pentingnya asosiasi profesional n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
PENTINGNYA ASOSIASI PROFESIONAL PowerPoint Presentation
Download Presentation
PENTINGNYA ASOSIASI PROFESIONAL

play fullscreen
1 / 85

PENTINGNYA ASOSIASI PROFESIONAL

242 Views Download Presentation
Download Presentation

PENTINGNYA ASOSIASI PROFESIONAL

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. PENTINGNYA ASOSIASI PROFESIONAL OlehDrs H. Zulfikar Zen, MA • Sekretaris Jenderal PP-IPI • Dosen Universitas Indonesia • CONSAL Executive Board HP 0818945958 Email zzen51@yahoo.com

  2. Makalah padaWorkshop on IAIN and UIN Librarians and Libraries Dilaksakanan atas Kerjasama antara: IAIN Ar Raniri, Depag RI, McGill University and CIDA Banda Aceh, 2-3 Maret 2009

  3. SEKILAS TENTANG IKATAN PUSTAKAWAN INDONESIA

  4. IPI DAN SEJARAHNYA Lahir 6 Juli 1973, di Ciawi Bogor • Zaman Penjajahan • Zaman Merdeka : • Era PraIPI (1950an – 1960an) • Era IPI (1970an, 1980an, 1990an) • Zaman Reformasi Era IPI dan Era Reformasi

  5. ZAMAN PENJAJAHAN • 1916 – 1920  Org. Pustakawan Vereeniginng tot Bevordering van het Bibliotheweze • Prakarsa : Dr H,J, van Lummel (Ketua) • Tujuan: Memajukan Perpustakaan di Hindia Belanda

  6. ZAMAN PRA IPI • 4 Juli 1953  API (Asosiasi Perpustakaan Indonesia) • 27 JUli 1954  PAPSI (Asosiassi Ahli Perpustakaan Seluruh Indonesia)  Konferensi Perp. Seluruh Indonesia 25-27 Maret 1954. • 6 April 1956  PAPADI (Perhimpunan Ahli Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Indonesia) • 15 Juli 1962  APADI (Asosiasi Arsip dan Dokumentasi Indonesia) • 5 Desember 1969  HPCI (Himpunan Pustakawan Chusus Indonesia

  7. ERA IPI (‘70,’80,’90an) Lahir 7 Juli 1973 di Ciawi Bogor • PB IPI = Tingkat Pusat • PD IPI = Tingkat Provinsi • PC IPI = Tingkat Kabupaten / Kota • Sejak Kongres IX Batu Malang  PB IPI menjadi PP IPI, dan PD /PC –menjadi PD IPI Provinsi dan PD IPI Kota

  8. ERA REFORMASI (>2000an) Di samping IPI muncul: Forum-Forum • 12 Agustus 2000  FPPTI (Forum Perp. Perg. Tinggi Indonesia) • 18 November 2000  FPKI (Forum Perp. Khusus Indonesia) • 4 Juni 2002  FPUI (Forum Perp. Umum Indonesia) • 8 Agustus 2002  FPSI (Forum Sekolah Indonesia) • 13 November 2006  ISIPII (Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia)

  9. ORGANISASI LAINNYA • KPI (Klub Perpustakaan Indonesia) • BPPMI ( Badan Pembina Perp. Masjid Indonesia) • GPMB (Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca) • KPBA (Klub Pecinta Bacaan Anak) • MPPS (Masyarakat Pengelola Perp. Sekolah) • PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) • SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) • APII (Asosiasi Pekerja Informasi Indonesia) • IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) • PTBI (Persatuan Toko Buku Indonesia)

  10. BEDA IPI & ORG PERP. LAIN • Keanggotaan IPI adalah individu dan lembaga, sedangkan Forum keanggotaannya institusi/lembaga • IPI mengikat semua pustakawan, tanpa membedakan tempat bekerja dan latar belakang pendidikan • Diakui secara nasional, regional dan Internasional. IPI (nasional  CONSAL (regional)- IFLA (internasional)

  11. TUJUAN IPI • Meningkatkan profesionalisme pustakawan Indonesia • Mengembangkan ilmu perpustakaan, dokumentasi dan informasi • Mengabdikan dan mengamalkan tenaga dan keahlian untuk bangsa dan negara RI (Pasal 8 AD-IPI)

  12. KODE ETIK • Berupa norma atau aturan yang harus dipatuhi oleh setiap pustakawan untuk menjaga kehormatan, martabat, citra dan profesionalisme

  13. KODE ETIK : SIKAP PUSTAKAWAN (1) • Berupaya melaksanakan tugas sesuai dengan harapan masyarakat. • Berupaya mempertahankan keunggulan kompetensi setinggi mungkin dan berkewajiban mengikuti perkembangan • Berupaya membedakan antara pandangan atau sikap hidup pribadi dan tugas profesi

  14. KODE ETIK : SIKAP PUSTAKAWAN (2) • Menjamin bahwa tindakan dan keputusannya, berdasarkan pertimbangan profesional • Tidak menyalah-gunakan posisinya dengan mengambil keuntungan kecuali atas jasa profesi • Bersifat sopan dan bijaksana dalam melayani masyarakat, baik dalam ucapan maupun perbuatan (Bab III pasal 3 Kode Etik Pustakawan Indonesia)

  15. Masalah IPI • Internal, keanggotaan beragam,, komitmen pengurus dan anggota masih rendah dan terbatas, konsolidasi organisasi masih terbatas. • Ekternal, apresiasi terhadap pustakawan dan perpustakaanmasih rendah, dana terbatas,masih, jumlah dan jenis perpustakaan cukup banyak, minat baca masyarakat masih rendah, faktor-faktor sosial ekonomi juga berpengaruh)

  16. TANTANGAN IPI • Perkembangan Ilmu Semakin cepat, baik ragam isi maupun media • Tuntutan pemakai semakin beragam, seketika “just in time”, seperti pasar bukan lagi gudang • Pemanfaatan TI adalah suatu keharusan. • Kepemilikan bukan lagi penting, yang penting adalah akses • Pustakawan bukan penjaga buku, tetapi garda ilmu pengetahuan

  17. PUSTAKAWAN DALAM UU 43 TAHUN 2007

  18. TENAGA PERPUSTAKAANdalam UU N0. 43/2007 PUSTAKAWAN TENAGA TEKNIS

  19. PUSTAKAWAN • Seorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan, serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan (UU No 43 Tahun 2007)

  20. TENAGA TEKNIS PERPUSTAKAAN • Tenaga nonpustakawan yang secara teknis mendukung pelaksanaan fungsi perpustakaan, misalna tenaga teknis komputer, audiovisual, ketatausahaan

  21. 11 PERAN IPI dalam UU 43/2007 (1) 1. Menyusun standar nasional tenaga perpustakaan (kualitas, akademik, kompetensi, sertifikasi) 2. Memajukan profesi pustakawan (peningkatan kompetensi. Karir, wawasan kepustakawan 3. Memberikan perlindungan profesi dan perlindungan hukum bagi pustakawan 4. Menyusun kurikulum dan penyelenggaraan pendidikan untuk pembinaan dan pengembangan tenaga perpustakaan

  22. 11 PERAN IPI dalam UU 43/2007(2) 5. Memberikan pertimbangan, nasihat dan saran bagi perumusan kebijakan dalam bidang perpustakaan 6. Menampung dan menyampaikan aspirasi masyarakat terhadap penyelenggaraan perpustakaan 7. Melakukan pengawasan dan penjaminan mutu layanan perpustakaan 8. Pembudayaan gemar membaca masyarakat

  23. 11 PERAN IPI dalam UU 43/2007 (3) 9. IPI berperan sebagai pemberi sertifikasi seperti halnya PII (Persatuan Insinyur Indonesia), IDI (Ikatan Dokter Indonesia) 10. Mitra kerja IPI, adalah Perpustakaan Nasional, lembaga pendidikan, asosiasi dan instansi terkait lainnya. 11. Sertifikasi diberikan setelah pustakawan lulus uji kompetensi oleh lembaga sertifikasi yang dibetuk IPI dan mitranya.

  24. HAK TENAGA PERPUSTAKAN • Penghasilan di atas kebutuhhan hidup minimum dan jaminan kesejahhteraan sosial • Pembinaan karir sesuai dg tuntutan pengembangan kualitas • Kesempatan untuk menggunakan sarana, prasarana, dan fasilitas perpustakaan untuk kelancaran tugas

  25. KEWAJIBAN TENAGA PERPUSTAKAAN • Memberikan layanan prima terhadap pemustaka • Menciptakan suasana perpustakaan yang kondusif • Memberikan keteladanan dan menjaga nama baik lembaga dan kedudukan sesuai dg tugas dan tanggungjawabnya.

  26. ORGANISASI PROFESIDalam UU 43/2007 • Pustakawan membentuk Organisasi Profesi • Berfungsi memajukan dan memberikan perlindungan profesi kepada pustakawan • Setiap pustakawan menjadi anggota profesi • Organisasi Profesi dibina, dikembangkan, difasilitasi oleh Pemerintah, Pemda dan/atau masyarakat.

  27. WEWENANG ORGANISASI PROFESI • Menetapkan dan melaksanakan AD/ART • Menetapkan dan menegakkan kode etik • Memberi perlindungan hukum • Menjalin kerjasama dg asosiasi Pustakawan di tingkat daerah nasional dan internasional

  28. PERANAN ORG PROFESI (1) • Menjadi wadah masyarakat profesi • Mengembangkan ilmu pengetahuan bidang profesi • Menyusun kode etik dan standar profesi, serta menjamin kompetensi profesi • Mewakili profesional di masyarakat. • Memberikan lisensi dan akreditasi

  29. PERANAN ORG PROFESI (2) • Menjamin Kompetensi Profesional; bertanggungjawab meningkatkan mutu profesi dengan menentukan persyaratan, standar, dan norma minimal anggota • Mengawasi kegiatan dan prilaku dengan menyusun kode etik, tata tertib, lengkap dengan sanksi-sanksinya. • Meningkatkan mutu dan status profesi melalui berbagai kegiatan dan aktifitas

  30. PUSTAKAWAN SBG PROFESI ? Sering timbul pertanyaan • Apakah pustakwan itu profesi atau bukan? • Apakah IPI memenuhi syarat disebut sebagai organisasi profesi atau belum?

  31. CIRI-CIRI PROFESI • Memiliki keterampilan khusus • Memiliki asosiasi profesi • Memiliki kode etik • Memiliki dedikasi bagi peningkatan profesi dan mendidik anggotanya. • Memiliki layanan bagi kesejahteraan umum Mc. Garry (Soekarman 2004)

  32. 13 CIRI PROFESI (1) • Mempunyai bidang pekerjaan tertentu, tidak sama dengan profesi lain. • Bersifat pengabdian kepada masyarakat • Membutuhkan persyaratan dasar tertentu. • Mempunyai ketrampilan khusus • Mempunyai organisasi profesi • Mempunyai pedoman sikap dan tingkah laku,diatur dengan Kode Etik • Mempunyai Dewan Kehormatan

  33. 13 CIRI PROFESI (2) • Memiliki pekerjaan bersifat intetelektual, saintifik, dan praktikal • Memilki standar yang baku dalam bekerja • Layanan berorientasi pada masyarakatuntukkesejahteraan umum, tidak berorientasi keuntungan • Memiliki dedikasi bagi peningkatan profesi dan mendidik anggotanya • Memiliki hak otonomi dalam bekerja • Memiliki izin atau lisensi untuk berpraktek

  34. FUNGSI ORGANISASI PROFESI • Menjadi wadah masyarakat profesi • Mengembangkan ilmu pengetahuan bidang profesi • Menyusun kode etik dan standar profesi, serta menjamin kompetensi profesi • Mewakili profesional di masyarakat. • Mengembangkan mutu profesi dan statusnya • Mengawasi prilaku anggota profesi melalui kode etik, serta memberi sanksi atas pelanggaran • Memberikan lisensi dan akreditasi

  35. MANFAAT ORGANISASI PROFESI • PRIBADI Meningkatkan profesionalisme • PROFESI  Mengembangkan Ilmu Perpustakaan dan Informasi • MASYARAKAT  Mendapatkan layanan Informasi yang bermutu

  36. MANFAAT BAGI PRIBADI • Mengembangkan ilmu dan pengetahuan • Memiliki ajang silaturrahmi • Memudahan layanan • Terbentuknya jaringan (formal dan informal)

  37. PERANAN ORGANISASI PUSTAKAWAN UNESCO • Lembaga Profesional bagi pekerja di bidang Perpustakaan, Informasi dan Arsip (PIA) • Memonitor peraturan perundang2an yg mempengaruhi layanan PIA • Membicarakan peraturan perundang2an yg perlu dipertimbangkan • Menciptakan dan memelihara layanan PIA • Mendorong manajemen yg baik dalam layanan PIA (Sumber : Guidelines Unesco, 1989)

  38. PERANAN ORGANISASI PUSTAKAWAN UNESCO • Meningkatkan kajian dan penelitian • Menjamin diseminasi informasi yg memuaskan pengguna • Bekerjasama dengan asosiasi sejenis dan badan-badan lain, naional atau internasional • Menangani ketentuan hukum yg terkait dg tujuan2 di atas. (Sumber : Guidelines Unesco, 1989)

  39. PERANAN ORG PROFESI • Menjadi wadah masyarakat profesi • Mengembangkan ilmu pengetahuan bidang profesi • Menyusun kode etik dan standar profesi, serta menjamin kompetensi profesi • Mewakili profesional di masyarakat. • Memberikan lisensi dan akreditasi • Menjamin Kompetensi Profesional; bertanggungjawab meningkatkan mutu profesi dengan menentukan persyaratan, standar, dan norma minimal anggota • Mengawasi kegiatan dan prilaku dengan menyusun kode etik, tata tertib, lengkap dengan sanksi-sanksinya. • Meningkatkan mutu dan status profesi melalui berbagai kegiatan dan aktifitas

  40. PERAN ORGANISASI PROFESI (1) • Menjamin kompetensiprofesional pustakawan • Meningkatkan status profesi dg menentukan persyaratan, standar, dan norma minimal pustakawan • Meningkatkan mutu profesi melalui berbagai kegiatan dan aktifitas kepustakawanan • Mengawasi kegiatan dan prilaku pustakawan dgkode etik, tata tertib disertai dg sanksi-sanksinya.

  41. PERAN ORGANISASI PROFESI (2) • Memonitor peraturan perundang-undangan yg mempengaruhi perpustakaan dan layanan • Menciptakan, memelihara dan mendorong manajemen layanan perpustakaan yg memuaskan pemustaka • Meningkatkan kajian dan penelitianbidang perpustakaan dan informasi • Melakukan kerjasama dengan asosiasi sejenis dan badan-badan lain, nasional atau internasional

  42. MANFAAT BAGI MASYARAKAT 1. Mendapatkan layanan bermutu 2. Ikut memasyarakatkan perpustakaan 3. Memberikan apresiasi terhadap pustakawan 4. Mengenal perpustakaan dan segala kegiatannya

  43. MASALAH IPI • Internal • Eksternal

  44. Masalah Internal IPI Kualitas Anggota; • Anggota IPI beraneka-ragam latar belakang, baik pendidikan, disiplin ilmu, maupun pengalaman Kuantitas Anggota • Anggota IPI jumlah terbatas, dibandingkan dg penduduk Indonesia

  45. Masalah Internal IPI (1) • “Kecemburuan” antara Pustakawan Struktural dengan Pustakawan Fungsional • Kata “Pustakawan” terkesan hanya untuk PNS yg ber SK, Jumlahnya hanya 2576 org (2004): 41,28% (SLTA), 23,60% (Diploma), 30,71% (S1) • Bervariasinya latar belakang anggota.

  46. Masalah Internal IPI (2) • Pengurusan organisasi belum maksimal sebagian besar Pengurus bekerja bersifat “sampingan”, • Kesadaran Anggota masih rendah lebih mengutamakan HAK dari pada KEWAJIBAN. • Belum ada seleksi menjadi anggota. • Belum ada Badan Kehormatan. • Belum ada standar kompetensi profesi • Pendirian dan Pembinaan IPI masih pada tingkat PD, sedangkan tingkat PC masih kurang

  47. Masalah Eksternal • Apresiasi dan citra terhadap profesi masih rendah • Belum memiliki otonomi penuh; ditentukan belum menentukan. • Belum ada keharusan IZIN untuk praktek • Penghargaan lebih kepada pakar TI (tools) dari pada pustakawan (contents). • Perpustakaan belum sbg prioritas pembangunan, dana terbatas.

  48. ORGANISASI PROFESI PUSTAKAWAN DAN PERPUSTAKAAN IAIN, UIN DAN STAIN PERLUKAH?

  49. ORGANISASI YG ADA • Nasional: IPI, FPPTI, FPUI, FPSI, FPKI, KPI, ISPII, • Regional CONSAL • Internasional : IFLA, COMLIS Pilihan: Organisasi Pustakawan Organisasi Perpustakaan Forum Pusat Jaringan Dsb