1 / 43

TEKHNIK DAN TATA CARA PENILAIAN JAMINAN

TEKHNIK DAN TATA CARA PENILAIAN JAMINAN. RINDA ASYTUTI. UU No. 10 Tahun 1998. Jaminan Pemberian Kredit:keyakinan atas kesanggupan debitur untuk melunasi pembiayaan sesuai dengan yang diperjanjikan Dilarang memberikan pembiayaan tanpa jaminan pemberian kredit

cortez
Télécharger la présentation

TEKHNIK DAN TATA CARA PENILAIAN JAMINAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. TEKHNIK DAN TATA CARA PENILAIAN JAMINAN RINDA ASYTUTI

  2. UU No. 10 Tahun 1998 Jaminan Pemberian Kredit:keyakinan atas kesanggupan debitur untuk melunasi pembiayaan sesuai dengan yang diperjanjikan • Dilarang memberikan pembiayaan tanpa jaminan pemberian kredit • Diperoleh melalui penilaian yg seksama terhadap watak, kemampuan, modal agunan dan prospek usaha debitur

  3. UU No. 10 Tahun 1998 Agunan : Jaminan tambahan yang diserahkan debitur dalam rangka pemberian fasilitas pembiayaan • Agunan dapat berupa barang, proyek atau hak tagih yang dibiayai dengan pembiayaan yang bersangkutan, dan barang lain, surat berharga atau garansi risiko yang ditambahkan sebagai agunan tambahan

  4. Agunan diperlukan untuk memperkecil risiko-risiko yang merugikan serta untuk melihat kemampuan nasabah dalam menanggung pembayaran kembali atas hutang yang diterima

  5. Maksud & Tujuan Penguasaan Agunan 1.Memberikan hak & kekuasaan kepada pemberi pembiayaan utk mendapatkan pelunasan dg barang agunan tsb bila nasabah tidak bisa membayar kembali hutangnya pd waktu yg tlh ditetapkan dlm perjanjian 2.Menjamin agar nsbh berperan/turut serta dlm transaksi yg dibiayai, sehingga kemungkinan nsbh utk meninggalkan usaha/proyek dpt diminimalisir karena akan merugikan nsbh sendiri 3.Memberi dorongan kpd nsbh utk memenuhi akad pembiayaan khususnya ttg pembayaran kembali, agar nasabah tidak kehilangan kekayaan yang telah dijaminkan kepada bank

  6. Kriteria Barang Agunan : • Mempunyai nilai ekonomis : dpt dinilai dg uang & memiliki harga yg relatif stabil (valuability) serta dpt dg mudah dijadikan uang melaui transaksi jual beli (marketability) • Dapat dinilai secara umum & pasti, tdk dipengaruhi faktor subyektifitas tinggi (ascertainability) seperti lukisan, brg antik, benda pusaka, berlian • Mempunyai nilai yuridis (legality) : memiliki bukti kepemilikan yg sah & kuat & dpt dipindahtangankan kepemilikannya

  7. Penilaian Agunan • Agunan harus dinilai pada saat dilaksanakan analisis pembiayaan • Penilaian yg terlalu tinggi (over value) berakibat membawa kerugian bila likuidasi/penjualan barang agunan tidak dapat dihindarkan karena tidak dapat menutupi kewajiban nasabah

  8. Dasar Penilaian : • Harga Buku : Harga beli dikurangi penghapusan/penyusutan yg pernah dilakukan terhadap barang tsb • Harga Pasar : Nilai barang tsb bila dijual pada saat pelaksanaan taksasi

  9. Informasi Harga Pasar : • Mencek lngsng kpd penjual/pemasok • Meminta proforma invoice/faktur pembeli • Melalui Mass Media • Membandingkan dg harga beli yg sama pd nsbh lain yg sdh/sdg dibiayai • Meminta keterangan harga tanah dari lurah, BPN, Pemda dan masyarakat setempat • Menggunakan lembaga appraisal • NJOP PBB

  10. Jenis Agunan berdasarkan sifatnya • Agunan Kebendaan • Agunan Non Kebendaan

  11. Agunan Kebendaan • Benda tidak bergerak : tanah & bangunan, pesawat terbang, kapal laut dg bobot 20 M3 ke atas • Benda tidak bergerak : kendaraan bermotor, peralatan kantor, persediaan barang, perhiasan, mesin-mesin, kapal laut dengan bobot di bawah 20 M3, tagihan, surat berharga, serta deposito (cash coll)

  12. Agunan Non Kebendaan • Personal Guarantee (Borgtocht) : Jaminan seseorang pihak ketiga yg menjamin pembayaran kembali kepada kreditur sekiranya yg berhutang tdk mampu dlm memenuhi kewajiban finasiilnya. Personal Guarantee mengakibatkan seluruh harta kekayaan si penjamin menjadi jaminan pembiayaan debitur ybs • Corporate Guarantee : Jaminan perusahaan (pihak ketiga)yang menjamin pembayaran kembali kepada kreditur sekiranya yg berhutang tidak mampu dlm memenuhi kewajiban finansiilnya

  13. Dasar Penilaian Per Jenis Barang Agunan

  14. Cash Collateral • Penilaian agunan berupa cash collateral (deposito, tabungan, giro) didasarkan atas nilai riil Rupiah

  15. Surat Berharga • Merupakan surat yg dapat diperjualbelikan di bursa pasar uang & modal, atau dijual kpd bank • Dikeluarkan oleh Bank atau perusahaan yang cukup bonafid • Jenisnya : Promes yang diperjualbelikan di pasar uang dan modal, sertifikat deposito dan sertifikat lainnya yang dikeluarkan oleh lembaga perbankan yg bonafid, obligasi syariah, promes yang diendorse bank pemerintah/lembaga keuangan yang ditunjuk pemerintah, saham perusahaan nasabah dan saham perusahaan pihak ketiga yang telah terdaftar di bursa efek

  16. Logam Mulia (emas murni/perhiasan) • Penilaian berdasarkan harga pasar menurut keadaan, berat dan kadar • Hendaknya dimintakan bantuan orang-orang ahli dalam hal perhiasan, misalnya toko emas, mengingat kesukaran dalam menentukan keadaan, berat, kadar perhiasan tanpa menggunakan alat-alat khusus dan keahlian khusus yang umunya dimiliki toko emas • Penilaian didasarkan atas harga beli terendah yang berlaku bagi minimal 3 pedagang besar saat agunan diterima

  17. Barang Perniagaan • Barang dagangan : didasarkan atas harga perolehan (harga pokok+biaya yg dikeluarkan) sebelum ditambah margin • Barang industri : didasarkan atas jumlah biaya yg dikeluarkan utk pengadaan/memproduksi barang tsb • Piutang : didasarkan atas nilai riil jumlah piutang yg dijaminkan dg ketentuan merupakan piutang lancar, belum jatuh tempo, umur piutang tidak lebih dari 3 bulan, bonafiditas terhutang dapat dibuktikan.

  18. Kendaraan • Umur teknis kendaraan bermotor 5 tahun, bila lebih nilai teknisnya sudah jauh menurun yg berpengaruh kepada nilai ekonomis • Kendaraan yang diterima sebagai agunan memiliki umur maksimal 5 tahun pada saat diterima sebagai agunan dan maksimal 10 tahun pada saat jatuh tempo • Penilaian agunan kendaraan didasarkan atas harga pasar yang berlaku saat kendaraan dijaminkan, dengan mempertimbangkan tahun pembuatan, kondisi/keadaan phisik, jenis/model, merk serta peruntukannya

  19. Kendaraan Sebelum memutuskan menerima kendaraan sebagai agunan, bank harus memperhatikan kecepatan penyusutan nilai dan atau penurunan harga jual kembali yang signifikan dari merk-merk kendaraan tertentu dibanding nilai/harga kendaraan tersebut dalam kondisi baru. Contoh kendaran yang mengalami hal tersebut antara lain mobil jenis/merk tertentu buatan Eropa dan Korea atau kendaraan roda dua buatan China.

  20. Mesin Pabrik • Umur teknis mesin pabrik pada dasarnya 10 tahun, frekuensi penggunaan yang tinggi akan mempercepat penurunan nilai teknis dan nilai ekonomis . • Penilaian didasarkan atas nilai terendah antara nilai buku dan nilai pasar wajar

  21. Tanah & Bangunan 1.Penilaian agunan berupa tanah dan bangunan didasarkan atas nilai antara harga menurut NJOP dan harga pasar yang wajar, yaitu dapat menggunakan pedoman harga standar dari kantor BPN setempat, harga dasar yg diterbitkan Pemda setempat, harga umum yg diterbitkan camat setempat, harga khusus yang diterbitkan pengembang, harga menurut penilaian perusahaan penilai

  22. Tanah & Bangunan • Penilaian agunan berupa tanah, harus memperhatikan status hak atas tanah, riwayat tanah, kelas tanah, letak tanah, ukuran tanah, kondisi daerah, kesuburan tanah, peraturan pemerintah, dan peruntukan tanah • Bangunan yg dpt diterima sebagai agunan adalah yang berdiri di atas HM dan HGB yg masa lakunya sama atau lebih lama dibanding masa pembiayaan, dpt berupa rumah, rukan, ruko, pabrik, gudang

  23. Tanah & Bangunan 4 Hal yang harus diperhatikan dlm penilaian bangunan : IMB, lokasi bangunan, luas bangunan, konstruksi bangunan, kondisi bangunan, tahun pendirian/renovasi bangunan dan peruntukan bangunan (rumah tinggal, pabrik, gudang) 5 Bila agunan dalam proses split sertifikat, maka harus diminta surat pernyataan (covernote) notaris yg harus mencantumkan perkiraan tanggal selesai proses pemecahan sertifikat/penyerahan

  24. Hal yang perlu diperhatikan dlm menerima agunan kebendaan • Keabsahan kepemilikan dan dokumen-dokumen kepemilikan • Marketability agunan, antara lain terkait dengan lokasi agunan, kondisi fisik dan jenis agunan • Agunan yg dijaminkan tdk sedang dlm sengketa maupun gugatan dari pihak lain • Memastikan peringkat jaminan yang diperoleh, sehingga memperkecil risiko dalam pelaksanaan eksekusi nantinya • Kemudahan untuk dilaksanakan pengikatan • Penutupan asuransi, mencakup kecukupan nilai agunan dan bonafiditas perusahaan asuransinya

  25. Hal yg perlu diperhatikan dlm menerima agunan non kebendaan • Karakter dari pemberi jaminan, dlm hal corporate guarantee karakter dari pengurus/pemilik perusahaan • Legalitas pemberi jaminan perorangan meliputi kecakapan dan kewenangan bertindak dalam menerbitkan jaminan perorangan • Kemampuan material pemberi jaminan perorangan/perusahaan • Diminta kpd pemberi jaminan utk melepas hak istimewanya, yaitu hak istimewa yg dimiliki pemberi jaminan untuk meminta agar barang-barang nasabah yg dijamin dilelang terlebih dahulu sebelum ybs memenuhi kewajibannya membayar jaminan. Dg dilepaskannya hak istimewa dimaksud, maka dapat langsung menagih kpd pemberi jaminan apabila terjamin cidera janji tanpa harus melelang terlebih dahulu harta nasabah

  26. Hal yg perlu diperhatikan dlm menerima agunan non kebendaan • Harus mengetahui & memastikan telah berapa kali penjamin menandatangani/memberikan jaminan serupa. Hal ini utk mengetahui rasio harta kekayaan penjamin dibandingkan total hutang yg ikut dijamin ybs. • Akta pengikatannya dibuat dengan akta notariil dengan mencantumkan nilai Rupiah yang dipertanggungkan

  27. Berkaitan dg borgtocht/corporate guarantee dlm prakteknya hal tsb sebenarnya merupakan “moral obligation” & dlm pelaksanaannya sulit dieksekusi. Disamping itu tidak mudah utk dpt mengetahui secara pasti aset penjamin. Karenanya hendaknya memeriksa secara benar & teliti mengenai kemampuan finansiil penjamin, kewenangannya serta keabsahan akta jaminan yg diterbitkan

  28. Prosedur Penilaian Agunan • Meneliti & mempelajari kelengkapan & kebenaran/keabsahan dokumen yg diserahkan oleh nsbh, sehingga diperoleh kesimpulan bahwa barang tsb dpt diikat secara hukum/yuridis • Melakukan on the spot untuk mengetahui dan menilai keadaan phisik barang-barang yang akan dijaminkan, apakah sesuai dg yg tercantum dlm berkas/dokumen yg ada & keterangan/penjelasan yg diberikan nsbh. Jika penilaian harga agunan diserahkan kpd pihak ketiga, maka peninjauan harus dilakukan bersama • Dibuatkan berita acara pemeriksaan/penaksiran agunan yang ditandatangani petugas dan disetujui pejabat berwenang

  29. Nilai Likuidasi Agunan • Dalam upaya melindungi kepentingan kreditur terhadap agunan yang diserahkan nasabah, maka perhitungan kecukupan nilai agunan dilakukan berdasarkan nilai likuidasinya. • Nilai likuidasi (liquidation value) merupakan perkiraan jumlah uang yang diperoleh dari transaksi jual-beli suatu benda di pasar dalam waktu yang terbatas atau relatif cepat.

  30. CONTOH PEMBOBOTANNILAI LIKUIDASI AGUNAN

  31. CASH COLLATERAL • Cash Collateral (Tabungan, Giro, Deposito) : 90%

  32. KENDARAAN

  33. KENDARAAN

  34. KENDARAAN

  35. KENDARAAN

  36. TANAH

  37. TANAH

  38. TANAH

  39. BANGUNAN

  40. BANGUNAN

  41. BANGUNAN

  42. Nilai Likuidasi Agunan • Penetapan nilai likuidasi digunakan juga untuk melakukan judgement terhadap hasil penilaian yang disampaikan oleh perusahaan penilai independent rekanan bank, untuk mengantisipasi kemungkinan penyajian nilai taksasi yang lebih tinggi dari nilai transaksi yang sebenarnya terjadi di lapangan. Dengan demikian diharapkan nilai objek agunan yang telah dilakukan penilaian kembali melalui pembobotan tersebut dapat mendekati nilai pasar yang lebih riil

  43. ALHAMDULILLAH TERIMA KASIH

More Related