Download
standar pelayanan minimal spm n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Standar Pelayanan Minimal (SPM) PowerPoint Presentation
Download Presentation
Standar Pelayanan Minimal (SPM)

Standar Pelayanan Minimal (SPM)

652 Vues Download Presentation
Télécharger la présentation

Standar Pelayanan Minimal (SPM)

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. Standar Pelayanan Minimal (SPM) Dr. Edy Purnomo, M.Pd. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG

  2. Pengertian SPM Pendidikan • Standar jenisdan mutu layanan pendidikan yang disediakanoleh kab/kota dan sekolah/madrasah. • Rambu-rambu pelaksanaan desentralisasi penyelenggaraan kewenangan bidang pendidikan. • Tolok ukur kinerja pelayanan pendidikan yang diselenggarakan olehpemerintahkab/kota. • Pengelolaankinerjamenujupencapaian SNP secarabertahap

  3. Implementasi SNPPerluBertahap • Beberapastandardalam SNP terlalutinggidansulitdicapaiolehsemuasekolah/madrasahpadakondisisaatini. • Implementasi SNP secarautuhmembutuh-kansumberdayabesar, kapasitas SDM tinggidankelembagaan yang produktif. • SPM dirancangsebagaitahapanawaluntukmencapai SNP danstandarlainnya.

  4. Kualitas SNP SPM 2009 2012 2014 Waktu SPM: Langkah Antara Menuju SNP Standar Isi, SKL, Proses, Pengelolaan, Sarpras, Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Pembiayaan, dan Penilaian 2013

  5. SPMSebagai Strategi Pentahapan Menuju SNP • SNP (2014): • Semua guru sudah S-1/D-IV • Semua guru sudah sertifikasi • Buku lengkap 1 set/siswa • Memiliki Lab & Alat IPA • Memiliki Lab Bahasa & Komp. • Memiliki tenaga administratif • SPM 2012 (SD/MI): • Guru S-1/D-IV: 60% • Guru bersertifikat: 4 orang • Buku 4 matapelajaran 1 set/siswa • Kit IPA, tanpa ruang Lab • Kondisi 2009: • Guru S1/D4: 30% • Banyak sekolah • tanpa guru • bersertifikasi • Blm semua sekolah • menyediakan buku • utk siswa

  6. STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI GURU

  7. KUALIFIKASI DAN KOMPETENSI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN STANDAR TENAGA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN STANDAR KEPALA SEKOLAH/ MADRASAH (PERMEN DIKNAS NO: 13 TH.2007) STANDAR PENGAWAS SEKOLAH/ MADRASAH (PERMEN DIKNAS NO: 12 TH. 2007) STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI GURU (PERMEN DIKNAS NO: 19 TH.2007)

  8. STANDAR KUALIFIKASI DAN KOMPETENSI GURU • KUALIFIKASI AKADEMIK GURU 1. KUALIFIKASI AKADEMIK GURU 2. KUALIFIKASI AKADEMIK MELALUI UJI KELAYAKAN DAN KESETARAAN B. STANDAR KOMPETENSI GURU 1. KOMPETENSI PEDAGOGIK 2. KOMPETENSI KEPRIBADIAN 3. KOMPETENSI PROFESIONAL 4. KOMPETENSI SOSIAL

  9. KualifikasiAkademik Guru MelaluiUjiKelayakandanKesetaraan • Kualifikasiakademik yang dipersyaratkanuntukdapatdiangkatsebagai guru dalambidang-bidangkhusus yang sangatdiperlukantetapibelumdikembangkandiperguruantinggidapatdiperolehmelaluiujikelayakandankesetaraan. Ujikelayak-an dankesetaraanbagiseseorang yang memilikikeahliantanpaijazahdilakukanolehperguruantinggi yang diberiwewenanguntukmelaksanakannya

  10. KUALIFIKASI AKADEMIK GURU 1. PAUD/TK/RA • D IV/S1 BIDANG PAUD ATAU PSIKOLOGI • PRODI TERAKREDITASI 2. SD/MI • DIV/S1 PGSD/PGMI ATAU PSIKOLOGI • PRODI TERAKREDITASI 3. SMP/MTs • DIV/S1 PRODI SESUAI MP YANG DIAMPU • PRODI TERAKREDITASI

  11. LANJUTAN 4. GURU SMA/MA • D IV/S1 SESUAI MP YANG DIAMPU • PRODI TERAKREDITASI 5. SDLB/SMPLB/SMALB • D IV/S1 PRODI KHUSUS ATAU SARJANA SESUAI MP YANG DIAMPU • PRODI TERAKREDITASI 6. SMA/MAK • D IV/S1 PRODI YANG SESUAI MP YANG DIAMPU • PRODI TERAKREDITASI CATATAN: GURU DNG KUALIFIKASI AKADEMIK KHUSUS, PRODI BLM ADA DI PT DPT DIANGKAT MELALUI UJI KELAYAKAN DAN KESETARAAN YG DITANGANI OLEH PT YG DIBERI WEWENANG

  12. Pentingnya keberadaan guru Hasilstudidi 16 negarasedangberkembang, guru memberikontribusiterhadapprestasibelajarsebesar 34%, sedangkanmanajemen 22%, waktubelajar 18% dansaranafisik 26%.

  13. Sedangkan hasil penelitian 13 negaraindustri menunjukkankontribusi guru adalah 36%, manajemen 23%, waktubelajar 22 % dansaranafisik 19% (DediSupriadi, 1999: 178)

  14. Sebuah studi di tahun 2007 mengenai guru profesional versus guru tidak profesional dan dampaknya pada murid setelah 3 (tiga) tahun diajar, terdapat perbedaan sebesar 53%  pada muridnya. Murid yang diajar oleh guru profesional kinerja akademik siswanya sebesar 90%, sementara kinerja akademik siswa yang diajar oleh guru tidak professional hanya sebesar 37%.

  15. Berdasarkan data yang dirilis dari United Nation Development Programme (UNDP) yang dikeluarkan pada tanggal 2 November 2011 dalam Human Development Index.(HDI), Indonesia menempati posisi 124 dari 187 negara Laporan bidang pendidikan United Nation Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) yang dirilis pada November 2008, Indonesia menduduki peringkat 71 dari 129 negara dunia. Padahal pada tahun 2007, Indonesia menduduki peringkat 62 dari 130 negara, dan pada 2006 justru bertengger di ranking 58

  16. Profesi Guru Pasal 12 UU Sisdiknas menyatakan bahwa: setiap orang yang telah memperoleh sertifikat pendidikan memiliki kesempatan yang sama untuk diangkat menjadi guru pada satuan pendidikan tertentu. Dengan demikian pasal tersebut mengisyaratkan bahwa saat ini profesi guru merupakan “profesi yang terbuka, artinya siapa saja dapat menjadi guru asalkan memenuhi persyaratan memiliki sertifikat pendidik dan minimal S1 atau D IV. (Permendiknas No. 16/2007)

  17. Concurrent model(model seiring) • Concurrent model yaitu suatu model penyelenggaraan pendidikan guru yang menyiapkan calon guru yang dilakukan dalam satu nafas, satu fase, antara penguasaan bidang studinya (subject matter) dengan kompetensi paedagogis (ilmu pendidikan). • Concurrent model(model seiring) • Concurrent model yaitu suatu model penyelenggaraan pendidikan guru yang menyiapkan calon guru yang dilakukan dalam satu nafas, satu fase, antara penguasaan bidang studinya (subject matter) dengan kompetensi paedagogis (ilmu pendidikan). Model Pendidikan Guru Concurrent model(model seiring) Concurrent model yaitu suatu model penyelenggaraan pendidikan guru yang menyiapkan calon guru yang dilakukan dalam satu nafas, satu fase, antara penguasaan bidang studinya (subject matter) dengan kompetensi paedagogis (ilmu pendidikan).

  18. Consecutif model (pendekatan berlapis). Asumsi yang dipakai dalam model ini menghendaki penyiapan guru dilakukan dalam nafas atau rangkaian yang berbeda. Artinya calon guru sebelumnya tidak dididik dalam setting LPTK. Mereka adalah para sarjana bidang ilmu, kemudian setelah itu menempuh pendidikan lanjutan di LPTK untuk memperoleh akta kependidikan yang selama ini diposisikan sebagai lisensi profesi.

  19. Apakah lulusan LPTK dijamin dapat segera mengikuti PPG agar mendaparkan sertifikat pendidikan untuk dapat bekerja sebagai guru? • Bagaimana nasib lulusan LPTK yang belum mendapatkan kesempatan mengikuti PPG karena alasan kalah bersaing dalam seleksi mengikuti PPG atau alasan ketidakmampuan biaya untuk mengikuti PPG? Adanya ketentuan sertifikasi pendidikan diperoleh melalui PPG akan menimbulkan permasalahan sebagai berikut. Apakahlulusan LPTK dijamindapatsegeramengikuti PPG agar mendaparkansertifikatpendidikanuntukdapatbekerjasebagai guru? Bagaimananasiblulusan LPTK yang belummendapatkankesempatanmengikuti PPG karenaalasankalahbersaingdalamseleksimengikuti PPG ataualasanketidakmampuanbiayauntukmengikuti PPG?

  20. Apakahrekruitmen yang dilakukanuntukmengikuti PPG obyektifdalamartitidakmenguntungkansalahsatupihakantarasarjanakependidikandan non kependidikan? Bagaimanakesiapan LPTK dalammenyiapkansumberdaya agar dapatmelayanipembelajaranuntukpeserta yang berbedaantarasarjanakependidikandan non kependidikan yang tentunyamemerlukanperbedaanlayanan?

  21. Apakah program pembelajaran mata kuliah kependidikan yang telah dilaksanakan LPTK dalam beberapa semester dan PPL menjadi sesuatu yang kurang berarti (mubadhir) jika dalam PPG bisa ditempuh dalam waktu setahun? Apakah tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan sekolah yang digunakan sebagai tempat praktik (PPL) jumlah peserta PPG yang relatif banyak?

  22. Bagaimanakalauterdapatsekolahmenolakuntukdijadikanajangpraktikkarenaalasandapatmenggangguataumenurunkankualitaspendidikan yang diselenggarakansekolahtersebut? Bagaimanaperbedaankualitasdanbebanbiayajika PPG dilaksanakanoleh LPTK NegeridanSwasta?

  23. Bagaimanadaerah (provinsi) yang tidak memiliki LPTK penyelenggara PPG, apakahberartipeminatcalon guru harusmengikuti PPG diluarprovinsi? Apakahadapertimbanganbesarnyajumlahpeserta PPG denganjumlahkebutuhan yang diperlukandisuatuwilayahprovinsi , sehinggatidakmenimbulkanpengangguranbagilulusan PPG?

  24. Lutfiah Nurlaela (2008:847-854) dalam penelitian deskriptif tentang kinerja guru setelah sertifikasi menyimpukan bahwa: (1) Pada unsur kualifikasi dan tugas pokok, sebagian besar guru telah melaksanakan beban kerjanya sesuai dengan ketentuan (24 jam/minggu), namun hal-hal yang terkait dengan pembuatan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada siswa, dan penerapan penilaian alternatif, masih harus terus ditingkatkan,

  25. (2) Pada unsur pengembangan profesi, sebagian besar guru masih tetap mengikuti diklat peningkatan kompetensi, namun dalam hal penulisan karya tulis dan penelitian masih memprihatinkan, dan (3) Pada unsur pendukung profesi, kebanyakan guru jarang mengikuti forum ilmiah. Dalam hal ini beberapa pengamatan di lapangan nampaknya mendukung temuan yang menyatakan, bahkan merisaukan rendahnya pengetahuan dasar guru tentang kegiatan dan norma-norma yang berlaku dalam penelitian khususnya dan forum-forum ilmiah pada umumnya.

  26. KOMPETENSI GURU KOMPETENSI PEDAGOGIK • Menguasaikarakteristikpesertadidikdariaspekfisik, moral, sosial,kultural, emosional,danintelektual. • Menguasaiteoribelajardanprinsip-prinsippembelajaranyangmendidik. • Mengembangkankurikulum yang terkaitdenganbidangpengembangan yang diampu • Menyelenggarakankegiatanpengembangan yang mendidik • Memanfaatkanteknologiinformasidankomunikasiuntukkepentinganpenyelenggaraankegiatanpengembangan yang mendidik.

  27. Lanjutan... • Memfasilitasipengembanganpotensipesertadidikuntukmengaktualisasikanberbagaipotensi yang dimiliki. • Memfasilitasipengembanganpotensipesertadidikuntukmengaktualisasikanberbagaipotensi yang dimiliki. • Berkomunikasisecaraefektif, empatik,dansantundenganpesertadidik. • Memanfaatkanhasilpenilaiandanevaluasiuntukkepentinganpembelajaran. • Melakukantindakanreflektifuntukpeningkatankualitaspembelajaran.

  28. KOMPETENSI KEPRIBADIAN • Bertindaksesuaidengannorma agama,hukum, sosial, dankebudayaannasional Indonesia. • Menampilkandirisebagaipribadi yang jujur, berakhlakmulia, danteladanbagipesertadidikdanmasyarakat. • Menampilkandirisebagaipribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, danberwibawa • Menunjukkanetoskerja, tanggungjawab yang tinggi, rasa banggamenjadi guru, dan rasa percayadiri. • Menjunjungtinggikodeetikprofesi guru.

  29. KOMPETENSI SOSIAL 1. Bersikapinklusif,bertindakobjektif,sertatidakdiskriminatifkarenapertimbanganjeniskelamin, agama, ras,kondisifisik, latarbelakangkeluarga, dan status sosialekonomi 2. Berkomunikasisecaraefektif, empatik,dansantundengansesamapendidik,tenagakependidikan, orangtua, danmasyarakat. 3. Berkomunikasisecaraefektif, empatik,dansantundengansesamapendidik,tenagakependidikan, orangtua, danmasyarakat. 4. Berkomunikasidengankomunitasprofesisendiridanprofesi lain secaralisandantulisanataubentuk lain.

  30. KOMPETENSI PROFESIONAL • Menguasaimateri,struktur, konsep, danpolapikirkeilmuan yang mendukungmatapelajaran yang diampu. • Menguasaistandarkompetensidankompetensidasarmatapelajaran/bidangpengembangan yang diampu. • Mengembangkanmateripembelajaran yang diampusecarakreatif. • Mengembangkankeprofesionalansecaraberkelanjutandenganmelakukantindakanreflektif. • Memanfaatkanteknologiinformasidankomunikasiuntukberkomunikasidanmengembangkandiri.

  31. KOMPETENSI GURU MAPEL Kompetensi Guru matapelajaranPKn • Memahamimateri, struktur, konsep, danpolapikirkeilmuan yang mendukungmatapelajaranPendidikanKewarganegaraan. • MemahamisubstansiPendidikanKewarganegaraan yang meliputipengetahuankewarganegaraan (civic knowledge), nilaidansikapkewarganegaraan (civic disposition), danketerampilankewarganegaraan (civic skills). • Menunjukkanmanfaatmatapelajaranpendidikankewarganegaraan

  32. GURUKU CANTIKTAPI….?

  33. STANDAR KEPALA SEKOLAH/MADRASAH

  34. KEPALA SEKOLAH YANG BAIK MERUPAKAN TELADANWARGA SEKOLAH

  35. STANDAR KEPALA SEKOLAH • KUALIFIKASI 1. UMUM 2. KHUSUS B. KOMPETENSI 1. KEPRIBADIAN 2. MANAJERIAL 3. KEWIRAUSAHAAN 4. SUPERVISI 5. SOSIAL

  36. KUALIFIKASI KEPALA SEKOLAH • KualifikasiUmumKepalaSekolah/Madrasah adalahsebagaiberikut: • Memilikikualifikasiakademiksarjana (S1) atau (D-IV) kependidikanataunonkepen-didikanpadaperguruantinggi yang terakreditasi; b. Padawaktudiangkatsebagaikepalasekolahberusiasetinggi-tingginya 56 tahun; c. Memilikipengalamanmengajarsekurang-kurangnya 5 (lima) tahun, kecualidi (TK/RA) memilikipengalamanmengajarsekurang-kurangnya 3 (tiga) tahundi TK/RA; dan d. Memilikipangkatserendah-rendahnya III/c bagi (PNS) danbagi non-PNS disetarakandengankepangkatan yang dikeluarkanolehyayasanataulembaga yang berwenang.

  37. KualifikasiKhususKepalaSekolah/Madrasah KepalaSekolah SMP/MTs • Berstatussebagai guru SMP/MTs; • Memilikisertifikatpendidiksebagai guru SMP/MTs;dan • Memilikisertifikatkepala SMP/MTs yang diterbitkanolehlembaga yang ditetapkanPemerintah. KepalaSekolah Indonesia LuarNegeri • Memilikipengalamansekurang-kurangnya 3 tahunsebagaikepalasekolah; • Memilikisertifikatpendidiksebagai guru padasalahsatusatuanpendidikan; dan • Memilikisertifikatkepalasekolah yang diterbitkanolehlembaga yang ditetapkanPemerintah

  38. KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH 1. KOMPETENSI KEPRIBADIAN 1.1. Berakhlakmulia, danmenjaditeladanbagikomunitas disekolah/madrasah. 1.2.Memiliki integritaskepribadiansebagaipemimpin. 1.3.Memiliki keinginan yang kuatdalampengembangandiri sebagaikepalasekolah/madrasah. 1.4.Bersikap terbukadalammelaksanakantugaspokokdan fungsi. 1.5.Mengendalikan diridalammenghadapimasalahdalam pekerjaansebagaikepalasekolah/ madrasah. 1.6.Memiliki bakatdanminatjabatansebagaipemimpin pendidikan.

  39. KOMPETENSI MANAJERIAL 1. MENYUSUN PERENCANAAN 2. MENGEMBANGKAN ORGANISASI 3. MEMIMPIN SEKOLAH/MADRASAH 4. MENGELOLA PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN SEKOLAH 5. MENCIPTAKAN BUDAYA SEKOLAH YG KONDUSIF DAN INOVATIF 6. MENGELOLA GURU DAN STAF 7. MENGELOLA SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH 8. MENGELOLA HUBUNGAN SEKOLAH DAN MASY.

  40. LANJUTAN 9. MENGELOLA PESERTA DIDIK 10. MENGELOLA PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN PBM 11. MENGELOLA KEUANGAN SEKOLAH 12. MENGELOLA KETATAUSAHAAN SEKOLAH 13. MENGELOLA UNIT LAYANAN KHUSUS SEKOLAH 14. MENGELOLA SISTEM INFORMASI SEKOLAH 15. MEMANFAATKAN KEMAJUAN TI 16. MELAKUKA MONITRING, EVALUASI, DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PROGRAM

  41. KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN • MENCIPTAKAN INOVASI • BEKERJA KERAS • MEMILIKI MOTIVASI UTK SUKSES • PANTANG MENYERAH • MEMILIKI NALURI KEWIRAUSAHAAN

  42. KOMPETENSI SUPERVISI • MERENCANAKAN PROGRAM SUPERVISI AKADEMIK 2. MELAKSANAKAN SUPERVISI AKADEMIK THD GURU 3. MENINDAKLANJUTI HASIL SUPERVISI AKADEMIK

  43. KOMPETENSI SOSIAL • BEKERJA SAMA DENGAN PIHAK LAIN 2. BERPARTISIPASI DALAM KEGIATAN SOSIAL KEMASYARAKATAN 3. MEMILIKI KEPEKAAN SOSIAL THP ORANG/ KELOMPOK LAIN

  44. BEBAN TUGAS PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN • Bebankerja guru mencakupkegiatanpokokyaitumerencanakanpembelajaran, melaksanakanpembimbingan danmelatihpesertadidik, sertamelaksanakantugastambahan; • Bebankerja guru sebagaimanadimaksudpadaangka 1 diatasadalahsekurang­kurangnya 24 jam tatapmukadalam 1 (satu) minggu. • Tenagakependidikan (kepalasekolah, pustakawan, tenaga administrasi, dan penjagasekolah) memiliki jam kerja per minggu 40 jam.

  45. PERHITUNGAN KEBUTUHAN GURU/TENAGA KEPENDIDIKAN DI SMP Guru Mata Pelajaran : RB X W JWM Keterangan: RB = jumlahrombonganbelajar W = alokasiwaktuseluruhmata pelajaran per minggu JWM = jumlah jam wajibbelajarbagi guru matapelajaran

  46. SELESAI

  47. STANDAR PEMBIAYAAN PENDIDIKAN

  48. JENIS BIAYA • Biaya investasi, meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sumber daya manusia, dan modal kerja tetap. • Biaya operasional, meliputi: • gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji; • bahan atau peralatan pendidikan habis pakai; • biaya operasional pendidikan tak langsung berupa daya, air, jasa telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi, dan sebagainya.

  49. LANJUTAN... 3. Biaya personal, meliputi biaya yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan.

  50. SUMBER PEMBIAYAAN • Pemerintah, bertanggungjawabuntukpemenuhanbiayainvestasi, danoperasionalpersonalia. • Pemerintah daerah, sekurang-kurangnya 50% dari RAPBS yang diperlukan • Dana masyarakat termasuk dana dari orangtua/masyarakat/dunia usaha diupayakan untuk membiayai peningkatan mutu program pengayaan dan program khusus yang disepakati orang tua; dan