Download
pengantar audit sektor publik n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Pengantar Audit Sektor Publik PowerPoint Presentation
Download Presentation
Pengantar Audit Sektor Publik

Pengantar Audit Sektor Publik

2787 Views Download Presentation
Download Presentation

Pengantar Audit Sektor Publik

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. Pengantar Audit SektorPublik SigitPamungkas Program StudiAkuntansi Universitas Islam Indonesia

  2. Referensi Murwanto, et al (n.d.). Audit sektorpublik: Suatupengantarbagipembangunanakuntabilitasinstansipemerintah. LembagaPengkajianKeuanganPublikdanAkuntansiPemerintah. BadanPendidikandanPelatihanKeuangan. DepartemenKeuangan RI Bastian, I. (2001). Akuntansisektorpublikdi Indonesia.PusatPengembanganAkuntansi UGM. Yogyakarta: BPFE. UU No.15 Tahun 2004 TentangPemeriksaanPengelolaan & TanggungJawabKeuangan Negara

  3. TujuanPerkuliahan Setelahmempelajarimateriini, andadiharapkandapat: • Memahamidanmenjelaskandefinisi audit • Memahamihubunganantarapengendalian, pengawasan, dan audit • Memahamiperandantanggungjawabauditandan auditor padasektorpublik • Memahamitentangjenis-jenis audit padasektorpublik • Memahamisistempengendaliansektorpublikdi Indonesia

  4. Definisi Audit • Secaraetimologi, katapemeriksaan (audit) berasaldaribahasalatin“auderee” yang berartimendengar • Mendengarsecaraefektifmerupakansebuahaktivitasmenyerapinformasidarisuatumediadenganmenggunakanalatpendengaranyang kemudiandiikutiresponyang terprogram • Pemeriksaanadalahsuatukegiatanmenyerap, mengolah, danmerespon data yang dilakukanolehpihak yang dapatdipercayadandisampaikankepadapihak yang berkepntingandanditindaklanjuti

  5. UU No.15 Tahun 2004 Dalam UU No.15 Tahun 2004 TentangPemeriksaanPengelolaandanTanggungJawabKeuangan Negara (Pasal 1.1) dijelaskandefinisipemeriksaansebagaiberikut: “Pemeriksaanadalahprosesidentifikasimasalah, analisis, danevaluasi yang dilakukansecaraindependen, obyektif, danprofesionalberdasarkanstandarpemeriksaan, untukmenilaikebenaran, kecermatan, kredibilitasdankeandalaninformasimengenaipengelolaandantanggungjawabkeuangannegara.”

  6. Definisi Audit • DefinisiArenset al (2005, p.1) menjelaskanbahwa audit merupakanprosespengumpulandanpengevaluasianbukti-buktidariinformasi yang dilakukanolehorang yang kompetendanindependen, untukmenentukandanmelaporkantingkatkesesuaianantarainformasidengankriteria yang ditetapkan • Definisiinimenekankanbeberapaistilah: • Informasidankriteria yang ditetapkan • Pengumpulandanpengevaluasianbahanbukti • Orang yang kompetendanindependen • Pelaporan

  7. Konsep Audit (Arens & Loebbecke) Informasi yang dapatdikuantifikasidanentitasekonomitertentu LaporanKeuangan & OrganisasiPemerintah Mengumpulkandanmengevaluasibukti Melaporkanhasil AUDITOR PEMERINTAH Memeriksadokumendancatatanpendukung LaporanHasilPemeriksaan Menentukantingkatkesesuaian PSAP / UU/ PeraturanPemerintah Orang yang kompetendanindependen Kriteria yang ditetapkan Arens, et al (2005)

  8. Konsep Audit (Freeman & Shoulder) AUDITAN AUDITOR Proses Audit Standar Audit Asersi Kejadian (Events) Aktivitas (Activities) Transaksi (Transactions) Auditan (penyediainformasi) Asersi LaporanAuditan PenggunaLaporan Kriteria Pelaporan Audit Laporan Auditor Freeman & Shoulder (2003, hal. 726)

  9. Konsep Audit (Freeman & Shoulder) • Auditanmerupakanpihak yang bertanggungjawabataskejadian-kejadian, aktivitas-aktivitas, dantransaksi-transaksi, danmembuatasersitentangpertanggungjawabantersebutsecaralangsungmaupuntidaklangsung • Auditormembandingkanasersiauditandengankriteria yang ditetapkan (denganmengikutiprosesdanstandar audit yang sesuai) danmelaporkansuatupendapatataupertimbangan lain berkenaandenganhasil audit. Auditor inidapatmerupakan auditor eksternalmaupun auditor internal • Penggunalaporanmemperolehinformasidariauditan (dalamhalasersi) dandari auditor (dalamhalpendapatdanpertimbangan) untukdigunakandalammembuatevaluasiataupengambilankeputusanberkaitandenganpertanggungjawabanauditan

  10. HubunganPengendalian, Pengawasan & Audit • Preventive Control / Feed Forward Control Pengendalianpreventif(pencegahan) merupakanfungsipengendalian yang dilakukansebelumaktivitasmulaidijalankan. Misal: pengendalian internal (internal control) • Concurrent Control / Feed-While Control Pengendalianproses/aktivitasmerupakanfungsipengendalian yang dilakukanselamaaktivitas/kegiatanberlangsung. Misal: pengawasanmanajemen(management oversight) danpenyeliaan(supervision) • Result Control / Repressive / Feed Back Control Pengendalianhasilmeripakanfungsipengendalianrepresif, yang dilakukansetelahaktivitasberlangsung. Misal: pemeriksaan(audit)

  11. AkuntansiSektorPublik VS AkuntansiSwasta

  12. Akuntabilitas, Akuntansi & Auditing SektorPublik • StandarPemeriksaanKeuangan Negara (SPKN) mengacupada Government Auditing Standards yang diterbitkanoleh GAO menekankanbahwaaspekakuntabilitasadalahkatakuncimunculnyakebutuhanakanakuntansidan audit sektorpublik • Akuntabilitasjugamerupakankuncipenyelenggaraanpemerintahan yang baik(good governance) • Stakeholders (masyarakatdanlegislatif) memerlukaninformasi/pertanggungjawabanataspenyelenggaraanpemerintahan

  13. Akuntabilitas, Akuntansi & Auditing SektorPublik Kebutuhaninformasiterkaitdenganpenyelenggaraanpemerintahanmeliputi: • Penggunaansumberdayapubliksecarabenarsesuaidenganperaturanperundang-undangan yang berlaku • Penyelenggaraan program-program pemerintah yang mencapaitujuan-tujuandansasaran-sasaran yang diharapkan • Penyediaanlayanankepadamasyarakatsecaraefisien, ekonomis, danefektif(konsep value for money) Government Auditing Standards (2003, par 1.11)

  14. Pentingnya Audit DalamSektorPublik Menurut Jones dan Bates, terdapat 4 (empat) faktor yang melatarbelakangipentingnya audit dalamsektorpublikyaitu: • Pertumbuhan volume dankompleksitastransaksiekonomi • Pemisahansumberdana • Rendahnyaindependensipihakmanajemen • Pengaruhkeputusanorganisasisektorpublikterhadapmasyarakat (sosial)

  15. Pertumbuhan Volume & KompleksitasTransaksiEkonomi • Pertumbuhanaktivitassektorpublikmenyebabkanmeningkatnya level dankompleksitasaktivitasekonomi • Sebagaikonsekuensinya, klasifikasianggaran, pengukurandanpelaporanaset, kewajiban, ekuitasdana, pendapatandanbebanmenjadilebihsulit • Perancangansistemakuntansiuntukhaltersebutjugasemakinsulitditambahlagidenganpeningkatanjumlahstandarakuntansipemerintah • Masihbanyakaparatpemerintah yang belumterlatih/kompetendalammengerjakanprosedurakuntansilanjutan

  16. PemisahanSumber Dana • Dalamsektorpublik, terjadipemisahanantarapihak yang mendanaidanpihak yang bertanggungjawabuntukmengelolasumberdaya • Pemisahantersebutdisebabkandiantaranya: • Jarak yang menyulitkanakseskesebuahorganisasi • Perbedaankeahlianteknisaantarapihak yang memilikidanadan yang mengelolasumberdaya • Perbedaanukuranorganisasijasa • Pemisahantersebutmemungkinkanterjadinyakesalahaninformasidankesalahpahamanbaikdisengajamaupuntidakdisengaja • Audit diperlukansebagaialatkomunikasi

  17. RendahnyaIndependensiManajemenPemerintahan • Suatuinformasidiragukankebenarannyaketikainteraksiantarasumberinformasidanpenggunanyarendah, sehinggakeandalaninformasi yang disajikanperludiuji • Rendahnyaindependensimanajemendapatdilihatdalamberbagaibentuk, diantaranya: • Perkiraan yang terlaluoptimis(pendapatanpajak, hibah, tingkatpertumbuhanekonomi, dll) • Informasiditetapkanterlalurendah(hutang, biayasosial, kebutuhanteknologi, dll) • Informasiditetapkanterlalutinggi(pendapatan, aset, keuntungansosial, dll) • Kelalaiantidakmencantumkan(gangguanadministrasi, lingkungan, kumpulan data yang digunakanuntukmendeteksi program yang tidakefektif, dll)

  18. PengaruhKeputusanSektorPublikTerhadapMasyarakat • Keputusanpemerintahmemilikidampakgandabagikebutuhan audit dalamsektorpublik, yaitukebutuhandarisisimasyarakatdankebutuhandarisisipemerintah • Masyarakatperlumengetahuiapakahpengelolaansumberdayaolehpemerintahpusatmaupundaerahtelahberjalansecaraefektif, ekonomisdanefisien • Presiden, selakupemegangkekuasaanpengelolaankeuangannegarajugaperlumengetahuiapakah program-program pemerintahtelahmenghasilkandampaksosialsesuaidengantujuandansasaran • Disinilahperan audit dalamsektorpublikdibutuhkan

  19. PerandanTanggungJawabAuditanPadaSektorPublik DalamGovernment Audit Standards Revision 2003 (GAGAS 2003) dijelaskantentangtanggungjawabparapejabatdarientitas yang diauditadalahsebagaiberikut: • Menggunakansumberdayasecaraefisien, ekonomis, efektif, dansahuntukmencapaitujuan-tujuanpenyediaansumberdayaatautujuan program yang telahditetapkan. Sumberdaya yang dipertanggungjawabkaninimeliputisumberdayakeuangan, fisik, maupuninformasional. Sumberdayatersebutdapatdipercayakankepadapejabatpublikataupihak lain yang ditunjuk, misalyayasanataulembaga non pemerintahan. Sumberdayatersebutdapatberasaldarikonstituennya, misalnya yang dialokasikanmelaluiproseslegislatifdalamanggaranbelanja, maupundaritingkatanpemerintahanlainnya, misaldaripemerintahpusatkedaerah • Menaatiperaturanperundang-undangan yang berlaku, mencakupidentifikasiketentuan-ketentuan yang harusditaatiolehentitasdanpejabatnyadanmenyelenggarakansistem yang dirancanguntukmencapaiketaatantersebut • Membentukdanmenyelenggarakanpengendalian intern yang efektifuntukmemastikanbahwatujuan-tujuandansasaran-sasaran yang telahditetapkantercapai, sumberdayadigunakansecaraefisien, ekonomis, efektif, dandiamankandenganbaik; peraturanperundang-undanganditaati; danlaporan-laporan yang sesuaikepadaberbagaipihak yang mengawasitindakanmerekadankepadapublikdalamrangkapertanggungjawabansumber-sumberdaya yang digunakanuntukmenjalankan program-program pemerintahdanhasil-hasil yang dicapaidari program-program pemerintahanini

  20. PerandanTanggungJawabAuditanPadaSektorPublik • Menanganitemuan-temuandanrekomendasi-rekomendasi auditor danmenetapkandanmenyelenggarakansuatuprosesuntukmemonitor status daritemuan-temuandanrekomendasi-rekomendasitersebut • Dalamhalauditanmelakukanpengadaanuntuk audit danpenugasanatestasilainnya, auditanharusmengikutipraktekpengadaan yang baik, termasukmemastikanbahwatelahadaprosedur-proseduruntukmemantaukinerjadarikontrakpengadaantersebut. Tujuan-tujuandanruanglingkup audit ataupenugasanatestasilainnyaharusjelas. Faktor-faktor yang dapatdipertimbangkandalammengevaluasi proposal penawaran audit ataupenugasanatestasilainnyaharusjelas. Faktor-faktor yang dapatdipertimbangkandalammengevaluasi proposal penawaran audit ataupenugasanatestasilainnyaadalahharga, kecepatantanggappenawarataspermintaan proposal, ketersediaanstaf yang memilikikualifikasiprofesionaldankemampuanteknis yang sesuaidanhasildaripeer reviewdaripenawar.

  21. PerandanTanggungJawab Auditor PadaSektorPublik Berdasarkan GAGAS 2003, adaduatanggungjawabutama auditor sektorpublikdalammelaksanakantanggungjawabprofesionalnya, yaitu: • Menjalankanprinsip-prinsippelayanankepentinganumum. Auditor harusmengambilkeputusan-keputusan yang konsistendengankepentinganpublikatau program atauaktivitas yang diaudit • Mempertahankanintegritas, obyektivitas, danindependensisetinggimungkin. Auditor harusprofesionaldanobyektifberdasarkanfakta, tidakmemeilikikepentinganpolitikmaupunideologisdalamhubungannyadenganentitas yang diauditdanpenggunalaporandalampelaksanaantugasnya

  22. JenisPemeriksaan (Audit) SektorPublik • Audit Keuangan • Audit Kinerja (Audit Operasional) • Audit EkonomidanEfisiensi • Audit Efektivitas • Audit UntukTujuanTertentu • Audit Investigasi • Audit Ketaatan

  23. Audit Keuangan • Audit keuanganmeliputi audit ataslaporankeuangan yang bertujuanuntukmemberikeyakinanapakahlaporankeuangandarientitas yang diaudittelahmenyajikansecarawajartentangposisikeuangansesuaidenganprinsipakuntansi yang berlakuumum • (UU No.15 Tahun 2004) Pemeriksaankeuanganmeliputipemeriksaanataslaporankeuanganpemerintahpusatdanpemerintahdaerah

  24. Audit Kinerja (Audit Operasional) • Pemeriksaankinerjaadalahpemeriksaanataspengelolaankeuangannegara yang terdiriataspengelolaanaspekekonomidanefisiensisertapemeriksaanaspekefektivitas(UU No.15 Tahun 2005 Pasal 4 Ayat 3) • Audit kinerja (operasional) meliputiduajenispemeriksaan: • Audit Ekonomi & Efisiensi • Audit Efektivitas

  25. Audit Kinerja (Audit Operasional) • Audit Ekonomi & Efisiensi, menentukanapakah: • Entitastelahmemperoleh, melindungi, danmenggunakansumberdayanya (sepertikaryawan, gedung, peralatan) secarahematdanefisien • Penyebabtimbulnyainefisiensidanpemborosan • Apakahentitastersebuttelahmematuhiperaturanperundang-undanganberkaitandengankehematandanefisiensi

  26. Audit Kinerja (Audit Operasional) Audit Ekonomi & Efisiensi, dapatmempertimbangkanapakahentitas yang diaudittelah: • Mengikutiketentuanpelaksanaanpengadaan yang sehat • Melakukanpengadaansumberdaya (jenis, mutu, jumlah) yang sesuaikebutuhandenganbiaya yang wajar • Melindungidanmemeliharaseluruhsumberdayanegara yang adasecaramemadai • Menghindariduplikasipekerjaanataukegiatan yang tanpatujuandankurangjelastujuannya • Menghindariadanyapengganggurandanjumlahpegawai yang berlebihan • Menggunakanprosedurkerja yang efisien • Menggunakansumberdaya (staf, peralatan, danfasilitas) secara optimum dalammenghasilkanataumenyerahkanbarang/jasadengankuantitasdankualitasbaiksertatepatwaktu • Mematuhipersyaratanperaturanperundang-undangan yang berkaitandenganperolehan, pemelihara, danpenggunaansumberdayanegara • Telahmemilikisuatusistempengendalianmanajemen yang memadaiuntukmengukur, melaporkan, danmemantaukehematandanefisiensipelaksanaan program • Telahmelaporkanukuran yang sahdandapatdipertanggungjawabkanmengenaipenghematandanefisiensi

  27. Audit Kinerja (Audit Operasional) • Audit Efektivitas, meliputipenentuan: • Tingkat pencapaianhasil program yang diinginkanataumanfaat yang telahditetapkanolehundang-undangataubadan lain yang berwenang • Efektivitaskegiatanentitas, pelaksanaan program, kegiatanataufungsiinstansi yang bersangkutan • Apakahentitas yang diaudittelahmematuhiperaturanperundang-undanganberkaitandengan program/kegiatannya

  28. Audit Kinerja (Audit Operasional) ContohpelaksanaanAudit Efektivitasprogram: • Menilaitujuan program, baik yang barumaupun yang sudahberjalan, apakahsudahmemadaidantepatataurelevan • Menentukantingkatpencapaianhasil program yang diinginkan • Menilaiefektifitas program danatauunsur-sunsur program secarasendiri-sendiri • Mengidentifikasifaktor yang menghambatpelaksanaankinerja yang baikdanmemuaskan • Menentukanapakahmanajementelahmempertimbangkanalternatif-alternatifuntukmelaksanakan program tersebut, yang mungkindapatmemberihasil yang lebihbaikdenganbiaya yang rendah • Menentukanapakah program tersebutmelengkapi, tumpangtindih, ataubertentangandengan program lain yang terkait • Mengidentifikasicarauntukdapatmelaksanakan program tersebutdenganlebihbaik • Menilaiketaatanterhadapperaturanperundang-undangan yang berlakuuntuk program tersebut • Menilaiapakahsistempengendalianmanajemensudahcukupmemadaiuntukmengukur, memantau, danmelaporkantingkatefektivitas program • menentukanapakahmanajementelahmelaporkanukuran yang sahdandapatdipertanggungjawabkanmengenaiefektivitas program

  29. Audit UntukTujuanTertentu • Pemeriksaan yang dilakukanuntuktujuantertentu, diluarpemeriksaankeuangandanpemeriksaaankinerja. • Audit untuktujuantertentuinimencakupduajenispemeriksaan: • Audit Investigatif • Audit Ketaatan

  30. Audit UntukTujuanTertentu • Audit Investigatif • Audit investigasiadalahkegiatanpemeriksaandenganlingkuptertentu, periodenyatidakdibatasi, lebihkhususpada area-area pertanggungjawaban yang didugamengandunginefisiensiatauindikasipenyalahgunaanwewenang • Penjelasanlebih detail tentang audit investigatifakandisampaikanpadapertemuanselanjutnyabersamadenganmateritentangkecurangan, korupsi, dankerugiankeuangannegara

  31. Audit UntukTujuanTertentu • Audit Ketaatan (Compliance) • Audit ketaatanbertujuanuntukmenentukanapakahauditantelahmemenuhiataumengikutiprosedurdanperaturantertentu yang telahditetapkan • Contoh audit ketaatan: audit pajakpenghasilan

  32. SistemPengendaliandi Indonesia • Pengendalianadalahseluruhprosespenilaianterhadapkegiatanberupalangkah-langkahkerjauntukmeyakinkanapakahhasilkegiatansesuaidenganapa yang direncanakandantujuan yang ditetapkan. • Pengendalianberfungsipentingsebagaisaranauntukmenegakkandisiplinnasionaldalamrangkapencapaiantujuannegaradenganbaik, efektif, danefisiendikaitkandenganaparaturpemerintah yang bersihdanberwibawa • Sistempengendaliannegara Indonesia terdiridariduasistempengendalianutamayaitu: • SistemPengendalian NKRI (pemeriksaan/pengawasaneksternpemerintah) • Sistempemeriksaan/pengawasan intern pemerintahpusat

  33. Pengendalian NKRI (Ekstern) Pengawasanoleh DPR RI • (UUD 1945 Pasal 20 A) DPR memilikifungsilegislasi, fungsianggaran, danfungsipengawasan • Dalam UU No.22 Tahun 2003 (pasal 26 ayat 1) dijelaskanbahwadiantaratugasdanwewenang DPR adalahmenetapkan APBN bersamaPresidendenganmemperhatikanpertimbangan DPD sertamelaksanakanpengawasanterhadappelaksanaanundang, undang, APBN, dankebijakanpemerintah Pemeriksaanoleh BPK • (UUD 1945 Pasal 23E ayat 1) dinyatakanbahwauntukmemeriksapengelolaandantanggungjawabtentangkeuangannegaradiadakansuatubadanpemeriksakeuangan yang bebasdanmandiri. Hasilpemeriksaandilaporkankepada DPR, DPD, dan DPRD sesuaidengankewenangannya • PeraturantentangPemeriksaanPengelolaandanTanggungjawabKeuangan Negara diaturdalam UU No.15 Tahun 2004

  34. BadanPemeriksaKeuangan Pemeriksaan yang dilakukan BPK meliputiseluruhunsurkeuangannegarayaitu: • Haknegarauntukmemungutpajak, mengeluarkandanmengedarkanuangdanmelakukanpinjaman • kewajibannegarauntukmenyelenggarakantugaslayananumumpemerintahannegaradanmembayartagihanpihakketiga • penerimaandanpengeluarannegara • penerimaandanpengeluarandaerah • kekayaannegara/kekayaandaerah yang dikelolasendiriataupihak lain berupauang, suratberharga, piutang, barang, sertaahak-hak lain yang dapatdinilaidenganuang, termasukkekayaan yang dipisahkanpadaperusahaannegara/perusahaandaerah • kekayaanpihak lain yang dikuasaiolehpemerintahdalamrangkapenyelenggaraantugaspemerintahandan/ataukepentinganumum • kekayaanpihak lain yang diperolehdenganmenggunakanfasilitas yang diberikanpemerintah

  35. BadanPemeriksaKeuangan • Dalammelaksanakan audit, BPK dapatmemanfaatkanhasilpemeriksaanaparatpengawasan intern pemerintah • BPK jugadapatmenggunakanpemeriksadan/atautenagaahlidariluar yang bekerjauntukdanatasnama BPK

  36. Have a nice day! “Belajarlahdengansenanghatikarenasesungguhnyatakadasedikit pun hal yang sia-siadalammenuntutilmu.”