1 / 23

Layanan Informasi Obat di RS

Layanan Informasi Obat di RS. Informasi Obat merupakan pekerjaan kefarmasian dan HAK KONSUMEN. UU Perlindungan Konsumen ( UU no 8 / 1999 ) Informasi lengkap mengenai produk Konsumen berhak menuntut UU Kesehatan (UU no 23 / 1992)

sileas
Télécharger la présentation

Layanan Informasi Obat di RS

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Layanan Informasi Obatdi RS

  2. Informasi Obat merupakan pekerjaan kefarmasian dan HAK KONSUMEN • UU Perlindungan Konsumen (UU no 8 / 1999) • Informasi lengkap mengenai produk • Konsumen berhak menuntut • UU Kesehatan (UU no 23 / 1992) • Ketentuan dan Tatacara Pendirian Apotik (Permenkes 1993, revisi 2002)

  3. Alasan Utama Perlu adanya Pelayanan PIO • Jumlah dan jenis obat yang semakin banyak • Pustaka yang semakin banyak dan memerlukan pengalaman dalam memilih pustaka yang baik

  4. PHARMACEUTICAL CAREFilosofi dari penggunaan obat untuk meningkatkan kualitas hidup manusiaPraktek kefarmasian yang mengharuskan profesi farmasis bertanggung jawab langsung terhadap penggunaan obat pasien dan dilakukan dengan komitmen penuh • Menyembuhkan penyakit • Mengurangi gejala penyakit • Menahan penyebaran/ • memperlambat proses penyakit • Mencegah penyakit/gejala • penyakit PERAN MENDASAR PROFESI FARMASI • Identifikasi Drug Related Problem (DRP) • Mencegah Drug Related Problem • Memecahkan Drug Related Problem

  5. Prosedur Penggunaan Obat Sistem Melingkar Memecahkan Masalah Pasien “Diagnosa” Mengidentifikasi Masalah Pasien Merencanakan Pengobatan “Penulisan Resep” Menilai Perkembangan Pasien Pelaksanaan Pengobatan “Peracikan & Informasi/konseling obat” Pelaksanaan Pengobatan “Penggunaan obat” Monitor Perkembangan Pasien

  6. Patient carememerlukan integrasi pengetahuan dan keahlian Pengetahuan terapi obat Pengetahuan terapi non obat Pengetahuan penyakit Pengetahuan interpretasi uji lab &diagnostik Pengetahuan Teknologi Farmasi Patient care Ketrampilan Informasi & Konsultasi Obat Ketrampilan penentuan DRP & penyelesaiannya Ketrampilan Memonitor pasien

  7. PENGGUNAAN OBAT YANG RASIONAL DOKTER APOTEKER KEPATUHAN PASIEN TERCAPAI TUJUAN TERAPI Kualitas hidup meningkat

  8. LAPORAN KETIDAKPATUHAN PASIEN • Stewart & Cluff, 29 – 59% penderita • Blackwell, 25 – 50% penderita • Davis, 30 – 35% penderita • Stimson, 19 – 72% penderita • Stewart & Caranasos; Peck & King, 4 – 35 % penderita • McKenney & Harison, 10,5% penderita dirawat • Blackbourn & Galvin a & b, 24% penderita dirawat

  9. LAPORAN PENYEBAB PENGHENTIAN PENGOBATAN PADA PENDERITA YANG MEMBUTUHKAN PENGOBATAN MENAHUN( ASMA, DIABETES MELLITUS, PENYAKIT KARDIOVASKULER) • Merasa sudah sembuh(14,8%) • Mengalami efek samping obat(7,1%) • Menurunkan dosis karena merasa lebih baik(20,4%) • Mengalami kelebihan dosis yang menimbulkan dampak yang serius(5,6%) • Menambah (membeli sendiri) dengan obat – obat herbal / tradisional(19,9%)

  10. LAPORAN BEBERAPA AKIBAT DARI KETIDAKPATUHAN PASIEN • 75%Penderita lanjut usia harus dirawat di IGD • 70 – 80%penderita hipertensi tidak dapat mengendalikan tekanan darahnya • 12%penderita harus dirawat kembali di rumah sakit

  11. RESIKO ATAS KETIDAKPATUHAN PASIEN DALAM PENGGUNAAN OBAT • Kegagalan terapi • Meningkatkan biaya perawatan • Memerlukan perawatan tambahan • Resiko terhadap toksisitas obat • Berjangkitnya kembali penyakit

  12. Pelayanan Informasi Obat Pemberian informasi obat oleh farmasis dalam rangka penggunaan obat yang tepat : • proses penggalian latar belakang pertanyaan, • mengembangkan strategi penelusuran sumber informasi yang tepat, • mengevaluasi sumber informasi yang didapatkan, • merumuskan jawaban

  13. Pusat Informasi Obat : Tempat farmasis melakukan pelayanan informasi obat, dengan aktivitas utama meliputi : • Penerbitan produk informasi seperti buletin, newsletter, informasi obat baru • Aktivitas yang berkaitan dengan penyusunan formularium • Evaluasi penggunaan obat • Monitoring efek samping obat • Riset • Pelatihan

  14. Mekanisme Layanan Informasi 2 2 1 INFORMASI LATAR BELAKANG PERTANYAAN KLASIFIKASI PERTANYAAN • Penanya • Pertanyaan • Langsung • Telp. • Fax • Surat • E-mail 3 5 Searching Literatures (PENELUSURAN PUSTAKA SECARA SISTEMATIS) 4 KATALOG JAWABAN 6 1st, 2nd, 3rd 7

  15. Menggali Informasi • Identifikasi Penanya • Identifikasi permasalahan • Identifikasi derajat urgensi • Perlukah merujuk ? • Follow up • Diperlukan wawancara • Diperlukan ketrampilan berkomunikasi

  16. Jenis-jenis Pustaka • Pustaka Primer (artikel original yang dipublikasikan langsung oleh penulisnya • Sekunder (memuat kumpulan abstrak saja dari berbagai artikel original dan berbagai pustaka primer) • Tersie (buku ajar yang merupakan kumpulan artikel dan tidak up to date)

  17. KONSELING OBAT Proses yang sistematik untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah pasien yang berkaitan dengan penggunaan obat • Bukan hanya memberikan penerangan tentang obat • Untuk mendapatkan informasi latar belakang pasien • Memberi penekanan pada pendidikan pasien untuk ikut aktif dalam regimen terapetik • Melibatkan perubahan tingkah laku / sikap pasien terhadap penggunaan obat • Memberikan perhatian dan dukungan pada pasien mengenai terapinya

  18. PASIEN – PASIEN YANG HARUS DIBERIKAN KONSELING • PASIEN YANG DIRUJUK OLEH DOKTER • PASIEN DENGAN PENYAKIT TERTENTU (KRONIS) Misalnya : • penyakit jantung • penyakit darah tinggi • penyakit kencing manis • penyakit epilepsi • penyakit – penyakit kronik lainnya • PASIEN YANG MENERIMA OBAT – OBAT TERTENTU Misalnya : • Obat dengan pengawasan tertentu Contoh : warfarin • Obat berindeks terapetik sempit Contoh : digoksin • Obat yang memerlukan teknik administrasi tertentu Contoh : inhaler, insulin • PASIEN GERIATRIK, PEDIATRIK, SELESAI DIRAWAT, MENDAPAT OBAT YANG BANYAK DAN REGIMEN TERAPETIK YANG MENGELIRUKAN

  19. P E R S I A P A N K O N S E L I N G KEBUTUHAN DASAR • PENGETAHUAN FARMASI • KEMAHIRAN BERKOMUNIKASI • NILAI – NILAI PRIBADI SEPERTI SABAR, YAKIN, BERSIKAP TERBUKA, IKHLAS DAN RELA MEMBANTU • BAHAN BANTUAN PENDIDIKAN(sebagai tambahan saja) KEBUTUHAN SUASANA • ATASI HAMBATAN LINGKUNGAN • Tempat terbuka banyak halangan • Jarak antara konselor dengan pasien • Gangguan lain (bunyi telpon, kehadiran orang lain, dll) • HAMBATAN SIKAP DAN EMOSI KONSELOR • Sabar, Empati • Penekanan suara • HAMBATAN DARI PASIEN • Hambatan fisik (sakit, cacat) • Masalah kepahaman (bahasa, apriori)

  20. TAHAPAN PROSES KONSELING • PENGENALAN Memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan konseling • PENILAIAN Tujuan : Menilai pemahaman pasien tentang obat yang diberikan(jika perlu hubungannya dengan penyakit yang diderita) Teknik :- Prime Question (masalah utama) dg open ended question - Show and tell (perlihatkan dan terangkan) • PELAKSANAAN KONSELING Tujuan : Untuk mendidik pasien, agar mengerti ttg obatnya dan mengubah sikapnya sehingga mengikuti regimen terapetik Gunakan kemahiran komunikasi lisan dan bukan lisan serta teknikShow and Tell • PENGUJIAN (VERIFIKASI) Tujuan : Untuk memastikan bahwa pasien memahami dan mengerti apa yang sudah kita terangkan (ad 3) Fill in the gaps, betulkan atau tambahkan jika ada yang terlupa. Jawablah jika ada pertanyaan dari pasien • KESIMPULAN DAN PENUTUP Tawarkan bantuan jika ada masalah

  21. Pusat Informasi Obat Nasional (PIONas) • PIO Nas Badan POM merupakan rujukan dalam layanan informasi dan konsultasi obat dalam segala aspek penggunaannya. • PIO Nas menyediakan akses informasi obat standar (Approval labelling) dari semua obat yang diregulasi oleh Badan POM serta approval labelling dari NRA negara-negara terkemuka di dunia.

  22. Penasehat Ahli • DR. Dra. Sri Suryawati, Apt • Dr. Pratiwi P. Sudharmono, PhD • Prof. DR. Rianto Setiabudy • Dra. Arini Setiawati, PhD

  23. JEJARING PIONASYANG SUDAH TERBANGUN • Pusat Informasi Obat dan Layanan Kefarmasian (PIOLK) – Universitas Surabaya • PIO – Farmasi RS Cipto Mangun kusumo • PIO - Farmasi RS Hasan Sadikin • PIO - Farmasi RS Fatmawati • PIO - Universitas Pancasila • PIO - Medicine Shoppe • Poison and Drug Information Center, Univesity Science of Malaysia

More Related