1 / 17

PPT Pemerintahan Republik Bataaf

Materi ini membahas tentang masa penjajahan di Indonesia

3542
Télécharger la présentation

PPT Pemerintahan Republik Bataaf

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENJAJAHAN PEMERINTAH BELANDA Dominasi Pemerintahan Belanda Perkembangan Kolonialisme Inggris di Indonesia Masa Pemerintahan Republik Bataaf

  2. Pemerintahan Republik Bataaf • Munculnya Kaum Liberal dan bertepatan pada saat Perancis menyerbu Belanda (1795). Raja Willem V melarikan diri ke Inggris Dibentuklah Republik Bataaf (1795-1806). • Raja Willem V mengeluarkan “Surat-surat Kew”. pihak Inggris bertindak cepat dengan mengambil alih beberapa daerah di Hindia. • Prancis segera mengambil alih seluruh bekas kekuasaan VOC dan mengirim Herman Williem Daendels untuk mempertahankan nusantara dari serangan Inggris

  3. Masa Pemerintahan Herman William Daendels Daendels adalah kaum patriot dan liberal dari Belanda yang sangat dipengaruhi oleh ajaran Revolusi Perancis. Di dalam berbagai pidatonya, Daendels tidak lupa mengutip semboyan Revolusi Perancis. Daendels ingin menanamkan jiwa kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan di lingkungan masyarakat Hindia. Oleh karena itu, ia ingin memberantas praktik-praktik Feodalisme. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat lebih dinamis dan produktif untuk kepentingan negeri induk (Republik Bataaf). Herman Williem Daendels ke Nusantara untuk mempertahankan nusantara dari serangan Inggris (1808 – 1811)

  4. Bidang Hukum & Peradilan BidangPemerintahan Pusat pemerintahan dipindahkan (Kerajaan Banten dan Cirebon dihapuskan) Membatasi kekuasaan raja-raja Pulau jawa di bagi menjadi 23 Keresidenan Para bupati di jadikan Pegawai Belanda Mengadakan Perjanjian dan Penggabungan wilayah Pajak in natura(contingenten) dan sistempenyerahanwajib(verplichtelaverantie) yang diterapkan pada masa VOC tetapdilanjutkan Penjualantanahkepada pihakswasta MengadakanPreangerStelseel ,yaitukewajibanbagirakyatPriangan dan sekitarnyauntukmenanamtanamaneksport KEBIJAKAN DAENDELS BidangEkonomi • membentuk 3 jenis pengadilan, yaitu: • 1. Pengadilan utuk orang Eropa • 2. Pengadilan untuk orang Pribumi • 3. Pengadilan untuk orang timur • Pemberantasan Korupsi BidangPertahanan Keamanan MembangunjalanantaraAnyer-Panarukan Menambahjumlahangkatanperangdari4000 orang menjadi18.000 orang Membangunpabriksenjata di Gresik dan Semarang Membangunpangkalanangkatanlaut di Anyer dan Ujung Kulon Membangunbenteng-bentengpertahanan

  5. AKHIR KEKUASAAN HERMANWILLIAM DAENDELS KejatuhanDaendelsantara lain disebabkan oleh hal-halsebagaiberikut : • Sikapnya yang otoriterterhadap raja-raja Banten,Yogyakarta,Cirebon menimbulkanpertentangan dan perlawanan. • Penyelewengan dalam kasuspenjualantanahkepadapihakswasta dan manipulasipenjualanIstana Bogor. • Keburukandalamsistemadministrasipemerintahan.

  6. Pada bulan Mei 1811, Daendels dipanggil pulang ke negerinya. Ia digantikan oleh Jan Willem Janssen. Janssen dikenal seorang politikus berkebangsaan Belanda. Sebelumnya Janssen menjabat sebagai Gubernur Jenderal di Tanjung Harapan (Afrika Selatan) tahun 1802-1806. Masa Pemerintahan Jan Willem Janssens (1811)

  7. Jan Willem Janssens (1811) • Memperbaiki Pulau Jawa yang ditinggalkan Daendels. • Memperkuat pertahanan Jawa untuk membendung serangan Inggris. Tugas • Tidak memiliki kecakapan sesuai yang diharapkan. • Saat mendapat serangan Inggris, Janssens memilih mengungsi ke Semarang. Fakta • Ditandatanganipada18 September 1811. • Pulau Jawa diserahkan kepada Inggris. • Semua tentara Belanda menjadi tawanan Inggris. KapitulasiTuntang

  8. . Penyerahan Janssen secararesmikepihakInggrisditandaidenganadanyaKapitulasiTuntang pada tanggal 18 September 1811 Isi KapitulasiTuntangsbb: PulauJawa dan sekitarnya yang dikuasai Belanda diserahkankepadaInggris Semuatentara Belanda menjaditawananInggris Orang-orang Belanda dapatdipekerjakandalampemerintahanInggris

  9. MasaPendudukanInggris (1811–1816) Pertama segalabentukkerjarodi dan penyerahanwajibdihapus, digantipenanamanbebas oleh rakyat. Kedua peranan para bupatisebagaipemungutpajakdihapuskan dan para bupatidimasukkansebagaibagianpemerintahkolonial Ketiga atasdasarpandanganbahwatanahitumilikpemerintah, makarakyatpenggarapdianggapsebagaipenyewa

  10. Bidang Hukum BidangPemerintahan Menjalinhubunganbaikdenganpenguasa-penguasalokal MembagiPulauJawamenjadi 16-18 keresidenan Mengangkat para bupatisebagaipegawaipemerintah Pelaksanaan sistem sewa tanah atau pajak tanah (land rent) Penghapusan pajak dan penyerahan wajib hasil bumi Penghapusan kerja rodi dan perbudakan Menetapka desa sebagai unit adiministrasi pemerintahan Menjual tanah kepada pihak swasta dan melanjutka usaha menananam kopi Memberlakukan tanam bebas kepada rakyat BidangEkonomi KEBIJAKAN RAFFLES DI NUSANTARA BidangIlmuPengetahuan dan Teknologi berorientasi pada besar-kecilnya kesalahan bukan pada warna kulit (ras). Ditulisnya buku berjudul History of Java Aktif dalam mendukung Bataviaach Genootschap Dirintisnya Kebun Raya Bogor

  11. Berkahiirnya Pemerintahan Rafles ditandai dengan adanya Convention of London pada tahun 1814. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh wakil-wakil Belanda dan Inggris. Isi Convention of London: 1. Belanda menerima kembali jajahan yang di serahkan kepada inggris dalam perjanjian kapitulasi tuntang. 2. Ingris menperoleh tanjung harapan Konsekuensi dari perjanjian tersebut maka Inggris meninggalkan Pulau Jawa. Raffles kemudian menduduki pos di Bengkulu. Pada tahun 1819 Inggris berhasil memperoleh Singapura dari Sultan Johor.

  12. MasaPenerapanSistemTanamPaksa MASA PEMERINTAHAN KOLONIAL BELANDA (1816-1942) Dicetuskan oleh Sistem tanam paksa Johannes van den Bosch Kebijakantanampaksamulaidiberlakukanpada 1830 sertadifokuskanpadapeningkatanproduksitanaman yang lakudipasaraninternasionalseperti kopi, tembakau, tebu, teh, dannila.

  13. Pelaksanaan Tanam Paksa diaturdalamStaatsbladNomor 22 Tahun 1834. Tanah yang diserahkankepadapemerintah tridak melebihi 1/5 bagian dan bebaspajak. 2. Pekerjaanmenanamtidakbolehmelebihiwaktumenanampadi 3. Hasil tanamanwajibharusdiserahkankepadaPemerintah Belanda. 4. Kegagalanpanenkarenabencanaalamditanggungpemerintah Belanda 5. Penggarapantanahuntuktanamanwajibdiawasi oleh kepala pribumiataupegawai Belanda Aturan Tanam Paksa Kenyataan Tanam Paksa Lebih dari seperlima, sepertiga bahkan seperdua dan derah-darerah tertentu bahkan ada yang lebih dari seperdua tanah milik petani harus diserahkan kepada pemerintah Waktu yang digunakan untuk menanam tanaman bagi tanam paksa melebihi waktu penanaman padi Kegagalanpanenkarenabencanaalamditanggung petani

  14. Dampak Sistem Tanam Paksa Bagi Belanda, pelaksanaantanampaksamendatangkankeuntungan. Keuntungan yang diperoleh Belanda sekira 967 juta gulden • Bagibangsa Indonesia, tanampaksamenyengsarakan. Meskipundemikian, melaluitanampaksabangsa Indonesia mengenaljeniskomoditasbaru yang laku di pasar internasional.

  15. MasaPenerapanPolitikPintu Terbuka (SistemEkonomi Liberal) Sebelum tahun 1870, Indonesia dijajah dengan model imperialism kuno (ancient imperialism), yaitu dikeruk kekayaannya saja. Setelah tahun 1870, di Indonesia diterapkan imperialism modern (modern imperialism). Sejak saat itu diterapkan opendeur politiek, yaitu politik pintu terbuka terhadap modal-modal swasta asing. Pelaksanaan politik pintu terbuka tersebut diwujudkan melalui penerapan system politik ekonomi liberal. PolitikPintu Terbuka pelaksanaan dilatarbelakangi ditandai Penderitaanrakyatakibatsistemtanampaksa Undang-UndangAgraria (Agrarische Wet) 1870 Para pemodalasingdiberikebebasanmenanamkanmodalnya di Indonesia. Sementaraitu, pemerintahkolonialbertindaksebagaipengawas, pelindung, dan penyediafasilitasbagi para penanam modal.

  16. SEKIAN DAN TERIMAKASIH

More Related