Download
pembiayaan kesehatan n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
PEMBIAYAAN KESEHATAN PowerPoint Presentation
Download Presentation
PEMBIAYAAN KESEHATAN

PEMBIAYAAN KESEHATAN

848 Views Download Presentation
Download Presentation

PEMBIAYAAN KESEHATAN

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. PEMBIAYAAN KESEHATAN Mardiati Nadjib Maret 2009

  2. KULIAH HARI INI • Apa itu pembiayaan kesehatan? • Sumber pembiayaan • Flow of funds • Penggunaan dana • National Health Account • Isyu-isyu pembiayaan • Contoh-contoh • Diskusi kelompok

  3. Istilah-istilah • Biaya (cost, costing) • Anggaran (alokasi & realisasi) • Pembiayaan (financing) • Sumber • Penggunaan/ pemanfaatan • Telaah isyu kecukupan/ gap, efisiensi, equity • Financial cost vs economic cost

  4. Demarkasi ‘biaya’ dalam pembiayaan kesehatan (boundary) perlu disepakati: Semua biaya yang secara eksplisit di alokasikan untuk meningkatkan atau mencegah penurunan status kesehatan masyarakat (Health Canada, 1996). Semua kegiatan yang mempunyai tujuan utama/primer untuk mempromosi, mengembalikan atau menjaga kesehatan (WHO, 2000)

  5. Definisi pembiayaan pelayanan kesehatan • Mobilisasi biaya/dana untuk pelayanan kesehatan • Alokasi biaya untuk wilayah dan kelompok penduduk yang secara khusus untuk pelayanan kesehatan • Mekanisme untuk pembayaran pelayanan kesehatan (Hsaio, W and Liu, Y, 2001)

  6. Contoh berikut ini, apakah termasuk pembiayaan kesehatan? • Anggaran Gerakan Sayang Ibu pada Kementrian Peranan Wanita • Anggaran pembangunan jalan menuju puskesmas pada Kimpraswil • Dana Jamkesda pada Sekretariat Pemerintah Daerah • Biaya penolong persalinan pada dukun bayi • Anggaran biaya penyuluhan pada Depdiknas • Iuran dana JPKM di kabupaten Probolinggo • Dana keluarga untuk berobat, dari gaji KK • Iuran untuk fitness • Biaya penyuluhan pencegahan HIV-AIDS di panti pijat

  7. Fungsi pembiayaan kesehatan • Revenue collection (taxes, public charges, sales of natural resources, grants, loans, private insurance, etc) • Pooling • Resources allocation/purchasing (government agency, social insurance/sickness fund, private insurance, employers, individual/hh) • Service provision (public providers, private providers) • Sources: WHO, 2002

  8. Sumber Utama Pembiayaan Kesehatan Swasta, termasuk OOP Pemerintah Donor/hibah

  9. Sumber Pembiayaan Kesehatan • Pengeluaran pemerintah termasuk semua pengeluaran yang terkait pelayanan kesehatan yang: • Bersumber Pemerintah Pusat dan Lokal pada semua sektor (Sektor kesehatan dan sektor lainnya, TNI/ POLRI) • Dibayarkan melalui pajak, atau kontribusi asuransi kesehatan baik yang dibayarkan oleh pekerja atau pemerintah atau keduanya yang dianggap sebagai pengeluaran pemerintah dan kontribusi asuransi sosial(atau Social security funds) • Pembayaran secara sukarela oleh individu atau pekerja yang dianggap pengeluaran swasta (OOPs) • Sumber eksternal merujuk pada bantuan dari luar/donor yang datang melalui kerjasama program bilateral atau LSM international • Swasta/ BUMN yang langsung memberi pelayanan kesehatan bagi karyawan seperti klinik/ RS atau self-insured (tetapi tidak double counting dengan asuransi kesehatan atau OOPs)

  10. Dari mana dan bagaimana uang tersebut mengalir? Askeskin

  11. Mekanisme pembiayaan kesehatan • Pendapatan negara atau pajak • Kontribusi asuransi sosial • Premi asuransi swasta • Pembiayaan masyarakat, seperti dana sehat • out of pocket payments Setiap metode: • Memberikan distribusi dampak pembiayaan dan keuntungan yang berbeda • Memberikan pengaruh yang akan mengakses pelayanan kesehatan • Proteksi pembiayaan SOURCE  AGENT  PROVIDER  BENEFICIARY

  12. Pembiayaan Kesehatan Bersumber Pemerintah JPSBK/ PKPSBBM/ Askeskin/ Jamkesmas Gaji PTT (Dokter & Bidan) In-kind (missal vaksin) Dana DEKON, TP, DAK Pusat PLN Provinsi APBD Propinsi Kabupaten/ Kota DAU PAD

  13. Total Pembiayaan Publik Sektor Kesehatan Provinsi DKI JakartaMenurut Institusi Institusi Kesehatan Institusi non Kesehatan • Badan Pengelolaan Lingkungan Daerah • BAPEKO • BKKBN • Kantor Tata Bangunan & Gedung • PMR • Pemberdayaan Masyarakat Desa • SEKDA • Sudin Bintal & Kessos • Sudin Dikdas • Sudin Dikmen / Ti • Sudin Kebersihan • Sudin Naker & Transmigrasi • Sudin Pemuda & OR • Dinas Kesehatan • PEMDA • Puskesmas • Rumah Sakit Pemda • Sudin Kesehatan Masyarakat • Sudin Pelayanan Kesehatan

  14. Total Pembiayaan Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Menurut Sumber Institusi Kesehatan: 97,23 % 96,71 % Institusi non Kesehatan:

  15. ASKES & Fungsional APBN BLN 2002: 45.871,12 / kapita DAU: 47,78 % 2003: 56.660,23 / kapita DAU 55,41 % DIK ‘02: 54,37 % DIP ‘02: 44,25 % Lain2 ’02: 1,38 % DIK ’03: 54,53 % DIP ’03: 43,27 % Lain2 ’03: 2,20 % DIK ‘02: 38,47 % DIP ‘02: 38,47 % Lain2 ’02: 4,24 % DIK ’03: 58,67 % DIP ’03: 34,56 % Lain2 ’03: 6,77 % Komponen Biaya Komponen Biaya Pengelola/Program TU 2002: 36,73 % 2003: 31,78 % YANKES 2002: 21,89 % 2003: 27,54 % Penyuluhan, Kesga, P3, KLP HS 2002: 6,60 % 2003: 9,17 % Kab. Gunung Kidul

  16. Bagaimana bisa memotret pembiayaan kesehatan seperti itu? • Menerapkan National/District Health Account • Pengelompokan menurut kode akun (code account) sesuai guideline WHO (ICHA = International Classification for Health Account) • Idealnya ‘spending’ /expenditure, bukan budget, kurun waktu setahun • Financial cost --? Sumber daya apapun dari sumber manapun yang dikeluarkan, dibeli, digunakan dalam kurun waktu tahun tsb sesuai tujuan dan unit analisis (mis total kes di kab/ kota). Bila diterima ‘in-kind’ diterjemahkan ke nilai rupiah

  17. Agen Pendanaan: • Lembaga/institusi atau entitas dalam sistem yang mengarahkan dana yang telah disediakan oleh sumber pendanaan untuk membeli atau membayar kegiatan yang ada dalam batasan akun kesehatan Source: Marrk Wheeler, DHA in NTB, Guidance notes for District Team, Nov 2007

  18. sumber Pendanaan: • Lembaga/institusi atau entitas dalam sistem yang menyediakan dana yang digunakan oleh agen pendanaan dalam sistem tersebut Source: Marrk Wheeler, DHA in NTB, Guidance notes for District Team, Nov 2007

  19. Pendanaan by provider: • entitas yang menerima uang/dana sebagai ganti atau mendukung upaya menghasilkan kegiatan dalam batas akun kesehatan yang telah disepakati Source: Marrk Wheeler, DHA in NTB, Guidance notes for District Team, Nov 2007

  20. Pendanaan by fungsi: jenis jenis barang dan pelayanan yang disediakan dan kegiatan yang dilakukan dalam batas-batas health account dan dikelompokkan berdasarkan tujuan Source: Marrk Wheeler, DHA in NTB, Guidance notes for District Team, Nov 2007

  21. Resource cost • Faktor atau input yang digunakan provider atau agen pembiayaan (FA) untuk memproduksi pelayanan (jasa/ barang) yang dikonsumsi atau aktifitas yang dilaksanakan oleh sistem kesehatan

  22. Beneficiary (Penerima Manfaat) • Menurut PHER: • Beneficiary adalah sekelompok masyarakat yang menerima manfaat pelayanan kesehatan (barang/jasa). • Pengelompokan bisa menurut status sosioekonomi, geografi (urban/rural), gender, umur • Menurut WHO: • Individu datu kelompok yang menerima manfaat atau dijamin suatu kebijakan pembiayaan/ suransi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan

  23. Simulasi Kasus: Dana DAK yang dialokasikan dari pusat ke Dinkes Kabupaten untuk renovasi Puskesmas Agen = Dinkes Sumber = Pusat Beneficiaries = Puskesmas Komponen biaya = capital expenditures Kasus 1:

  24. Gaji dokter PTT yang dibayar oleh Pusat untuk dokter yang bekerja di Puskesmas Agen = Dinkes Sumber = Pusat Beneficiaries = Puskesmas Komponen Biaya = operasional expense di Puskesmas Kasus 2:

  25. Beberapa pertanyaan Utama Apakah belanja untuk kesehatan cukup? Apakah terlalu banyak belanja untuk pelayanan kuratif, dibanding kesehatan masyarakat? Apakah belanja terlalu sedikit atau terlalu banyak untuk gaji, atau obat, atau konstruksi, atau pemeliharaan? Berapa banyak belanja untuk administrasi? Apa saja yang didanai donor, bagaimana supaya belanja bisa menjadi lebif efektif?

  26. APA YANG AKAN KITA HASILKAN DARI DHA KITA? • Putuskan pertanyaan kebijakan apa yang akan dijawab, misal: • APakah daerah tergantung pada sumber tertentu dalam pendanaan kesehatan seperti Pusat atau donor? • Apakah dana APBD untuk kesehatan sudah memadai? • Apakah program prioritas mendapatkan porsi cukup? • Siapa mendapat apa? • Setelah bantuan GFATM berakhir, bagaimana kelanjutan aktifitas yang telah dirintis?

  27. Harapan dari NHA/DHA: • NHA/DHA memberi informasi tentang tingkat kecukupan, sustainability, efisiensi, dan efektivitas pembiayaan pada periode yang telah berjalan. • NHA/DHA dipakai untuk penajaman sasaran perencanaan dan penganggaran kabupaten/kota • NHA/DHA dipakai sebagai dasar untuk efisiensi distribusi anggaran di periode mendatang

  28. Isyu-isyu (1):Kecukupan (Adekuasi) Berapa idealnya? Meski tidak ada ukuran mutlak, tetapi diperkirakan oleh WHO/ WB/ Macroeconomics sekitar $ 34 atau USD 40, atau 5% GDP, atau Rp 42.000/ cap  Bagaimana kondisi saat ini? Pemetaan (besar, sumber, penggunaan): NHA, DHA, perbedaan potensi daerah Kebutuhan dana: costing (P2KT, SPM)  Desentralisasi?

  29. Pembiayaan kes 75% OOP  apa implikasinya??

  30. Isyu-isyu(2): • Persoalan alokasi sumber daya: efisiensi, equity (pemerataan), sustainability (langgeng) • Efisien: bagaimana penggunaan, prinsip ‘worth spent’ • Equity (pemerataan): prinsip keadilan  siapa dapat apa? • Peran Pemerintah: public goods & Gakin • Faktor-faktor need, geografi, sosioekonomi • Dalam SKN : UKM dan UKP • Desentralisasi: Pem. Pusat & Daerah • equity egaliter (you get what you need and you pay what you can afford) • Sustainability: habis proyek habis kegiatan? • Mobilisasi Sumber daya: Pemerintah, Swasta, masyarakat

  31. Cita-cita Pembiayaan • Cakupan universal: setiap penduduk ‘insured’ memiliki jaminan/asuransi kesehatan • Suatu konsep pembiayaan kesehatan dimana out of pocket minimal atau affordable • Subsidi Melalui sisi Supply atau demand? Pendekatan yang dilakukan adalah dengan menetapkan tarif puskesmas dan RS yang “terjangkau” (sisi supply) • Persoalan tidak hanya barier biaya  Pemda membantu

  32. KelompokMampu Kelompok Formal Kelompok Informal Kelompok MASKIN

  33. Berbagai contoh • Inggris dan Saudi Arabia memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi semua penduduk, termasuk transplantasi. Swedia juga menerapkan pembiayaan kesehatan bersumber pajak/ government revenue • Kanada dan negara-negara maju di Eropa (Jerman), Australia, Asia (Korea, Jepang, Taiwan), dan Kanada menerapkan sistem asuransi kesehatan nasional. Semua penduduk memiliki asuransi kesehatan • Amerika Serikat menerapkan asuransi komersial, program subsidi hanya bagi lansia dan penderita penyakit terminal.

  34. Contoh di tanah air • Beberapa kabupaten (biasanya dikaitkan dengan politis): membebaskan biaya kesehatan di puskesmas dan RSUD • Kaltim: menambah premi untuk PNS untuk hindari cost sharing dan menjamin gakin melalui PT Askes • Tabanan (2008): Jamkesmas dengan kuota, sisanya ditanggung Pemda kerjasama dengan PT Askes, plus premi untuk personil non PNS/ TOMA, askes PNS….. Keinginan ‘universal coverage’.. RSUD menjadi BLU sehingga mampu mengelola dengan berkualitas dan insentif yang baik bagi tenaga medis

  35. Macro estimate (WHO, Commission • on Macroeconomics and Health, 2001 • $30 - $40 per capita/yr for essential interventions • should comes from : • (1) public expenditure and • (2) community and private expenditure • this take 10% GNP of most least developed ctrs • none of countries with IPC $500/yr managed to spend • $30 per person per yr • none of those countries spend $20 from public expenditure

  36. (2) Micro estimate (estimating program cost) • Required information: • Target to be accomplished in the subsequent yr • List of activities for the respective program • Program target for the coming and its consequence on the volume of activity • Estimate of unit cost for each activity • Break down of the cost into: • a. investment • b. operational • c. maintenance

  37. Macro estimate (WB Indonesia, 2000) $ 5/capita/yr

  38. Komitmen Anggaran Kesehatan : • Prosentase anggaran kesehatan APBD II terhadap total APBD II  15% ??? • Tingginya komitmen daerah dilihat dari tingginya proporsi anggaran kesehatan APBD II terhadap total anggaran kesehatan - sustainability (>70%) • Semakin besar dana kesehatan ke sektor non kesehatan semakin sulit menentukan batasan pembiayaan kesehatan • Proporsi Anggaran Dinkes dan RSU menurut sumber (Pusat, APBD I, dan APBD II)

  39. Komitmen Anggaran Kesehatan : • Makin tinggi (>60%) proporsi APBD II Dinkes terserap untuk DIK, makin rendah Komitmen Pemda. • Komitmen pelayanan yang menjadi tanggung jawab APBD II adalah program yang dominan “Public Goods” • Komitmen yang baik ditunjukkan dengan alokasi yang relatif seimbang antara Investasi (20%), Operasional (70%) dan Pemeliharaan (10%)

  40. CONTOH: • Pembiayaan Program AIDS • Pembiayaan Program TB

  41. HIV/AIDS: ketergantungan kepada Donor tinggi Dilaporkan rutin kepada UNGASS Bilateral = negara lain: DFID, USAID, AusAID dll Multilateral  GF, WB, UN Publik  Pemerintah (Pusat dan sub-nasional)

  42. Provincial Commitment to Health • Less than 8% of budget committed to health for all provinces and • districts; • Wide disparities in funding levels between province; • Only ONE Province (Lampung) has slightly increased their health • budget between 2004 and 2006; • In several provinces the percentage has fallen (although absolute values may be rising).

  43. District Commitment to Health

  44. Provincial Commitment to TB • Public funds (APBD vs. donor) are only a very small proportion of total TB budgets at provinces; • Public funds, in general, are not increasing over time (with some exceptions) and do not seem to respond to changes in donor funding.

  45. District Commitment to TB(TB funds: a small percentage of APBDII devoted to health)

  46. District Commitment to TB • Public funds (APBD II) make up a larger share of TB funds at the district level than at the province level (although still generally under 70%); • 62% to 100% of district level contributions are for staff.

  47. District CommitmentFurther analysis shows that almost all non-staff funding at district level comes from outside sources