SlideServe
Menu
Préférences
© SlideServe · v2026

Disampaikan pada PROGRAM PENGENALAN AKADEMIK (PPA) 201 4

myrna avatar
23 diapositives · 520 Views · Sep 11, 2014

POLBANGMAWA. Disampaikan pada PROGRAM PENGENALAN AKADEMIK (PPA) 201 4. Oleh: Bidang Kemahasiswaan Unnes. DASAR PEMIKIRAN. Paradigma baru kebijakan pengelolaan Pend . Tinggi : 1. Sentralisasi  Desentralisasi

Disampaikan pada PROGRAM PENGENALAN AKADEMIK (PPA) 201 4 - slide 1
01 / 23Disampaikan pada PROGRAM PENGENALAN AKADEMIK (PPA) 201 4
1 / 17

Télécharger la présentation

Disampaikan pada PROGRAM PENGENALAN AKADEMIK (PPA) 201 4
Une image / un lien ci-dessous est fourni (tel quel) pour télécharger la présentation

Politique de téléchargement : le contenu du site vous est fourni TEL QUEL pour votre information et votre usage personnel ; il ne peut être vendu, concédé sous licence ni partagé sur d’autres sites sans l’accord de son auteur.Le contenu vous est fourni TEL QUEL, pour votre information et votre usage personnel uniquement. Téléchargez la présentation en cliquant sur ce lien. Lors du téléchargement, si vous ne parvenez pas à télécharger une présentation, l’éditeur a peut-être supprimé le fichier de son serveur.Pendant le téléchargement, si vous ne parvenez pas à obtenir une présentation, le fichier a peut-être été supprimé par l’éditeur.

F I N

Plus de contenu associé

Transcription de la présentation
  1. POLBANGMAWA Disampaikanpada PROGRAM PENGENALAN AKADEMIK (PPA) 2014 Oleh: Bidang Kemahasiswaan Unnes

  2. DASAR PEMIKIRAN Paradigma baru kebijakan pengelolaan Pend. Tinggi : 1. Sentralisasi  Desentralisasi 2. Terikat satu tujuan  mampu berkontribusi padadaya saing bangsa. 3. POLBANGMAWA merupakan acuan/rujukan bagi para pembuat kebijakan dan para pembimbing kemahasiswaan di Perguruan Tinggi dalam mengembangkan kemahasiswaan untuk meningkatkan kualitas lulusan melalui program kemahasiswaan.  disusun oleh DIKTI.

  3. POLBANGMAWA Perguruan tinggi memegang peranan penting dalam: • 1. Pengembangankemampuanintelektual, keseimbanganemosi, danpenghayatanspritualmhs, agar menjadiwarganegara yang bertanggungjawabsertaberkontribusipadadayasaingbangsa. • 2. Pengembanganmhssebagaikekuatan moral dlmmewujudkanmasyarakatmadani yang demokratis, berkeadilandanberbasispadapartisipasipublik. • 3. Peningkatankualitassaranadanprasaranauntukmendukungpengembangandanaktualisasidirimahasiswa, baikjasmanimaupunrohani.

  4. MAHASISWA INDONESIA YANG CERDAS DAN KOMPETITIF VISI

  5. MISI • Meningkatkan kualitas keimanan, ketaqwaan dan moral; • Mengembangkan kapabilitas intelektual mahasiswa; • Mengembangkan mahasiswa untuk berpikir kritis, santun, bermoral, berbudaya yang berlandaskan pada kaidah hukum dan norma akademik • Menanamkan rasa nasionalisme mahasiswa yang konstruktif sebagai warga negara Indonesia dalam wadah negara kesatuan Republik ndonesia. • Menumbuhkembangkan kreativitas dan semangat kewirausahaan mahasiswa untuk meningkatkan daya saing bangsa. • Mengembangkan idealisme dan suasana demokratis dalam kehidupan kemahasiswaan • Meningkatkan kualitas kepemimpinan mahasiswa • Meningkatkan kualitas lembaga kemahasiswaan dengan berorientasi pada profesionalisme.

  6. MASALAH UMUM KEGIATAN MAWA • MAHASISWA • Sedikitnya mahasiswa yg berminat pada program penalaran dan ORMAWA; • Keterlibatan organisasi ekstra kampus dapat menyebabkan perecahan dan konflik. • ORMAWA • Masuknya pengaruh Orpol dan Parpol dalam ORMAWAdapatmengakibatkan perpecahan; • Adanya keragaman struktur dan kewenangan ORMAWA menimbulkan kesulitan & kerancuan dalam penyusunan kebijakan umum MAWA. • STAF PENGAJAR Cenderung transfer of knolwedge saja, dan kurang menunjukkan dukungan dalam kegiatan MAWA.

  7. TujuanPengembangan • Mengembangkankegiatankemahasiswaansesuaidenganvisidanmisipendidikantinggi. • Mengembangkanpenalarandankeilmuan; penelusuranbakat, minat, dankemampuan; kesejahteraan; kepeduliansosial; dankegiatanpenunjang, berlandaskanpadakaidahakademis, moral, danetikailmupengetahuansertakepentinganmasyarakat. • Mengembangkandanmeningkatkankualitas program dansaranapenunjangnya.

  8. HarapanPengembangan Dalammenanggapiberbagaiperistiwasosialbaikditingkatlokalmaupunnasionalmahasiswaselayaknyaberperansebagaiwargamasyarakatakademik, sehinggamemilikicitrapositifsebagaikomponensivitasakademika

  9. HarapanPengembangan Mahasiswahendaknyalebihtampilsebagaikekuatan moral (moral force) yang menyuarakannuranimasyarakat(social conscience). Citra ini yang perlu dikukuhkan oleh perilaku mahasiswa umum-nya, bukan sekadar citra sebagai demonstran yang menyuarakan sikap tidak setuju atau menentang tanpa menawarkan alternatif pe-mecahannya.

  10. HarapanPengembangan Dalam mengungkapkan ketidaksetujuan atau penolakan, mahasiswa sebaiknya menyarankan pula hasil pemikirannya dalam bentuk alternatif jalan keluar pemecahan masalah.

  11. Pola Pengembangan MAWA • 1. Pengembangankemampuanintelektual, keseimbanganemosi, danpenghayatan spiritual mahasiswa, agar menjadiwarganegara yang bertanggungjawabsertaberkontribusipadadayasaingbangsa.

  12. PolaPengembanganKemahasiswaan • 2. Pengembanganmahasiswasebagaikekuatan moral dalammewujudkanmasyarakatmadani(civil society) yang demokratis, berkeadilandanberbasispadapartisipasipublik.

  13. PolaPengembanganKemahasiswaan • 3. Peningkatan kualitas sarana dan prasarana untuk mendukung pengem-bangan dan aktualisasi diri mahasiswa, baik yang menyangkut aspek jasmani maupun rohani.

  14. Strategi • Pengembangan 1. Perludisusundandisosialisasikansecaraterus-menerusaturan yang jelasmengenaihakdankewajibanmahasiswa, yakniKepmendikbudNomor 155/U/1998 tentangPedomanUmumOrganisasiKemahasiswaandiPerguruanTinggi, tatacarapenggunaansaranakampus, maupuntatacaramelakukankegiatandikampusdansebagainya.

  15. Strategi • Pengembangan 2. Kepedulianpimpinanperguruantinggidandosenterhadapkegiatankemahasiswaan. Permasalahandankegiatanpengembangankemahasiswaanbukanhanyamerupakantanggungjawabpimpinanperguruantinggisaja. Keberhasilanataukemajuan yang dicapaidalampengembangankemahasiswaantergantungpadaseberapabesarketerlibatanpimpinanperguruantinggisertaparastafpengajardariperguruantinggitersebutdalamkegiatanpengembangankemahasiswaan.

  16. Strategi • Pengembangan 3. Mengembangkankomunikasi yang intensifdiantarapimpinanperguruantinggidenganparaaktivismahasiswadariberbagaiOrmawa yang diakuieksistensinyadikampusuntukmenghindariadanyamiskomunikasi. 4. Melakukanpergeseranparadigmadari program kemahasiswaan yang yangdidominasiolehwawasanpolitikmenujukeprogram kemahasiswaan yang bermakna, yang mengutamakanatauberfokuspadamempersiapkanmahasiswa agar mandiridalammemasukiduniakerjasertatangguhmenghadapitantangandimasadepan.

  17. Strategi • Pengembangan 5. Melakukandanmendorongberbagaikegiatanunggulan yang mencakupkegiatanpenalarandankeilmuan, pembangkitansemangatkewirausahaan, peningkatandayasaing, kepekaansosial, dan, keagamaan. 6. Mendorongmahasiswa agar dapatselaluSantun, Unggul, Menyenangkan, EnergikdanHumanis. Kesantunanharusdiletakkanmendahuluikeunggulan.

  18. Strategi • Pengembangan 7. Membentuk suasana yang kondusif agar mahasiswa tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis sehingga mahasiswa tidak menjadi terkotak-kotak. Hal iniantara lain dengantidakmemberiizinorganisasiekstra-perguruantinggimaupunorganisasilainnya yang merupakanunderbouwdariparpoluntukmempunyaieksistensididalamkampus.

  19. Strategi • Pengembangan 8. Perguruan tinggi mengangkat staf pengajar sebagai pembimbing/ pendamping kegiatan kemahasiswaan bagi setiap ORMAWA dan UKM (Unit Kegiatan Kemahasis-waan) dengan menjalankan peran sebagai pemberdaya, fasilitatordan motivator. Diharapkandenganadanyapembimbing/ pendampingkemahasiswaanini, kegiatanOrmawatidaksekedarmerupakankegiatan yang statis-rutin, tetapimerupakankegiatan yang dinamis-kreatif, terencana, danberkesinambungan.

  20. Strategi • Pengembangan 9. Dalam rangka pengembangan sikap dan jatidiri mahasiswa sebagai insan akademis, perlu dilakukan kegiatan peningkatan wawasan dan kualitas mahasiswa melalui berbagai kegiatan terstruktur seperti pelatihan-pelatihan, seminar, diskusi, lokakarya dan lain-lain. 10. Perguruan tinggi memberikan penghargaan kepada mahasiswa dan pembimbing/pendamping kemahasiswaan yang menunjukkan prestasi/ pengabdiannya, balk dalam bentuk materi maupun bentuk penghargaan lainnya.

  21. Strategi • Pengembangan 11. Perguruantinggimemberikansanksikepadamahasiswadanpembimbing/ pendampingkemahasiswaan yang melakukanpelanggaranterhadapketentuanperaturan yang berlaku.

  22. PROGRAM PENGEMBANGAN MAWA • Kegiatan ini pada dasarnya dikelompokkan: • Penalaran dan Keilmuan, misal: PIMNAS, KKTM, dll • Bakat, Minat dan Kemampuan, diwujudkan dalam kegiatan misalnya: LKMM, POMNAS, PEKSIMINAS,dll • Kesejahteraan, misal Kerohanian, Beasiswa,Poliklinik; • Kepedulian Sosial,misal dg keg. Pengembangan Desa binaan,Pelayaran Kebangsaan,Dialog Kemahasiswn; • Kegiatan Penunjang, misal pelatihan bagi Dosen Pembimbing, pengembangan sistem informasi kemahasiswaan, pengadaan sarpra untuk MAWA.

  23. Terima kasih