1 / 9

PEMETAAN PERMASALAHAN LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DI JAWA TENGAH

PEMETAAN PERMASALAHAN LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DI JAWA TENGAH. Prof. Daniel D. Kameo, Ph.D Materi disampaikan dalam acara Diskusi dan Pembentukan Forum dalam rangkan Penguatan Jaringan antar Peneliti dan Lembaga Litbang di Jawa Tengah LPPM UNDIP, Semarang 30 Juni 2011.

Télécharger la présentation

PEMETAAN PERMASALAHAN LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DI JAWA TENGAH

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PEMETAAN PERMASALAHAN LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DI JAWA TENGAH Prof. Daniel D. Kameo, Ph.D Materi disampaikan dalam acara Diskusi dan Pembentukan Forum dalam rangkan Penguatan Jaringan antar Peneliti dan Lembaga Litbang di Jawa Tengah LPPM UNDIP, Semarang 30 Juni 2011 Peta Masalah Kelembagaan Litbang Jateng

  2. KELEMBAGAAN LITBANG DALAM KONTEKS SISTEM INOVASI NASIONAL (SINAS) TIGA KELOMPOK KELEMBAGAAN SINAS: AKADEMISI INDUSTRI PEMERINTAH TIGA TIPE TRIPLE HELIX Tripel Helix I: Interaksi antar institusi, dihubungkan oleh salah satu organisasi penghubung yang kuat: PEMERINTAH sebagai mediator dalam mengatur hubungan industri, transfer teknologi, dan kebijakan institutional Tripel Helix II: institusi terpisah dan fungsi kontrol terletak di perbatasan antar institusi Triple Helix III: Institusi saling tumpang tindih, terjadi pertukaran antara peran dan organisasi (Etzkowitz &Leydesdorfff, 2000) Gogernment Academia Business TRIPLE HELIX Peta Masalah Kelembagaan Litbang Jateng

  3. MODEL KELEMBAGAAN MANA YANG TEPAT UNTUK INDONESIA (JAWA TENGAH)? • Untuk saat ini dianjurkan tipe Triple Helix I: peran pemerintah masih sangat dominan, pemerintah sebagai mediator dan pendorong yang kuat bagi SINAS • Siapa LEMBAGA intermediasi tersebut? Apa peranannya? (Dalam RPJMN 2005-2009 disebutkan sebagai salah satu kelemahan pembangunan iptek di Indonesia yang harus diatasi) Peta Masalah Kelembagaan Litbang Jateng

  4. FUNGSI DRN dan DRD • DRN: • Membantu Mentri dalam merumuskan arah dan prioritas utama pembangunan Iptek • Memberikan berbagai pertimbangan kepada Mentri dalam penyusunan kebijakan strategis pembangunan nasional Iptek • DRD: • Pemetaan kebutuhan Iptek • Mencari,memmenuhi,merumuskan arah pembangunan Iptek sesuai dengan potensi keunggulan daerah • Menentukan prioritas utama dan peringkat permasalahan riset dan Iptek, dan • Pemantrauan, penilaian, evaluasi terhadaparah kebijakan Iptek (yang terkait dengan penelitian, pengem,bangan, dan penerapannya di daerah) Peta Masalah Kelembagaan Litbang Jateng

  5. PEMETAN PERMASALAHAN KELEMBAGAAN DALAM BEKERJASAMA DAN BERSINERGI (DI JAWA TENGAH) • Belum berperannya lembaga intermediasi (G: Bappeda, Balitbang, DRD; A: LEMLIT Universitas yang maju/kuat; B: Kadin, LSM) • Tidak ada agenda riset daerah/ARD (yang diturunkan dari ARN) sebagai fokus dan alasan berkolaborasi/bersinergi antar lembaga litbang • Tidak/belum ada sistem informasi (jaringan komunikasi elektronik/web) sebagai media sharing,komunikasi dan sinergitas Peta Masalah Kelembagaan Litbang Jateng

  6. PEMETAN PERMASALAHAN KELEMBAGAAN DALAM BEKERJASAMA DAN BERSINERGI (DI JAWA TENGAH) • Keterbatasan dana (alasan klasik tetapi masih tetap menghambat) • Forum yang sudah ada (Jarlit LP2M, Jarlit Jateng/Bentukan Balitbangda) belum berfungsi optimal atau masih pada tahap kumpul silaturrahim saja • Sebagian besar dari peneliti dan lembaga litbang dari unsur A (academia) sebagai stakeholder utama, masih menekankan proyek, angka kredit, tambahan pendapatan • Masih ada egoisme peneliti/institusi Peta Masalah Kelembagaan Litbang Jateng

  7. IMPLIKASI DARI KONDISI KELEMBAGAAN LITBANG SAAT INI: • Tidak ada sinergitas  penelitian tidak optimal  dampak pada pengembangan iptek, aplikasi dan kebijakan terbatas • Kegiatan penelitian ‘tanggung’ dan tidak jarang overlaping • Tidak ada agenda penelitian sebagai fokus untuk ‘keroyokan’ Peta Masalah Kelembagaan Litbang Jateng

  8. PEMBENTUKAN DAN PENGUATAN JARINGAN PENELITI • Optimalkan yang sudah ada? • Optimalkan peran pemerintah (Balitbangda, Bappeda, DRD) sebagai perantara/interdiasi? • Pemanfaatan jaringan yang telah dibangun DRN: OMRC (Open Method of Research Coordination)? • Biarkan kelembagaan terbentuk secara ‘alamiah’ sesuai dinamika masing-masing peneliti/institusi? Peta Masalah Kelembagaan Litbang Jateng

  9. Tahapan Bersinergi (Derry Pantjadarma, dkk, 2008) Peta Masalah Kelembagaan Litbang Jateng

More Related