Pertemuan ke 11 Bahan Bangunan Alam yang Dapat Digunakan Kembali - PowerPoint PPT Presentation

pertemuan ke 11 bahan bangunan alam yang dapat digunakan kembali n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Pertemuan ke 11 Bahan Bangunan Alam yang Dapat Digunakan Kembali PowerPoint Presentation
Download Presentation
Pertemuan ke 11 Bahan Bangunan Alam yang Dapat Digunakan Kembali

play fullscreen
1 / 31
Pertemuan ke 11 Bahan Bangunan Alam yang Dapat Digunakan Kembali
390 Views
Download Presentation
alaqua
Download Presentation

Pertemuan ke 11 Bahan Bangunan Alam yang Dapat Digunakan Kembali

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. Pertemuanke 11 BahanBangunanAlamyang DapatDigunakanKembali Ir. Sri Utami S., MT.

  2. BAHAN BANGUNAN A. Bahan bangunan alam B. Bahan bangunan buatan dan logam Teknologi dan Rekayasa

  3. A. BAHAN BANGUNAN ALAM A.1. BAHAN AN ORGANIK a. Batu Alam Contoh : Batu kali, pasir, kerikil, batu kapur, marmer, granit, dll. b. Tanah Liat Contoh : Batu bata, keramik, dll. c. Trass Contoh : Batako Teknologi dan Rekayasa

  4. A. BAHAN BANGUNAN ALAM A.2. BAHAN BANGUNAN ORGANIK a. Daun-daunan Contoh : Rumbia, ijuk, sabut kelapa b. Kulit Kayu Contoh : Dinding ( rumah kalimantan ) c. Kayu Contoh : Meranti, ulin, bangkirai ( bahan kusen, atap, dsb ) Teknologi dan Rekayasa

  5. C. BAHAN BANGUNAN BUATAN & LOGAM B.1. BAHAN BUATAN a. Dibakar Contoh : Batu kapur, marmer, granit b. Dilebur Contoh : Batu bata, keramik c. Tidak dibakar Contoh : Buis beton, genteng beton, batako, paving d. Kimia Contoh : Plastik, aspal, beton, cat Teknologi dan Rekayasa

  6. C. BAHAN BANGUNAN BUATAN & LOGAM B.2. BAHAN LOGAM a. Logam Mulia Contoh : Emas, platinum, perak b. Logam Setengah Contoh : Kobalt, nikel, air raksa c. Logam Berat Contoh : Besi, plumbum d. Logam Sedang Contoh : Alumunium e. Logam Campuran Contoh : Baja, kuningan Teknologi dan Rekayasa

  7. MANFAAT TANAH LIAT

  8. JENIS-JENIS INDUSTRI KERAMIK Industri keramik tradisional : • Produk tanah liat dan industri silika Industri keramik modern : • Produk-produk tahan panas, tahan tekanan tinggi, tahan terhadap korosi

  9. Jenis-jenis keramik(dasar : derajat vitrifikasi/derajat pengu- rangan pori dan temperatur pembakaran) • Keramik putih (white wares) • Dibakar pada suhu rendah dengan jumlah fluks dan derajat vitrifikasi yang berlainan • Contoh : • Earthen ware : bahan lantai teraso, berpori • China ware • Porcelain : porselin gigi • Sanitary ware • Stone ware : porselin tradisional • Whiteware tiles : ubin keramik

  10. Keramik bangunan (structured clay product) • Dibakar pada suhu rendah dengan jumlah fluks yang tinggi dan derajat vitrifikasi rendah • Contoh : • Building brick • Face brick • Teracota • Sewerpipe • draintile

  11. Refraktori (refractories) • Dibakar pada suhu tinggi dengan sedikit fluks, derajat vitrifikasi rendah • Contoh : • Fire brick • Magnesite brick • Aluminium silikat • Olivine product • Enamel (enamels) • Dibakar pada suhu sedang dengan jumlah fluks banyak derajat vitrifikasi tinggi • Keramik khusus

  12. II. Bahan Baku • Terdiri atas 3 macam (triaxial) • Tanah liat (clay) • Pasir • Feldspar

  13. Bahan baku tanah liat (clay) • Kandungan utama : • Kaolinite (Al2O3.2SiO2.2H2O) • Montmorillinote • Illite • Halloysite Perbedaan kandungan tanah liat memberikan sifat yang berbeda-beda

  14. Sifat tanah liat yang penting untuk pembuatan keramik : • Plastisitas : kemampuan untuk dibentuk tanpa mudah retak • Fusibilitas : kemampuan untuk dilebur

  15. Bahan baku pasir (kwarsa) • Fungsi : sebagai bahan non plastik • Kalau penambahan terlalu banyak, silikat dalam pasir menyebabkan keretakan pada waktu pembakaran Untuk mengatur plastisitas Untuk mengurangi penyusutan (susut kering & susut bakar)

  16. Bahan baku feldspar • Fungsi : • sebagai bahan pengikat • Menurunkan temperatur pembakaran • Jenis-jenis feldspar • K-feldspar • Na-feldspar • Ca-feldspar

  17. Bahan-bahan tambahan (disesuaikan dengan jenis produk) • Fluxing agent : • Borax - fluorspar • Boric acid - cyolite • Soda abu - barium mineral • Nepheline syenite - dll • Refractory ingredient • Alumina - dolomit • Olivine - chromite • Zircona - magnesite • Titania - dll

  18. III. Proses Pembuatan Keramik Bahan baku penyiapan pembentukan pembakaran pengeringan penyempurnaan Produk keramik

  19. Cara-cara Pembentukan (forming)(berdasarkan kadar air) • Kadar air 6 – 7% • Dibentuk dengan dipres terhadap puder adonan • Dibuat dengan cara spray drying atau penggilingan “cake” adonan • Kadar air 20 – 25% • Dibentuk dengan jiggering (pengecoran) terhadap lumpur adonan, • Misalnya pada pembuatan piring, mangkuk • Figure 9-4

  20. Kadar air 40 – 60% • Pembuatan dengan cara casting (penuangan) terhadap lumpur adonan • Cetakan terbuat dari gips

  21. Pembakaran

  22. Tahap pembakaran ini adalah tahap paling penting • Pembakaran dilakukan pada kiln perodik atau kiln kontinu • Kiln kontinu • Efisiensi panas baik • Ongkos buruh rendah • Siklus waktu proses lebih singkat • Kiln periodik • Berlawanan dengan kiln kontinu Cocok untuk produksi skala besar Cocok untuk jumlah terbatas & kualitas khusus

  23. IV. Aspek Ekonomi Produk keramik banyak dipakai oleh • industri lain (metalurgi, mesin, automotive, bangunan, arsitektur dll) • Konsumen langsung (ubin, peralatan makan, minum dll)

  24. KHUSUS !!! ubin keramik disusun 3 lapis glazur • -licin • Tidak merusak pola • Menutup pori pola semen • Ubin granit (granito tile) • Ketiga bahan dicampur hingga homogen • baru dicetak • Kelebihan : - tidak licin • - tahan terhadap tekanan tinggi (< 600 kg/m2)

  25. Ir. Sri Utami S., MT. TERIMA KASIH