Download
penulisan artikel ilmiah pada jurnal ilmiah n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
PENULISAN ARTIKEL ILMIAH PADA JURNAL ILMIAH PowerPoint Presentation
Download Presentation
PENULISAN ARTIKEL ILMIAH PADA JURNAL ILMIAH

PENULISAN ARTIKEL ILMIAH PADA JURNAL ILMIAH

633 Views Download Presentation
Download Presentation

PENULISAN ARTIKEL ILMIAH PADA JURNAL ILMIAH

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. PENULISAN ARTIKEL ILMIAH PADA JURNAL ILMIAH WASMEN MANALU FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR wasmenmanalu@ymail.com

  2. PERBANDINGAN JUMLAH PUBLIKASI TERINDEKS DI SCOPUS Sumber: SCIMAGO Journal Ranking (http://www.scimagojr.com)

  3. PENDAHULUAN SEBELUM MENULIS ARTIKEL ILMIAH ADA PRASYARAT MUTLAK YANG HARUS DIPENUHI YAITU ADA PENELITIAN YANG DIRANCANG DAN DILAKUKAN DENGAN BAIK DENGAN HASIL YANG SUDAH DIANALISIS, DITABULASIKAN DAN DIILUSTRASIKAN DENGAN BAIK, DAN TELAH DIPAHAMI DAN DIKUASAI DENGAN BAIK DAN YANG TELAH MEMPUNYAI SIMPULAN

  4. PENULISAN ARTIKEL ILMIAH • Penulisan artikel ilmiah merupakan jembatan antara peneliti dan pembaca, penulisannya membutuhkan teknik khusus. • Penulis artikel dituntut untuk dapat menulis dengan gaya bahasa sendiri. • Artikel ilmiah juga merupakan suatu bentuk kontribusi keilmuan kepada kemajuan iptekdan dapat dipandang sebagai sarana promosi diri seorang ilmuwan

  5. PENULISAN ARTIKEL ILMIAH • Secara universal penulisan artikel ilmiah sudah dimapankan mengikuti aturan yang ada. • Hal ini adalah untuk memudahkan komunikasi antarilmuwan. • Untuk menjamin efektivitas transformasi ilmiah maka suatu artikel ilmiah harus memenuhi tiga unsur, logika ilmu yang tepat, bahasa yang jelas, lugas dan komunikatif, serta sesuai dengan aturan jurnal yang akan memuat artikel tersebut.

  6. PENULISAN ARTIKEL ILMIAH • Seorang penulis perlu taat mengikuti konvensi dari masing-masing bidang ilmu yang ditekuninya dengan berpedoman pada jurnal ilmiahnya. • Masing-masing jurnal mempunyai gaya selingkung sendiri yang dapat diikuti pada petunjuk penulis yang ingin menerbitkan karya ilmiahnya.

  7. TAHAPAN PROSES PENULISAN ARTIKEL ILMIAH • PEMILIHAN JURNAL • PENCARIAN PETUNJUK PENULISAN • PENCARIAN SALAH SATU CONTOH ARTIKEL • PENULISAN ARTIKEL MENGIKUTI PETUNJUK • PENGIRIMAN NASKAH

  8. TAHAPAN PROSES PENULISAN ARTIKEL ILMIAH • PENGIRIMAN NASKAH • PENGEMBALIAN NASKAH OLEH KETUA DEWAN REDAKSI • PERBAIKAN NASKAH • PENGIRIMAN NASKAH YANG SUDAH DIPERBAIKI • PEMERIKSAAN CONTOH CETAK

  9. TAHAPAN PROSES PENULISAN ARTIKEL ILMIAH • PENYELESAIAN ADMINISTRASI • PEMESANAN REPRINT ATAU CETAK LEPAS • PENERIMAAN REPRINT • PENGIRIMAN REPRINT KE KOLEGA

  10. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENULISAN ARTIKEL ILMIAH • UKURAN DAN JENIS KERTAS • SPASI • PENOMORAN HALAMAN • JUMLAH BARIS PER HALAMAN • MARGIN • PENOMORAN SETIAP BARIS TULISAN • PENULISAN HALAMAN JUDUL • PENULISAN BADAN ARTIKEL

  11. PENULISAN HALAMAN JUDUL • ADA KALANYA JURNAL MENGHARUSKAN HALAMAN JUDUL YANG TERPISAH DARI ARTIKEL. • HALAMAN JUDUL MEMUAT JUDUL ARTIKEL, NAMA-NAMA PENGARANG ATAU PENULIS, LEMBAGA AFILIASI MASING-MASING PENULIS, DAN ALAMT PENULIS KORESPONDENSI

  12. PENULISAN JUDUL • Setiap penulis artikel ilmiah pada hakikatnya berkeinginan tulisannya dibaca secara luas oleh masyarakat ilmiah. • Judul merupakan bagian pertama dari suatu artikel ilmiah yang dibaca sebelum pembaca membaca isi artikel ilmiah. • Suatu judul artikel ilmiah, selain harus bersifat khas untuk meningkatkan daya tarik pembaca, juga harus singkat dan mampu menggambarkan keseluruhan isi artikel tersebut.

  13. PENULISAN JUDUL • Disarankan suatu judul tidak lebih dari 12 kata dalam bahasa Indonesia, 8 kata dalam bahasa Jerman, dan 10 kata dalam bahasa Inggris. • Judul yang singkat tetapi jelas, bukan suatu hal yang mudah dibuat. • Judul artikel perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

  14. PENULISAN JUDUL • Beberapa judul artikel pada suatu jurnal ilmiah sering kali ditemukan terlalu singkat sehingga judul tersebut kurang menggambarkan isi artikel. • Judul yang terlalu panjang sering kali mengaburkan makna isi artikel, apalagi pada judul tersebut terdapat kata-kata klise seperti penelaahan, studi, pengaruh dan lain-lain.

  15. PENULISAN JUDUL • Hindari penggunaan kata-kata yang rendah bobot ilmiahnya. • Untuk menghindari judul yang terlalu panjang dengan tetap mempertahankan kejelasan makna judul, maka sebaiknya dibuatkan sub-judul. • Judul artikel ilmiah ilmu-ilmu sosial sedapat mungkin dirumuskan dalam kalimat-kalimat relasional dan menghindari kalimat-kalimat yang mengandung kausalitas.

  16. PENULISAN JUDUL • Disarankan dalam penulisan judul untuk menonjolkan kata kunci. • Dianjurkan untuk menempatkan kata kunci yang paling penting dan khas di awal judul. • Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pelayanan penelusuran pustaka (literature scanning service) yang seringkali menggunakan “sistem kata kunci” (key word system).

  17. PENULISAN JUDUL • Penempatan kata kunci dalam judul memberikan dua keuntungan bagi penulis. • Pertama, judul seperti itu merupakan judul yang paling deskriptif, ini sangat membantu pembaca untuk mendapatkan gambaran awal isi artikel juga dapat merangsang pembaca menjadi pembaca aktif.

  18. PENULISAN JUDUL • Kedua, judul yang mencantumkan kata kunci, memungkinkan suatu artikel dikelompokkan ke dalam klasifikasi yang benar oleh pelayanan penelusuran pustaka, tentunya akan sangat membantu ilmuwan lain dalam penelusuran literatur secara cepat dan tepat.

  19. CONTOH-CONTOH JUDUL ARTIKEL Contoh judul yang memerlukan perbaikan: • Studi Penurunan Kandungan Fosfat Dalam Limbah Tahu • Studi Penggunaan Tembaga (Cu) Sebagai Catalytic Converter Pada Knalpot Sepeda Motor Dua Tak Terhadap Emisi Gas Co • Pseudoanerisma • Tumor stromal gastointestinal • TAREKAT: SEJARAH TIMBUL DAN PENGARUHNYA DI DUNIA ISLAM • SPIRITUALITAS – AGAMA: TRANSFORMASI TRADISI INDIVIDUAL KE KOMUNAL • Penciptaan Bahan Baku General Seni dengan Memanfaatkan Limbah Bahan Tanah Liat Keramik Porselin Sebagai Bahan Campuran dengan Teknik Pengolahan Silinder Putar Guna Meningkatkan Kualitas Bahan Baku Effisiensi Produk

  20. Pembinaan Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat Tentang Pengolahan Buah Nenas Menjadi Dodol Nenas di Kecamatan Tambang, Kampar, Propinsi Riau • Keefektifan Zat Penghambat Tumbuh Tanaman Untuk Pengendalian Tomat “Sweet Cherry” dan Tomat “Yelow Pear” • Satu-Dua Aspek Soal Membagi Urusan Pemerintahan • Hubungan Masyarakat, Prinsip, Kasus dan Masalahnya. • Area and Administration • Pengaruh Konsentrasi NaOH Terhadap Sifat-Sifat Karaginan Euhenna Cottonil dari Karimun Jawa dan Madura

  21. PENULISAN BARIS KREDIT • Pada suatu jurnal internasional, bila pembimbing lebih dari satu, maka pembimbing yang paling senior bertindak sebagai pengayom penulis muda dan biasanya namanya ditempatkan paling akhir.

  22. PENULISAN BARIS KREDIT • Penulis terakhir seringkali berperanan sebagai penulis untuk korespondensi dan namanya diikuti dengan tanda bintang, yang keterangannya diberikan pada catatan kaki. • Hal ini dilakukan mengingat penulis pertama merupakan mahasiswa penulis tesis atau disertasi yang akan meninggalkan kampus setelah selesai masa studinya.

  23. PENULISAN BARIS KREDIT • Penulis korespondensi tidak selalu penulis utama. • Penulis korespondensi akan bertanggung jawab atas semua korespondensi serta perbaikan yang menyangkut artikel tersebut. • Versi penulisan nama penulis sangat bervariasi, akan tetapi penulis hendaknya taat asas dalam menuliskan namanya, khususnya yang tidak memiliki nama keluarga.

  24. Nama penulis harus konsisten baik dalam bentuk dan pengejaannya. Perhatikan keragaman dalam penulisan nama berikut ini: Djohara Djajadinata - Johara Jayadinata - Johara Dj. - Johara J. - Djajadinata Djohara - Jayadinata Johara - Djohara Dj. - Johara J.

  25. Nama penulis harus konsisten baik dalam bentuk dan pengejaannya. Perhatikan keragaman dalam penulisan nama berikut ini: Sutopo Gani Nugroho - Sutopo G. Nugroho - Nugroho, S.G. - S. Gani Nugroho

  26. PENULISAN ALAMAT LEMBAGA AFILIASI • Alamat lembaga penulis harus ditulis dan lengkap, perlu dilengkapi dengan nomor telepon, fax dan alamat e-mail, untuk memudahkan korespondensi dengan ilmuwan lain.

  27. PENULISAN ALAMAT LEMBAGA AFILIASI • Nama lembaga yang ditulis pada artikel ilmiah haruslah nama lembaga tempat dilakukan penelitian, bukan lembaga asal penulis. • Hal ini terutama untuk mahasiswa pascasarjanayang merupakan penulis tesis atau disertasi.

  28. PENULISAN ALAMAT LEMBAGA AFILIASI • Jika penulis pertama yang merupakan penulis tesis tersebut ingin memperkenalkan nama lembaganya sebaiknya ditempatkan pada catatan kaki dengan menuliskan alamatnya saat ini (present address).

  29. PENULISAN BADAN ARTIKEL • ABSTRAK DAN KATA KUNCI • PENDAHULUAN • MATERI DAN METODE • HASIL DAN PEMBAHASAN ATAU HASIL, PEMBAHASAN • SIMPULAN ATAU IMPLIKASI • UCAPAN TERIMA KASIH • DAFTAR PUSTAKA • TABEL • JUDUL GAMBAR • GAMBAR

  30. ABSTRAK DAN KATA KUNCI • ABSTRAK MERUPAKAN RINGKASAN KESELURUHAN PENELITIAN YANG MELIPUTI LATAR BELAKANG, TUJUAN, METODE, HASIL DAN SIMPULAN DALAM BENTUK SINGKAT DAN JELAS • JUMLAH KATA DALAM ABSTRAK UMUMNYA ANTARA 100 DAN 250 KATA • ABSTRAK DIAKHIRI DENGAN KATA KUNCI

  31. ABSTRAK • Abstrak merupakan suatu ringkasan yang lengkap dan menjelaskan keseluruhan isi artikel ilmiah. • Abstrak umumnya disajikan dalam satu paragraf dan disarankan tidak lebih dari 200 kata.

  32. ABSTRAK • Abstrak ditempatkan pada bagian awal artikel ilmiah. • Penulisan abstrak yang baik perlu dipertimbangkan mengingat bagian ini merupakan bagian artikel yang dibaca setelah judul. • Sangatlah beralasan, dibaca tidaknya suatu artikel ilmiah tergantung pada kesan yang diperoleh pembaca saat membaca abstraknya. • Bagian artikel yang paling sulit dikerjakan adalah abstrak. • Abstrak dalam bahasa Inggris merupakan satu kemutlakan yang harus ada.

  33. ABSTRAK • Abstrak harus bersifat informatif dan deskriptif, artinya setiap informasi yang terkandung pada abstrak tersebut harus berdasarkan fakta. • Dengan kata lain, sangat tidak diperkenankan untuk mencantumkan informasi yang tidak ada faktanya yang jelas dalam isi artikel pada suatu abstrak.

  34. ABSTRAK • Abstrak yang baik harus mengandung empat unsur: argumentasi logis perlunya dilakukan observasi atau penelitian untuk memecahkan masalah, pendekatan yang digunakan untuk memecahkan masalah (metode), hasil yang dicapai dalam penelitian serta simpulan dan saran.

  35. ABSTRAK • Setiap unsur hendaknya diungkapkan dalam kalimat yang singkat dan jelas, dengan demikian keseluruhan abstrak menjadi tidak terlalu panjang.

  36. ABSTRAK • Usahakan menulis abstrak sebaik mungkin agar pembaca dapat menangkap isi artikel tanpa harus mengacu ke artikel lengkapnya. • Abstrak harus dapat dimengerti oleh ilmuwan dari disiplin ilmu apa saja. • Pelayanan abstrak (abstracting service) menyukai abstrak yang pendek, karena secara langsung mengutip keseluruhannya.

  37. ABSTRAK • Abstrak yang terlalu panjang unit pelayanan tersebut akan memenggalnya supaya menjadi lebih pendek. • Namun, pemenggalan seperti ini seringkali kurang memperhatikan secara cermat detil isinya, sehingga dapat mengaburkan makna abstrak keseluruhan.

  38. ABSTRAK • Kejadian seperti ini tentunya sangat merugikan penulis, karena pembaca menjadi kurang berkenan menbacanya karena kekaburan maknanya. • Abstrak harus disusun secara lengkap, tetapi ringkas, cermat, obyektif dan cendikia.

  39. ABSTRAK • Abstrak haruslah bersifat berdiri sendiri dalam penyajian informasi, tidak bersifat bergantung pada teks. • Data dalam abstrak, hendaknya disajikan secara tepat dan pasti sehingga pembaca tidak perlu mengacu pada ilustrasi yang disajikan di dalam teks, seperti tabel dan gambar. • Dengan alasan yang sama, sebaiknya dihindari penggunaan singkatan pada abstrak. • Penyajian abstrak dengan cara seperti ini menjadi sangat penting.

  40. ABSTRAK • Hal ini disebabkan karena sering kali pembaca hanya membaca abstraknya saja pada suatu waktu, dan dilanjutkan membaca teksnya pada waktu yang lain. • Abstrak artikel yang dipublikasikan pada jurnal internasional akan dipublikasikan secara luas melalui “on line service” di internet sebelum jurnal yang memuat artikel tersebut diterbitkan oleh penerbit. • Pada kondisi seperti ini, bila abstraknya tidak disajikan dengan baik, maka sudah pasti artikelnyapun tidak akan diakses oleh para pembaca.

  41. KATA KUNCI • Kata kunci adalah kata-kata yang mengandung konsep pokok yang dibahas dalam artikel. • Kata kunci dapat diambil dari thesaurus bidang ilmu masing-masing. • Kata kunci walaupun sangat sederhana penting dalam pengindeksan artikel serta dapat membantu keteraksesan suatu tulisan kepembaca melalui pemindaian komputer di internet.

  42. KATA KUNCI • Bila seseorang ingin mencari suatu artikel dengan membaca kata kunci maka salah satu kata kunci yang Anda tuliskan dapat membuka artikel tersebut. • Pilihlah kata kunci yang paling baik mewakili topik yang dibahas dalam artikel tersebut. • Jumlah kata kunci bervariasi dari 3 sampai 6 kata-kata tunggal dan cara pengurutannya dari yang spesifik ke yang umum dan ditulis dalam suatu baris.

  43. PENILAIAN SISTEMATIKA PADA JUDUL ARTIKEL Judul Artikel • Apakah judul tidak terlalu panjang atau terlalu pendek (dapat memenuhi 12 kata). • Apakah judul telah menggambarkan secara singkat inti karangan sesuai dengan permasalahannya. • Apakah judul menarik • Apakah judul tepat, benar, logis, cermat, informatif/indikatif

  44. PENILAIAN SISTEMATIKA PADA BARIS KEPEMILIKAN Baris Kepemilikan (Baris Kredit) • Apakah nama-nama sudah diurut sesuai dengan besarnya peran para penulisnya. • Apakah nama tersebut sudah ditulis sesuai dengan aturan jurnalnya • Apakah alamat korespondensi telah dilengkapi sesuai aturan yang baku

  45. PENILAIAN SISTEMATIKA PADA ABSTRAK • Abstrak • Apakah merupakan suatu abstrak satu paragraf atau abstrak terstruktur • Apakah sudah tercakup komponen IMRAD. (introduction, methods, results and discussion) • Bacalah ide pokoknya, apakah abstrak yang dibuat telah tersusun sebagaimana mestinya dan sesuai dengan kaidah yang berlaku dalam hal panjang maupun gaya penulisannya serta merupakan satu kesatuan ide. • Apakah abstrak sudah informatif/indikatif

  46. PENDAHULUAN • PENDAHULUAN MENGANDUNG ALASAN MELAKUKAN PENELITIAN, HIPOTESIS, DAN TUJUAN PENELITIAN • PENDAHULUAN MENGANDUNG PERUMUSAN MASALAH • PENDAHULUAN MENGANDUNG PENJELASAN STATE OF THE ART PENELITIAN • PENDAHULUAN MENGANDUNG PEMIKIRAN PENULISAN ATAS PERMASALAHAN

  47. PENDAHULUAN • PENDAHULUAN JANGAN DISAMAKAN DENGAN TINJAUAN PUSTAKA • PERUJUKAN PUSTAKA JANGAN TERLALU BANYAK DALAM PENDAHULUAN • JUMLAH KATA DALAM PENDAHULUAN JUGA DIBATASI

  48. MATERI DAN METODE • KESAHIHAN HASIL YANG DIPEROLEH DALAM PENELITIAN DITENTUKAN OLEH MATERI DAN PENDEKATAN METODOLOGI YANG DIGUNAKAN • JELASKAN SECARA RINCI MATERI DAN METODE YANG DIGUNAKAN • JELASKAN SEBAIK-BAIKNYA MENGENAI PERLAKUAN CARA DAN FREKUENSI PEMBERIAN

  49. MATERI DAN METODE • JELASKAN SECARA RINCI: • CARA DAN FREKUENSI PENGAMBILAN SAMPEL • VARIABEL DAN CARA PENGUKURANNYA • PROSEDUR ANALISIS KIMIA ATAU FISIK SAMPEL • PROSEDUR ANALISIS STATISTIK YANG DIGUNAKAN