DISTRIBUSI PENDAPATAN DAN PEMERATAAN PEMBANGUNAN - PowerPoint PPT Presentation

distribusi pendapatan dan pemerataan pembangunan n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
DISTRIBUSI PENDAPATAN DAN PEMERATAAN PEMBANGUNAN PowerPoint Presentation
Download Presentation
DISTRIBUSI PENDAPATAN DAN PEMERATAAN PEMBANGUNAN

play fullscreen
1 / 23
DISTRIBUSI PENDAPATAN DAN PEMERATAAN PEMBANGUNAN
308 Views
Download Presentation
Download Presentation

DISTRIBUSI PENDAPATAN DAN PEMERATAAN PEMBANGUNAN

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. DISTRIBUSI PENDAPATAN DAN PEMERATAAN PEMBANGUNAN M.SAID

  2. KONSEP-KONSEP DISTRIBUSI PENDAPATAN • Kurva Lorenz • Indeks atau Rasio Gini • Kriteria Bank Dunia (World Bank) M.SAID

  3. Kurva Lorenz 100 Persentase Pendapatan Nasional 100 0 Persentase Jmlh Pddk M.SAID

  4. Semakin Cembung Kurva Lorenz, semakin tidak merata distribusi Pendapatan (ketimpangan semakin tinggi) M.SAID

  5. Indeks Gini • G = 1 - ∑ (Xi+1 – Xi)(Yi + Yi+1) • G = 1 - ∑ fi(Yi + Yi+1) • G = Rasio Gini • Fi = proporsi jumlah rumah tangga dalam kelas i • Xi = Proporsi jumlah komulatif rumah tangga dalam kls i • Yi = Proporsi jumlah komulatif pendapatan dalam kls i M.SAID

  6. Semakin besar rasio Gini, semakin tidak merata distribusi pendapatan (ketimpangan semakin besar/tinggi) M.SAID

  7. Bank Dunia (World Bank) • 40% Pddk pndptn terendah < 12 % Pendptn Nas = Ktdk merataan Tinggi • 40% Pddk pndptn terendah < 17 % Pendptn Nas = Ktdk merataan Sedang • 40% Pddk pndptn terendah > 17 % Pendptn Nas = Ktdk merataan Rendah M.SAID

  8. 8 Jalur Pemerataan • Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat (pangan, sandang, perumahan) • Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan • Pemerataan pembagian pendapatan • Pemerataan kesempatan kerja • Pemerataan kesempatan berpartisipasi dlm pembangunan khususnya generasi muda dan wanita • Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh tanah air • Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan M.SAID

  9. Pemerataan Pendapatan (Jalur 3) • Pembagian pendapatan antarlapisan pendapatan masyarakat • Pembagian pendapatan antar daerah, dalam hal ini antar wilayah perkotaan dan pedesaan • Pembagian pendapatan antar wilayah, dalam hal ini antar propinsi dan kawasan (Barat, Tengah dan Timur) M.SAID

  10. Koefisien Gini Indonesia • Tahun 1965 = 0,389 • Tahun 1993 = 0,340 • Tahun 2002 = 0,343 • Tahun 2007 = 0,374 • Tahun 2008 = 0,368 • Tahun 2009 = 0,357 M.SAID

  11. Persentase Pembagian Pendapatan Nasional di Antara 3 Lapisan Pendapatan 1984 1993 2004 2005 2006 • 20% Pdptn Tertinggi 41,97 42,76 42,07 42,09 42,15 • 40% Pndptn Menengah 37,28 36,91 37,13 37,69 38,10 • 40% Pndptn Terendah 20,75 20,34 20,80 20,22 19,75 M.SAID

  12. Distribusi Pendapatan Nasional Beberapa Negara Asia Lapisan Pnddk Pndptn 40% Bawah • Indonesia 20,75 • Malaysia 12,90 • Filipina 16,60 • Thailand 15,5 • India 21,3 • RRC 17,4 M.SAID

  13. Ketidakmerataan Pendapatan Spasial Lapisan Masyarakat Persentase Pembagian Pendptan Menurut Kls Pendapatan 1984 1993 20% Tertinggi, Perdesaan 37,82 36,45 Perkotaan 41,12 42,23 20% Menengah,,Perdesaan 39,35 38,43 Perkotaan 38,25 37,29 20% Terndah, Perdesaan 22,35 25,13 Perkotaan 20,63 20,48 M.SAID

  14. Jumlah Pddk Miskin 2004 2007 Pulau Jmlh (Jt) % Jmlh % Sumatera 7,88 17,74 Jawa & Bali 20,71 15,73 Kawasan Barat Ind 28,50 16,17 Kawasan Timur Ind 7,56 18,81 Indonesia 36,16 16,6 37,2 16,6 M.SAID

  15. Distribusi Pendapatan Spasial di Indonesia Pulau 1999 2003 Sumatera 22,60 20,84 Jawa & Bali 59,72 61,76 Kawasan Barat Ind 82,32 82,61 Kawasan Timur Ind 17,68 17,39 Indonesia 100 100 M.SAID

  16. Ketidakmerataan Pendapatan Regional Koefisien Gini: Wilayah 1976 1984 Pulau Jawa 0,505 0,435 Perdesaan 0,479 0,380 Perkotaan 0,445 0,418 Luar Jawa 0,461 0,389 Perdesaan 0,456 0,356 Perkotaan 0,402 0,391 M.SAID

  17. Kesempatan kerja di perdesaan (%) Sektor 1990 1995 2000 2003 Pertanian70 60 66 68 Industri9 11 10 9 Jasa22 29 24 24 M.SAID

  18. Penyerapan T.Kerja menurut Sektor (%) Sektor 1990 1995 2000 2003 Pertanian55,87 43,98 45,28 46,26 Industri10,14 12,64 12,96 12,04 Pertamb 0,7 0,8 0,58 0,98 Jasa33,29 42,58 41,18 40,72 M.SAID

  19. Kebijakan anti kemiskinan Kebijakan Pertumbuhan Pro kemiskinan Pertumbuhan Ekonomi Penurunan Kemiskinan Kelembagaan Pertumbuhan Pro pemerataan M.SAID

  20. Perbandingan Beberapa Indikator Kesejahteraan Rakyat Indikator Kota Desa • 10 Thn yg buta hurup 9,0 22,7 • Balita yg diimunisasi 81,3 65,1 • Balita Bergizi baik 60,2 51,4 • Rumah yg berlistrik 91,7 60,9 • Rumah yg bertoilet 46,5 22,0 • Indeks mutu hidup 81 71 M.SAID

  21. Kebijakan Pengentasan Kemiskinan • Program Inpres Desa Tertinggal (IDT) • Bantuan Langsung Tunai (BLT) • Pemberian Beras Murah • Pengobatan Cuma-Cuma untuk keluarga miskin (Gakin) M.SAID

  22. Prasyarat Keberhasilan Program Pengentasan Kemiskinan • Ketepatan identifikasi target group (kriteria dan karakteristik seseorang/rt miskin) • Ketepatan identifikasi target area (kriteria daerah mana yg termasuk miskin) M.SAID

  23. 3 Aspek Keberhasilan Kebijakan Pengentasan Kemiskinan • Pengetahuan yg akurat ttg kondisi & situasi objek sasaran • Kesesuaian (matching) antara tujuan yg dirumuskan dgn persoalan yg dihadapi masyarakat • Pemilihan program pengentasan kemiskinan yg tepat & tersedianya sarana & prasarana penunjang yg mencukupi M.SAID