1 / 11

METODE PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK

METODE PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK. Oleh : Siti Sa’uda , M . Kom. Prototyping Model. PROTOTYPING. Prototype memberikan ide bagi pembuat atau pemakai potensial tentang cara sistem berfungsi dalam bentuk lengkap. Jenis Prototyping. Type I Langkah-langkahnya :

Télécharger la présentation

METODE PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. METODE PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK Oleh : SitiSa’uda, M.Kom. Prototyping Model

  2. PROTOTYPING Prototype memberikan ide bagi pembuat atau pemakai potensial tentang cara sistem berfungsi dalam bentuk lengkap.

  3. Jenis Prototyping • Type I Langkah-langkahnya : 1. Mengidentifikasikan kebutuhan pemakai Analis sistem mewawancarai pemakai untuk menentukan apa yang diinginkan pemakai terhadap sistem. 2. Mengembangkan prototyping Analis sistem menggunakan satu atau lebih alat prototyping untuk mengembangkan prototyping. cth : - IAG (integrated application generator) Software system jadi yang mampu menghasilkan semua tampilan yang diinginkan dalam sistem baru. - Prototyping Toolkits Mencakup sistem-sistem software terpisah yang masing-masing mampu untuk menghasilkan sebagian tampilan sistem yang diinginkan. 3. Menentukan apakah prototyping dapat diterima Analis mendidik pemakai dan memberikan kesempatan pada pemakai untuk membiasakan diri dengan sistem. Jika pemakai dapat menerima sistem, langkah 4 akan diambil. Jika tidak prototyping direvisi dengan mengulangi langkah 1, 2 dan 3. 4. Menggunakan prototyping Prototype menjadi sistem operasional

  4. Pengembangan Prototipe Jenis I 1. Identifikasi Kebutuhan Pengembangan prototipe 2. N Prototipe diterima? 3. Y Menggunakan Prototipe 4.

  5. Jenis Prototyping • Type II Langkah-langkahnya : Tiga langkah pertama sama seperti Ptototype Type I. 4. Mengkodekan sistem operasional Programmer menggunakan prototype sebagai dasar untuk pengkodean (coding) sistem operasional 5. Menguji sistem operasional 6. Menentukan apakah sistem operasional dapat diterima pemakai memberikan masukan kepada analis apakah sistem dapat diterima. Jika ya, langkah 7 akan diambil. Jika tidak, langkah 4 dan 5 diulangi. 7. Menggunakan sistem operasional

  6. Identifikasi kebutuhan 1. Pengembangan Prototipe N 2. Prototipe diterima? Pengembangan Prototipe Jenis II 3. Y Pengkodean Sistem Operasional 4. Menguji Sistem Operasional N 5. Sistem diterima? 6. Y 7. Penggunaan Sistem Operasional

  7. Empat model Prototype : • Prototype kertas Gambaran sistem yang dibuat pada media kertas. Kelemahannya tidak dapat diuji dan diimplementasikan • Prototype Berbasis PC Permodelan sistem yang dibuat dengan memanfaatkan media aplikasi-aplikasi untuk presentasi. • Prototype Kerja Prototype yang telah mengimplementasikan sebagian dari fungsi sistem. • Prototype Program Pada permodelan ini program benar-benar dibuat dan bisa bekerja. Bagian-bagian program yang sudah jadi terus-menerus ditambah dan dilengkapi sampai terbentuk sistem yang diinginkan.

  8. Prototyping baik digunakan pada keadaan : • Permasalahan sistem yang tidak jelas Adakalanya user tidak dapat mendefinisikan dengan jelas tentang kebutuhan dan keinginanya terhadap sistem yang akan dikembangkan. • Kebutuhan dialog user-komputer yang interaktif Untuk membuat sistem yang menghendaki dialog yang baik dan mudah antara user dan komputer. • Sistem diminati oleh banyak pemakai Untuk mencari kesamaan persepsi dari banyak user sehingga dapat diperoleh kesepakatan tentang sistem yang akan dikembangkan. • User berkeinginan sistem cepat selesai Untuk mengakomodir keinginan user supaya cepat selesai dan terlihat bentuk kerja sistemnya. • Kebutuhan user selalu berubah-ubah User sulit menjelaskan kebutuhannya secara baik sehingga menimbulkan keinginan yanhg selalu berubah-ubah. Untuk itu dapat dibantu dengan memberikan gambaran sistem yang akan dibuat melalui prototype yang diajukan oleh pengembang.

  9. Potensi Kegagalan Prototyping • Ketergesaan membuat prototipe mungkin menghasilkan jalan pintas dalam definisi permasalahan, evaluasi dan dokumentasi. • Pemakai mungkin sangat tertarik dengan protitipe tersebut sehingga mereka mengharapkan sesuatu yang tidak realistis dari sistem operasional • Prototipe jenis I mungkin tidak seefisien sistem yang dikodekan dalam bahasa pemrograman • Hubungan komputer-manusia yang disediakan mungkin tidak mencerminkan teknik perancangan yang baik

  10. Kelemahan Prototyping : • Pelanggan yang melihat prototype dari model yang dimintanya tidak menyadari bahwa mungkin saja prototype dibuat terburu-buru dan dirancang tidak tersusun dengan baik • Pengembang kadang-kadang membuat implementasi sembarangan karena ingin bekerja dengan cepat.

  11. Kelebihan Prototyping : • Peran pemakai sistem dalam pengembangan sistem menjadi meningkat. Keterlibatan user tersebut disebabkan adanya evaluasi oleh user berkali-kali untuk mencapai kebutuhan yang diinginkan. • Sangat membantu penganalisian kebutuhan user Dengan komunikasi yang intensif, pengembang akan tahu kebutuha pemakai sistem yang sesungguhnya. • Waktu mengerjakan perangkat lunak dapat menjadi lebih cepat dan user dapat mengikuti tahapan demi tahapan • Mempermudah dalam tahap implementasi Hal ini disebabkan karena user merasa telah mengenal dan memiliki perangkat lunak yang dihasilkan

More Related