1 / 19

FILSAFAT

FILSAFAT. “Antara Teologi dan Ilmu Pengetahuan terletak suatu daerah tak bertuan. Daerah ini diserang baik oleh Teologi maupun oleh Ilmu Pengetahuan. Daerah tak bertuan ini adalah Filsafat” (Bertrand Russell). Plato. Phylosophy. Science. Phylosophy of Science. Source of Science

barb
Télécharger la présentation

FILSAFAT

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. FILSAFAT “Antara Teologi dan Ilmu Pengetahuan terletak suatu daerah tak bertuan. Daerah ini diserang baik oleh Teologi maupun oleh Ilmu Pengetahuan. Daerah tak bertuan ini adalah Filsafat” (Bertrand Russell) Plato

  2. Phylosophy Science Phylosophy of Science Source of Science • 1. Rasionalisme • . Empirisme • . Rasionalism–Em • pirismeverificative Physic, Non Physic Ontology Epistemology Scientific Knowledges Axiology: • .To Explain the phenomena • . To Control, predict • .To verify knowledge • . To apply ect Values: Sience & Art Gb 4.1 KajianFilsafatIlmu

  3. PAKAR EKONOMI Xenophon (440-355 B.C.) dan Plato (427-347 B.C) berkontribusipadaawalpemikiranteoriekonomimengenaiuntungruginyapembagianpekerjaan. denganadanyapembagiankerjamakadapatmemberikankesempatankepadamanusiauntukmemilihpekerjaan yang sesuaidenganpembawaanya. Aristoteles (384-322 B.C.) jugatelahmerintisberkembangnyateoriilmuekonomi. DalamkupasanAristotelesdibedakanantaraoikonomi yang menyelidikiperaturanrumahtangga yang merupakanartiaslibagiistilahekonomi, danchrematisti yang mempelajariperaturan-peraturantukar-menukardankarenanyapemikiraninidapatdisebutsebagaiperintisjalanbagiberkembangnyateoriilmuekonomi. Adam Smith (1723-1790) yang mengusulkansistemperekonomianpasarbebas.

  4. DEFINISI Filsafatmerupakansebuahdisiplinberpikir yang terkaitdenganperihalpengetahuan/Kebijaksanaan. Actus Humanus (pertimbangan ke manusiaan), bukan asal bertindak (Actus homini) ETIMOLOGI: Pengertiandandefinisifilsafatsangatberagamsesuaidenganperkembanganparafilosufitusendiri. Secaraetimologi (artikata), katafilsafatberasaldarikataYunani“philosophia” yang diterjemahkansebagaiCintaKearifan. Akarkatanyaphilos (philia: cinta) dansophia (kearifan).

  5. Filsafat meletakan dasar-dasar suatu pengetahuan. Karena itu filsafat disebut mater scientiarum atau induk segala ilmu pengetahuan. MENGAPA BELAJAR FILSAFAT ? Filsafatmerupakansebuahdisiplinberpikir yang terabit denganperihalKebijaksanaan. ActusHumanus (pertimbangankemanusiaan), bukanasalbertindak (Actushomini) Pengertiandandefinisifilsafatsangatberagamsesuaidenganperkembanganparafifsufitusendiri. Secaraetimologi (artikata), katafilsafatberasaldarikataYunani“philosophia” yang diterjemahkansebagaiCintaKearifan.Akarkatanyaphilos (philia: cinta) dansophia (kearifan).

  6. Filsafat FILSAFAT

  7. Content Studies : • .Persoalan hakiki (kebenaran) • .Sekelompok teori/sistem • .Informasi menyeluruh • Tool Studies : • .Logika • .Metodologi (metode) Peran Filsafat pada Ilmu Filsafat Mata pelajaran mengenai

  8. KAJIAN/INFORMASI FILSAFAT • MATERI KAJIAN BERFILSAFAT • Yang ada (being) • Reality (Hal nyata) • Eksistensi (ruang & waktu) • Substansi (wahanasifat) • Esensi (hakekat) • Materi (unsur, elemendarisubstansi) • Struktur (form=bentuk) • Perubahan (change) • HubunganSebabAkibat • HubunganAsosiasi

  9. KAJIAN/INFORMASI FILSAFAT • SISTEMATIKA BERFILSAFAT • Yang ada (being) • Reality (Hal nyata) • Eksistensi (ruang & waktu) • Substansi (wahanasifat) • Esensi (hakekat) • Materi (unsur, elemendarisubstansi) • Struktur (form=bentuk) • Perubahan (change) • HubunganSebabAkibat • HubunganAsosiasi Ontologi Epistemologi

  10. PEMIKIRAN PEMAHAMAN • Keheranan • Meragukan • sesuatu • Pengetahuan: • Menyeluruh • Mendasar, • Spekulatif. PERENUNGAN FILSAFAT PERENUNGAN • 1. Hubungn ide • satu dan yang lain • 2. Menjawabwhy • dan how (MateriKajianFilsafat) • 3. Berpikirruntut, • konsisten (ajeg)

  11. BERPIKIR FILSAFAT Jud ment Peng organisasian Ana lisis Sin te sis MEMORI

  12. Kegelisahan, keheranan Menyangsikan, meragukan Keingintahuan • Merenung  Berpikir  Pemahaman • Meragukan dan mengajukan ide (reflektif thinking) 2. Memeriksa penyelesaian sebelumnya (berpikir koheren) 3. Menyarankan hipotesis 4. Menguji konsekuensi (verifikasi) 5. Menarik kesimpulan Kritis Radikal Menyeluruh Berpikir untuk mendapat kan kebenaran/kebajikan Menghasilkan: konsep, teori yang koheren, radikal dan komprehensif Kejelasan objek dan Pemahaman Fenomena Masukan Proses Hasil Rene Descartes

  13. Bersifat kritis, dengan merefleksikan (berpikir berulang-ulang, memantul) secara kritis norma-norma adat, hukum, etis dan agama. Menghindari kecongkakan mahatahu dan menyadari keterbatasannya dalam menghasilkan gagasan/ide Berpikir analitik artinya secara kritis mempelajari berbagai pendapat para filsuf sebagai pisau analisis dalam melakukan analisis pemecahan masalah kehidupan manusia Berpikir sintetik, artinya secara kritis melakukan kajian terhadap pengetahuan baru dan memadukan hasil pengetahuan yang ada (hasil analisis) menjadi pengetahuan baru yang lebih utuh tentang alam semesta. Karena itu diperlukan selalu belajar. Berpikirskeptik: menanyakan bukti atau fakta yang dapat mendukung setiap pernyataan Butir-butir agama sebagai moral dalam berpikir. Berfilsafat memerlukan sikap mental berupa kesetiaan pada kebenaran (a loyality to truth). Kesetiaan akan kebenaran juga akan melahirkan kejujuran..

  14. Ontologi Analisis (teori) Analisis (inderawi) What   Why How Epistemologi Akar Penyebab  Nilai Kegunaan (What For) Tindakan Axiologi APLIKASI METODE FILSAFAT Peristiwa alam/social (The Facts)

  15. RANGKUMAN Berfilsafat artinya berpikir reflektif, yaitu berpikir merenung secara berkali-kali dari berbagai sudutpandang dan bersifat memantul kembali menyoroti pemikiran itu sendiri

  16. PEMIKIRAN PEMAHAMAN • Hubungan ide satu • dan yang lain • Menjawab why dan how • Berpikir Runtut, konsisten • Pengetahuan: • Menyeluruh, • Mendasar, • Spekulatif. • Keheranan • Meragukan sesuatu PERENUNGAN FILSAFAT PERENUNGANFILSAFAT PERENUNGAN Berfilsafat artinya berpikir reflektif, yaitu berpikir merenung secara berkali-kali dari berbagai sudutpandang dan bersifat memantul kembali menyoroti pemikiran itu sendiri

  17. Tabel 3.1 Bentuk penalaran dan sumber penalaran

  18. Pengertianfilsafatdanilmuadalahberagam (VariisModisBene Fit). Hal inisangatditentukandaripermasalahan yang menjadiobjekfilsafatdanilmudimanaparafilsufdanilmuwanhidup. Berfilsafatartinyaberpikirreflektif, yaituberpikirmerenungsecaraberkali-kali dariberbagaisudutpandangdanbersifatmemantulkembali, gunamenyorotipadapemikiranitusendiri, sehinggadiperolehpengetahuan yang kritis, radikaldanmenyeluruh. Perenunganfilsafat yang dikaitkandenganmetodeilmu, lebihdikenaldengan term filsafatilmu.

  19. Cogito Ergosum: Sayaadakarenasyberpikir Pengertianfilsafatdanilmuadalahberagam (VariisModisBene Fit). Hal inisangatditentukandaripermasalahan yang menjadiobjekfilsafatdanilmudimanaparafilsufdanilmuwanhidup. Berfilsafatartinyaberpikirreflektif, yaituberpikirmerenungsecaraberkali-kali dariberbagaisudutpandangdanbersifatmemantulkembali, gunamenyorotipadapemikiranitusendiri, sehinggadiperolehpengetahuan yang kritis, radikaldanmenyeluruh. Perenunganfilsafat yang dikaitkandenganmetodeilmu, lebihdikenaldengan term filsafatilmu.

More Related