumber dan Tingkat Kekuatan Suara Suara dipancarkan apabila suatu sumber bergetar, tetapi kenyaringan dari suara yang dipancarkan berubah tergantung pada intensitas dari sumber. Intensitas ini didefinisikan sebagai energi suara yang dipancarkan dari sumber dalam 1 detik dan dinamakan "kekuatan suara dari sumber (P)" (unit-unit dari watts [W]). Tingkat indikasi untuk intensitas dari kekuatan suara ini dinamakan "tingkat kekuatan suara (PWL)". Seperti terpampang dalam 2.1, tingkat kekuatan suara sama dengan tingkat tekanan suara. Tetapi, di mana tingkat tekanan suara mengekspresikan kenyaringan suara yng dimonitor dalam suatu titik sembarangan, tingkat kekuatan suara mengekspresikan intensitas dari kekuatan akustik yang dipancarkan oleh suatu sumber.

  29. Propagasi Suara Pada suatu titik berjarak r meter dari sumber suara sederhana, hubungan antara tingkat kekuatan suara (dB), tingkat intensitas suara IL (dB) dan tingkat tekanan suara SPL (dB) adalah sbb. SPL=IL=PWL - 20log r- 11 (Lapangan bebas)SPL=IL=PWL - 20log r- 8 (Lapangan setengah bebas) Yang dimaksudkan disini ialah bahwa, apabila tingkat kekuatan suara tidak dapat diukur secara langsung, tingkat kekuatan suara dari sumber dapat diperkirakan dari tingkat tekanan suara yang diukur pada suatu titik yang jauh dari sumber. Itu juga merupakan formula dasar yang digunakan secara terbalik untuk meramalkan kenyaringan dari suara yang menyebar ke dalam lingkungan, dari tingkat kekuatan suara.

  30. PENGARUH DAN AKIBAT DARI KEBISINGAN Meskipun pengaruh suara banyak kaitannya dengan faktor-faktor psikologis dan emosional, ada kasus-kasus dimana akibat-akibat serius seperti kehilangan pendengaran terjadi karena tingginya tingkat kenyaringan suara pada tingkat tekanan suara berbobot A dan karena lamanya telinga terpajan terhadap kebisingan itu. Berikut jenis dari akibat kebisingan :

  31. Decibels Decibel (dB) adalah kwantitas logaritmis yang dipakai sebagai unit-unit tingkat tekanan suara berbobot A. Ini dilakukan untuk dua alasan: pertama untuk menyederhanakan plot-plot multipel , ke dua untuk secara kira-kira menyebandingkan kwantitas logaritmik dari stimulus untuk stimulus akustik yang diterima telinga manusia dari luar. Untuk menilai kebisingan, perlu untuk menghitung tambahnya atau kurangnya tingkat tekanan suara berbobot A rata-ratanya dan sebagainya. Ini memerlukan pengetahuan dasar tentang perhitungan logaritma.

  32. Highway Traffic Noise In recent years, highway traffic noise - the unpleasant, unwanted sounds generated on our nation's streets and highways - has been of increasing concern both to the public and to local, National and regional officials. At the same time, modern acoustical technology has been providing better ways to lessen the adverse impacts of highway traffic noise. Some of acoustical techniques are now being employed by government agencies, highway planners and designers, construction engineers, and private developers. www.wsdot.wa.gov/.../commonquestion

  33. www.nonoise.org/.../highway/traffic/traffic.htm NOISE REDUCTION Vegetation, if it is high enough, wide enough, and dense enough that it cannot be seen through, can decrease highway traffic noise. A 200-foot width of dense vegetation can reduce noise by 10 decibels, which cuts in half the loudness of traffic noise. It is often impractical, however, to plant enough vegetation along a road to achieve such reductions. But, if dense vegetation already exists, it could be saved. If it does not exist, roadside vegetation can be planted to create a psychological relief, if not an actual lessening of traffic noise levels.

  34. Sound and Noise As we all know, sound is created when an object moves: the rustling of leaves as the wind blows, the air passing through our vocal chords, the almost invisible movement of the speakers on a stereo. The movements cause vibrations of the molecules in air in waves like ripples on water. When the vibrations reach our ears, we hear what we call sound. Sound is quantified by a meter which measures units called decibels (dB). For highway traffic noise, an adjustment, or weighting, of the high- and low-pitched sounds is made to approximate the way that an average person hears sounds. The adjusted sounds are called "A-weighted levels"(dBA). The A-weighted decibel scale begins at zero. This represents the faintest sound that can be heard by humans with very good hearing. The loudness of sounds (that is, how loud they seem to humans) varies from person to person, so there is no precise definition of loudness. However, based on many tests of large numbers of people, a sound level of 70 is twice as loud to the listener as a level of 60.

  35. www.csc.noaa.gov/.../gulfmex/html/rsdetail.htm

  36. To achieve a reduction in noise emissions the Agency is: Ensuring that when a road needs a new surface, the most appropriate noise reducing surfaces are used where noise is a particular concern. Specifying quieter surfaces as a matter of course where new roads are to be built or existing roads improved. Identifying sites for the provision of noise mitigation such as noise barriers and double-glazing. Researching tyre/road noise in partnership with vehicle standard authorities and the tyre industry. Working towards improved performance in noise control during construction/maintenance activities. www.highways.gov.uk/aboutus/10850.htm

  37. Causes of Traffic Noise The level of highway traffic noise depends on three things: (1) the volume of the traffic, (2) the speed of the traffic, and (3) the number of trucks in the flow of the traffic. Generally, the loudness of traffic noise is increased by heavier traffic volumes, higher speeds, and greater numbers of trucks. Vehicle noise is a combination of the noises produced by the engine, exhaust, and tires. The loudness of traffic noise can also be increased by defective mufflers or other faulty equipment on vehicles. Any condition (such as a steep incline) that causes heavy laboring of motor vehicle engines will also increase traffic noise levels. In addition, there are other more complicated factors that affect the loudness of traffic noise. For example, as a person moves away from a highway, traffic noise levels are reduced by distance, terrain, vegetation, and natural and manmade obstacles. Traffic noise is not usually a serious problem for people who live more the.500 feet from heavily traveled freeways or more than l00 to 200 feet from lightly traveled roads.

  38. How Traffic Volume Affects Noise A 2000 vehicles per hour B 200 vehicles per hour A sounds twice as loud as B.

  39. How Speed Affects Traffic Noise A 55 miles per hour B 15 miles per hour A sounds twice as loud as B. Aneka kendaraanbermotorjalanraya

  40. Determining noise Impact Highway traffic noise is never constant. The noise level is always changing with the number, type, and speed of the vehicles which produce the noise. Traffic noise variations can be plotted, as shown by the graph below. It is usually inconvenient and cumbersome to use such a graph to represent traffic noise in this manner. A more practical method is to convert the noise data to a single representative number. Statistical descriptors are almost always used as a single number to describe varying traffic noise levels. The two most common statistical descriptors used for traffic noise are L10 and Leq. L10 is the sound level that is exceeded 10 percent of the time.

  41. www.earthworksaction.org/noiseresources.cfm

  42. How Sound Travels Sound is caused by changes in air pressure. For example, when a mallet strikes a drum the drumhead begins to move back and forth (vibrate). As the drumhead moves down, air is pulled toward it, and as the head bounces back up it pushes air away. This creates changes in air pressure that move (or propagate) away from the drum, eventually striking our eardrum. These changes in pressure are known as sound waves.There are a number of factors that affect the propagation of sound. The most important include: distance from source; obstacles such as barriers and buildings; atmospheric absorption;wind direction and speed; temperature and temperature gradient; humidity; precipitation;reflections; and ground absorption.It is important to understand that noise does not always decrease as one moves away from a noise source. The above factors can work to increase or decrease noise levels. For example, at short distances (up to 160 feet) the wind has a minor influence on the measured sound level.At distances greater than 1,000 feet from a noise source, noise can become louder on the downwind side by as much as 20 dB, while on the upwind side levels can drop by 20 dB (depending on wind speed and distance).Other things to consider include the fact that while barriers may act to reduce high frequency sounds, low frequency sounds are difficult to reduce using obstacles or barriers. Additionally, while soft ground surfaces and the atmosphere are effective at absorbing mid-frequency and high frequency noise, these factors do not tend to reduce low frequency noise to the same degree. This means that as one moves away from the source, low frequencies often become much more prominent.

  43. Noise Compatible Reduction Techniques - Physical Responses Topography Sound waves are affected by the terrain - whether hilly or flat - between the source and the receiver. A berm or hill will block sound and diminish its intensity. A ditch or gulley deflects the sound and depending on its depth and dimension will diminish the sound and/or cause a change in its path. Where hills are available, constructing noise sensitive uses behind the hills helps reduce sound problems. Taman untuk meredam kebisingan www.fhwa.dot.gov/.../noise/ncp/ncp_curr.htm

  44. The Surface "Propagation medium" describes the area between the sound source and the receiver, including the type of ground surface (Exhibit 2). For instance, a fence reflects or deflects sound according to its height, thickness and material. Sound is affected by the type of surface, as well. Porous surfaces, like dirt or grass, absorb some sound; surfaces not so porous, like asphalt or concrete, will reflect some sound affecting how it's heard by the human ear.

  45. www.avtreefarm.com/files/sound-barrier.htm Planting a Sound Barrier Vegetation can be used to barrier the effects many problems including noise pollution. As with plantings for wind or visual barriers, the selection and arrangement of the plant material is key to a successful outcome. 

  46. Planting a Sound Barrier  Noise reduction is achieved by either deflection or absorption of the noise or a combination of the two. Most hardscape barriers work by deflecting sound (example 1in pic.). To be effective they should be close to the source of the noise as safety allows. With these barriers vegetation serves to soften the visual effect of the barrier and reduce the reverberation of sound. Earthen berms are often used in combination with trees and shrubs to deflect and absorb sound when the available space is limited.  Vegetation alone can be used where adequate space is available. To be effective the planting must be multiple rows to about 40‑75' in depth. Care also must be taken to plant the first row at 50' from a roadway or any area‑ that should not be subject to extra snow deposits.  Conifers or evergreen broadleaf plants will naturally provide the best year around noise reduction. Deciduous trees and shrubs can be added to the planting for variety and added summer noise reduction

  47. PEMILIHAN VEGETASI Vegetation should be selected for site conditions with special attention to plant selection guidelines section. It is also important to incorporate fast growing plants and long lived plants for a quick and long lasting barrier.  Shrubs: Plant in rows closest to the sound. Chose dense or thicket forming shrubs that tolerate salt or deicing chemicals and air pollutants.Caraganaarborescens ; Philadelphus spp.; Potentillafruticosa; Symphoricarpos spp.  Conifers: Trees that retain lower branches will be most effective.Abiesconcolor; Juniperus spp. Barisanpepohonandisepanjangjalan yang sunyi Foto: smno-malang-okt 2010

  48. Deciduous trees: Taller trees should be selected for the center of the vegetative barrier. Fast growth rate can be considered to provide a more effective barrier more quickly. Smaller trees especially those with attractive flowering and form work well on the inside of the barrier for both visual and sound effect.  Acer platanoidesAcer saccharinumAesculushippocastanumEleagnusangustifoliumFraxinusamericanaGleditsiatriacanthos and its varieties Juglansnigra Malus species (for inside rows as flowering sensitive to high levels of air pollutants)  Populus spp.Prunus spp. RobiniapseudoacaciaSalix spp. www.for.gov.bc.ca/.../HEALTH/GFHS0004.HTM

  49. www.syllent.com/media.html www.daviddarling.info/encyclopedia/N/noise.html

  50. Concrete barriers and vegetation The engineering of these walls acoustic absorbents basacomposción in the walls of two modules in which concrete is introduced along with the vegetation and topsoil must retainer of water to provide moisture Between the two there is an air chamber which further contributes to the sound insulation required. www.metrolight-es.com/eng_catalogo-barreras-a...