1 / 30

PENGARUH CIRI PEMIMPIN DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN

PENGARUH CIRI PEMIMPIN DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN. LATAR BELAKANG. kepemimpinan adalah suatu kemampuan mempengaruhi dan memotivasi setiap individu untuk mencapai tujuan organisasi (Gibson et al., 2003).

duante
Télécharger la présentation

PENGARUH CIRI PEMIMPIN DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENGARUH CIRI PEMIMPIN DANKOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN

  2. LATAR BELAKANG • kepemimpinan adalah suatu kemampuan mempengaruhi dan memotivasi setiap individu untuk mencapai tujuan organisasi (Gibson et al., 2003). • Dalam praktik, organisasi atau perusahaan kepemimpinan tidak hanya memegang peranan penting bagi pencapaian efektifitas organisasi tapi sering juga dikaitkan dengan keberhasilan atau kegagalan sebuah organisasi. • besarnya pengaruh sebuah kepemimpinan akan dapat menentukan cara yang digunakan karyawan dalam mencapai hasil kerja

  3. Seperti ciri-ciri ketegasan, sensitifitas, kepercayaan diri, kemampuan untuk mempengaruhi orang lain yang dicerminkan dari perilaku seorang pemimpin akan mempengaruhi penilaian karyawan terhadap pemimpin yang secara langsung berpengaruh terhadap kepuasan kerja dan kinerja kelompok • Secara logis seorang pemimpin akan membentuk tujuan kinerja yang tinggi dan membantu memotivasi bawahan untuk terus berusaha meskipun sulit menjalankan tugas-tugas yang diberikan, hal ini akan mengarahkan pada persepsi kinerja tugas yang berhasil dan membuat rasa memiliki yang efektif, kinerja tim yang tinggi. Dan dimungkinkan para pengikut akan memiliki kepuasan tinggi dengan kinerja mereka

  4. Mowday et.al, (1979 dalam Imam, 2002) komitmen organisasi adalah kekuatan relatif individu untuk mengidentifikasikan dirinya dan melibatkan dirinya pada organisasi tertentu. • Dengan demikian komitmen organisasi dapat diartikan suatu dorongan dari dalam pribadi anggota untuk melibatkan dirinya dalam organisasi dimana dia bekerja dan adanya faktor emosional yang positif atau dicerminkan dengan kegembiraan terhadap organisasi serta karena adanya pengakuan oleh organisasi terhadap dirinya • ciri pemimpin seperti ketegasan, sensitifitas, dan kepercayaan diri akan mampu mempengaruhi karyawan untuk berkomitmen dalam organisasi untuk mencapai kepuasan yang diharapkan karyawan.

  5. Batasan Masalah • Untuk dapat memenuhi tujuan penelitian sehingga penelitian terarah pada perumusan masalah yang telah dirumuskan dan tidak menimbulkan salah pengertian, maka peneliti tidak memasukkan variabel lain yang memiliki peran seperti perilaku pemimpin dan outcome lain (Gibson, 2003; Kerr dan Jermier dalam Yukl 1999). Peneliti hanya mengkaji ciri pemimpin dan komitmen organisasi yang diukur dari kepuasan yang terdapat pada Perusahaan.

  6. RUMUSAN MASALAH • Apakah ciri pemimpin berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan? • Apakah komitmen organisasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan? • Apakah ciri pemimpin dan komitmen organisasi secara serentak berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan?

  7. TUJUAN PENELITIAN • Menguji apakah ciri pemimpin berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan • Menguji apakah komitmen organisasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan • Menguji apakah ciri pemimpin dan komitmen organisasi secara serentak berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan

  8. Kepuasan kerja menurut Locke (dalam Luthan, 1995) adalah keadaan emosional yang menyenangkan/positif dan merupakan hasil penilaian suatu pekerjan atau pengalaman kerja. variabel kepuasan diukur berdasarkan tingkat kepuasan yang dirasakan karyawan.

  9. PENELITIAN TERDAHULU • Anwar dan Wahyuningsih (2005) melakukan studi yang mengkaitkan kepemimpinan dengan ciri pemimpin, faktor situasional, dan kepuasan kerja. Hasil menunjukkan ciri pemimpin berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. • Penelitian Djohantini (2006) menguji hubungan kepemimpinan karismatik dengan respek, kepercayaan, kepuasan, identitas kelompok, kinerja kelompok, dan pemberdayaan. Dengan hasil keseluruhan penelitian menunjukkan bahwa karakteristik karismatik berhubungan secara positif dan signifikan dengan respek, kepuasan, identitas kolektif, dan perasaan pemberdayaan para pengikut.

  10. Kadir dan Didik Ardiyanto (2003) melakukan studi yang mengkaitkan komitmen organisasi dengan kepuasan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahw komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. • Imam (2002) menguji hubungan religiositas, komitmen organisai, keterlibatan kerja, kepuasan kerja dan produktifitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara religiositas, komitmen organisai, keterlibatan kerja, kepuasan kerja dan produktifitas

  11. HIPOTESIS PENELITIAN • H1: Ciri pemimpin berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan • H2: Komitmen organisasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan • H3: Ciri pemimpin dan komitmen organisasi berpengaruh secara serentak terhadap kepuasan kerja karyawan

  12. MODEL PENELITIAN Ciri Pemimpin (X1) Kepuasan Kerja (Y) Ciri Pemimpin (X2)

  13. METODE PENELITIAN • Obyek penelitian adalah PT. Primisima di Jln Raya Magelang Km. 15 Sleman Yogyakarta dan subyek dari penelitian adalah karyawan bagian Personalia • Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan bagian personalia yang berjumlah 45 orang • Penelitian ini menggunakan data primer dan teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner

  14. DEFINISI OPERASIONAL DAN VARIABEL PENELITIAN • Ciri pemimpin merupakan kerakteristik spesifik, mental, kepribadian yang dikaitkan dengan kesuksesan pemimpin dalam organisasi (Gibson et al, 2003). variabel ciri pemimpin diukur berdasarkan persepsi bawahan terhadap ciri yang dimiliki pemimpin/atasan langsungnya. • komitmen organisasi adalah kekuatan relatif individu untuk mengidentifikasikan dirinya dan melibatkan dirinya pada organisasi tertentu (Mowday et.al, dalam Imam, 2002). Dalam komitmen organisasi ini antara pemimpin, individu karyawan dengan organisasi terdapat ikatan yang baik dan pada individu karyawan ada rasa memiliki terhadap organisasi tertentu sehingga dapat membuat karyawan meraskan kepuasan setelah menyelesaikan tugas-tugasnya.

  15. Kepuasan kerja menurut Locke (dalam Luthan, 1995) adalah keadaan emosional yang menyenangkan/positif dan merupakan hasil penilaian suatu pekerjan atau pengalaman kerja. variabel kepuasan diukur berdasarkan tingkat kepuasan yang dirasakan karyawan.

  16. UJI KUALITAS INSTRUMENPENELITIAN • UJI VALIDITAS Uji Validitas (Korelasi Produk Moment dengan taraf signifikan 5%). Dari hasil uji validitas diperoleh bahwa semua item pertanyaan ciri pemimpin, komitmen organisasi, dan kepuasan kerja dinyatakan valid karena nilai r hitung tiap item lebih besar dari taraf signifikan 1%dan 5%.

  17. UJI RELIABEL(cronbach alpha 0,6) • Berdasarkan hasil uji reliabilitas tampak nilai cronbach alpha ciri pemimpin 0.896, komitmen 0.953, dan kepuasan kerja 0.878. hasil uji reliabilitas dianggap reliabel jika nilai cronbach alpha 0,06. Berdasarkan pedoman tersebut maka ketiga variabel di atas dapat disimpulkan instrumen penelitian tersebut reliabel.

  18. UJI HIPOTESIS DANANALISIS DATA • Analisis Regresi Berganda • Uji F ( F-test) • Uji T ( t-test)

  19. Berdasarkan hasil analisis regresi berganda dapat dilihat pada tabel di atas nilai F sebesar 8.577 dengan nilai signifikan 0,001 yang berarti bahwa secara simultan variabel ciri pemimpin dan komitmen organisasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Hasil uji Regresi

  20. Berdasarkan tabel di atas, maka dapat dianalisa sebagai berikut: • a = 7.228 merupakan harga konstan regresi ketika tidak ada pengaruh variabel ciri pemimpin (X1) dan komitmen organisasi (X2) terhadap karyawan. Berarti jika ciri pemimpin dan komitmen organisasi tidak diterapkan maka kepuasan kerja karyawan tetapa ada. • b1 = 0.705 koefisien arah positif, artinya apabila variabel ciri pemimpin baik, maka kepuasan kerja karyawan akan meningkat, begitu pula sebaliknya apabila ciri pemimpin buruk maka kepuasan kerja akan turun. • b2 = 0.535 koefisien arah positif, artinya apabila variabel komitmen organisasi tinggi, maka kepuasan kerja karyawan akan meningkat, apabila komitmen organisasi rendah maka kepuasan kerja karyawan akan turun.

  21. Dari hasil perhitungan dengan bantuan program statistik SPSS 12.00 Windows Release terlihat dalam kolom sig (significance) untuk variabel ciri pemimpin adalah 0.001 atau nilai probabilitas lebih kecil dari taraf signifikan yang ditetapkan yaitu 0.05 maka variabel ciri pemimpin berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja • pada kolom Sig/significance untuk variabel komitmen organisasi adalah 0.050 atau nilai probabilitas sama dengan taraf signifikan yang ditetapkan yaitu 0.05 maka variabel komitmen organisasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja.

  22. Dilihat dari besarnya adjusted R” pada tabel diatas menunjukkan bahwa variabel kepuasan kerja karyawan mampu dijelaskan sebesar 0.256 atau 25,6% oleh ciri pemimpin dan komitmen. Sedangkan sisanya sebesar 74,4% dijelaskan oleh variabel yang tidak diikutkan dalam penelitian.

  23. SIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN • Secara parsial dengan menggunakan analisis uji t diperoleh nilai signifikansi variabel ciri pemimpin sebesar 0,001 atau probabilitas lebih kecil dari taraf signifikan 0,05. dapat disimpulkan bahwa variabel ciri pemimpin (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y). (0,001<0,05 maka H ditolak / H diterima) berarti hipotesis pertama terbukti.

  24. variabel komitmen organisasi pada karyawan PT Primissima sebesar 0,050 atau probabilitas lebih kecil atau sama dari taraf signifikan 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel komitmen (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y).(0,050=0,05 maka H ditolak / H diterima) berarti hipotesis kedua terbukti.

  25. Hipotesis yang ketiga dengan menggunakan uji F, diperoleh hasil F hitung sebesar 8,577 dengan taraf signifikansi sebesar 0,000. Sehingga probabilitas 0,001 lebih kecil dibandingkan dengan taraf signifikansi sebesar 0,05 ini membuktikan bahwa secara serentak kedua variabel yaitu ciri kepemimpinan dan komitmen organisasi mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan.Dengan demikian H ditolak dan H diterima. Artinya apabila variabel ciri pemimpin dan komitmen organisasi dapat diterapkan dengan baik, maka akan dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Hoptesis ketiga terbukti

  26. Saran Bagi Pimpinan Hendaknya mampu mengoptimalkan lagi faktor-faktor yang mampu meningkatkan kepuasan kerja karyawan seperti kompensasi yang layak, lebih berkomunikasi dengan karyawan dan motivasi yang diberikan oleh pimpinan. Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan ada pengaruh signifikan dari variabel ciri pemimpin dan komitmen organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan. Maka cara yang dapat dilakukan pimpinan bagian personalia PT. Primissima yaitu tetap menjaga dan meningkatkan ciri pemimpin mereka yaitu dengan memberi motivasi, kepribadian, memberi kepercayan, tanggung jawab atau dengan cara lain yang mempunyai kekuatan yang cukup besar untuk mempengaruhi bawahan terkait pada komitmen dan kepuasan kerja karyawan. Bagi karyawan Diharapkan bagi para pemimpin dalam organisasi untuk selalu terciptanya kepuasan kerja pada diri seluruh karyawan ciri pemimpin selain itu juga diharapkan mampu meningkatkan lagi komitmen karyawan terhadap perusahaan seperti bersungguh-sungguh dalam usaha guna kepentingan organisasi maupun perusahaan.

  27. Keterbatasan • Teori yang menjelaskan tentang variabel ciri pemimpin, komitmen organisasi, dan kepuasan kerja dari hasil penelitian sebelumnya sangat terbatas, sehingga peneliti hanya mencantumkan sedikit teori dan berusaha menambahkannya dari literatur yang lain yang dianggap berhubungan dengan bahasan penelitian • Untuk penelitian selanjutnya, sebaiknya menambah variabel lain, yang mungkin dapat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan. Seperti: budaya kerja, loyalitas, disiplin kerja dan pengamalan. • Sampel yang digunakan dalam penelitian ini hanya berjumlah 45 orang responden yang merupakan karyawan bagian personalia PT Primissima sehingga hasil penelitian ini masih belum mencerminkan semua karyawan PT Primissima. Dan untuk penelitian berikutnya jumlah sampel hendaknya diperbanyak, agar dapat digeneralisasi dengan baik dengan cakupan yang lebih luas sehingga hasilnya merupakan pencerminan dari obyek yang diteliti.

More Related