1 / 43

MINIMALISASI BIAYA dan KURVA BIAYA

MINIMALISASI BIAYA dan KURVA BIAYA. Keputusan yang Dihadapi oleh Perusahaan. Biaya Jangka Pendek. Dalam jangka pendek, semua perusahaan memiliki biaya yang jumlahnya tidak tergantung pada output yang dihasilkan. Biaya ini disebut sebagai biaya tetap ( fixed cost ).

loyal
Télécharger la présentation

MINIMALISASI BIAYA dan KURVA BIAYA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. MINIMALISASI BIAYA dan KURVA BIAYA

  2. Keputusan yang Dihadapi oleh Perusahaan

  3. Biaya Jangka Pendek • Dalam jangka pendek, semua perusahaan memiliki biaya yang jumlahnya tidak tergantung pada output yang dihasilkan. Biaya ini disebut sebagai biaya tetap (fixed cost)

  4. Biaya-biaya dalam Jangka Pendek • Biaya Tetap (Fixed Cost) biaya uang dikeluarkan perusahaan, tidak tergantung pada tingkat output yang dihasilkan. Biaya ini akan tetap ada meskipun perusahaan tidak berproduksi • Biaya Variabel (Variable Cost) biaya yang dikeluarkan perusahaan, tergantung pada tingkat output yang dihasilkan TC = TFC + TVC Total Cost = Total Fixed Cost + Total Variable Cost

  5. Biaya Tetap • Dalam jangka pendek perusahaan tidak memiliki kontrol terhadap biaya tetap, sehingga sering disebut sebagai sunk cost. • Average Fixed Cost (AFC) merupakan total fixed cost (TFC) dibagi dengan jumlah output (q):

  6. Kurva TFC dan AFC TFC • Kurva AFC menurun dengan bertambahnya output yang diproduksi TFC 0 Q AFC AFC 0 Q

  7. Biaya Variabel • Kurva total biaya variabel (TVC) merupakan kurva yang menunjukkan hubungan antara total biaya variabel dan tingkat output yang dihasilkan perusahaan TVC Total biaya variabel ditentukan oleh kebutuhan produksi dan tingkat harga input yang digunakan TVC 0 Q

  8. Biaya Marjinal (MC) • Biaya marjinal merupakan pertambahan total biaya sebagai akibat pertambahan produksi satu unit output. • Biaya marjinal menunjukkan perubahan pada biaya variabel

  9. Bentuk Kurva MC dalam Jangka Pendek • Kenyataan bahwa dalam jangka pendek semua perusahaan dibatasi oleh penggunaan input tetap, berarti bahwa: • Perusahaan menghadapi kondisi dimana jumlah input variabel menurun • Perusahaan mempunyai kapasitas produksi output yang terbatas • Keterbatasan kapasitas berakibat, jika perusahaan meningkatkan produksi output maka biaya yang dikeluarkan akan meningkat.

  10. Bentuk Kurva MC dalam jangka Pendek • Dalam jangka pendek, MC pada akhirnya akan semakin meningkat dengan bertambahnya output yang diproduksi MC MP MC MP 0 q 0 L

  11. Kurva TVC dan MC TVC TVC • TVC selalu meningkat seiring dengan peningkatan jumlah output. Kurva MC menunjukkan bagaimana TVC berubah jika output meningkat sebesar satu unit • Pada tingkat output dibawah 100, TVC bertambah dengan pertambahan yang semakin menurun. Sedangkan pada tingkat output lebih dari 100, TVC bertambah dengan pertambahan yang semakin meningkat. 0 100 q MC MC 0 100 q

  12. Average Variable Cost (AVC) • AVC merupakan Total Variabel Cost (TVC) dibagi dengan jumlah output. • Marginal Cost (MC) merupakan biaya dari setiap pertambahan satu unit output. AVC merupakan biaya rata-rata penggunaan input variabel untuk setiap unit output yang diproduksi. • AVC mengikuti MC, tetapi pergerakannya lebih lambat.

  13. Hubungan Antara AVC dan Mc • Ketika MC dibawah AVC, AVC menurun • Ketika MC diatas AVC, AVC meningkat • MC yang menaik memotong AVC pada titik AVC minimum. MC,AVC MC AVC 0 q 100 200 Pada tingkat output 200 unit, AVC minimum, dan MC=AVC

  14. Biaya Total (TC) • Penambahan TFC ke TVC berarti penambahan jumlah yang sama dengan TFC ke setiap tingkat TVC • Sehingga kurva TC memiliki bentuk yang sama dengan kurva TVC, dimana TC lebih tinggi setinggi TFC. C TC TVC TFC 0 Q

  15. Average Total Cost (ATC) C • ATC merupakan biaya total dibagi dengan jumlah output (Q) • Karena AFC menurun seiring dengan bertambahnya output, setiap jumlah penurunan AFC ditambahkan ke AVC menjadi AC ATC AVC 0 Q C AFC 0 Q

  16. Hubungan Antara ATC dan MC C MC • Jika MC dibawah ATC, maka ATC akan menurun searah dengan MC. • Jika MC diatas ATC, maka ATC akan menaik. • MC memotong ATC pada titik minimum kurva ATC. ATC AVC q 0 C AFC 0 q

  17. Keputusan-keputusan Output:Penerimaan, Biaya, Maksimisasi Profit • Dalam jangka pendek, dalam pasar persaingan sempurna perusahaan menghadapi kurva permintaan yang horisontal pada tingkat harga keseimbangan pasar P P S d D Q 0 Q 0 Perusahaan Pasar

  18. Total Revenue (TR) dan Marginal Revenue (MR) • TR merupakan total jumlah hasil penjualan output oleh perusahaan. • MR merupakan tambahan penerimaan yang diterima perusahaan jika menambah ouput satu unit. • Pada pasar persaingan sempurna, P=MR.

  19. Membandingkan biaya dan Revenue untuk Memaksimalkan Profit • Tingkat output dimana perusahaan mempeeroleh profit yang maksimum jika MR-MC. • Pada pasar persaingan sempurna, MR=P, sehingga profit yang maksimum diperoleh jika perusahaan memproduksi sampai titik dimana P=MC. • Perusahaan akan berproduksi selama MR=MC.

  20. Kurva Penawaran dalam Jangka Pendek P P S MC ATC d”=MR” d’=MR’ d=MR D” D’ D • Pada berbagai tingkat harga pasar, kurva MC menunjukkan tingkat output yang memaksimumkan profit. Dengan demikian, kurva MC yang memaksimumkan profit, kurva penawaran perusahaan dalam jangka pendek q 0 q 0 industri Petusahaan

  21. Biaya dan Keputusan-keputusan Output dalam Jangka Panjang

  22. Konsep Profit • Profit (laba) meupakan selisih antara total penerimaan dan total biaya (TR dan TC) • Break Event merupakan kondisi dimana peusahaan menerima normal rate of return (Laba normal). TR=TC

  23. Perusahaan Menerima Laba Positif dalam Jangka Pendek P S P MC ATC AVC P* P* P*=d=MR D • Untuk memaksimalkan profit, perusahaan menetapkan tingkat output dimana MR=MC. q q 0 0 q* Industri Perusahaan

  24. Minimalisasi Kerugian • Laba (kerugian) operasi atau penerimaan bersih sama dengan total penerimaan dikurangi total biaya variabel. • Jika penerimaan>biaya variabel, laba operasi akan positif dan dapat digunakan untuk menutup biaya tetap serta mengurangi kerugian. Hal ini akan membuat perusahaan dapat tetap beroperasi. • Jika penerimaan<biaya variabel, perusahaan mengalami kerugianoperasi yang menyebabkan kerugian total >total biaya tetap (TFC). Perusahaan dapat meminimalkan kerugian dengan menutup usaha.

  25. Minimalisasi Kerugian MC P P ATC S AVC P* P* P*=d=MR D 0 q* q 0 q • Ketika harga sama dengan P*, penerimaan cukup untuk untuk menutup total biaya variabel tetapi tidak cukup untuk biaya total • Selama harga (=AR) cukup untuk menutup AVC, perusahaan dapat terus beroperasi atau menutup usaha. Industri Perusahaan

  26. Minimalisasi Kerugian ATC MC P P S AVC D E C P* P*=d=MR P* A B D 0 q 0 • Selisih antara ATC dan AVC sama dengan AFC, sehingga AFCxq=TFC. • P*CDE merupakan kerugian (loss) • ABCP* merupakan laba operasi. q* q Industri Perusahaan

  27. Kurva Penawaran Perusahaan dalam Pasar Persaingan Sempurna • Kurva penawaran jangka pendek dalam pasar persaingan sempurna merupakan bagian dari kurva MC yang berada diatas kurva AVC MC P SR Supply TVC AVC Pm Shut-down Point 0 q

  28. Kurva Penawaran Industri dalam Jangka pendek • Kurva penawaran industri jangka pendek merupakan penjumlahan horisontal dari kurva MC (diatas AVC) semua perusahaan yang ada dalam industri. MC P P P P S MC MC AVC AVC AVC q 0 q 0 q 0 q 0 Perusahaan 1 Perusahaan 2 Perusahaan 3 Industri

  29. Laba, Rugi, dan Keputusan Perusahaan jangka panjang dan jangka Pendek dalam Pasar Persaingan Sempurna • Dalam jangka pendek, perusahaan harus memutuskan berapa output yang diproduksi dengan skala produksi yang ada sekarang. • Dalam jangka panjang, perusahaan mempunyai pilihan diantara berbagai kemungkinan skala produksi yang potensial.

  30. Biaya dalam Jangka Panjang: Economies dan Diseconomies of Scale • Increasing return to scale atau economies of scale, menunjukkan kenaikan skala produksi perusahaan yang menyebabkan menurunnya biaya rata-rata produksi output. • Constant return to scale menunjukkan kenaikan skala produksi perusahaan yang tidak mempengaruhi biaya rata-rata produksi. • Decreasing return to scale, menunjukkan kenaikan skala produksi yang menyebabkan kenaikan biaya rata-rata produksi.

  31. Kurva Biaya Rata-rata Jangka Panjang (LRAC) • LRAC merupakan kurva yang menunjukkan perbedaan skala-skala produksi dimana perusahaan dapat memilihnya untuk beroperasi dalam jangka panjang. Tiap-tiap skala produksi menunjukkan berbagai tingkat skala produksi jangka pendek yang berbeda.

  32. Kurva LRAC • Dalam jangka panjang, kurva AC perusahaan yang menunjukkan skala produksi dengan slope yang menurun (downward sloping) C Skala 1 MC SRAC Skala 2 Skala 3 MC MC SRAC SRAC LRAC 0 q

  33. Perusahaan dengan Economies dan Diseconomies of Scale • Dalam jangka panjang, kurva AC perusahaan dengan economies of scale memiliki slope yang menaik (upward-sloping). C MC SRAC MC LRAC MC SRAC SRAC 0 q

  34. Skala Produksi yang Optimal • Skala Produksi yang optimal merupakan skala produksi yang meminimalkan biaya rata-rata. MC C MC SRAC LRAC MC SRAC SRAC 0 q* q

  35. Kondisi Jangka Panjang yang Disesuaikan dengan Kondisi Jangka Pendek • Dalam jangka panjang, perusahaan dapat memperluas usaha ketika menggunakan skala produksi yang meningkat (increasing return to scale). • Harga akan menurun ke titik minimum pada kurva LRAC P S Skala 1 SRMC SRAC P P Skala 2 S’ SRMC LRAC SRAC P* P* D q q 0 0 q* q

  36. Profit dalam Jangka Pendek:Peningkatan Keseimbangan • Adanya perusahaan yang menikmati laba positif, menarik perusahaan baru untuk memasuki industri. • Sebagai akibat adanya aliran modal dealam industri, kurva penawaran bergeser kekanan dan harga menjadi turun. • Perusahaan akan terus memperluas skala produksinya selama economies of scale terjadi, da perusahan baru akan terus masuk kepasar selama diperoleh laba positif.

  37. Kerugian Jangka Pendek: Penurunan Keseimbangan • Ketika perusahaan dalam industri mengalami kerugian, maka tidak ada halangan baginya untuk keluar dari industri. SRMC P LRAC S SRAC P* P* D 0 q 0 q* q Industri Perusahaan

  38. Kerugian jangka Pendek: Penurunan Keseimbangan • Sebagai akibat keluarnya perusahaan dari industri, kurva penawaran bergeser dari S ke S’, yang mendorong harga naik ke P S’ SRMC SRAC LRAC S P P* D q* q Industri Perusahaan

  39. Kerugian jangka Pendek: Penurunan Keseimbangan • Dalam jangka panjang, industri pada akhirnya akan kembali ke titik keseimbangan dan kerugian akan dapat dihilangkan. SRMC P S LRAC SRAC P* D q 0 q 0

  40. Profit dalam Jangka Pendek: Peningkatan Keseimbangan • Selama dalam industri terdapat kerugian, perusahaan akan menutup usaha dan meninggalkan industri, sehingga akan menurunkan penawaran. • Hal ini akan berdampak pada kenaikan tingkat harga. • Kenaikan harga secara perlahan-lahan akan mengurangi kerugian sehingga perusahaan dapat terus bertahan dalam industri hingga pada akhirnya kerugian dapat dihilangkan.

  41. Keseimbangan Jangka Panjang pada Pasar Persaingan Sempurna • Meskipun industri dimulai dengan laba atau rugi, pada akhirnya kondisi keseimbangan akan dicapai kembali dalam jangka panjang, yaitu diperolehnya normal profit. • Dalam jangka panjang, harga keseimbangan sama dengan LRAC, SRMC, dan SRAC. Profit = 0

  42. Internal-External Economies of Scale • Skala ekonomis yang dimiliki perusahaan individual dinamakan sebagai skala ekonomis internal • External economies of scale menggambarkan economies dan diseconomies of scale dari industri.

  43. Kurva Penawaran Industri dalam Jangka Panjang (LRIS) • LRIS mengikuti output sepanjang waktu sebagai bentuk perluasan industri. • Ketika industri menikmati external economies of scale, kurva penawaran berlereng menurun, sehingga industri disebut Decreasing-cost Industry. D2 S1 S2 LRAC1 P2 LRAC2 P1 P3 D1 q 0 q 0 Perusahaan Industri • Pada industri dengan struktur biaya menurun, biaya turun sebagai akibat dari perluasan industri, dan LRIS berslope menurun

More Related