Download
pengukuran kinerja sektor publik n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
PENGUKURAN KINERJA SEKTOR PUBLIK PowerPoint Presentation
Download Presentation
PENGUKURAN KINERJA SEKTOR PUBLIK

PENGUKURAN KINERJA SEKTOR PUBLIK

4850 Vues Download Presentation
Télécharger la présentation

PENGUKURAN KINERJA SEKTOR PUBLIK

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. PENGUKURAN KINERJA SEKTOR PUBLIK

  2. Outline • PengertianPengukuran Kinerja • Informasiyang DigunakanUntuk Pengukuran Kinerja • Pengukuran Value for Money • AnalisisRasioKeuangan • Balanced Scorecard

  3. Menurut Campbell (1990) faktor-faktor yang mempengaruhikinerjadapatdinyatakankedalamsuatubentukhubunganfungsionalantarakinerjadenganatributkinerjasebagaiberikut: Kinerja = f (knowledge, skill, motivation, role perception,.......)

  4. Pendahuluan • Kinerja(performance)adalahgambaranmengenaitingkatpencapaianpelaksanaansuatukegiatan/program/kebijakandalammewujudkansasaran, tujuan, misidanvisiorganisasi yang tertuangdalam strategic planning suatuorganisasi. • Pengukuran kinerjamerupakanalatmanajemenuntukmeningkatkankualitaspengambilankeputusandanakuntabilitas. Dengandilakukannyapengukurankinerjamakakitabisamemastikanapakahpengambilankeputusandilakukansecaratepatdanobyektif • Pengukuran kinerjamerupakan proses mencatatdanmengukurpencapaianpelaksanaankegiatandalamarahpencapaiantujuanmelaluihasil-hasil yang ditampilkanberupaproduk, jasaatausuatuproses • Secaratekniskinerja yang baikbagisuatuorganisasidicapaiketikaadministrasidanpenyediaanjasaolehorganisasi yang bersangkutandilakukanpadatingkat yang ekonomis, efisiendanefektif

  5. Pengertian Pengukuran Kinerja • pengukurankinerja(performance measurement)adalahsuatu proses penilaiankemajuanpekerjaanterhadaptujuandansasaran yang telahditentukansebelumnya, termasukinformasiatas: efisiensipenggunaansumberdayadalammenghasilkanbarangdanjasa; kualitasbarangdanjasa (seberapabaikbarangdanjasadiserahkankepadapelanggandansampaiseberapajauhpelangganterpuaskan); hasilkegiatandibandingkandenganmaksud yang diinginkan; danefektivitastindakandalammencapaitujuan (Robertson, 2002). • SementaramenurutLohman (2003) pengukurankinerjamerupakansuatuaktivitaspenilaianpencapaian target-target tertentu  yang diderivasidaritujuanstrategisorganisasi. • Whittaker (dalam BPKP, 2000) menjelaskanbahwapengukurankinerjamerupakansuatualatmanajemen yang digunakanuntukmeningkatkankualitaspengambilankeputusandanakuntabilitas.

  6. Pengertian Pengukuran Kinerja • Simons (dalam BPKP, 2000) menyebutkanbahwapengukurankinerjamembantumanajerdalammemonitorimplementasistrategibisnisdengancaramembandingkanantarahasilaktualdengansasarandantujuanstrategis. • Jadipengukurankinerjaadalahsuatumetodeataualat yang digunakanuntukmencatatdanmenilaipencapaianpelaksanaankegiatanberdasarkantujuan, sasaran, danstrategisehinggadapatdiketahuikemajuanorganisasisertameningkatkankualitaspengambilankeputusandanakuntabilitas.

  7. Tujuan Pengukuran Kinerja • Untuk mengetahui tingkat ketercapain tujuan organisasi. • Menyediakan sarana pembelajaran pegawai. • Memperbaiki kinerja pada periode berikutnya. • Memberikanpertimbangan yang sistematikdalampembuatankeputusanreward danpunishment. • Memotivasipegawai. • 6. Menciptakanakuntabilitaspublik.

  8. Manfaat Pengukuran Kinerja • Memastikan pemahaman para pelaksana akan ukuran yang digunakan untukpenilaiankinerja. • Memastikantercapainyarencanakinerja yang telahdisepakati. • Memantaudanmengevaluasipelaksanaankinerjadanmembandingkannyadenganrencanakerjasertamelakukantindakanuntukmemperbaikikinerja. • Memberikan penghargaan dan hukuman yang obyektif atas prestasi pelaksanayang telahdiukursesuaidengansistempengukurankinerjayang telahdisepakati. • Menjadialatkomunikasiantarbawahandanpimpinandalamupayamemperbaikikinerjaorganisasi. • Mengindentifikasiapakahkepuasanpelanggansudahterpenuhi. • Membantumemahami proses kegiataninstansipemerintah. • Memastikanbahwapengambilankeputusandilakukansecaraobjektif. • Menunjukkanpeningkatan yang perludilakukan. • Mengungkapkan permasalahan yang terjadi.

  9. ELEMEN POKOK SUATU PENGUKURAN KINERJA • Menetapkantujuan, sasaran, danstrategiorganisasi. • Merumuskanindikatordanukurankinerja. • Mengukurtingkatketercapaiantujuandansasaran-sasaranorganisasi. • Evaluasikinerja (feedback, penilaiankemajuanorganisasi, meningkatkankualitaspengambilankeputusandanakuntabilitas).

  10. Lingkup Pengukuran Kinerja • kebijakan (policy), • perencanaandanpenganggaran (planning and budgeting), • kualitas (quality), • kehematan (economy), • keadilan (equity), • pertanggungjawaban (accountability).

  11. UKURAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH • Finansialmaupun non finansial. • Kelompokmasukan (input); • Kelompok proses (process); • Kelompokkeluaran (output); • Kelompokhasil (outcome); • Kelompokmanfaat (benefit); • Kelompokdampak (impact).

  12. KONSEP PENGUKURAN KINERJAORGANISASI SEKTOR PUBLIK DAN ORGANISASI NON PROFIT • Financial accountability • Program products or output • Adherence to standards quality in service delivery • Participant related measures • Key performance indicators • Client satisfaction

  13. INFORMASI YANG TERMASUK DALAM PENGUKURAN KINERJA • Efisiensipenggunaansumberdayadalammenghasilkanbarangdanjasa; • Kualitasbarangdanjasa (seberapabaikbarangdanjasadiserahkankepadapelanggandansampaiseberapajauhpelangganterpuaskan); • Hasilkegiatandibandingkandenganmaksud yang diinginkan; serta • Efektivitastindakandalammencapaitujuan.

  14. INFORMASI YANG DIGUNAKAN UNTUK PENGUKURAN KINERJA • 1. INFORMASI FINANSIALPenilaiankinerjafinansialdiukurberdasarkanpadaanggaran yang telahdibuat. Penilaiantersebutdilakukandenganmenganalisisvarians (selisihatauperbedaan) antaraaktuaqldengan yang dianggarkan.Analisisvarianssecaragarisbesarberfokuspada:a. Varianspendapatan (revenue variance)b. Varianspengeluaran (expenditure variance)- Variansbelanjarutin (recurrent expenditure variance)- Variansbelanjainvestasi/modal (capital expenditure variance)Setelahdilakukananalisisvarians, makadilakukanidentifikaisumberpenyebabterjadinyavariansdenganmenelusurvarianstersebuthingga level manajemen paling bawah.

  15. INFORMASI YANG DIGUNAKAN UNTUK PENGUKURAN KINERJA • 2. InformasiNonfinansialInformasinonfinansialdapatdijadikansebagaitolokukurlainnya. Informasinonfinansialdapatmenambahkeyakinanterhadapkualitas proses pengendalianmanajemen. Teknikpengukurankinerja yang komprehensif yang banyakdikembangkanolehberbagaiorganisasidewasainiadalah balance scorecard. Dengan balance scorecard kinerjaorganisasidiukurtidakhanyaberdasarkanaspek financial saja, akantetapijugaaspeknonfinansial. Pengukuran denganmetode balance scorecard melibatkanempataspek, yaitu:1. Perspektif financial (financial perspective),2. Perspektifkepuasanpelanggan (costumer perspective),3. Perspektifefisiensi proses internal (internal process efficiency), dan4. Perspektifpembelajarandanpertumbuhan (learning and growth perspective).

  16. Value For Money • VfMmerupakankonseppengelolaanorganisasisektorpublik yang mendasarkanpadatigaelemenutama, yaituekonomi, efisiensi, danefektivitas (Mardiasmo, 2002). • Value for money dapattercapaiapabilaorganisasitelahmenggunakanbiayamasukan paling keciluntukmencapaikeluaran yang optimum dalamrangkamencapaitujuanorganisasi.

  17. ManfaatImplementasiKonsep Value for Money • Meningkatanefektivitaspelayananpublik, dalamartipelayanan yang diberikantepatsasaran • Meningkatkanmutupelayananpublik • Menurunkanbiayapelayananpublikkarenahilangnyainefisiensidanterjadinyapenghematandalampenggunaninput • Alokasibelanja yang lebihberorientasipadakepentinganpublik • Meningkatkankesadaranakanuangpublik (public costs awareness) sebagaiakarpelaksanaanakuntanbilitas public 

  18. Tujuan yang dikehendakiterkaitpelaksanaan value for money: • Ekonomi: hematcermatdalampengadaandanalokasisumberdaya • Efisiensi: Berdayagunadalampenggunaansumberdaya • Efektivitas: berhasilgunadalamartimencapaitujuandansasaran. • Equity: Keadilandalammendapatkanpelayananpublik.  • Equality: Kesetarandalampenggunaansumberdaya. 

  19. VALUE FOR MONEY

  20. Pengukuran Ekonomi • Apakahbiayaorganisasilebihbesardari yang telahdianggarkanolehorganisasi?. • Apakahbiayaorganisasilebihbesardaripadabiayaorganisasi lain yang sejenis yang dapatdiperbandingkan? • Apakahorganisasitelahmenggunakansumberdayafinansialnyasecara optimal?

  21. Pengukuran Efisiensi • Meningkatkanoutput padatingkat input yang sama. • Meningkatkanoutput dalamproporsi yang lebihbesardaripadaproporsipeningkatan input. • Menurunkaninput padatingkatan output yang sama. • Menurunkaninput dalamproporsi yang lebihbesardaripadaproporsipenurunan output.

  22. PengukuruanEfektivitas • Efektivitasadalahukuranberhasiltidaknyasuatuorganisasimencapaitujuannya. Apabilasuatuorganisasiberhasilmencapaitujuan, makaorganisasitersebutdikatakantelahberjalandenganefektif. • Hal terpenting yang perludicatatadalahbahwaefektivitastidakmenyatakantentangberapabesarbiaya yang telahdikeluarkanuntukmencapaitujuantersebut. • Biayabolehjadimelebihiapa yang telahdianggarkan, bolehjadidua kali lebihbesarataubahkantiga kali lebihbesardaripada yang telahdianggarkan. • Efektivitashanyamelihatapakahsuatu program ataukegiatantelahmencapaitujuan yang telahditetapkan

  23. Pengukuran Outcome • Outcome adalahdampaksuatu program ataukegiatanterhadapmasyarakat. • Outcome lebihtingginilainyadaripada output, karena output hanyamengukurhasiltanpamengukurdampaknyaterhadapmasyarakat, sedangkan outcome mengukurkualitas output dandampak yang dihasilkan (Smith, 1996). • Pengukuran outcome memilikiduaperan, yaituperanretrospektifdanprospektif. Peranretrospektifterkaitdenganpenilaiankinerjamasalalu, sedangkanperanprospektifterkaitdenganperencanaankinerja di masa yang akandatang.

  24. Audit EkonomidanEfisiensi: Apakahentitas? • Mengikutiketentuanpelaksanaanpengadaan yang sehat • Melakukanpengadaansumberdayasesuaidengankebutuhanpadabiayaterendah • Melindungidanmemeliharasemuasumberdaya yang adasecaramemadai • Menghindariduplikasipekerjaanataukegiatan yang tanpatujuanataukurangjelastujuannya. • Menghindariadanyapengangguransumberdayaataujumlahpegawai yang berlebihan • Menggunakanprosedurkerja yang efisien • Menggunakansumberdaya yang minimum dalammenghasilkanataumenyerahkanbarang /jasadengankuantitasdankualitas yang tepat • Mematuhiperaturanperundang-undangan yang berkaitandenganperolehan, pemeliharaandanpenggunaansumberdayanegara • Melaporkanukuran yang sahdandapatdipertanggungjawabkanmengenaikehematandanefisiensi

  25. Tujuan Audit EfektivitasutkMenentukan • tingkatpencapaianhasilataumanfaat yang diinginkan, • kesesuaianhasildengantujuan yang ditetapkansebelumnya, • apakahentitas yang daudittelahmempertimbangkanalternatif lain yang memberikanhasilsamadenganbiaya yang paling rendah

  26. PertimbanganEvaluasikegiatan • Apakahprogram tersebutrelevanataurealistik, • Apakahadapengaruhdari program tersebut, • Apakahprogram telahmencapaitujuan yang telahditetapkan, dan • Apakahadacara-cara yang lebihbaikdalammencapaihasil.

  27. AnalisisRasioKeuangan • Analisisanggaranadalahpengukurankinerja yang dilakukandengancaramembandingkananggaranpengeluarandenganrealisasinya. Hasil yang diperolehberupaselisihlebih (favourable variance) atauselisihkurang (unfavourable variance). Teknikiniberfokuspadakinerja input yang bersifatfinansialdan data yang digunakanadalah data anggarandanrealisasianggaran.  • RasioLikuiditasdanRasioSolvabilitas.

  28. Balanced Scorecard • Balanced Scorecard (BSC)merupakanpendekatanbaruterhadapmanajemen, yang dikembangkanpadatahun 1990-an oleh Robert Kaplan (Harvard Business School) danDavid Norton (Renaissance Solution, Inc.). • Kelemahandanketidakjelasandaripendekatanpengukurankinerjakeuangansebelumnyamampudiatasidenganpendekatan BSC. Kaplan dan Norton merangkumrasional model pengukurankinerja yang tetapmempertahankanpengukurankeuangannamunjugamelengkapidengankinerja non keuangandalam model BSC. • Maknabalanceddalam BSC adalahbahwadalammenilaisebuahkinerjaharusseimbang, karenakinerjasebuahentitastidakbisadilihatdarikinerja yang telahlalu(financial)akantetapihal-hal yang menentukankinerjamasadepan(customer, internal business process dan learning & growth)jugaharusdiperhatikan

  29. Balanced Scorecard • Padadasarnya BSC merupakansistempengukurankinerja yang mencobauntukmengubahmisidanstrategiorganisasimenjaditujuandanukuran-ukuran yang lebihberwujud. • Ukuranfinansialdan non finansial yang dirumuskandalamperspektif BSC sebenarnyaadalahderivasi (penurunan) darivisidanstrategiorganisasi. • Dengandemikian, hasilpengukurandengan BSC inimampumenjawabpertanyaantentangseberapabesartingkatpencapaianorganisasiatasvisidanstrategi yang telahditetapkan.

  30. PerspektifKinerja BSC • The Learning and Growth Perspective: mengukurfaktor-faktor yang berhubungandenganteknologi, pengembanganpegawai, sistemdanprosedur, danfaktor lain yang perludiperbaharui. • The Business Process Perspective: mengidentifikasifaktorkritisdalam proses internal organisasidenganberfokuspadapengembangan proses baru yang menjadikebutuhanpelanggan. • The Customer Perspective: merupakanfaktor-faktorseperticustomer satisfaction, customer retention, customer profitability, danmarket share  • The Financial Perspective: melihatkinerjadarisudutpandangprofitabilitasketercapaian target keuangan, sehinggadidasarkanatassales growth, return on investment, operating income, dancash flow.

  31. PerbandinganBalanced Scorecard SektorPublikdanSektorSwasta

  32. KerangkaInstrumenPenilaianBalanced ScorecardPadaSektorPublik

  33. Syarat Audit Kinerja • Auditor (orang/lembaga yang melakukan audit), auditee (pihak yang diaudit), recipent (pihak yang menerimahasil audit), • Hubunganakuntabilitasantaraauditeedenganaudit recipent, • Independensiantaraauditordanauditee,dan • Pengujiandanevaluasitertentuatasaktivitas yang menjaditanggungjawabauditeeoleh auditor untukaudit recipent.

  34. KENDALA PENGUKURAN KINERJA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK • Tujuan organisasi bukan memaksimalkan laba • Sifat output adalahkualitatif, intangibledanindirect • Antara input dan output tidakmempunyaihubungansecaralangsung(discretionary cost center) • Tidakberoperasiberdasarmarket forcessehinggamemerlukaninstrumenpenggantimekanismepasar. • Berhubungandengankepuasanpelanggan (masyarakat)