Download
slide1 n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
TEKHNIK KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA ANAK DAN REMAJA PowerPoint Presentation
Download Presentation
TEKHNIK KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA ANAK DAN REMAJA

TEKHNIK KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA ANAK DAN REMAJA

3524 Vues Download Presentation
Télécharger la présentation

TEKHNIK KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA ANAK DAN REMAJA

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. TEKHNIK KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA ANAK DAN REMAJA Oleh Kelompok : 8 • Rezki Rahayu • Silvia Sukma Dewi • Twozenneva .D • Wiwike Yanti Elfisa • Annisa • Devi YunitaAstuti • Mardhiya • Nola Azril • Rena Mustika

  2. PENGERTIAN • Anak merupakan individu yg unik, bukan miniatur orang dewasa, pribadi dengan haknya sendiri dan kapasitas untuk menjadi orang dewasa yang unik. • Kemampuan komunikasi pd anak dipengaruhi oleh keluarga, tingkat perkembangan dan intelektual.

  3. Komunikasi Terapeutik pada AnakSesuai TUKEM • Bayi (0-1) tahun • Toddler (1-3 th) danprasekolah (3-5 th • Anakusia 5-8 tahun • Anakusia 8-12 tahun

  4. BAYI (0-1) TAHUN Bahasa yang digunakan non verbal : • Mengerakantangan, kaki,danbadan ( usia <6 bln ) • Stranger anxiety atwcemasdgn org asingygtdkdikenalnyaadlhciripadadirinya & ibunya ( > 6 bulan )

  5. TODDLER (1-3 th) dan PRA SEKOLAH (3-5 th) • Anak belum mampu bicara secara pasih, sangat egosentris • Kata-kata sederhana, singkat, istilah familiar • Memberitahu apa yang terjadi pada dirinya. • Pandangan sejajar • Reinforcement positif • Memberi kesempatan untuk bereksplorasi • Bicara pelan • Bergambar atau bercerita.

  6. ANAK USIA 5-8 TAHUN • Anak sangat peka terhadap stimulus • Anak sering bertanya dan ingin penjelasan • Jelaskan arti, fungsi dan prosedur tindakan • Gunakan kata sederhana yang spesifik sesuai dengan kemampuan kognitifnya. • Gunakan bahasa yang dapat dimengerti anak dan berikan contoh yang jelas sesuai dengan kemampuan kognitifnya.

  7. ANAK USIA 8-12 TAHUN • Sudah lebih mampu berkomunikasi dengan orang dewasa. • Mampu berkomunikasi dengan orang dewasa, pembedaharaan kata >3000 kata dikuasai dan mampu berpikir konkret • Apabila akan melakukan tindakan, perawat dapat menjelaskannya dengan mendemonstrasikan pada mainan anak.

  8. USIA REMAJA ( Adolenscene ) • Berdiskusiataucurahpendapatsamatemansebaya. • Hindaribeberapapertanyaan yang dapatmenimbulkan rasa malu. • Jagakerahasiaandalamkomunikasi ( masatransisidlmbersikapdewasa ). • fasetransisi, polapikir &tngkahlkuperalihandr anak2 menjadidewasa.

  9. Teknikkomunikasikreatif pd anak Menurutwhaley & Wong’s(1995) : • Teknik verbal a. pesan “saya” b. teknik org ketiga (biasadigunakan pd px. Infant/toddler) c. fasilitative responding (libatkanteknikmendengar dg perhatian & cerminknkmbli pd pxperasaan & maksudmreka)

  10. Lanjut d. Storrytelling (bercerita) gunakan bhs anak utk masuk ke area berpikir mrk. e. Saling bercerita tunjukan pikiran anak dan upayakan utk mengubah persepsi anak atau rasa takutnyua dgn menceritakan kembali suatu cerita yg berbeda dgn situasi yg sama.

  11. lanjut f. Biblioterapi digunakan dlm proses terapeutik dan suportif. pedoman umum utk menggunakan biblioterapi adlh sbg berikut: • kaji perkembangan emosi dan kognitif anak utk memahami kesiapan memahami pesan dr buku • kenali isi buku (pesan yg disampaikan atw tujuannya) dan usia yg sesuai utk buku itu. • bacakan buku tsbt bila si anak tdk dpt membaca.

  12. Lanjut 4. Gali makna buku itu dgn cara : • menceritakan kembali cerita buku itu • membaca bgn khusus dgn perawat atw orngtua • melukiskan gambar yg berhubungan dgn cerita tsb • membicarakan ttg karakter • meringkas moral atw arti dr cerita

  13. Lanjut • Dreams (mimpi) • What if (pertanyaan”bagaimanajika) • Three wishes • Permainanperingkat • Permainanasosiasikata • Melengkapikalimat • Pros and cons (pro dankontra/baikburuknya)

  14. 2. Teknik non verbal • Writing (menulis) • Menggambar • Magis • Play (bermain)

  15. CARA KOMUNIKASI DENGAN ANAK Melaluiorg ketiga : tdklgsbertanya pd anak. Bercerita : pergunakanbahasaygmudahdimengerti,perlihatkangambar Bilioterapi: melaluipemberianbuku/majalahanakmengekpresikanperasaandanaktivitassesuaiceritadlmbuku.

  16. Meminta untuk menyebutkan keinginan : mengetahui apa keinginan / keluhan anak. Pro / kontra :mengetahui perasaan anak dan pikiran anak (mengajukan pertanyaaan hal positif dan negatif ) Menulis : bila anak tidak dpt mengungkapkan perasaan secara verbal. Menggambar : anak akan mengungkapkannya apabila gbr yg ditulisnya ditanya ttg maksudnya. Bermain : sangat efektif dalam membantu berkomunikasi, dapat menjalin hub. interpersonal dgn teman dan perawat.

  17. CARA KOMUNIKASI DENGAN ORTU ANAK Anjurkan ortu untuk berbicara Arahkan ke fokus Mendengarkan Diam Empati Menyakinkan kembali Merumuskan kembali Memberi petunjuk kemungkinan apa yg terjadi Menghindari hambatan dalam komunikasi.

  18. TahapanDalamKomunikasiDenganAnak Tahap Prainteraksi Mengumpulkan data tentang klien dgn mempelajari status atau bertanya kepada ortu ttg masalah yg ada. 2. Tahap Perkenalan - Memberi salam dan senyum pada klien,melakukan validasi , mencari kebenaran data yg ada, menobservasi, memperkenalkan nama dengan tujuan, waktu dan menjelaskan kerahasiaan klien.

  19. 3. Tahap Kerja Memberi kesempatan pada klien untuk bertanya , krn akan memberitahu ttg hal yang kurang dimengerti dlm komunikasi, menanyakan keluhan utama. 4. Tahap Terminasi - Menyimpulkan hasil wawancara meliputi evaluasi proses dan hasil, memberikan reinforcement positif, tindak lanjut,kontrak, dan mengakhiri wawancara dgn cara yg baik.

  20. Faktor-FaktorYgmempengaruhiKomunikasiDenganAnak Pendidikan Pengetahuan Sikap UsiaTukem Status kesanak Sistemsosial Saluran Lingkungan.