Download
dasar dasar filsafat n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
DASAR-DASAR FILSAFAT PowerPoint Presentation
Download Presentation
DASAR-DASAR FILSAFAT

DASAR-DASAR FILSAFAT

526 Vues Download Presentation
Télécharger la présentation

DASAR-DASAR FILSAFAT

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. DASAR-DASAR FILSAFAT MANUSIA ADALAH BINATANG YANG BERBICARA/BERPIKIR. BERBICARA/BERPIKIR ADALAH BERTANYA. BERTANYA ADALAH MENCARI JAWABAN. MENCARI JAWABAN ADALAH MENCARI KEBENARAN. MENCARI KEBENARAN TENTANG TUHAN, ALAM DAN MANUSIA.

  2. TEORI KEBENARAN(THEORY OF TRUTH) I. TEORI KOHERENSI/KONSISTENSI (The Consistence/Coherence Theory of Truth): 1) Kebenaranialahkesesuaianantarasuatupernyataandenganpernyataan-pernyataanlainnya yang sudahlebihdahuludiketahui, diterimadandiakuisebagaibenar. 2) Suatuputusandianggapbenarapabilamendapatpenyaksian (pembenaran) olehputusan-putusanlainnya yang terdahulu yang sudahdiketahui,diterimadandiakuibenarnya. Contoh: “Semuamanusiaakanmati. Si Fulanadalahseorangmanusia. Si Fulanpastiakanmati.” “Sukarno adalahayahanda Megawati. Sukarno mempunyaiputeri. Megawati adalahputeri Sukarno”. Teoriinidianutolehmazhabidealisme. Penggagasteoriiniadalah Plato (427-347 S.M.) danAristoteles (384-322 S.M.), selanjutnyadikembangkanoleh Hegel dan F.H. Bradley (1864-1924). Kritikterhadapteoriiniadalah “tidakmungkinkahterdapatkumpulanproposisi yang koheren yang semuanyasalah”?

  3. 2. TEORI KORESPONDENSI (The Correspondence Theory of Thruth): Kebenaran adalah kesesuaian antara pernya-taan tentang sesuatu dengan kenyataan sesu-atu itu sendiri. Contoh: “Ibu kota Republik Indonesia adalah Jakarta”. Teori ini digagas oleh Aristoteles (384-322 S.M.), selanjutnya dikembangkan oleh Bertrand Russel (1872-1970). Penganut teori ini adalah mazhab realisme dan materialisme. Kritik: how can we compare our ideas with reality? Apabila sudah diketahui kenyataan mengapa perlu dibuat perbandingan, padahal kebenaran sedang dimiliki?

  4. 3. TEORI PRAGMATIS (The Pragmatic Theory of Truth): “kebenaran suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis”; dengan kata lain, “suatu pernyataan adalah benar jika pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia”. Kata kunci teori ini adalah: kegunaan (utility), dapat dikerjakan (workability), akibat atau pengaruhnya yang memuaskan (satisfactoryconsequencies). Pencetus teori ini adalah Charles S. Pierce (1839-1914) dan William James. Kritik: betapa kabur dan samarnya pengertian berguna (usefull) itu.

  5. INSTRUMEN UNTUK MENCARI KEBENARAN • ILMU PENGETAHUAN • FILSAFAT • AGAMA

  6. ILMU PENGETAHUAN • Pengertian • Objek Ilmu Pengetahuan • Cabang-cabang Ilmu Pengetahuan • Sikap Ilmiah • Fungsi Ilmu Pengetahuan • Metode Ilmu Pengetahuan • Batas dan Relativitas Ilmu Pengetahuan

  7. Pengertian Ilmu Pengetahuan adalah pengetahan yang mempunyai ciri, tanda dan syarat tertentu, yaitu: sistematik, rasional, empiris, eksperimental, umum dan kumulatif.

  8. Objek Ilmu Pengetahuan • Objekmateria: seluruhlapanganataubahan yang dijadikanobjekpenyelidikansuatuilmu. • Objekforma: objekmateria yang disorotiolehsuatuilmu, sehinggamembedakanilmusatudenganilmulainnya, jikaberobjekmateriasama. Padagarisbesarnya, objekilmupengetahuanialahalamdanmanusia.

  9. Cabang Ilmu Pengetahuan

  10. Sikap Ilmiah Sikapilmiahadalahsikap yang seharusnyadimilikiolehsetiapilmuwandalammelakukantugasnya (mempelajari, meneruskan, menolak/menerimasertamengubah/ menambahsuatuilmu). Sikap yang seharusnyadimilikiolehilmuwanadalah: 1. skeptif (ragudansanksi), 2. penasaran (minat, hasratdansemangat), 3. objektif (menghindarisikapsubjektif, emosi, prasangka), 4. jujurintelektual 5. lain-lain (rendahhati, lapang dada, toleran, sabardsb.).

  11. Fungsi Ilmu Pengetahuan Fungsiilmupengetahuanadalah: • Deskriptif, • Pengembangan, • Prediksi, • Kontrol. Tegasnya, fungsiilmupengetahuanadalahuntukmemenuhikebutuhanhidupmanusiadidalampelbagaibidangnya.

  12. Metode Ilmu Pengetahuan • Koleksi • Observasi • Seleksi • Klasifikasi • Interpretasi • Generalisasi • Perumusan hipotesis • Verifikasi/pengujian • Evaluasi/penilaian • Perumusan teori • Perumusan dalil/hukum.

  13. Batas dan relativitas ilmu pengetahuan: • Tidak semua persoalan manusia dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan. • Nilai kebenaran ilmu pengetahuan itu “positif” (sampai saat ini) dan “relatif” (tidak mutlak). • Masalah-masalah yang di luar jangkauan ilmu pengetahuan diserahkan kepada filsafat.

  14. FILSAFAT • PENGERTIAN • APA YANG MENDORONG TIMBULNYA FILSAFAT • MANFAAT MEMPELAJARI FILSAFAT • CARA MEMPELAJARI FILSAFAT • OBJEK PENELITIAN FILSAFAT • SISTEMATIKA FILSAFAT

  15. 1. PENGERTIAN FILSAFAT Secara bahasa, kata filsafat (bhs. Yunani) berasal dari kata philo dan sofia. Philo artinya cinta, sophia artinya hikmah, kebijakan. Jadi filsafat berarti cinta kebijakan (the love of wisdom). Walaupun kata filsafat berasal dari bahasa Yunani, dan orang Yunani Purba sudah mempunyai tradisi filsafat 500 tahun S.M., tidaklah berarti hanya orang Yunanilah yang sudah berfilsafat. Azad (dalam Radhakrishna ed., 1952: 14) menjelaskan: “kita mengetahui bahwa Mesir dan Irak telah mengembangkan tingkat peradaban yang tinggi jauh sebelum Yunani. Kita pun mengetahui bahwa filsafat Yunani yang paling awal dipengaruhi oleh hikmah Purba Mesir. Plato dalam tulisan-tulisannya menimba hikmah para pendeta Mesir dengan cara yang menunjukkan betapa otoritas mereka itu sebagai sumber pengetahuan yang tidak dapat disangkal. Bahkan Aristoteles maju lebih jauh lagi dan mengatakan bahwa para pendeta Mesir Purba adalah para filsuf pertama di dunia ini ….” Selain Mesir Purba, yang memiliki tradisi filsafat lebih tua daripada Yunani adalah India dan Cina.

  16. Secara istilah arti filsafat adalah: • “ilmu istimewa” yang mencoba menjawab masalah-masalah yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan biasa, karena masalah-masalah termaksud di luar jangkauan ilmu pengetahuan biasa. • Hasil daya upaya manusia dengan akal budinya untuk memahami secara radikal dan integral serta sistematik hakikat segala yang ada (Tuhan, alam semesta dan manusia).

  17. Objek Filsafat: • Objek Materia: segala sesuatu yang menjadi masalah filsafat, segala sesuatu yang dimasalahkan oleh atau dalam filsafat; yakni segala yang ada yang meliputi hakikat Tuhan, alam dan manusia. • Objek Forma: mencari keterangan yang sedalam-dalamnya (radikal) tentang objek materia filsafat (yakni segala sesuatu yang ada dan yang mungkn ada).

  18. TUJUAN, FUNGSI DAN GUNA Tugas filsafat bukanlah sekedar mencerminkan semangat masa di mana kita hidup melainkan membimbingnya maju. Fungsi filsafat adalah kreatif, menetapkan nilai, menempat-kan tujuan, menentukan arah dan menuntun pada jalan-jalan baru. Filsafat hendaknya mengilhamkan keyakinan kepada kita untuk menopang dunia baru, mencetak ma-nusia-manusia yang menjadikan penggolongan-penggo-longan berdasarkan nasional, rasial dan keyakinan ke-agamaan mengabdi kepada cita-cita mulia kemanusiaan. Filsafat tidak ada artinya sama sekali apabila tidak universal, baik dalam ruang lingkupnya maupun dalam semangatnya.

  19. Hubungan Ilmu Pengetahuan dan Filsafat • Titiksinggung 1) historis: padamulanyafilsafatidentikdenganilmupengetahuan; filsufidentikdenganilmuwan. 2) objekmateriailmuialahalamdanmanusia; objekmateriafilsafatialahalamdanmanusia (sertamasalahke-Tuhan-an). 2. Perbedaan 1) objek forma ilmu: mencariketeranganterbatassejauhterjangkaupembuktianpenelitian, percobaandanpengalamanmanusia; objek forma filsafat: mencariketerangansedalam-dalamnya, sampaikeakarpersoalan, sampaikesebab-sebabdanke “mengapa” terakhir, sepanjangkemungkinan yang adapadaakal-budimanusiaberdasarkankekuatannya. 2) objekmateriafilsafat: (1) masalahTuhan, yang samasekalidiluarjangkauanilmupengetahuanbiasa, 2) masalahalam, yang belumatautidakdapatdijawabolehilmupengetahuanbiasa, 3) masalahmanusia, yang belumatautidakdapatdijawabolehilmupengetahuanbiasa.

  20. Cabang-cabang Filsafat: • Metafisika: filsafat tentang hakekat yang ada di balik fisika, tentang hakekat yang bersifat transenden, di luar atau di atas jangkauan pengalaman manusia. • Logika: filsafat tentang pikiran benar dan salah • Etika: filsafat tentang perilaku baik dan buruk • Estetika: filsafat tentang kreasi indah dan jelek • Epistemologi: filsafat tentang ilmu pengetahuan. • Filsafat-filsafat khusus.

  21. Aliran-aliran Filsafat: • Aliran Metafisika • Aliran Etika • Aliran Teori Pengetahuan

  22. METAFISIKA Metafisika berasal dari bahasa Yunani, Ta Meta Ta Phisica yang berarti sesudah, melampaui, atau di belakang realitas fisik. Jadi, metafisika berarti ada melampaui realitas fisik. Sesuatu yang ada di balik realitas fisik atau melampaui realitas fisik disebut hakikat. Karena filsafat, secara keseluruhan, memelajari hakikat, maka metafisika selain sebagai bagian dari filsafat, juga dapat dipandang sebagai suatu metode bagi filsafat, yaitu bagi semua bagian filsafat.

  23. Persoalan dasar yang dipelajari Metafisika ada dua, yaitu: ada dan substansi. ADA Ada sesuatu yang ada dan ada sesuatu yang tidak ada. Dengan demikian, baik yang ada maupun yang tidak ada keduanya ada. Segala sesuatu yang ada memiliki ciri-cirinya yang hakiki. “Apakah ciri-ciri hakiki dari segala sesuatu itu”. Metafisika menyatakan bahwa ciri hakiki dari segala sesuatu itu yang ada itu adalah “ada”, sebab “ada” ini merupakan dasar dan sebab kesesuaian di antara semua yang ada.

  24. Ada meemiliki tingkatan: tingkat rendah, menengah, tinggi, dan mutlak/tertinggi. Ada tingkat rendah: benda-benda yang adanya itu hanya sekedar ada. Ada menengah: hewan yang adanya dikuasai oleh nalurinya. Ada tingkat tinggi: manusia yang dirinya menyadari keberadanya. Ada dalam tingkat mutlak/tertinggi: sumber dari segala yang ada, tidak berubah, causa prima, pasti adanya, dan abadi (Tuhan).

  25. SUBSTANSI Secaraumumsubstansidapatdisebutbenda. Persoalan yang timbuladalah: “Apakahbendaitudapatdibedakandarisifat-sifatnya?” “Apakahdibelakangsifat-sifat yang berubahituadasesuatu yang tidakberubah?” Sepotongmalam yang diambildarisaranglebahdipanaskandiatasapi. Kita lihatsifat-sifatnya, sepertibau, rasa, warna, danbentuknyaberubah. Namunkitatahudanakanmengatakanbahwamalamtersebutadalahmalam yang tadi.

  26. Dengan demikian, dalam pikiran kita terlintas pada malam itu harus ada sesuatu yang tidak berubah yang tersembunyi (tidak nampak) di belakang sifat-sifatnya yang berubah itu. Bahkan ketika malam itu diubah-ubah bentuk dan warnanya. Sesuatu yang tidak berubah dari malam itulah yang disebut substansi. Substansi berarti sesuatu yang ada pada dirinya sendiri.

  27. ALIRAN METAFISIKA: I. KUANTITAS: 1.1 Monisme 1.2 Dualisme 1.3 Pluralisme II. KUALITAS: 2.1 Tetap: 2.1.1 spiritualisme 2.1.2 materialisme 2.2 Kejadian: 2.2.1 mekanisme 2.2.2 teleologi 2.2.3 determinisme 2.2.4 indeterminisme

  28. I. KUANTITAS 1.1 Monisme: aliran yang mengemukakan bahwa unsur pokok segala yang ada adalah esa, satu. 1.2 Dualisme: aliran yang berpendirian unsur pokok segala sesuatu adalah dua, yaitu roh dan benda. 1.3 Pluralisme: aliran yang berpendapat unsur pokok hakikat kenyataan adalah banyak (menurut Epmedokles: udara, api, air, dan tanah).

  29. II. KUALITAS 2.1 TETAP 2.1.1 Spiritualisme: hakikatitubersifatroh. 2.1.2 Materialisme: hakikatitubersifatmateri. 2.2 KEJADIAN 2.2.1 Mekanisme: kejadiandiduniainiberlakudengansendirinyamenuruthukumsebabakibat. 2.2.2 Teologi: kejadian yang satuberhubungandengankejadian yang lain, bukanolehhukumsebabakibat, melainkansemata-mataolehtujuan yang sama.

  30. 2.2.3 Determinisme: kemauanmanusiatidakmerdekadalammengambilkeputusan-keputusan yang penting, tetapisudahterpastilebihdulu. 2.2.4 Indeterminisme: kemauanmanusiaitubebasdalamarti yang seluas-luasnya.

  31. BEBERAPA YANG DIKAJI METAFISIKA • Realitas benda • Kosmologi • Antropologi • Teologi

  32. REALITAS BENDA Apakahrealitasbendaitusesuaidenganpenampakan-nya (appearance) atausesuatu yang bersembunyidiba-likpenampakanitu? Menjawabpertanyaanitumuncul 5 aliran, yaitu: 1. Materialisme: hakikatbendaadalahmateri. 2. Idealisme: hakikatbendaadalahruhani. 3. Dualisme: hakikatbendaada 2, yaitu material dan immaterial/bendadanroh. 4. Skeptisisme: raguapakahmanusiamengetahuihakikat. 5. Agnotisisme: manusiatidakdapatmengetahuihakikatbenda.

  33. KOSMOLOGI Kosmologi adalah filsafat yang menyelidiki hakikat asal, susunan, tujuan alam besar, bagaimana ia menjadi, bagaimana ia berevolusi, dan sebagainya.

  34. ANTROPOLOGI Antropologi: membicarakan hakikat manusia dari segi filsafat. Apakah manusia itu? Apa dan dari mana asalnya? Apa akhir atau tujuannya?

  35. TEOLOGI Teologi: cabangfilsafat yang membicarakantuhandarisegipikiran/akal. Apakahtuhanituada? Buktikeber-adaannyaapa? Sifatnya, susunannya, kemauannya? Mengenaihalinimunculisme-isme: • Teisme: monoteisme, triniteisme, politeisme, pan-teisme. • Ateisme. • Agnotisisme.

  36. ALIRAN ETIKA: • Naturalisme • Hedonisme • Utilitarisme • Idealisme • Vitalisme • Teologis

  37. ALIRAN TEORI PENGETAHUAN: 1. Asaldansumber: 1) rasionalisme: sumberpengetahuanmanusiaadalahpikiran/rasio/jiwamanusia. 2) empirisme: pengetahuanmanusiaberasaldaripengalaman (yang ditangkapindera) manusia. 3) kritisisme (=transendentalisme): pengetahuanmanusiabaikberasaldaridunialuar, maupundarijiwaataupikiranmanusia. 2. Hakikatpengetahuanmanusia: 1) realisme: pengetahuanmanusiaadalahgambar yang baikdantepatdarikebenaran, dalampengetahuan yang baiktergambarkansepertisesungguhnyaada. 2) idealisme: pengetahuanitutidak lain darikejadiandalamjiwamanusia , sedangkenyataan yang diketahuimanusiaituseluruhnyaberadadiluarnya.

  38. EPISTEMOLOGI “Membicarakansumberpengetahuandanbagaimanacaramemperolehpengetahuan.” Pengetahuandiperolehmanusiamelaluiberbagaicaradanberbagaialat. Adabeberapaalirantentangini: • Empirisme: manusiamemperolehpengetahuanmelaluipengalaman (indera)-nya. John Locke (1632-1704), yang dianggapsebagaibapakaliranini, mengemukakanteori tabula rasa (mejalilin). Maksudnya, bahwamanusiaitupadamulanyakosongdaripengetahuan, lantaspengalamannyamengisijiwa yang kosongitu, lantasiamemilikipengetahuan. Sesuatu yang tidakbisadiamatidenganinderabukanlahpengetahuan yang benar. Kelemahanaliraniniadalah: 1) inderaterbatas: benda yang jauh 2) inderamenipu: orangsakit 3) objekmenipu: fatamorgana 4) inderadanobjek: tidakbisamelihatgajahsecarakeseluruhan. Kesimpulannya: empirismelemahkarenaketerbatasaninderamanusia.

  39. 2. Rasionalisme “Pengetahuan yang benar diperoleh dan diukur dengan akal”. Bapak aliran ini adalah Rene Descartes (1596-1650). Aliran ini dapat mengoreksi kelemahan keterbatasan kemampuan indera. Kerja sama empirisme dan rasionalisme melahirkan metode sains; dari metode ini lahirlah pengetahuan sains. Kerja sama indera dan akal belum mampu memperoleh pengetahuan yang utuh. Ia harus dibantu oleh intuisi.

  40. 3. Positivisme “indera itu amat penting dalam memperoleh pengetahuan, tetapi harus dipertajam dengan alat bantu dan diperkuat dengan eksperimen”. Eksperimen memerlukan ukuran yang jelas. Jadi, kebenaran diperoleh dengan akal, didukung bukti empiris yang terukur. “Terukur” inilah yang merupakan sumbangan positivisme. Tokoh aliran ini adalah Auguste Comte (1798-1857).

  41. 4. Intuisionisme Tidak hanya indera yang terbatas, akal juga terbatas. Akal hanya memahami suatu objek bila ia mengonsentrasikan dirinya pada objek itu. Jadi manusia tidak mengetahui keseluruhan objek, tidak juga memahami sifat-sifat yang tetap pada objek.

  42. ALIRAN-ALIRAN LAINNYA: • Eksistensialisme • Pragmatisme • Fenomenologi • Positivisme • Aliran Filsafat Hidup

  43. FILSAFAT MORAL I. Pengertian 1. Etika dan Moral 1.1 Pengertian etika: • Nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Secara ringkas, pengertian tadi bisa disebut sebagai sistem nilai. Sistem nilai itu bisa berfungsi dalam hidup manusia perorangan maupun pada taraf sosial. • Kumpulan asas atau nilai moral atau, disebut juga, kode etik. • Ilmu tentang yang baik dan yang buruk. 1.2 Pengertian moral: • Sama dengan etika, yaitu nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.

  44. 2. Amoral dan Immoral • Kata “amoral” dalam Concise Oxford Dictionary diartikan sebagai “unconcerned with, out of the sphere of moral, non-moral”. Jadi, amoral berarti “tidak berhubungan dengan konteks moral”, “di luar suasana etis”, “non-moral”. • Kata “immoral” dalam kamus yang sama dimaknai sebagai “opposed to morality; morally evil”. Jadi, immoral berarti “bertentangan dengan moralitas yang baik”, “secara moral buruk”, “tidak etis”.

  45. 3. Etika dan Etiket Etika (ethics) berari moral, etiket (etiqutte) berarti sopan santun. Dua kata ini memiliki persamaan dan perbedaan makna. Persamaannya adalah: Etika dan etiket menyangkut perilaku manusia. Baik etika maupun etiket mangatur perilaku manusia secara normatif; artinya, memberi norma bagi perilaku manusia dan dengan demikian menyatakan apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Perbedaannya adalah: 1) Etiket menyangkut cara suatu perbuatan harus dilakukan manusia. Etiket menunjukkan cara yang tepat atau cara yang diharapkan serta ditentukan dalam suatu kalangan tertentu. Etika tidak terbatas pada cara dilakukannya suatu perbuatan; etika memberi norma tentang perbuatan itu sendiri. Etika menyangkut masalah apakah suatu perbuatan boleh dilakukan atau tidak. 2) Etiket hanya berlaku dalam pergaulan. Bila tidak ada orang lain maka etiket tidak berlaku. Etika selalu berlaku, ada atau tidak ada orang lain. 3) Etiket bersifat relatif. Etika lebih absolut. 4) Etiket hanya memandang manusia dari segi lahiriah saja. Etika menyangkut manusia dari segi dalam.

  46. PERANAN ETIKA DALAM MASYARAKAT 1. Masyarakat tradisional (homogen dan agak tertutup): nilai-nilai dan norma-norma itu tidak pernah dipersoalkan. Secara otomatis orang menerima nilai dan norma yang berlaku. Individu dalam masyarakat itu tidak berpikir lebih jauh. Nilai dan norma etis dalam masyarakat ini bersifat implisit. Akan tetapi ia bisa menjadi eksplisit bila nilai itu ditantang atau dilanggar karena perkembangan baru. 2. Situasi etis pada masyarakat modern ditandai tiga hal: 1) Pluralisme moral (komunikasi/informasi, transportasi/mobilitas, pariwisata, multinational corporation, eduducation) 2) Masalah etis baru (perkembangan iptek, biomedis, manipulasi genetika, reproduksi artifisial) 3) Kepedulian etis yang universal (globalisasi, LSM, ekologi, HAM). 3. Hubungan kepedulian etis dengan pluralisme moral (untuk persoalan publik dan pribadi).

  47. SUMBER-SUMBER NILAI DAN NORMA: 1. Agama 2. Kebudayaan 3. Nasionalisme

  48. MORAL DAN AGAMA Agama mempunyai hubungan erat dengan moral. Motivasi terpenting dan terkuat bagi perilaku moral adalah agama. Setiap agama mengandung suatu ajaran moral yang menjadi pegangan bagi perilaku para penganutnya. Jika dibandingkan pelbagai agama, ajaran moralnya barangkali sedikit berbeda, tetapi secara menyeluruh perbedaannya tidak terlalu besar. Atau dengan kata lain, ada nilai-nilai universal yang relatif sama.

  49. Mengapa ajaran moral dalam suatu agama dianggap begitu penting? Karena ajaran itu berasal dari Tuhan dan mengungkapkan kehendak Tuhan. Ajaran moral itu diterima karena alasan keimanan. Namun demikian, nilai dan norma moral tidak secara eksklusif diterima karena alasan-alasan keagamaan. Ada juga alasan-alasan lebih umum untuk menerima aturan-aturan moral, yaitu alasan-alasan rasional.

  50. Dalam filsafat moral justru diusahakan untuk menggali alasan-alasan rasional untuk nilai-nilai dan norma-norma yang dipakai sebagai pegangan bagi perilaku moral. Berbeda dengan agama, filsafat memilih titik tolaknya dalam rasio dan untuk selanjutnya juga mendasarkan diri hanya pada rasio. Filsafat hanya menerima argumen dan alasan logis yang dapat dimengerti dan disetujui oleh semua orang. Ia menghindari setiap unsur nonrasional yang meloloskan diri dari pemeriksaan oleh rasio. Agama berangkat dari keimanan; kebenarannya tidak dibuktikan, tetapi dipercaya. Kebenaranyya bukan diterima karena dimengerti, melainkan karena terjamin oleh wahyu.